• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
UIR Gelar Wisuda Periode 1 2026, Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Unggul dan Berdaya Saing
Dibaca : 226 Kali
Menumbuhkan Kehidupan Kembali: Langkah PHR Memulihkan Fungsi Tanah di Bumi Riau
Dibaca : 292 Kali
Buku Kearifan Baduy hingga Jejak Adinegoro Diluncurkan di HPN 2026
Dibaca : 346 Kali
FGD di KI Banten, ForKI Riau Perkuat Peran Wartawan Dorong Transparansi
Dibaca : 342 Kali
Buka Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026, Meutya Hafid: Transformasi Digital Tidak Boleh Menggerus Pilar Demokrasi
Dibaca : 317 Kali

  • Home
  • Meranti

BRG Taja Bimtek Demplot Agroforestry di Merbau

Zulmiron
Senin, 19 Oktober 2020 21:22:49 WIB
Cetak
BRG Taja Bimtek Demplot Agroforestry di Merbau.

Meranti, Hariantimes.com - Badan Restolasi Gambut (BRG) melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) Pengembangan Demplot Agroforestry di Kantor Desa Mekar Sari, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Senin (19/10/2020).

Terlihat hadir Camat Merbau Abdul Hamid ST HI MM, Bhabinkamtibmas Polsek Merbau Brigadir Rinaldo. Sementara dari BRG antara lain Harri Kuswondho (Silviculturist), Fransiskus Harum (Silvikulturist) dan Lasmaria Tiodora (Technical Assistant-Pertanian), juga Kepala Desa Bagan Melibur Esnadi Esman SPD, Kepala Desa Mayang Sari Ibrahim, Kepala Desa Sungai Anak Kamal Mastowi Sari Pd.

Bimtek ini dibuka langsung oleh Plh Deputi Bidang Konstruksi, Operasi dan Pemeliharaan BRG Ir Soesilo Indarto MSi. 

"Adapun bimbingan teknis ini kita lakukan selama tiga hari. Untuk mensosialisasikannya kita laksanakan di Desa Mekar Sari. Sementara pelaksanaan praktek materi nantinya akan kita laksanakan di dua desa. Tujuan kita untuk teknis penanam kayu dalam musiman lalu bisa dimanfaatkan di lahan yang kosong. Dan mari kita manfaatkan lahan gambut yang kosong menjadi lahan perkebunan. Kami dari BRG juga mengajak anggota pokmas untuk ikut dalam belajar bersama baik itu di dalam kelas, maupun di Lapangan guna untuk menambah ilmu dan pengetahuan kita bersama," cakap perwakilan BRG Harry Kuswanhdo seraya berharap, dari 16 peserta ini nantinya akan bisa menyalurkan ilmu dan pengetahuannya kepada orang lain

"Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama dari beberapa pihak yang bekerjasama dengan BRG," kata Harry.

Sementara itu, Camat Merbau Abdul Hamid STHI MM menyampaikan, semoga bisa menambah wawasan dalam mengelola lahan gambut tampat terbakar. Dikarenakan daerah ini juga termasuk wilayah lahan gambut.

"Untuk itu, kita semua sangat membutuhkan teknis seperti ini," ucap Abu Hamid sembari menjelaskan, hal seperti ini juga dapat mendongkrak perekonomian masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, terkhususnya para petani seperti dalam bidang mengelola lahan gambut tempat terbakar serta teknis untuk perkebunan.

Menurut Abu Hamid, daerah Merbau sering mendapatkan bantuan baik dari pemerintah daerah maupun dari  Badan Restorasi Gambut (BRG) yang akan disaluran kepada para petani yang kurang memahami teknis dan tata cara mengelola bibit, tempat lahan.

"Dengan adanya teknis ini, bantuan tersebut tidak menjadi sia-sia lagi seperti yang telah lalu. Maka dari itu, dalam waktu dekat ini beberapa pokmas akan mendapatkan bantuan bibit hewan ternak. Jadi dengan teknis yang didapatkan ini, selain teknis cara mengelola lahan gambut, kita akan dapat tata cara menanam bibit. Lewat teknis mengelola pakan ternak juga menjadi ilmu andalan bagi para petani dan peternakan," beber Abu Hamid sembari berharap, bagi para pokmas bisa menyampaikannya apa yang menjadi permasalahan dan hambatan di desanya, agar semua permasalahan bisa ditangani bersama pihak BRG.

"Kita sadari bersama, selama ini banyak bantuan yang telah disalurkan. Namun tanpa adanya teknis yang tepat dan kurangnya pemantauan, semuanya menjadi sia-sia. Dan itu tidak kita inginkan lagi," cakap Abu Hamid.

Dalam mengelola hewan ternak selama ini, katanya,  yang menjadi permasalahan karena kurangnya pangan ternak. Sehingga, hewan ternak tersebut dilepaskan dan mereka merusak perkebunan masyarakat. 

"Untuk itu, kita semua sangat membutuhkan teknis mengelola pakan ternak seperti ini," katanya.

Kepala Desa Mayang Sari Erman SPd mengatakan, pada dasarnya kegiatan ini  juga akan menambah ilmu pengetahuan dalam mengelola lahan gambut. Sehingga, semua ilmu dan teknis yang didapatkan bisa bermanfaat.

"Dengan adanya kegiatan seperti ini bisa memberikan pengetahuan kepada rekan-rekan pokmas untuk mengelola lahan gambut, lalu bisa mendongkrak perekonomian masyarakat kita. Dan ini semua berkat bantuan serta support dari pemerintah daerah juga dari pihak BRG. Dan atas nama pemerintah desa, kami ucapkan apresiasi buat semua pihak," kata Erman sembari berharap, agar ilmu dan pengetahuan yang didapatkan oleh pokmas ini agar bisa disalurkan kepada masyarakat lain. Dengan begitu, semua masyarakat bisa dengan mudah mengelola lahan perkebunan dan pangan ternak

"Untuk masalah pangan hewan ternak, kita akan bersama-sama menuju ke Desa Bagan," ujar Erman.

Sementara itu, Plh Deputi bidang Konstruksi, Operasi dan Pemeliharaan BRG lewat via zoom  Ir Soesilo indrato MSi mengatakan, masalah pada saat ini yang dihadapi mengenai perkebunan adalah masalah ilmu dan teknis dan cara mengelola lahan gambut tempat terbakar.

"Sering kita menghadapi masalah kebakaran hutan. Selama ini, para petani kita belum tahu tata mengelola lahan gambut tempat terbakar. Untuk itu, mari  bersama-sama kita mencari solusinya," ujar Soesilo.

Dikatakannya, Kabupaten Kepulauan Meranti termasuk wilayah lahan gambut. Untuk itu, sangat diperlukan dilakukan bimbingan teknis seperti ini.

"Besar harapan kami, dengan bimbingan teknis ini kita semua bisa membantu mendongkrak perekonomian masyarakat," harapnya.

Sedangkan Fransiskus Harum mengatakan, agroforestry bisa disebutkan sebagai belajar bersama dalam pengetahuan penanaman jenis bibit tanaman kayu dan bibit musiman.

Menurut Fransiskus Harum, lahan gambut akan berubah di saat ditumbuhi tanaman dengan lahan yang telah terbakar. Setelah lahan gambut itu terbakar, maka zat asam di gambut tersebut makin tinggi. 

"Untuk itu, perlu kita pelajari tata cara mengelola lahan gambut tanpa bakar. Intinya, jika dalam satu lahan ditanami lebih dari satu tumbuhan, maka kita akan mendapatkan hasil yang lebih dan berbeda. Sebab,tanaman kayu dan semusim juga bisa dilakukan dengan cara tumpang sari. Bisa juga disebut dengan Agroforestry kompleks. Artinya, dalam satu lahan kita bisa menanam berbagai macam spesies tanaman. Dan hal itu sangat menguntungkan bagi kita para petani," katanya.(*)


Penulis: Tengku Harzuin


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kunker ke Meranti Bersama Gubri, Kapolda Riau: Satkamling Garda Terdepan Menjaga Keamanan Lingkungan

Kemenag Riau Launching Gerakan Wakaf Uang di Meranti

Dorong Solusi Pemberdayaan Umat, Penaiszawa Kemenag Riau Lakukan Pendampingan Kampung Zakat di Sungai Cina

Tokopedia bersama IZI Riau Salurkan 100 Paket Ramadhan di Wilayah 3T Kepulauan Meranti

Jelang Ramadhan, IZI Riau Laksanakan Program Benah Musholla di Desa Teluk Samak

Hari Lahan Basah se Dunia, PHR Turut Serta Jaga Ekosistem Gambut di Pulau Terluar Indonesia

Kunker ke Meranti Bersama Gubri, Kapolda Riau: Satkamling Garda Terdepan Menjaga Keamanan Lingkungan

Kemenag Riau Launching Gerakan Wakaf Uang di Meranti

Dorong Solusi Pemberdayaan Umat, Penaiszawa Kemenag Riau Lakukan Pendampingan Kampung Zakat di Sungai Cina

Tokopedia bersama IZI Riau Salurkan 100 Paket Ramadhan di Wilayah 3T Kepulauan Meranti

Jelang Ramadhan, IZI Riau Laksanakan Program Benah Musholla di Desa Teluk Samak

Hari Lahan Basah se Dunia, PHR Turut Serta Jaga Ekosistem Gambut di Pulau Terluar Indonesia



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
UIR Gelar Wisuda Periode 1 2026, Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Unggul dan Berdaya Saing
11 Februari 2026
Menumbuhkan Kehidupan Kembali: Langkah PHR Memulihkan Fungsi Tanah di Bumi Riau
11 Februari 2026
Buku Kearifan Baduy hingga Jejak Adinegoro Diluncurkan di HPN 2026
08 Februari 2026
FGD di KI Banten, ForKI Riau Perkuat Peran Wartawan Dorong Transparansi
09 Februari 2026
Buka Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026, Meutya Hafid: Transformasi Digital Tidak Boleh Menggerus Pilar Demokrasi
08 Februari 2026
Disupport PT Riau Petrolium Rokan, IKWI Riau Ikut Sukseskan Kongres XI IKWI dan HPN 2026 di Serang
09 Februari 2026
Dewan Pers Sosialisasi Pendataan Perusahaan Pers
07 Februari 2026
Ketum PWI: Wartawati Lebih Luwes Menembus Narasumber
07 Februari 2026
Rakernas SIWO Tetapkan Lampung Tuan Rumah Porwanas 2027
07 Februari 2026
HPN 2026 Banten Dipusatkan Serang, PWI Siapkan Gerakan Banten Asri, Konvensi Media Nasional Hingga Pembagian Sembako
07 Februari 2026
TERPOPULER +
  • 1 Disupport PT Riau Petrolium Rokan, IKWI Riau Ikut Sukseskan Kongres XI IKWI dan HPN 2026 di Serang
  • 2 Dewan Pers Sosialisasi Pendataan Perusahaan Pers
  • 3 Ketum PWI: Wartawati Lebih Luwes Menembus Narasumber
  • 4 Rakernas SIWO Tetapkan Lampung Tuan Rumah Porwanas 2027
  • 5 HPN 2026 Banten Dipusatkan Serang, PWI Siapkan Gerakan Banten Asri, Konvensi Media Nasional Hingga Pembagian Sembako
  • 6 Fadli Zon Akan Hadiri Dialog Kebudayaan PWI Pusat-HPN 2026 di Banten
  • 7 HPN 2026 Beri Efek Berganda bagi Pariwisata, UMKM dan Citra Daerah
  • 8 Menuju Puncak HPN 2026: Tarian Abung Siwo Migo Lampung Utara Buka Dialog Kebudayaan Bersama Menteri Kebudayaan
  • 9 Tari Jawara Sambut Insan Pers di Welcome Dinner HPN 2026
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved