• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Karom dan Karu Kloter BTH 09 Ziarah ke Makam Almarhumah Marati di Maqbarah Syara'i Makkah
Dibaca : 142 Kali
Jemaah Haji Asal Bengkalis Wafat di Makkah, Pemerintah Pastikan Hak Jemaah Diselesaikan
Dibaca : 178 Kali
Seluruh Jemaah Haji Riau Gelombang Pertama Tinggalkan Madinah Menuju Makkah
Dibaca : 221 Kali
Immigration Goes to School, Imigrasi Pekanbaru Edukasi Pelajar SMKN 2 tentang Layanan Keimigrasian dan Bahaya TPPO
Dibaca : 236 Kali
Astra Internasional Serahkan Bantuan Duka untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
Dibaca : 357 Kali

  • Home
  • Politik

Terkait Sosok Kiyai Jadi Pendamping Jokowi

Ma'ruf Amin: Dulu Gus Dur Juga Kiyai Bisa Jadi Presiden

Redaksi
Senin, 17 September 2018 03:18:17 WIB
Cetak
 Ma'ruf Amin ketika diwawancarai wartawan di Rumah KMA, Jalan Saharjo, Jakarta Selatan, Minggu (16/09/2018).

Jakarta, Hariantimes.com - Bakal Calon Wakil Presiden (Cawapres) KH Ma'ruf Amin mengaku heran kepada pihak yang tak setuju sosok kiyai menjadi pendamping Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 mendatang.

Bahkan, Ma'ruf menegaskan, sebelumnya sosok kiyai juga pernah memimpin Indonesia yaitu Abdurrahman Wahid alias Gusdur.

"Ada orang mengatakan kenapa pak Jokowi pilih pak kiyai, kiyai ga usah urus negara, ngaji aja. Saya bilang memangnya kiyai tidak boleh? kalo politisi boleh, pengusaha boleh, TNI-Polri boleh, masa kiai tidak boleh? Apa kiyai cukup jadi pemadam kebakaran saja, tukang doa saja. Ini barangkali juga, Dulu Gus Dur juga kiyai bisa jadi presiden. Lalu sekarang saya jadi cawapres," tegas Ma'ruf kepada wartawan di Rumah KMA, Jalan Saharjo, Jakarta Selatan, Minggu (16/09/2018).

Ketua MUI non-aktif ini pun juga enggan mempermasalahkan soal umurnya yang sudah menginjak ke angka 75. Sebab, Ma'ruf menganggap umur tak mempengaruhi seseorang di dalam memimpin negara.

"Ada lagi yang bilang Kiyai Ma'ruf tua. Siapa bilang saya masih muda? Semua orang juga tau saya tua. Pak Jokowi juga. Tapi mungkin beliau memang butuh didampingi yang tua. Tapi ada juga yang bilang Kiai Ma'ruf masih lebih muda dibanding Mahatir. Maka ketika kemarin saya ke Kuala Lumpur, Mahatir mengatakan mudah-mudahan pak Jokowi-Ma'ruf terpilih. Kemudian ketika berdiri di samping beliau saya ternyata lebih muda dibanding mahathir. Semangat saya bangkit lagi," pungkasnya.

Mengenai adanya usulan dalam debat capres-cawapres menggunakan bahasa Inggris, Ma'ruf meminta usulan tersebut untuk tak mengada-ada. Ma'ruf khawtir adanya usulan tersebut akan menjadi awal mula munculnya ide debat menggunakan bahasa lainnya. Seperti Bahasa Arab.

"Saya kira jangan mengada-ada. Jangan nanti ada orang minta bahasa Arab," katanya.

Oleh karena itu, Ma'ruf menegaskan, dalam debat untuk tetap menggunakan bahasa Indonesia. Dikarenakan harus menggunakan bahasa yang dimiliki bangsa sendir.

"Bahasa apalagi saya kira orang Indonesia ya bahasa Indonesia lah," pungkasnya sembari mengklaim, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin digandurngi oleh kaum milenial hingga emak-emak. Bukan hanya dukungan dari generasi milenial, Ma'ruf menyebutkan bilamana pasangan Jokowi-Ma'ruf juga disukai kaum emak-emak. Padahal selama ini emak-emak selalu dikaitkan dengan cawapres Sandiaga Uno.

"Ternyata Jokowi-Ma'ruf banyak dukungan dari milenial juga. Mileneal juga banyak suka, emak-emak juga. Pasti sampai hari ini kita masih unggul di milenial dan masih unggul di emak-emak," tegas Ma'ruf.

Untuk diketahui, hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH. Ma’ruf Amin unggul lima dari enam segmen kantong pemilih dibandingkan pasangan bakal Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Salah satu yang unggul adalah segmen pemilih perempuan atau 'emak-emak. Di segmen ini, Jokowi-Ma’ruf Amin memiliki perolehan suara 50,2 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 30,0 persen.(*/ron)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Rakerwil I PAN Riau Hasilkan Sejumlah Rekomendasi, Sahidin: Jika Kita Solid dan Kompak, Kerja Mudah Dapat Dilaksanakan

Lantik DPW dan 12 DPD PAN se Riau, Zulkifli Hasan: Kepengurusan Ini Harus Segera Menyentuh Aspirasi Rakyat

Rabu Malam, Zulhas Lantik DPW PAN Riau dan 12 DPD PAN di Gelanggang Remaja

Nakhodai Hanura Riau, Arsadianto Rachman: Saya Berjanji akan Bekerja All Out

Simposium Nasional SMSI, Prof Taufiqurokhman: Pilkada Langsung Tetap Jadi Pilihan Utama Masyarakat

Besok, PAN Riau Gelar Musda Serentak

Rakerwil I PAN Riau Hasilkan Sejumlah Rekomendasi, Sahidin: Jika Kita Solid dan Kompak, Kerja Mudah Dapat Dilaksanakan

Lantik DPW dan 12 DPD PAN se Riau, Zulkifli Hasan: Kepengurusan Ini Harus Segera Menyentuh Aspirasi Rakyat

Rabu Malam, Zulhas Lantik DPW PAN Riau dan 12 DPD PAN di Gelanggang Remaja

Nakhodai Hanura Riau, Arsadianto Rachman: Saya Berjanji akan Bekerja All Out

Simposium Nasional SMSI, Prof Taufiqurokhman: Pilkada Langsung Tetap Jadi Pilihan Utama Masyarakat

Besok, PAN Riau Gelar Musda Serentak



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Karom dan Karu Kloter BTH 09 Ziarah ke Makam Almarhumah Marati di Maqbarah Syara'i Makkah
14 Mei 2026
Jemaah Haji Asal Bengkalis Wafat di Makkah, Pemerintah Pastikan Hak Jemaah Diselesaikan
14 Mei 2026
Seluruh Jemaah Haji Riau Gelombang Pertama Tinggalkan Madinah Menuju Makkah
13 Mei 2026
Immigration Goes to School, Imigrasi Pekanbaru Edukasi Pelajar SMKN 2 tentang Layanan Keimigrasian dan Bahaya TPPO
13 Mei 2026
Astra Internasional Serahkan Bantuan Duka untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
12 Mei 2026
Gubernur Lemhannas: Media dan Jurnalis Punya Peran Strategis dalam Menjaga Ketahanan Nasional
11 Mei 2026
Hadapi Transformasi Dunia Kerja, Kemnaker Fokuskan Empat Pilar Strategis Ketenagakerjaan 2026
10 Mei 2026
Jemaah Haji Riau Sudah Laksanakan Umrah Wajib dan Proses Pembayaran DAM
10 Mei 2026
Kloter BTH 18 Akhiri Proses Keberangkatan Jemaah Haji Riau ke Tansh Suci
10 Mei 2026
Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Batam, Kanwil Kemenhaj Riau Tangani Langsung Prosesi Pemulasaran Jenazah
10 Mei 2026
TERPOPULER +
  • 1 PWI Riau Gelar Trofeo Sepakbola Mini Bersama PLN dan BRK Syariah
  • 2 Dari Riau Untuk Malaysia, Koperasi Pucuk Rebung Jaya Teken MoU Ekspor dengan Koperasi Petaling Berhad
  • 3 Dari Pagar Kantin ke Menara Bor,Dua Pemuda Riau Tembus Kerasnya Industri Migas Lewat Vokasi PHR
  • 4 UIR Hadirkan Tokoh Nasional di Kuliah Umum “Membangun Peradaban Hijau”
  • 5 Perpanjangan Perizinan Operasional Lembaga, IZI dan Kemenag Sumbar Lakukan Verifikasi Lapangan
  • 6 PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
  • 7 Momentum HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI, Raja Isyam: Tantangan Pers Hari Ini Semakin Kompleks
  • 8 Teken MoU dengan Wadhwani dan Indosat, Kemnaker Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan
  • 9 Tangkap Geliat Pasar EV, Kemnaker Siapkan SDM Terampil untuk Sektor Green Jobs
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved