• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Buka Musda V MUI Siak, Syamsurizal: Semoga Lahir Gagasan-Gagasan Besar
Dibaca : 277 Kali
139 ASN Kemenag Riau Ikuti Asesmen Pro ASN
Dibaca : 305 Kali
Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026
Dibaca : 333 Kali
Himpunan Siompu Kampar Riau Audiensi dengan Anggota DPD RI, Didis Mardisna: Semoga Bisa Berkolaborasi di Banyak Program
Dibaca : 334 Kali
Perkuat Pengelolaan JDIH, Kanwil Kemenkum Riau Terima Konsultasi DPRD Inhu
Dibaca : 332 Kali

  • Home
  • Wisata

Empat Penyair Indonesia Bicara Puisi dan Tradisi di Garut

Redaksi
Ahad, 08 Maret 2020 16:06:56 WIB
Cetak
Empat penyair Indonesia yakni Sutardji Calzoum Bachri, Acep Zamzam Nur Kunni Masrohanti dan Deri Hudaya bicara puisi dan tradisi, Sabtu (07/03/2020)
Garut, Hariantimes.com - Empat penyair Indonesia yakni Sutardji Calzoum Bachri, Acep Zamzam Nur Kunni Masrohanti dan Deri Hudaya bicara puisi dan tradisi, Sabtu (07/03/2020).

Kegiatan yang dilaksanakan di Padepokan Sobarnas, Garut, Jawa Barat ini merupakan rangkaian kegiatan Pulang ke Kampung Tradisi yang digagas Penyair Perempuan Indonesia (PPI) selama dua hari, 7 dan 8 Maret.
      
Ratusan peserta dari mahasiswa, komunitas, guru dan umun mengikuti diskusi dengan sangat antusias. Apalagi diwarnai dengan pembacaan puisi oleh Sutardji yang menggelegar, musikaliasai puisi oleh Posstheatron dan nyanyi puisi dengan ukulele oleh Teh Uke, serta pembacaan puisi oleh beberapa peserta lainnya.
     

Selain Sutardji, Acep, Kunni dan Deri, sebelumnya juga hadir David Darmawan perwakilan Himpunan Sastrawan Dramawan (Hisdraga) yang menjelaskan tentang Hisdaraga dengan berbagai kegiatannya. Diskusi tersebut dipandu oleh Inda Nugraha dari Hisdraga.
       
"Penyair menulis bukan di atas kertas kosong, bukan dari sesuatu yang kosong, tapi sudah ada yang mau ditulis, yakni alam. Membaca alam, menyelami lalu menulisnya. Membaca dan mempelajari tradisi lalu menulisnya. Ini yang dilakukan oleh PPI. Nah, dalam hal menulis inilah diperlukan kreatifitas tinggi agar yang ditulis betul-betul sampai kepada isi," kata Sutardji.
    
Sementara itu, Acep menjelaskan, bahwa menulis tradisi menjadi puisi atau membuat puisi dengan akar tradisi memang perlu pendalaman khusus.

''Tidak mudah juga menulis tradisi menjadi puisi. Ada pembelajaran batin yang harus menyertai. Menguasai tradisi apa yang mau ditulis sehingga tidak kosong dan pesan yang hendak disampaikan betul-betul terwujud. Hal luar biasa apa yang dilakukan PPI dengan fokus pada tradisi,'' katanya.
       
Kegiatan Pulang ke Kampung tradisi merupakan yang pertama kali dilaksanakan PPI sejak berdiri satu tahun lebih  lalu ini mengusung tema Menggali Tradisi Melahirkan Puisi yang sekaligus menjadi tema diskusi. Selain bicara puisi dan tradisi, juga dibahas buku Palung tradisi karya PPI serta pengenalan PPI oleh Kunni selaku Ketua PPI.
     
''Bicara Indonesia sebenarnya bicara keberagaman budaya dan tradisi. Dan, bicara tradisi adalah berbicara perempuan. PPI ingin mengaktualisasikan dirinya sediri karena sadar sebagai yang mewariskan dan menerima warisan dari tradisi. Kenapa harus tradisi, ya karena Indoneaia dan dengan tradisi kita jadi tahu dari mana bermula,'' kata Kunni.
    
Hal senada juga disampaikan Deri Hudaya, penyair dan Dosen UNEGA yang juga pengarang puisi sunda serta menerjemahkan karya Sunda ke dalam Bahasa Indonesia.
    
''Ya, bicara perempuan memang bicara tradisi, begitu juga sebaliknya. Tapi soal karya harus dari tradisi, tidak bisa dipaksakan,'' katanya pula.(*)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Lubuk Larangan Garuda Mas Manggopoh Jadi Destinasi Wisata Alam dan Edukasi

Pererat Silaturahmi, Neutron Lancang Kuning Riau Deklarasi dan Touring ke Harau

Peserta SNA ke-29 Jelajah Budaya di Siak

Gerakkan Kesejahteraan Desa, Masyarakat Sejahtera Astra Kemiren Jaga Budaya Osing

Jemaah Haji Siak di Arafah, dr Atika: Semua dalam Kondisi Stabil

Aksi “Jemput Bola”, Petugas Medis Pantau Jamaah Lansia dan Risti ke RS King Abdul Aziz

Lubuk Larangan Garuda Mas Manggopoh Jadi Destinasi Wisata Alam dan Edukasi

Pererat Silaturahmi, Neutron Lancang Kuning Riau Deklarasi dan Touring ke Harau

Peserta SNA ke-29 Jelajah Budaya di Siak

Gerakkan Kesejahteraan Desa, Masyarakat Sejahtera Astra Kemiren Jaga Budaya Osing

Jemaah Haji Siak di Arafah, dr Atika: Semua dalam Kondisi Stabil

Aksi “Jemput Bola”, Petugas Medis Pantau Jamaah Lansia dan Risti ke RS King Abdul Aziz



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Buka Musda V MUI Siak, Syamsurizal: Semoga Lahir Gagasan-Gagasan Besar
31 Oktober 2026
139 ASN Kemenag Riau Ikuti Asesmen Pro ASN
31 Oktober 2026
Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026
31 Oktober 2026
Himpunan Siompu Kampar Riau Audiensi dengan Anggota DPD RI, Didis Mardisna: Semoga Bisa Berkolaborasi di Banyak Program
30 Oktober 2026
Perkuat Pengelolaan JDIH, Kanwil Kemenkum Riau Terima Konsultasi DPRD Inhu
30 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bengkalis
30 Oktober 2026
Afni: Patut Diwariskan dan Menjadi Inspirasi bagi Generasi Sekarang
30 Oktober 2026
Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak
29 Oktober 2026
RDP Pansus DPRD Riau, Koalisi Masyarakat Sipil Minta Hapus Green Policing Peninggalan Heryman
29 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Konsultasi Ranperda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Kabupaten Bengkalis
29 Oktober 2026
TERPOPULER +
  • 1 Karhutla Riau Berulang, Okto: Kemunduran Kebijakan Perlindungan Gambut dan Pengabaian Korban
  • 2 Karhutla Meluas, Jikalahari Soroti Lemahnya Perlindungan Gambut di Riau
  • 3 Perkuat Ketahanan Pangan, IKA Faterna Unand Riau-Kepri Gagas Ranch Peternakan dengan Konsep Mix Farming di Riau dan Kepri
  • 4 Kemah Kerukunan dan Ekoteologi di Siak, Muliardi: Ikhtiar Bersama Untuk Merawat Kehidupan Beragama
  • 5 Gerakan Ekoteologi, Kemenag Siak Tanam 1.347 Bibit Pohon di 449 Titik
  • 6 Defile Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Siak Hijau 2026 Diikuti 1.460 Peserta
  • 7 Libatkan 1.711 Peserta, Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Gaungkan Toleransi dan Siak Hijau
  • 8 Persiapkan Masa Depan, Santri dan Santriwati Diajak Terus Belajar Mengembangkan Potensi Diri
  • 9 Edison Manik: Momen Pulang Kampung untuk Mengabdi di Riau
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved