• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kemah Kerukunan dan Ekoteologi di Siak, Muliardi: Ikhtiar Bersama Untuk Merawat Kehidupan Beragama
Dibaca : 286 Kali
Gerakan Ekoteologi, Kemenag Siak Tanam 1.347 Bibit Pohon di 449 Titik
Dibaca : 199 Kali
Defile Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Siak Hijau 2026 Diikuti 1.460 Peserta
Dibaca : 198 Kali
Libatkan 1.711 Peserta, Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Gaungkan Toleransi dan Siak Hijau
Dibaca : 205 Kali
Persiapkan Masa Depan, Santri dan Santriwati Diajak Terus Belajar Mengembangkan Potensi Diri
Dibaca : 246 Kali

  • Home
  • Wisata

Festival Cian Cui Lahir dari Kearifan Lokal

Wabup: Tidak Ada Hubungan dengan Ritual Keagamaan

Redaksi
Selasa, 28 Januari 2020 09:47:01 WIB
Cetak
Pembukaan Festival Perang Air (Cian-Cui), Senin (27/01/2020) kemarin.

Meranti, Hariantimes.com - Perang Air telah berhasil menciptakan kegembiraan bagi seluruh warga Kepulauan Meranti, baik yang berasal dari suku Melayu atau Suku Tionghoa dan suku lainnya.

Semuanya berbaur menjadi satu, bersuka ria menikmati suasana Perang Air yang hanya dilaksanakan sekali dalam setahun.

"Perang Air ini tidak ada hubungan dengan ritual keagamaan, tetapi lahir dari kearifan lokal yang merupakan kebiasaan masyarakat sejak puluhan tahun lalu yang dikemas sedemikian rupa oleh masyarakat Tionghoa dan kebetulan bertepatan dengan perayaan Imlek," jelas Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Meranti H Said Hasyim saat membuka Festival Perang Air (Cian-Cui), Senin (27/01/2020) kemarin.

Pembukaan event wisata Peraih Penghargaan Pesona Indonesia Kategori Wisata Terpopuler yang dipusatkan di Halaman Hotel Grand Indo Baru, Selatpanjang ini dihadiri Kabiro Kesra Sekdaprov Riau H Masrul Kasmi, Presiden Institute Otonomi Daerah Prof Dr Djohermansyah Johan, Ketua DPRD Meranti Jack Ardiansyah, Penjabat Sekdakab. Meranti Bambang Supriyanto SE MM, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Taufik Lukman, Danramil Selatpanjang Mayor Inf Irwan, Kadis Pariwisaya Meranti Rizki Hidayat, Danposal Selatpanjang Lettda Jery Hendra, Kepala Imigrasi Selatpanjang, Tokoh Masyarakat dan ribuan perserta yang mengikuti Festival Cian Cui yang telah mendunia.

Dikesempatan itu, Wabup berharap kepada seluruh masyarakat Meranti khususnya peserta Perang Air, untuk dapat menjaga event ini dengan baik tidak menodainya dengan hal yang negatif. Dan Pemkab Meranti siap mendukung kegiatan ini dan berharap kepada Dinas terkait untuk semakin mengembangkannya.

"Kedepan kita akan meningkatkan lagi kualitas perang air ini. Untuk itu mohon dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk mensukseskannya," harap Wabup sembari mengajak seluruh masyarakat dari berbagai golongan untuk bersatu padu dalam kebinekaan bersama-sama membangun Meranti melalui pelaksanaan berbagai ivent wisata di Kepulauan Meranti.

"Dampak dari Perang Air ini sangat luar biasa bagi perekonomian di Meranti. Dimana hotel-hotel penuh, rumah makan dan transportasi becak ramai, tiket kapal habis, serta pusat pusat perbelanjaan ramai dan tentunya ini sangat menguntungkan bagi masyarakat," ujar Wabup seraya mengucapkan selamat pulang kampung kepada warga Tionghoa Meranti dari seluruh penjuru dunia.

Seperti diketahui, event Cian Cui acapkali dijadikan moment balik kampung warga Tionghoa asal Meranti dari berbagai penjuru dunia. Dari catatan Dinas Pariwisata Meranti tiap tahun sedikitnya 25 ribu wisatawan masuk ke Kota Selatpanjang, mereka berasal dari Tiongkok, Malaysia, Singapura, Australia dan lainnya.

"Selamat datang, selamat balik Kampung kepada Saudara Tionghoa, mari bersukaria dalam acara Cian Cui ini," ucap Wabup yang disambut gembira oleh semua peserta.

Sebagai warga Meranti, sebut Wabup, harus berbangga. Karena daerah ini telah dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Yakni Ivent Wisata Perang Air yang sudah dikenal sejak dahulu kala oleh masyarakat Meranti.

Diceritakan Wabup, Perang Air sudah dikenal oleh masyarakat Meranti sejak tempo dulu untuk mengekspresikan kegembiraan perayaan Idul Fitri dengan melakukan siram-siraman air, berangkat dari kebiasaan itu kini oleh masyarakat Tionghoa kembali disemarakan dengan nama Cian Cui yang bertepatan dengan perayaan Imlek.

Dan Cian-Cui, jelas Wabup, telah menjadi event terunik di dunia. Karena merupakan  satu-satunya di Indonesia dan hanya ada dua didunia, Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti dan Thailand. Hebatnya lagi, jika di Thailand hanya berlangsung satu hari, di Meranti digelar hingga satu minggu penuh yang dimulai sejak perayaan Imlek atau tahun baru cina.

Kegiatan Perang Air atau Cian-Cui di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, dimulai pada sore hari tepatnya pukul 16.00 hingga 17.30 WIB. Dalam perang Air itu kelompok warga berkeliling kota menggunakan becak motor dan ada juga yang menanti korbanya dipinggir-pinggir jalan protokol sambil menyandang senjata air seperti jalan Ponegoro, Kartini, Imam Bonjol dan Teuku Umar. Siapapun yang melewati jalan tersebut tak luput dari sasaran tembak warga lainnya hingga basah kuyup, hebatnya tak ada emosi dalam ivent ini kelompok warga maupun perorangan yang melakukan aksi itu sudah siap untuk ditembak dan menembak, hebatnya lagi semakin basah kuyup suasana menjadi semakin seru dan semarak.

Setiap tahunnya, warga keturunan Tiong Hoa dari berbagai daerah di Indonesia bahkan manca negara berbondong bondong mendatangani Kota Selatpanjang untuk mengikuti Cian-Cui atau hanya sekedar untuk menyaksikan ivent terunik di dunia ini.

Dari informasi dari Dinas terkait jumlah wisatawan yang datang ke Meranti saat Ivent itu mencapai 20 ribuan orang. Biasanya para wisatawan yang sudah pernah mengikuti perang air di Selatpanjang tak akan melewati ivent ini ditahun tahun berikutnya.(*)

Penulis : Tengku Harzuin


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Lubuk Larangan Garuda Mas Manggopoh Jadi Destinasi Wisata Alam dan Edukasi

Pererat Silaturahmi, Neutron Lancang Kuning Riau Deklarasi dan Touring ke Harau

Peserta SNA ke-29 Jelajah Budaya di Siak

Gerakkan Kesejahteraan Desa, Masyarakat Sejahtera Astra Kemiren Jaga Budaya Osing

Jemaah Haji Siak di Arafah, dr Atika: Semua dalam Kondisi Stabil

Aksi “Jemput Bola”, Petugas Medis Pantau Jamaah Lansia dan Risti ke RS King Abdul Aziz

Lubuk Larangan Garuda Mas Manggopoh Jadi Destinasi Wisata Alam dan Edukasi

Pererat Silaturahmi, Neutron Lancang Kuning Riau Deklarasi dan Touring ke Harau

Peserta SNA ke-29 Jelajah Budaya di Siak

Gerakkan Kesejahteraan Desa, Masyarakat Sejahtera Astra Kemiren Jaga Budaya Osing

Jemaah Haji Siak di Arafah, dr Atika: Semua dalam Kondisi Stabil

Aksi “Jemput Bola”, Petugas Medis Pantau Jamaah Lansia dan Risti ke RS King Abdul Aziz



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kemah Kerukunan dan Ekoteologi di Siak, Muliardi: Ikhtiar Bersama Untuk Merawat Kehidupan Beragama
24 Oktober 2026
Gerakan Ekoteologi, Kemenag Siak Tanam 1.347 Bibit Pohon di 449 Titik
24 Oktober 2026
Defile Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Siak Hijau 2026 Diikuti 1.460 Peserta
24 Oktober 2026
Libatkan 1.711 Peserta, Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Gaungkan Toleransi dan Siak Hijau
24 Oktober 2026
Persiapkan Masa Depan, Santri dan Santriwati Diajak Terus Belajar Mengembangkan Potensi Diri
23 Oktober 2026
Edison Manik: Momen Pulang Kampung untuk Mengabdi di Riau
23 Oktober 2026
Rudi Hendra Pakpahan Titipkan Estafet Kepemimpinan ke Edison Manik
23 Oktober 2026
Nel Ikhwan: Jejak Langkahnya Mampu Membawa Energi Baru dan Memperkuat Sinergi Lintas Sektoral
23 Oktober 2026
Kemenag Siak Gelar Kemah 2026 Kerukunan, Kemah Madrasah, dan Kemah Ekoteologi
22 Oktober 2026
BDS 2026, KPP Pratama Rengat Perkuat Ekosistem UMKM
21 Oktober 2026
TERPOPULER +
  • 1 Koalisi Masyarakat Sipil Riau Gandeng Fraksi Partai Demokrat Dorong Kaukus Parlemen Hijau
  • 2 Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi Ranperwako Strategi Sanitasi Kota Pekanbaru 2025–2029
  • 3 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kolaborasi Melalui Inovasi PASIH PERDA
  • 4 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pembahasan Penyempurnaan Pedoman Pemeriksaan Protokol Notaris
  • 5 SK 2.994 ASN PPPK Paruh Waktu Diperpanjang, Afni: Bekerjalah dengan Baik, Loyal pada Rakyat
  • 6 Akselerasi Kinerja dan Konsolidasi Program Strategis, Kakanwil Pimpin Rapat Kinerja Kemenkum Riau
  • 7 IKAN PATIN Permudah Pengambilan Paspor, Pemohon Bisa Cek Status Secara Online
  • 8 SPS Riau Pelajari Strategi Pengembangan Media ke Batam News
  • 9 Pemkab Siak Terima Alokasi Anggaran Dukungan Verval untuk Penguatan KDKMP
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved