• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
PWI Tetapkan Juara AJP 2026, Karya Jurnalistik Terbaik Rekam Pengabdian Polri
Dibaca : 255 Kali
Kemenag Terus Upayakan Guru Madrasah Swasta Bisa Diangkat PPPK
Dibaca : 258 Kali
UIR Buka PMB Jalur RPL, Berikut Daftar Program Studinya!
Dibaca : 273 Kali
Jelang Ramadhan, FKIP UIR Gelar Konser Orkestra Religi Spektakuler di Gedung Idrus Tintin
Dibaca : 238 Kali
PWI Riau Berangkatkan 110 Delegasi Hadiri HPN 2026 di Serang, Banten
Dibaca : 267 Kali

  • Home
  • Sportivitas

Sumbang Medali Emas Pertama Indonesia di Cabor Taekwondo

Defia: Bangga Banget

Redaksi
Rabu, 29 Agustus 2018 08:46:13 WIB
Cetak
Defia Rosmaniar menyumbangkan medali emas pertama pada final nomor poomsae individu puteri di Jakarta Convention Center, Jakarta.
Jakarta, Hariantimes.com - Atlet Taekwondo puteri Indonesia, Defia Rosmaniar berhasil merebut medali emas pertama pada final nomor poomsae individu puteri di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Atlet 23 tahun itu sukses mengalahkan Salahshouri Marjan asal Iran. Defia mengumpulkan 8,690 poin, berbanding 8,470 poin milik Salahshouri.

Hasil tersebut membuat Defia mencetak sejarah, yakni membuat Indonesia tercatat sudah memiliki 10 cabang peraih emas di pentas Asian Games. Sebelumnya, ada 9 cabang yang sudah merasakan kejayaan, yakni atletik, tinju, balap sepeda, karate, perahu naga, layar, bowling, wushu dan menyelam.

 

Bagi Defia, emas di nomor poomsae tunggal putri menjadi kado dari kerja keras dan pengorbanan yang telah dilakukan sepanjang masa persiapan. Bagaimana tidak, ia pernah merasakan periode tak mengenakkan akibat tekanan yang luar biasa.

Selain itu, masa terberat sebelum mampu meraih emas adalah di Korea Selatan (Korsel). Yup, di negeri yang terkenal dengan seni K-Pop tersebut, Defia pernah menghabiskan hari-harinya dengan latihan rutin.

Jauh dari keluarga dengan waktu yang cukup lama, yakni total dari Maret sampai Juli 2018, memberi ujian berat.

"Tak bersama keluarga dalam jangka waktu yang lama memberi beban tersendiri. Itu yang saya rasakan, dan mungkin seluruh atlet taekwondo yang melakukan pemusatan latihan di Korsel," ungkap Defia.

Selama penggodokan terpusat, para atlet taekwondo Indonesia memang 'berguru' ke Korsel. Saat itu, pelatnas taekwondo memberangkan 9 atlet dari nomor Poomsae, berlatih di Gachon University, mulai 15 Maret 2018.

Kini, seluruh perjuangan berat yang dilakoni Defia berbuah manis. Satu keping emas dari perempuan tangguh berusia 23 tahun tersebut membuat Indonesia bangga. Setidaknya, tuan rumah berhasil mendapat satu emas pada hari pertama Asian Games 2018.

Selain rasa bangga dan senang menjadi yang terbaik se Asia, Defia seketika haru teringat orangtua yang mendukungnya menjadi Taekwondoin. Soalnya, sebelumnya, Defia melewati masa persiapan cukup berat menjelang Asian Games. Karena ayahnya wafat ketika tim Taekwondo Indonesia berlatih di Korea Selatan pada April 2018. Atlet kelahiran Jawa Barat itu bahkan tidak dapat melihat pemakaman ayahnya.

"Saya teringat betapa besarnya jasa almarhum ayah saya yang mendukung saya menjadi Taekwondoin. Terima kasih ayah," tutur Defia.

Meski medali emas bukan yang pertama diraih dari arena taekwondo, tapi emas Asian Games 2018 bagi Defia adalah yang paling istimewa. Pasalnya, medali emas ini diraih di depan orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo, dan juga disaksikan orang-orang tercintanya seperti ibunda dan adik-adiknya di pinggir gelanggang.

“Bangga banget. Ini tidak sekadar bangga meraih prestasi, tapi bangga bisa memberikan hadiah terbaik bangsa bangsa Indonesia dan keluarga. Apalagi medali saya dikalungkan oleh Presiden Jokowi. Itu adalah penghargaan luar biasa bagi saya,” ungkap Defia, Senin (27/08/2019) kemarin.

Kendati demikian, Defia mengaku perjuangan meraih emas tidaklah mudah. Tidak hanya harus bisa mengalahkan lawan-lawannya dari babak awal sampai final Asian Games 2018, tapi perjuangan sudah dilakukan sejak masa-masa persiapan.

Apalagi, di awal try out di Korea Selatan, Defia mendapat musibah yaitu ditinggal ayah tercinta untuk selama-lamanya. Padahal sang ayah lah yang selama ini selalu mendukungnya menjadi atlet taekwondo.

Namun, itu tidak menyurutkan niatnya untuk menempa diri secara maksimal. Defia mengaku ikhlas dengan berbagai cobaan selama masa persiapan. Ia juga mengaku selalu termotivasi untuk meraih prestasi terbaik, meski ia tidak pernah menyangka medali emas menjadi ganjaran perjuangan kerasnya.

Kini, prestasi emas telah dicapai. Guyuran bonus dan puja-puji pun mengalir ke Defia. Tapi dara cantik asal Bogor tidak ingin jemawa. Ia hanya berharap, keberhasilannya ini bisa mengilhami orang lain untuk berbuat yang sama dalam menggapai masa depan yang baik, terutama bagi generasi muda Indonesia.

Apalagi di era milenial saat ini, anak muda menjadi sasaran penyebaran hal-hal negatif, mulai dari hoax, ujaran kebencian, radikalisme, terorisme, narkoba, dan lain-lain, yang bertujuan merusak masa depan Indonesia dan persatuan NKRI.

“Untuk para generasi muda, ayo terus berprestasi, tingkatkan jiwa patriotisme, jauhkan hal-hal negatif yang akan membuat kekacauan di negeri tercinta ini,” tutur Defia Rosmaniar.

Sementara untuk memacu semangat para atlet, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi telah menyiapkan bonus menggiurkan, bagi peraih emas akan diberikan bonus Rp1,5 miliar.

"Pemerintah sudah menyiapkan, menganggarkan, dan mendata. Bahwa peraih medali emas, sudah kami beritahu, satu keping medali emas bagi single Rp 1,5 miliar. Untuk double, peraih emas masing-masing Rp 1 miliar, dan beregu Rp800 juta hingga Rp900 juta," kata Imam dalam konferensi pers di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Iman bersyukur target medali emas yang dicanangkan telah terlampaui. Pasalnya medali emas harus dijadikan motivasi semua atlet untuk dapat meraihnya. Hal ini tentu saja juga akan memperbaiki catatan terbaik Indonesia di Asian Games 1962, di mana kontingen Merah Putih meraup 11 medali emas.

"Kami juga siapkan bonus bagi pelatih dan asisten pelatih. Begitu pula bonus untuk peraih perak dan perunggu, angkanya lebih besar dari Asian Games 2014 Incheon," jelas Imam

Sementara Presiden Jokowi menegaskan, target Indonesia minimal harus mencapai peringkat 10 besar di Asian Games 2018.  Pasalnya, menjadi tuan rumah memang tidak mengeluarkan biaya yang sedikit. Untuk Asian Games 2018 ini, Indonesia menggelontorkan Rp30 triliun dari APBN nya. Sehingga, tidak mengherankan jika negara menginginkan pencapaian yang mumpuni. Selain itu, target ini dianggap pantas karena Jokowi menganggap atlet Indonesia telah memiliki kapasitas untuk mewujudkan hal tersebut karena telah berlatih secara intens.

Ayooo….. atlet-atlet Indonesia, terus berjuang dengan sekuat tenaga agar target 10 besar Asia bisa dipenuhi. Mumpung menjadi tuan rumah Asian Games, wujudkan harapan Presiden Republik Indonesia, Jokowi yang mengharapkan empat kesuksesan. Selain prestasi, Indonesia diharapkan juga dapat sukses dalam pelaksanaan, ekonomi, dan administrasi.(*/ron)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Sambut HPN dan Piala Dunia 2026, PWI Main Bola Bareng ANTARA, TVRI dan RRI

1.026 Karateka se Riau Bertarung di Ajang Forki Riau Open Championship

Mahasiswi FT Unilak Raih Medali Perunggu Cabor Sepak Takraw Sea Games Thailand 2025

PWI Pokja Pekanbaru Gelar Billiard Championship 2025, 64 Wartawan Siap Adu Skill

Zulmansyah: Selamat dan Sampai Jumpa di Pertandingan Berikutnya

16 Klub PB dan 32 Wartawan Berlaga di Open Tournament Walikota Dumai Cup 2025

Sambut HPN dan Piala Dunia 2026, PWI Main Bola Bareng ANTARA, TVRI dan RRI

1.026 Karateka se Riau Bertarung di Ajang Forki Riau Open Championship

Mahasiswi FT Unilak Raih Medali Perunggu Cabor Sepak Takraw Sea Games Thailand 2025

PWI Pokja Pekanbaru Gelar Billiard Championship 2025, 64 Wartawan Siap Adu Skill

Zulmansyah: Selamat dan Sampai Jumpa di Pertandingan Berikutnya

16 Klub PB dan 32 Wartawan Berlaga di Open Tournament Walikota Dumai Cup 2025



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
PWI Tetapkan Juara AJP 2026, Karya Jurnalistik Terbaik Rekam Pengabdian Polri
05 Februari 2026
Kemenag Terus Upayakan Guru Madrasah Swasta Bisa Diangkat PPPK
05 Februari 2026
UIR Buka PMB Jalur RPL, Berikut Daftar Program Studinya!
05 Februari 2026
Jelang Ramadhan, FKIP UIR Gelar Konser Orkestra Religi Spektakuler di Gedung Idrus Tintin
05 Februari 2026
PWI Riau Berangkatkan 110 Delegasi Hadiri HPN 2026 di Serang, Banten
05 Februari 2026
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Roy Suryo CS Minta Salinan 709 Dokumen
05 Februari 2026
Audiensi Strategis dengan Plt Gubri, Kakanwil Kemenkum Riau Laporkan Penguatan 1.862 Posbankum Desa/Kelurahan
04 Februari 2026
Hari Pers Nasional sebagai Medan Uji Kesehatan Pers
05 Februari 2026
FPK Riau Minta Tempat Hiburan di Pekanbaru Patuhi Aturan dan Nilai Melayu
05 Februari 2026
Sambut HPN dan Piala Dunia 2026, PWI Main Bola Bareng ANTARA, TVRI dan RRI
04 Februari 2026
TERPOPULER +
  • 1 PW Hima Persis Riau Minta Pemerintah dan Aparat Harus Tegas
  • 2 Kemenag Serius Benahi Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru Agama
  • 3 Gelar Majelis Edukasi Bulanan, DWP Kemenag Riau Perkuat Kepedulian untuk Anak Inklusi
  • 4 Renovasi Jembatan Sungai Penyengat Terus Dikebut
  • 5 Lantai Dua Tangsi Belanda Runtuh, 17 Rombongan Studi Tour SD IT Baitul Ridho Kampung Rawang Kao Luka-Luka
  • 6 Perkuat Pers yang Profesional, 160 Perwakilan PWI Pusat dan Daerah Jalani Retret di Cibodas
  • 7 CCEP Indonesia Salurkan Beasiswa Senilai 50.000 Euro bagi Mahasiswa Terdampak Bencana di Sumatera
  • 8 Dukung Mobilitas Masyarakat Tanah Putih, Maxim Perkuat Ekspansi di Riau
  • 9 Glico WINGS Luncurkan Es Krim Frostbite Potabee, Jadi Pionir Inovasi Pertama di Indonesia
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved