• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 254 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 263 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 233 Kali
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
Dibaca : 337 Kali
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
Dibaca : 340 Kali

  • Home
  • Meranti

Antisipasi Karhutla dan Sampah Plastik

Wabup Minta Seluruh Anggota Gerakan Pramuka Berperan Aktif

Redaksi
Senin, 19 Agustus 2019 13:13:35 WIB
Cetak
Wakil Bupati Kepulauan Meranti H Said Hasyim saat Hari Pramuka ke-58 tahun 2019 di halaman Kantor Bupati Meranti, Senin (19/08/2019).
Meranti, Hariantimes.com - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang kini merupakan bagian dari program wajib belajar, belum sepenuhnya terakomodir dalam penjenjangan Gerakan Pramuka. 

Untuk itu, Kwartir Nasional pada Han Pramuka 2019 ini akan meminta Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional meluncurkan (soft launching) Pramuka Pra-Siaga, yaitu bagi anak- anak yang belum berusia 7 tahun. 

"Gerakan Pramuka merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional. Sehingga, penyelarasannya dengan jenjang pendidikan formal dan pendidikan non formal lainnya menjadi sangat penting," kata Wakil Bupati Kepulauan Meranti H Said Hasyim selaku KA Kwarcab 0412 Kepulauan Meranti saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Hari Pramuka ke-58 tahun 2019 di halaman Kantor Bupati Meranti, Senin (19/08/2019).

Upacara diawali dengan Pembacaan Dasa Darma, Tri Satya, dan Dwi Darma oleh Pramuka Penegak dan Penggalang serta Siaga.

Turut hadir dalam Upacara, Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti H. Yulian Norwis SE MM, Dankal Lanal Dumai Lettu Supriyanto, Asisten III Sekdakab. Meranti Drs H Rosdaner MSi, Staf Ahli Bupati HM Arif dan Jajaran Pejabat Eselon II lainnya, Pembina Pramuka Kak Hasandang, Kabag Humas dan Protokol Meranti Heri Saputra SH dan Jajaran Pejabat Eselon III, Para Camat, Pembina Pramuka Kak H Slamat Marino, Komadan Upacara Abdul Hafid Guru sekaligus Pembina Gugus Depan MTs Negeri Selatpanjang dan lainnya.

Hari Pramuka kali ini mengusung tema “Bersama Segenap Komponen Bangsa, Gerakan Pramuka Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI.” tema ini hadir di tengah-tengah keprihatinan banyaknya permasalahan kekinian yang mengancam keutuhan dan keberlangsungan negara dan bangsa Indonesia. 

Dalam kesempatan itu, Wabup berpesan kepada seluruh anggota gerakan pramuka Meranti untuk berperan aktif mengantisipasi Karhutla dan Sampah Plastik dan menciptakan keharmonisan lingkungan 

Untuk itu dalam rangka Hari Pramuka ini, kata Wabup, para Kakak-kakak dan Adik-adik Pramuka dapat diperhatikan hal-hal sebagai berikut untuk diantisipasi, 1. Merebaknya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, terpaparnya Radikalisme dan Terorisme, serta maraknya Penyalahgunaan Narkoba merupakan tiga kejahatan yang menjadi tantangan terbesar bangsa Indonesia saat ini. 

"Oleh karena itu pada kesempatan ini, saya mengajak segenap pengurus kwartir, para pelatih dan pembina, serta semua anggota Pramuka senantiasa menjadi pioneer dalam menanamkan nilai-nilai anti kejahatan luar biasa (extra ordinary crimes)," ujarnya.

Selain itu terkait dengan wujud dan bentuk keikutsertaan Gerakan Pramuka dalam memerangi radikalisme dan terorisme, saat ini Kwartir Nasional secara terus menerus menjalin komunikasi dan menjajaki kerjasama dengan berbagai instansi terkait penanganan masalah tersebut. 

Lebih jauh dikatakannya, Anggota Pramuka merupakan pribadi yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya, sehingga siap sedia membangun keutuhan NKRI adalah merupakan tekad dan 

itikad Gerakan Pramuka untuk menjadi bagian terdepan menanamkan nilai-nilai luhur, sehingga dapat membentengi generasi muda khususnya dari kecenderungan melakukan atau turut terlibat dalam kejahatan-kejahatan tersebut.

Selanjutnya ,Dikatakan Said Hasyim, yang harus diantisipaai adalah 2. Globalisasi selain mempunyai aspek positif, tetapi ,tidak sedikit menimbulkan dampak negatif. Dengan globalisasi dunia seakan tanpa batas (borderless), begitu pula lalu lintas orang dan barang dapat berpindah dengan mudah. Sepintas lalu dengan globalisasi memudahkan pemenuhan berbagai kebutuhan dasar manusia, termasuk kebutuhan pangan. Namun pada sisi lain, hal ini dapat mengancam keberlangsungan nasib petani, karena murah dan mudahnya bahan pangan dari negara lain masuk ke pasar Indonesia. 

Said Hasyim menjelaskan, Kerusakan dan pencemaran lingkungan merupakan kelalaian kita semua akan pentingnya 
memikirkan warisan yang akan diberikan kepada generasi penerus pada masa mendatang. Mencintai alam merupakan wujud dari rasa kasih sayang setiap anggota Pramuka bagi diri sendiri dan bag generasi penerusnya. 

"Pada kesempatan ini saya minta kepada seluruh anggota Pramuka tanggap terhadap berbagai persoalan meranti terutama kebakaran lahan, apabila melihat api saya minta gerakan pramuka dapat mencari soslusi pemadaman, sebelum membesar apalagi sampai menjadi masalah Nasional," tegas Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim.

Dan yang tak kalah penting, Wakil Bupati meminta anggota pramuka juga turut berperan aktif terhadap masalah sampah plastik yang banyak berserakan di Kota Selatpanjang.

"Saya minta kakak dan anggota Pramuka juga tanggap dan berperan aktif mengatasi masalah sampah plastik, jika perlu mulai hari ini kita bisa bergerak mengurangi sampah plastik," ujarnya.

Kata Said Hasyim Lagi, Kegagalan umat manusia memelihara kelestarian lingkungannya, sama artinya undangan terbuka bagi timbulnya berbagai bencana, seperti: banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan. Penanggulangan bencana yang tidak terorganisir dengan baik, menurunkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, tentang kemampuannya menjalankan perintah aktif Konstitusi “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia”. Keutuhan NKRI tidak boleh dipertaruhkan, dengan alasan apapun. Oleh karena itu, memberikan respons yang tepat terhadap bencana menjadi kewajiban dan tanggung jawab setiap orang,termasuk anggota Pramuka.

 Dijelaskan Said Hasyim lagi, keprihatinan tentang belum terstandarnya seragam Pramuka, baik warna, desain, atribut  dan tata cara penggunaannya, menunjukkan kurangnya perhatian selama ini tentang 
kesadaran arti penting persatuan dan kesatuan. Gerakan Pramuka akan Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI, jika kesadaran akan persatuan menjadi hal yang utama. 

Terakhir dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan, anggota Pramuka harus menepati janjinya Trisatya yaitu kesetiaan yang harus dimiliki para anggota Pramuka yaitu: 1. Menjalankan kewajiban terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.

Sekedar informasi kegiatan peringatan HUT Pramuka di Kepulauan Meranti berlangsung dengan Khidmat dan Semarak berkat penampilan para adik-adik pramuka yang menyajika berbagai kreasi baris berbaris dan lainnya.(*)


Penulis: Tengku Harzuin
Editor  : Zulmiron


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kunker ke Meranti Bersama Gubri, Kapolda Riau: Satkamling Garda Terdepan Menjaga Keamanan Lingkungan

Kemenag Riau Launching Gerakan Wakaf Uang di Meranti

Dorong Solusi Pemberdayaan Umat, Penaiszawa Kemenag Riau Lakukan Pendampingan Kampung Zakat di Sungai Cina

Tokopedia bersama IZI Riau Salurkan 100 Paket Ramadhan di Wilayah 3T Kepulauan Meranti

Jelang Ramadhan, IZI Riau Laksanakan Program Benah Musholla di Desa Teluk Samak

Hari Lahan Basah se Dunia, PHR Turut Serta Jaga Ekosistem Gambut di Pulau Terluar Indonesia

Kunker ke Meranti Bersama Gubri, Kapolda Riau: Satkamling Garda Terdepan Menjaga Keamanan Lingkungan

Kemenag Riau Launching Gerakan Wakaf Uang di Meranti

Dorong Solusi Pemberdayaan Umat, Penaiszawa Kemenag Riau Lakukan Pendampingan Kampung Zakat di Sungai Cina

Tokopedia bersama IZI Riau Salurkan 100 Paket Ramadhan di Wilayah 3T Kepulauan Meranti

Jelang Ramadhan, IZI Riau Laksanakan Program Benah Musholla di Desa Teluk Samak

Hari Lahan Basah se Dunia, PHR Turut Serta Jaga Ekosistem Gambut di Pulau Terluar Indonesia



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
16 Maret 2026
Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 2 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 3 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
  • 4 Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
  • 5 Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
  • 6 Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim
  • 7 Kemerdekaan Pers Bagian dari HAM
  • 8 Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM
  • 9 Buka Puasa Bersama, Ketum PWI Ajak Wartawan Jaga Kejernihan Berpikir
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved