• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan BKN Pekanbaru
Dibaca : 169 Kali
Website PWI Siap Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah
Dibaca : 165 Kali
Gelar Rakor Pendidikan Madrasah, Kemenag Riau Perkuat Pelaksanaan Asta Protas
Dibaca : 172 Kali
Tinjau Kondisi TPI Pasir Tiku, Mahyeldi: Keberadaan Pabrik Es Dinilai Penting
Dibaca : 210 Kali
Puluhan UMKM Ikuti Bimtek Peningkatan Kewirausahaan di Matur
Dibaca : 225 Kali

  • Home
  • Riau

Usai 34 Hari Perawatan Intensif, Gajah "Jovi" Tutup Usia di PLG Minas

Zulmiron
Selasa, 04 Agustus 2026 19:10:00 WIB
Cetak
Usai 34 Hari Perawatan Intensif, Gajah "Jovi" Tutup Usia di PLG Minas.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Kabar duka menyelimuti dunia konservasi Indonesia. 

Gajah binaan di Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Minas, "Jovi" (46), dinyatakan mati pada Senin (03/08/2026) pukul 20.47 WIB.

Sebelumnya, tim dokter hewan Balai Besar KSDA Riau telah berjuang secara intensif memberikan perawatan medis selama 34 hari. Namun, gajah jantan dewasa yang telah berjasa besar membantu penanganan berbagai konflik manusia dan satwa liar di Provinsi Riau tersebut menghembuskan napas terakhir akibat komplikasi infeksi saluran pencernaan dan pernapasan atas yang memicu kelemahan otot berat (myopathy).

Plh Kepala Balai Besar KSDA Riau, Ujang Holisudin menjelaskan, gejala sakit mulai terlihat pada 01 Juli 2026. Saat itu, Gajah Jovi menunjukkan kondisi kelemahan umum, tidak nafsu makan, tremor (kejang), kekakuan pada kaki, belalai, dan ekor, serta mengalami kesulitan untuk berdiri.  Sejak awal munculnya gejala, tim medis BBKSDA Riau segera melakukan penanganan secara intensif sesuai standar operasional dan prosedur (SOP) pelayanan kesehatan satwa. Tindakan medis yang diberikan meliputi terapi cairan infus selama 24 jam, pemberian vitamin, antibiotik, antiinflamasi, asam amino, terapi suportif, serta pemantauan kondisi klinis dan pemeriksaan laboratorium secara berkala.

Baca Juga :
  • BMKG Deteksi Kabut Asap Kiriman dari Wilayah di Sebelah Selatan Riau
  • Karhutla Belum Terkendali, Tiga Titik Kebakaran di Riau Masih Jadi Fokus Penanganan
  • 313 Hotspot Terdeteksi, Polda Riau Intensifkan Penanganan Karhutla

Koordinator Tim Medis BBKSDA Riau, drh Rini Deswita menjelaskan, selama masa perawatan kondisi Gajah Jovi sempat menunjukkan perkembangan. Kekakuan pada kaki, belalai, dan ekor mulai berkurang, nafsu makan perlahan membaik, bahkan pada hari keenam perawatan gajah sempat mampu berdiri dan berjalan beberapa langkah. Hasil pemeriksaan laboratorium darah yang dilakukan secara berkala juga menunjukkan adanya penurunan tingkat infeksi setelah mendapatkan terapi.

Meskipun respons terhadap pengobatan sempat terlihat, kondisi otot Gajah Jovi terus mengalami penurunan hingga berkembang menjadi myopati berat, yaitu gangguan pada jaringan otot yang menyebabkan gajah kembali tidak mampu berdiri. Selama menjalani perawatan, kebutuhan nutrisi dan cairan terus dipenuhi melalui pemberian pakan khusus serta terapi infus intensif.

Dalam menangani kasus ini, BBKSDA Riau tidak bekerja sendiri. Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik, Kementerian Kehutanan mengoordinasikan diskusi dan konsultasi teknis bersama dokter hewan dari berbagai unit lingkup Kementerian Kehutanan guna memperoleh masukan dan pertimbangan medis terbaik dalam penanganan Gajah Jovi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis, uji laboratorium darah, serta gejala yang muncul selama masa perawatan, tim medis menduga Gajah Jovi mengalami komplikasi infeksi saluran pencernaan dan saluran pernapasan bagian atas yang berkembang hingga menyebabkan myopati berat. Untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah, setelah Gajah Jovi dinyatakan mati, tim medis segera melakukan nekropsi serta pengambilan sampel organ dan jaringan untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.

Pada Minggu (02/08/2026), kondisi Gajah Jovi mulai mengalami penurunan yang signifikan. Gajah tidak lagi mau makan maupun minum sehingga terapi intensif terus dilakukan. Pada Senin (03/08/2026), sekitar pukul 16.00 WIB, suhu tubuh meningkat hingga mencapai sekitar 40°C. Tim medis terus memberikan terapi cairan melalui infus, pemberian cairan secara oral maupun rektal, serta tindakan suportif lainnya. Namun pada pukul 20.43 WIB Gajah Jovi mengalami tremor hebat, dan pada pukul 20.47 WIB dinyatakan mati. Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah Gajah Jovi dimakamkan sesuai prosedur yang berlaku.

Gajah Jovi merupakan gajah jinak jantan berusia sekitar 46 tahun yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu dan bergabung di PLG Minas sejak 18 Februari 1998. Selama lebih dari dua dekade, Jovi menjadi salah satu gajah binaan yang berperan penting dalam berbagai operasi mitigasi konflik antara manusia dan gajah liar di berbagai wilayah Provinsi Riau. Kontribusinya dalam mendukung upaya konservasi gajah Sumatera menjadi bagian penting dari sejarah pengelolaan konflik satwa liar di Riau.

BBKSDA Riau menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh dokter hewan, paramedis veteriner, mahout, dan petugas lapangan yang telah bekerja tanpa mengenal waktu selama proses perawatan Gajah Jovi. BBKSDA Riau juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian gajah Sumatera yang saat ini masih menghadapi berbagai ancaman terhadap kelangsungan hidupnya. Upaya konservasi hanya dapat berhasil melalui kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga habitat, mengurangi konflik manusia dan satwa liar, serta mendukung berbagai program perlindungan dan penyelamatan gajah di Indonesia.,(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kanwil Kemenkum Riau Pastikan Kesiapan Pelaksanaan Seleksi

Kurangi Sengketa Informasi Publik, Komisioner KI Riau Intensifkan Pembinaan PPID Kabupaten/Kota

Langgar Ketentuan Keimigrasian, Warga Malaysia Dideportasi

PLN Bersama Pemprov Riau Kementerian Terkait Perkuat Sinergi Mempercepat Program Lides

Syahrul Aidi Dorong Pemprov Riau Perkuat Kerjasama Pendidikan, Tenaga Kerja dan Investasi dengan Jepang

BMKG Deteksi Kabut Asap Kiriman dari Wilayah di Sebelah Selatan Riau

Kanwil Kemenkum Riau Pastikan Kesiapan Pelaksanaan Seleksi

Kurangi Sengketa Informasi Publik, Komisioner KI Riau Intensifkan Pembinaan PPID Kabupaten/Kota

Langgar Ketentuan Keimigrasian, Warga Malaysia Dideportasi

PLN Bersama Pemprov Riau Kementerian Terkait Perkuat Sinergi Mempercepat Program Lides

Syahrul Aidi Dorong Pemprov Riau Perkuat Kerjasama Pendidikan, Tenaga Kerja dan Investasi dengan Jepang

BMKG Deteksi Kabut Asap Kiriman dari Wilayah di Sebelah Selatan Riau



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan BKN Pekanbaru
22 September 2026
Website PWI Siap Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah
22 September 2026
Gelar Rakor Pendidikan Madrasah, Kemenag Riau Perkuat Pelaksanaan Asta Protas
22 September 2026
Tinjau Kondisi TPI Pasir Tiku, Mahyeldi: Keberadaan Pabrik Es Dinilai Penting
21 September 2026
Puluhan UMKM Ikuti Bimtek Peningkatan Kewirausahaan di Matur
21 September 2026
Juara II MTQ Nasional 2026, Afif Muhammad Thoifur Dapat Hadiah Umrah
21 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Pastikan Kesiapan Pelaksanaan Seleksi
21 September 2026
Kakanwil Kemenkum Riau Tekankan Dedikasi dan Integritas
21 September 2026
Kurangi Sengketa Informasi Publik, Komisioner KI Riau Intensifkan Pembinaan PPID Kabupaten/Kota
21 September 2026
MoU Disiapkan di Rapimprov, Kadin Riau-Pegadaian Perkuat Sinergi
21 September 2026
TERPOPULER +
  • 1 FORMAS Bersama BSPIA akan Gelar Indonesia-China Digital City & Security Technology Application Forum 2026
  • 2 PLN Bersama Pemprov Riau Kementerian Terkait Perkuat Sinergi Mempercepat Program Lides
  • 3 Kanwil Kemenkum Riau Perkenalkan Inovasi HARMONITAS
  • 4 Silaturahmi dengan SMSI Riau, Fikri Fardhian: Media Mitra Strategis dalam Menyampaikan Informasi yang Akurat ke Masyarakat
  • 5 Di Tengah Disrupsi AI, Syahrul Aidi: Kolaborasi Jadi Kunci Menjaga Pers
  • 6 Perkenalkan Diri ke PWI, Fikri Fardhian: Hubungan PHR dengan Insan Pers Harus Terjalin Seperti Saudara
  • 7 Syahrul Aidi Dorong Pemprov Riau Perkuat Kerjasama Pendidikan, Tenaga Kerja dan Investasi dengan Jepang
  • 8 MNK Rokan Tonggak Baru Pionir Pengembangan MNK Indonesia oleh Pertamina
  • 9 Kanwil Kemenkum Riau Persiapkan Mediasi Dugaan Pelanggaran Indikasi Geografis Kopi Liberika Meranti
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved