Fithriady Syam Boyong Piala LKTJ Raja Ali Kelana 2026
Pers Riau Terus Bertumbuh, Supriyadi: Wartawan Harus Eling dan Waspada
Era AI, Suyanto: Clickbait dan Disinformasi Jadi Ancaman Serius Dunia Pers
Pekanbaru, Hariantimes.com - Dosen tetap di Jurusan Ilmu Komunikasi (Ikom), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (Fisipol Unri) Dr Suyanto SSos MSc menilai lanskap media massa sedang mengalami pergeseran tektonik akibat dominasi platform kecerdasan buatan (Generative AI) dan algoritma media sosial.
Menurut Suyanto, tantangan utama pers global berkisar pada penurunan drastis pendapatan iklan konvensional, krisis kepercayaan publik (trust crisis) dan penyebaran disinformasi berskala masif.
"Masa depan pers global bertumpu pada kemampuan media membangun model bisnis berbasis globlalisasi yang mengedepankan transparansi etis. Pada level nasional, pers Indonesia berhadapan dengan tantangan keberlanjutan bisnis dan regulasi," sebut Suyanto dalam diskusi yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau bertajuk “Tantangan dan Masa Depan Pers Riau", Selasa (15/09/2026).
Suyanto menilai keberadaan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran menjadi landasan penting dalam menjaga kebebasan pers dan tata kelola media.
Selain itu, implementasi kebijakan Publisher Rights melalui Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 dinilai menjadi langkah strategis untuk mendorong keadilan pembagian manfaat ekonomi antara platform digital global dan perusahaan media nasional.
Meski demikian, Suyanto mengingatkan bahwa jurnalisme nasional masih dibayangi praktik clickbait dan sensasionalisme demi mengejar trafik. Persoalan independensi media juga menjadi perhatian di tengah semakin kuatnya konsolidasi kepemilikan media.
“Keberhasilan pers nasional ke depan sangat ditentukan oleh keberanian bertransformasi dari jurnalisme yang hanya mengejar kuantitas menjadi jurnalisme yang berdampak atau impactful journalism,” katanya.
Sementara itu, di Provinsi Riau, perkembangan media online menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat. Namun, sebagian media masih menghadapi tantangan dalam memenuhi standar verifikasi perusahaan pers sebagaimana ditetapkan Dewan Pers.
Khusus di Provinsi Riau, sebut Suyanto, dinamika pers lokal menunjukkan pertumbuhan kuantitatif media online yang pesat, namun sebagian belum memenuhi kualifikasi standar verifikasi perusahaan pers.
Tantangan terbesar media di Riau mencakup ketergantungan finansial pada dana kerjasama dengan pemerintah daerah (Pemda) yang berpotensi mencederai fungsi kontrol sosial.
Selain itu, isu lokal seperti lingkungan, tata kelola sumber daya alam, dan pemberdayaan masyarakat membutuhkan liputan investigatif yang mendalam, dan riset data untuk jurnalisme bermutu dan berkualitas.
Suyanto menegaskan, masa depan pers, baik di tingkat global, nasional, maupun Riau tidak ditentukan semata oleh teknologi penyampaiannya, melainkan oleh konsistensi pers dalam menjaga Marwah, etika dan profesionalisme sebagai pilar demokrasi, ruang publik yang sehat, dan penyambung suara masyarakat.
“Pers harus tetap menjadi pilar demokrasi, ruang publik yang sehat, dan penyambung suara masyarakat di tengah perubahan teknologi yang begitu cepat,” pungkasnya.(*)
.jpeg)










Tulis Komentar