Fithriady Syam Boyong Piala LKTJ Raja Ali Kelana 2026
Pers Riau Terus Bertumbuh, Supriyadi: Wartawan Harus Eling dan Waspada
Media Online Menjamur, Erwin Ardian: Masa Depan Pers Ditentukan Kepercayaan Publik
Pekanbaru, Hariantimes.com - Saat ini, Pers di Riau berada di sebuah persimpangan besar akibat perubahan teknologi, pergeseran perilaku audiens, serta hadirnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mengubah lanskap industri media.
Pandangan tersebut disampaikan Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru, Erwin Ardian dalam diskusi yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau bertajuk “Tantangan dan Masa Depan Pers Riau", Selasa (15/09/2026).
Menurut Erwin, media saat ini tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi. Masyarakat memperoleh informasi dari berbagai platform digital seperti media sosial, kanal video, podcast hingga konten kreator. Kondisi ini membuat pers harus beradaptasi tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai penyaji informasi yang akurat dan terpercaya.
Erwin menjelaskan, tantangan pertama yang dihadapi media adalah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Berita tidak lagi dibaca secara mendalam seperti sebelumnya, melainkan dikonsumsi secara cepat melalui telepon genggam dan media sosial. Akibatnya, media dituntut mampu menyajikan informasi yang ringkas, cepat, dan relevan tanpa mengorbankan kualitas jurnalistik.
Selain itu, perubahan perilaku audiens juga menjadi tantangan tersendiri. Pembaca kini lebih menyukai konten visual, video pendek, audio, serta format interaktif yang mudah diakses. Karena itu, perusahaan media perlu menghadirkan pengalaman baru bagi audiens melalui berbagai platform digital.
Tantangan berikutnya adalah kehadiran AI yang mulai mengambil alih sebagian pekerjaan di ruang redaksi.
Meski demikian, Erwin menegaskan, AI tidak dapat menggantikan peran wartawan sepenuhnya karena proses jurnalistik tetap membutuhkan verifikasi fakta, peliputan lapangan, analisis, serta tanggung jawab etik.
Di sisi lain, maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi turut menjadi ancaman serius bagi dunia pers. Semakin cepat arus informasi, semakin tinggi pula risiko penyebaran informasi yang tidak terverifikasi. Oleh sebab itu, media harus memperkuat proses verifikasi dan menjaga independensi redaksi.
Erwin juga menyoroti persoalan kesejahteraan wartawan yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi industri media.
Menurutnya, wartawan membutuhkan dukungan berupa perlindungan hukum, peningkatan kompetensi, pelatihan berkelanjutan, serta jaminan sosial agar dapat menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.
Meski menghadapi berbagai tantangan, ia melihat peluang besar bagi pers Riau. Provinsi Riau memiliki banyak isu strategis yang dapat digarap media, mulai dari sektor perkebunan, industri, lingkungan hidup, pendidikan, kesehatan, budaya hingga pemerintahan. Kekayaan isu tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan pers daerah dalam menghasilkan karya jurnalistik berkualitas.
Dalam paparannya, Erwin menekankan bahwa masa depan pers akan bertumpu pada lima hal, yakni transformasi digital, penguatan konten video, jurnalisme data, jurnalisme komunitas.dan jurnalisme investigasi.
Erwin juga mengajak seluruh insan pers untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat verifikasi fakta, menjaga independensi, serta membangun kolaborasi antarorganisasi media dan profesi.
“Teknologi boleh berubah, platform boleh berganti, tetapi kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang benar dan dapat dipercaya tidak akan pernah hilang,” tegasnya menambahkan, pada akhirnya yang akan tetap bertahan adalah media yang mampu menjaga kepercayaan publik melalui karya jurnalistik yang profesional, akurat, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.(*)
.jpeg)










Tulis Komentar