Soal DBH, Afni: Jangan Jadikan Sebagai Sesuatu yang Opsional
Ketum SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa di Lampung
Riau Bhayangkara Run Diikuti 15.000.Peserta, Boneka Nona Seroja Jadi Souvenir Unik
Pekanbaru, Hariantimes.com - Sebanyak 15.000 peserta Riau Bhayangkara Run (RBR) 2026 tidak hanya membawa pulang perlengkapan lari.
Tetapi juga bibit pohon trembesi yang dikemas dalam boneka anak gajah Sumatra bernama Nona Seroja.
Program ini menjadi bagian dari kampanye Green Policing yang digagas Polda Riau untuk mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, mengatakan, pembagian bibit pohon melalui boneka Nona Seroja merupakan bentuk edukasi yang diwujudkan dalam aksi nyata.
“Benar. Kami menitipkan bibit pohon trembesi melalui boneka Nona Seroja kepada 15.000 peserta Riau Bhayangkara Run. Harapannya bibit ini dapat ditanam dan menjadi kehidupan baru yang dapat melestarikan alam kita,” ujar Irjen Herry Heryawan, Sabtu (18/07/2026).
Menurutnya, gerakan tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya ribuan pohon baru yang memberi manfaat bagi lingkungan sekaligus menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Suasana pengambilan race pack di GOR Gelanggang Remaja Pekanbaru pun terasa berbeda. Selain perlengkapan lomba, para peserta menerima boneka Nona Seroja yang membawa tas kecil berisi delapan bibit pohon trembesi siap tanam.
Seorang peserta, Naira (11), siswi Sekolah Taruna Islam Pekanbaru, mengaku antusias saat menerima souvenir tersebut.
“Saya baru saja ambil race pack event RBR, sangat senang karena ada yang beda. Di dalam race pack ada boneka gajah Nona Seroja,” ujarnya.
Kegembiraan Naira semakin bertambah setelah mengetahui boneka tersebut menyimpan bibit pohon yang dapat ditanam.
“Bibit ini nanti mau saya tanam di pekarangan rumah. Semoga bisa bermanfaat bagi keluarga kami dan orang banyak. Terima kasih Nona Seroja,” katanya.
Nona Seroja merupakan anak gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) betina yang lahir di Camp Eleven Flying Squad, Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau. Kelahirannya menjadi simbol harapan baru bagi upaya pelestarian gajah Sumatra yang saat ini berstatus kritis (critically endangered).
Nama Nona Seroja diberikan langsung oleh Kapolda Riau. Nama tersebut terinspirasi dari filosofi bunga seroja atau lotus yang mampu tumbuh di lingkungan berlumpur, namun tetap mekar dengan indah, bersih, dan murni. Filosofi itu menggambarkan harapan agar semangat menjaga kelestarian alam terus tumbuh di tengah berbagai tantangan lingkungan.
Melalui sosok Nona Seroja, Polda Riau ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi bagian dari gerakan penghijauan dan konservasi alam. Dengan demikian, setiap peserta Riau Bhayangkara Run tidak hanya membawa pulang kenang-kenangan, tetapi juga amanah untuk menanam kehidupan baru demi masa depan bumi yang lebih hijau.(*)
.jpeg)










Tulis Komentar