• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Pembahasan Ranperda Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Inhu
Dibaca : 194 Kali
SK 2.994 ASN PPPK Paruh Waktu Diperpanjang, Afni: Bekerjalah dengan Baik, Loyal pada Rakyat
Dibaca : 200 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Evaluasi Kualitas Layanan Bantuan Hukum bagi 13 Penerima Bantuan Hukum
Dibaca : 183 Kali
Kemenkum Riau Dorong Penguatan Kepatuhan Royalti Musik di Pekanbaru
Dibaca : 192 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Berpartisipasi dalam Forum Nasional Pembangunan Hukum 2026
Dibaca : 191 Kali

  • Home
  • Politik

Saatnya Rakyat Jadi Macan, Bukan Mengembek

Redaksi
Selasa, 16 April 2019 12:10:33 WIB
Cetak

Oleh : H Bagus Santoso SAg MP (Caleg  DPR RI dapil Riau 1 dari Partai Amanat Nasional)

Teori demokrasi klasik yang mengatakan "demokrasi dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat" menjadi trigger perjuangan rakyat se antero dunia menuntut perubahan sistem pemerintahan dari sistem otoritarianisme menjadi sistem demokrasi.

Karena secara teoritik dan konstitusi setakat ini, kita penghuni dunia bersepakat bahwasanya sistem pemerintahan demokrasi yang bisa menjamin persamaan hak dan kewajiban setiap warga negara dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu di negara demokrasi seperti negara kita Indonesia, posisi rakyat menjadi sangat penting dan mahal setiap memasuki musim pemilu. 

Pada tahun politik seperti sekarang, rakyat tidak ubahnya seperti "gadis molek nan jelita” dikelilingi oleh jejaka-jejaka bernafsu tinggi, sedang antri menunggu kesempatan mencuri hatinya. Sang perjaka yang sedang jatuh cinta dengan segala macam dandanan (atribut partai) yang melekat pada dirinya selalu mencari simpatik menggoda sang gadis dengan berbagai macam harapan sampai buaian memabukkan digantungkan di lehernya. 

Namun nampaknya menuju tanggal 17 April 2019, sang gadis tidak ingin lagi menjadi keledai yang berdamai dengan kejatuhan di lubang yang sama. Si jelita tidak ingin lagi melakukan kesalahan tergoda dengan rayuan, bualan jejaka-jejaka yang hobinya berternak janji dan membudidayakan kebohongan. 

Sang gadis sudah sangat sadar, kalau jejaka-jejaka yang merayunya tidak memiliki konsistensi kesetiaan. Mereka hanya mendekat, merayu, ngegombal, dengan janji-janji manis mendongeng kesejahteraan, kedamaian dan kebahagiaan di musim pemilu. Setelah itu pergi entah kemana rimbanya membiarkan sang gadis menangisi nasibnya yang sudah menyerahkan keperawanannya. Jangankan memperhatikan, menengoknya saja tidak tidak lagi. Cukuplah pengalaman pemilu demi pemilu masa lalu menjadi sembilu - ya sudah sudahlah tamat alias tutup buku. 

Dengan menggunakan analogi gadis cantik untuk menjelaskan bagaimana perasaan rakyat setiap jelang pemilu, tulisan ini ingin menyampaikan pesan bahwa dalam kehidupan rakyat biasa sekarang (red-walaupun sudah bekerja keras seharian baru cukup untuk tidak kelaparan esok harinya) itu terjadi proses pembelajaran dan pencerdasan politik secara alami. Pada teorinya  parpol seharusnya yang paling bertanggung jawab mencerdaskan dan membuat melek politik meski kenyataan bertolak belakang.

Realitas kehidupan telah menjadi guru politik rakyat kecil yang mengajarkan bahwa kebenaran tidak boleh lagi disimpulkan dari harapan-harapan yang banyak bertebaran setiap musim pemilu. Rakyat sudah paham benar kalau kebenaran itu hanya bisa disimpulkan dari "fakta" bukan harapan. Sungguh Rakyat sekarang merasakan apa yang berlaku, mana janji mana bukti. Mana bualan kosong mana yang masuk akal sehat.

Dalam kesetiaan menjadi rakyat yang selalu berdamai dengan kemiskinan, yang akrab dengan kondisi papa kedana, sudah tidak terhitung lagi jumlahnya berapa kali rakyat harus kecewa dan gigit jari karena mengira kebenaran itu adalah harapan-harapan yang dijanjikan. 

Namun faktanya jauh panggang dari api alias kena bengak berkepanjangan. Sekarang sadar benar, bahwa kebenaran itu bukan dari harapan, tapi dari fakta. Betapa tidak, Perut rakyat menjadi buncit dan meledak setiap musim pemilu kerana tergiur menu janji yang disediakan di atas meja harapan. Setelah pemilu perut buncit bukan kenyang nasi tetapi tumpukan sampah berjibun janji.

Sekarang bagaimana pun indahnya bentuk kemasan janji dan harapan yang disiapkan di ruang-ruang sejuk, rakyat nampaknya tidak akan ngiler lagi, rakyat tak akan tergiur lagi.
Karena itu, dalam detik-detik perjalanan sampai bilik suara tanggal 17 April 2019, rakyat tidak boleh lagi “mengembek” mengikuti sang gembala yang sudah dicucuk hidungnya dengan iming-iming jabatan. 

Saatnya rakyat menjadi "macan" yang akan menerkam setiap pemimpin, politisi yang bermental dagang sapi dengan merendahkan derajat rakyat menebar "money politic" menyebar amplop, memasang jebakan maut dengan melempar sembako, berkolusi dengan aparat dan perangkat yang rela berkhianat.

Saatnya rakyat menjadi algojo mematikan, memancung,  menghukum, menenggelamkan pemimpin, politisi yang berpenyakit obesitas janji mengganti dengan cara memilih pemimpin, politisi yang selama ini konsisten menjadikan rakyat sebagai satu-satunya majikan yang harus dilayani. Bukan bertameng dinasti dan berpura- pura dekat ustadz dan kyai. Salam pemilih cerdas dan selamat mencoblos.(*)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Rakerwil I PAN Riau Hasilkan Sejumlah Rekomendasi, Sahidin: Jika Kita Solid dan Kompak, Kerja Mudah Dapat Dilaksanakan

Lantik DPW dan 12 DPD PAN se Riau, Zulkifli Hasan: Kepengurusan Ini Harus Segera Menyentuh Aspirasi Rakyat

Rabu Malam, Zulhas Lantik DPW PAN Riau dan 12 DPD PAN di Gelanggang Remaja

Nakhodai Hanura Riau, Arsadianto Rachman: Saya Berjanji akan Bekerja All Out

Simposium Nasional SMSI, Prof Taufiqurokhman: Pilkada Langsung Tetap Jadi Pilihan Utama Masyarakat

Besok, PAN Riau Gelar Musda Serentak

Rakerwil I PAN Riau Hasilkan Sejumlah Rekomendasi, Sahidin: Jika Kita Solid dan Kompak, Kerja Mudah Dapat Dilaksanakan

Lantik DPW dan 12 DPD PAN se Riau, Zulkifli Hasan: Kepengurusan Ini Harus Segera Menyentuh Aspirasi Rakyat

Rabu Malam, Zulhas Lantik DPW PAN Riau dan 12 DPD PAN di Gelanggang Remaja

Nakhodai Hanura Riau, Arsadianto Rachman: Saya Berjanji akan Bekerja All Out

Simposium Nasional SMSI, Prof Taufiqurokhman: Pilkada Langsung Tetap Jadi Pilihan Utama Masyarakat

Besok, PAN Riau Gelar Musda Serentak



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Pembahasan Ranperda Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Inhu
14 Oktober 2026
SK 2.994 ASN PPPK Paruh Waktu Diperpanjang, Afni: Bekerjalah dengan Baik, Loyal pada Rakyat
14 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Evaluasi Kualitas Layanan Bantuan Hukum bagi 13 Penerima Bantuan Hukum
14 Oktober 2026
Kemenkum Riau Dorong Penguatan Kepatuhan Royalti Musik di Pekanbaru
14 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Berpartisipasi dalam Forum Nasional Pembangunan Hukum 2026
14 Oktober 2026
Demi Kepastian Hukum Masyarakat, Kanwil Kemenkum Riau Soroti Penguatan Layanan Roya Fidusia
14 Oktober 2026
Melalui Pemanfaatan SIMAKO, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Merek Kolektif
13 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Akurasi Data Hukuman Disiplin dan Pengaduan Masyarakat
13 Oktober 2026
Akselerasi Kinerja dan Konsolidasi Program Strategis, Kakanwil Pimpin Rapat Kinerja Kemenkum Riau
12 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Bahas Usulan Perubahan Perjanjian Kinerja untuk Perkuat Akuntabilitas
12 Oktober 2026
TERPOPULER +
  • 1 Keliling Empat Kampung, Wabup Siak Syamsurizal Serahkan Bantuan ke Lansia dan Disabilitas di Sungai Apit
  • 2 PT ORI Tanam Investasi Rp1,6 Triliun di KITB Siak, Bupati Afni: Akan Banyak Investasi Lagi
  • 3 Kanwil Kemenkum Riau Dorong Pengembangan Nanas Kualu Kampar Menuju Indikasi Geografis
  • 4 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Kick Off Meeting Pengukuran Maturitas Kekayaan Intelektual 2026
  • 5 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kolaborasi dan Transformasi Layanan Hukum
  • 6 Audiensi dengan Plt Gubri, Kakanwil Kemenkum Riau Bahas Keberlanjutan HARMONITAS
  • 7 2.900 Mahasiswa Baru Unilak Ikuti PKKMB 2026
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau Dorong Pembenahan Regulasi Daerah
  • 9 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Kebutuhan Penambahan Subjek Tarif Layanan RSUD Indrasari Rengat
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved