• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina
Dibaca : 191 Kali
Memelihara Alam Semesta, Menag Minta Para Imam Gunakan Pendekatan Keagamaan
Dibaca : 209 Kali
Buka IGIC 2026, Menag: Mari Kita Jadikan Masjid sebagai Meeting Point
Dibaca : 216 Kali
Juara Umum PORSENIJAR Riau 2026, Kontingen PGRI Siak Borong 7 Medali Emas
Dibaca : 209 Kali
Mahadar: Mari Perkuat Solidaritas dan Persaudaraan Guru
Dibaca : 204 Kali

  • Home
  • Riau

Tercemar Limbah Beracun PKS, Sungai Mandau Belum Steril

Bagus Santoso: Perusahaan Itu Harusnya Menjaga Alam

Redaksi
Senin, 01 April 2019 11:16:18 WIB
Cetak
Warga  Suku Sakai saat dikunjungi anggota DPRD Riau H Bagus Santoso SAg MP.
Pekanbaru, Hariantimes.com - Hingga saat ini, air Sungai Mandau yang melintasi Desa Melibur Kecamatan Talang Mandau pemekaran dari Kecamatan Pinggir, Kabupaten belum juga steril. 

Air Sungai Mandau tersebut tercemar akibat limbah beracun yang dicurigai berasal dari sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

Akibatnya, banyak jenis ikan terutama yang berukuran kecil yang mati. Puncak petaka terjadi sekitar sebulan lalu.

“Tolonglah sungai kami ini dibersihkan dari limbah. Disinilah kami turun temurun mengais rezeki, bertahan hidup menangkap ikan,” pinta Abdul Rahman warga  suku Sakai saat dikunjungi anggota DPRD Riau H Bagus Santoso SAg MP dalam lawatan kunjungan kerja ke Desa Tasik Serai, Serai Wangi dan Tasik Serai Timur.

Menurut keterangan A Rahman yang tinggal digubuk bersama isteri dan anaknya di tepian Sungai Mandau, hampir sebulan warga tidak dapat menangkap ikan lagi. 

"Kami kena bencana limbah. Disepanjang tepian sungai bertumpukan bangkai ikan. Di depan Gubuk inipun bangkai ikan seperti sampah ampas tebu, kami kehilangan mata pencaharian,” imbuh Rahman sambil memperbaiki alat penangkap ikan Lukah.

Hal senada juga disampaikan Salim, nelayan sungai berasal dari Desa Lubuk Gaung yang juga tinggal di tepi sungai. Salim sangat khawatir dengan limbah yang meracuni sungai. Sebab gara-gara tidak dapat lagi menangkap ikan anaknya terancam tidak bisa melanjutkan kuliah. 

“Terus terang saya khawatir, sebab selama ini saya bisa bayar anak kuliah di Unilak Pekanbaru sampai semester 7 hasil dari menangkap ikan. Kalau ikan tak ada lagi kami mau cari rezeki kemana,” tutur Salim dengan nada cemas.

Mendapatkan pengaduan warga tersebut, Anggota DPRD Riau H Bagus Santoso SAg MP turut prihatin dan mengutuk perilaku tak sehat kepada pihak-pihak yang membuang limbah beracun ke sungai. 

“Sebuah sikap yang tak bertanggung jawab jika ada perusahaan buruk perangainya. Seharusnya, perusahaan menjaganya dan bukan malahan mengahancurkan lingkungan," tegas Bagus dihadapan sejumlah nelayan.
 
Bagus Santoso meminta kepada pihak tekait dan berwenang, agar perusahaan yang tidak mengelola limbahnya dicabut perizinan dan diberikan sanksi tegas. 

Kendati demikian, Bagus tetap menghimbau perusahaan agar sadar serta mengubah perilaku dengan penuh tanggung jawab mengikuti prosedur dan taat aturan.

”Perusahaan itu harusnya menjaga alam. Jangan hanya pintar mengeruk keuntungan, tapi tak bertanggung jawab menjaga warga dan alamnya,” tegas Bagus.

Dari sejumlah sumber disebutkan, limbah beracun yang mencemari sungai di curigai berasal dari sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang dibangun sepanjang Sungai yang melintasi dusun Desa Leko, Belutu, Penaso sampai Sam Sam. Salain PKS juga ada perusahaan PT Arara Abadi yang menguasai hutan dengan tanaman akasia yang luasnya tidak tembus pandangan mata. Sejauh ini belum ada kabar penanganan dari pemerintah.

Untuk menempuh Desa Melibur melalui jalan perusahaan Minyak Chevron dengan pemandangan pipa minyak sepanjang jalan lalu perusahaan PT Arara Abadi yang menanam pohon akasia. Medan jalan dipemukiman sangat sulit maka diperlukan stamina yang kuat. 

Setelah perjalanan melelahkan sekitar 3 jam akan menemukan pemandangan alam sungai yang indah dan jika beruntung mendapatkan banyak jenis ikan seperti selais, tapah, baung bahka Kahyangan. Tidak ketinggalan ikan Bujuk, Gabus, Lembat dan Belut.(*/ron)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kanwil Kemenkum Riau Pastikan Kesiapan Pelaksanaan Seleksi

Kurangi Sengketa Informasi Publik, Komisioner KI Riau Intensifkan Pembinaan PPID Kabupaten/Kota

Langgar Ketentuan Keimigrasian, Warga Malaysia Dideportasi

PLN Bersama Pemprov Riau Kementerian Terkait Perkuat Sinergi Mempercepat Program Lides

Syahrul Aidi Dorong Pemprov Riau Perkuat Kerjasama Pendidikan, Tenaga Kerja dan Investasi dengan Jepang

BMKG Deteksi Kabut Asap Kiriman dari Wilayah di Sebelah Selatan Riau

Kanwil Kemenkum Riau Pastikan Kesiapan Pelaksanaan Seleksi

Kurangi Sengketa Informasi Publik, Komisioner KI Riau Intensifkan Pembinaan PPID Kabupaten/Kota

Langgar Ketentuan Keimigrasian, Warga Malaysia Dideportasi

PLN Bersama Pemprov Riau Kementerian Terkait Perkuat Sinergi Mempercepat Program Lides

Syahrul Aidi Dorong Pemprov Riau Perkuat Kerjasama Pendidikan, Tenaga Kerja dan Investasi dengan Jepang

BMKG Deteksi Kabut Asap Kiriman dari Wilayah di Sebelah Selatan Riau



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina
26 September 2026
Memelihara Alam Semesta, Menag Minta Para Imam Gunakan Pendekatan Keagamaan
26 September 2026
Buka IGIC 2026, Menag: Mari Kita Jadikan Masjid sebagai Meeting Point
26 September 2026
Juara Umum PORSENIJAR Riau 2026, Kontingen PGRI Siak Borong 7 Medali Emas
26 September 2026
Mahadar: Mari Perkuat Solidaritas dan Persaudaraan Guru
26 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Implementasi Pedoman dan Aplikasi SIKIDA
25 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau dan Universitas Riau Tingkatkan Kapasitas ASN
25 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Dukung Pemutakhiran Data dan Pengembangan Kompetensi Secara Elektronik
25 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Dialog Interaktif dan Penguatan Evaluasi Kinerja Kemenkum
25 September 2026
PLN UID Riau-Kepri Gandeng Komunitas EV
25 September 2026
TERPOPULER +
  • 1 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Analisis Evaluasi Dampak Kebijakan Pemeriksaan Majelis Pengawas Notaris
  • 2 Kakanwil Kemenkum Riau Berikan Masukan Perubahan Permenkum Nomor 11 Tahun 2026
  • 3 FORMAS Bersama BSPIA akan Gelar Indonesia-China Digital City & Security Technology Application Forum 2026
  • 4 PLN Bersama Pemprov Riau Kementerian Terkait Perkuat Sinergi Mempercepat Program Lides
  • 5 Kanwil Kemenkum Riau Perkenalkan Inovasi HARMONITAS
  • 6 Silaturahmi dengan SMSI Riau, Fikri Fardhian: Media Mitra Strategis dalam Menyampaikan Informasi yang Akurat ke Masyarakat
  • 7 Di Tengah Disrupsi AI, Syahrul Aidi: Kolaborasi Jadi Kunci Menjaga Pers
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Sosialisasi Bantuan Hukum Pro Bono bagi Tahanan dan Pelaksanaan Pidana Alternatif
  • 9 Perkenalkan Diri ke PWI, Fikri Fardhian: Hubungan PHR dengan Insan Pers Harus Terjalin Seperti Saudara
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved