• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Buku Kearifan Baduy hingga Jejak Adinegoro Diluncurkan di HPN 2026
Dibaca : 213 Kali
FGD di KI Banten, ForKI Riau Perkuat Peran Wartawan Dorong Transparansi
Dibaca : 227 Kali
Buka Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026, Meutya Hafid: Transformasi Digital Tidak Boleh Menggerus Pilar Demokrasi
Dibaca : 223 Kali
Disupport PT Riau Petrolium Rokan, IKWI Riau Ikut Sukseskan Kongres XI IKWI dan HPN 2026 di Serang
Dibaca : 394 Kali
Dewan Pers Sosialisasi Pendataan Perusahaan Pers
Dibaca : 452 Kali

  • Home
  • Sosialita

Kunni Masrohanti Perjuangkan Konservasi dengan Puisi

Redaksi
Senin, 18 Maret 2019 12:16:10 WIB
Cetak
Kunni Masrohanti
''Wujud dari mencintai adalah menjaga.  Siapapun yang mencintai rumah bernama bumi ini,  maka dia harus menjaganya''.  

Kata-kata ini mengalir halus dari bibir penyair perempuan Indonesia asal Riau,  Kunni Masrohanti.  

Wartawati yang dikenal sebagai penyair ini fokus memperjuangkan lingkungan,  tradisi,  budaya dan pendidikan dengan puisi.  

Menciptakan dan mengajak siapa saja untuk menulis puisi yang bersumber dari persoalan-persoalan lingkungan,  budaya,  tradisi dan lingkungan. 

Perjuangannya di bidang ini terlihat dari sepak terjangnya dalam menjalankan berbagai program. Di antaranya,  literasi konservasi dengan puisi,  menerbitkan buku-buku puisi bersama tentang lingkungan,  mengangkat tema-tema khusus dalam acara besar seperti Perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) Riau yang digagasnya seperti Puisi Jalan Mencipta Puisi, Puisi Jalan Merawat Tradisi dan lain-lain.  

Dalam literasi puisi konservasi,  sasarannya adalah anak-anak sekolah di berbagai daerah pedalaman yang melibatkan orangtua. Ini membuktikan,  Kunni konsisten berjuang untuk dunia pendidikan.  

''Pendidikan adalah hal paling utama.  Termasuklah pendidikan tentang lingkungan dan konservasi.  Siapa yang akan menjaga hutan,  sungai dan bumi kita ini kalau bukan anak-anak kita nanti.  Puisi salah satu jalannya,  menjadi media penyadaran yang halus tentang pentingnya merawat bumi.  Merawat bumi berarti juga merawat budaya dan tradisi," tutur Kunni. 

Kunni, begitu ia sering dipanggil, dilahirkan di Desa Bandar Sungai, Siak Sri Indrapura, Riau, 11 april 1974.

Perempuan ini menyelesaikan Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di tanah kelahiran dan Madrasah Aliyah (MA) di Jawa Tengah. Lalu menyelesaikan Strata Satu (S1) di Kampus UIN Suska (waktu itu masih IAIN) Pekanbaru. 

Kunni anak ketiga dari orang tuanya bernama H Tarmuji (alm) dan Hj Partini. Kakaknya bernama Mudriah dan Siti Asiah, sedang adiknya bernama Siti Rodiah dan Mizan Wahyudi. Saat ini ia tinggal di Pekanbaru bersama suami dan empat anaknya.

Kunni dikenal sebagai penyair perempuan dari tanah Melayu yang berpengaruh dalam perkembangan sastra Indonesia saat ini, khususnya untuk kalangannya, perempuan. 

Kunni dipercaya memimpin sebuah komunitas besar penyair yakni Penyair Perempuan Indonesia (PPI) sejak akhir 2018 lalu, tepatnya saat dilaksanakannya Festival Sastra Gunung Bintan (FSIB) di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Ketokohannya sebagai ketua PPI dikuatkan kembali dengan deklarasi ulang pada puncak perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, akhir Desember 2018.

Berbagai penghargaan dan prestasi telah diraihnya. Di antaranya menerima anugerah Sagang tahun 2012 kategori karya non buku (pementasan teater berjudul Peri Bunian), anugerah Pemangku Seni Tradisional dari Gubernur Riau tahun 2014, anugerah Baiduri dari PRBF Fondation tahun 2014 (kategori sastrawati), anugerah Sagang kategori komunitas terbaik tahun 2016 (Komunitas Seni Rumah Sunting) yang ia dirikan sejak tahun 2012 dan juara 1 lomba baca puisi Peksiminas tahun 1999.

Buku puisi karya tungga Kunni berjudul Sunting (Goeboek Indonesia, 2011) dan Perempuan Bulan (Framepublising, 2016). Karya-karyanya juga banyak dimuat di berbagai media di indonesia. Sedangkan karya puisi yang masuk dalam buku antologi, yakni, Tanda (2000), Riau Satu (2000), Musim Berganti (2001), Musim Bermula (2001), Kemilau Musim (2003), Pesona Gemilang Musim (2004), Komunitas Budaya Pesisir (KBP) Kutulis Namamu (2005), Fragman Waktu (2010), Serumpun (20012), Ayat-ayat Selat Sakat (2013), Serumpun Kata Serumpun Cerita (2013), Bendera Putih Untuk Tuhan (2014), Pelabuhan Merah (2015), Senandung Tanah Merah (2016), Pasie Karam (2016), Matahari Cinta Samudera Kata (2016), Klungkung: Tanah Tua, Tanah Cinta (2016), Bukan Batang Terendam (2016), Puisi Kopi 1550 mdpl (2016), Segara Aksara (2016), Menghimbau Kenangan Tanah Merah (2017), Perempuan (2017), Luka Pidie Jaya 6,5 SR (2017), Menderas sampai Siak (2017), Boetenzorg (2017), salah satu penyair Apa dan Siapa Penyair Indonesia (2017), Mufakat Air (2017), Mengunyah Geram -seratus puisi menolak korupsi- (2017), Antologi Moonson, Korsel (2017), Pesona Ranah Bundo, kumpulan puisi wartawan Indonesia (2018), Anggrainim, Tugu dan Rindu (2018), Perempuan Memandang Dunia (2018), Senyuman Lembah Ijen (2018), Epitaf Kota Hujan (2018), 999 Sehimpun Puisi Penyair Riau (2018), Wangian Kembang (Malaysia, 2018) dan Jazirah Sastra (2018). Mengikuti berbagai pertemuan sastra di Indonesia dan luar negara. Salah satu sastrawan Riau peserta Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (Munsi) II di Jakarta. Menjadi instruktur pelatihan dan juri puisi tingkat Riau, nasional maupun internasonal. Sebelum menulis dan berjuang dengan puisi,  Kunni sudah terlebih dulu menggeluti dunia teater. 

Bersama Komunitas Seni Rumah Sunting (KSRS) yang didirikannya, Kunni banyak melaksanakan kegiatan sastra, baik bertaraf internasional mau pun lokal. Di antaranya, perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) di Riau setiap tahun yang  dihadiri penyair Indonesia dan ASEAN (2015-2018), melaksanakan kegiatan literasi puisi di desa pedalaman di Riau seperti Literasi Puisi Konservasi kerjasama dengan WWF Indonesia (2018-2019), program Kenduri Puisi yang dilaksanakan dua bulan sekali sejak 2016-sekarang, Bengkel Puisi, diskusi, penerbitan buku antologi puisi, dan lainnya. Selain aktif di dunia seni sastra, sehari-hari Kunni adalah seorang jurnalis di Harian Riau Pos.(*/ron)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

FGD di KI Banten, ForKI Riau Perkuat Peran Wartawan Dorong Transparansi

Disupport PT Riau Petrolium Rokan, IKWI Riau Ikut Sukseskan Kongres XI IKWI dan HPN 2026 di Serang

Menuju Puncak HPN 2026: Tarian Abung Siwo Migo Lampung Utara Buka Dialog Kebudayaan Bersama Menteri Kebudayaan

IKWI Riau ke HPN Banten, Fatia: Istri Wartawan Harus Dukung Peran Suami

Lepas Rombongan PWI Riau Menuju HPN Banten, Raja Isyam Azwar: Tetap Jaga Kesehatan dan Kekompakkan

SMSI Buka HPN 2026 dari Tanah Sejarah Banten, Ratusan Pemilik Media Ikuti Ekspedisi Banten Lama

FGD di KI Banten, ForKI Riau Perkuat Peran Wartawan Dorong Transparansi

Disupport PT Riau Petrolium Rokan, IKWI Riau Ikut Sukseskan Kongres XI IKWI dan HPN 2026 di Serang

Menuju Puncak HPN 2026: Tarian Abung Siwo Migo Lampung Utara Buka Dialog Kebudayaan Bersama Menteri Kebudayaan

IKWI Riau ke HPN Banten, Fatia: Istri Wartawan Harus Dukung Peran Suami

Lepas Rombongan PWI Riau Menuju HPN Banten, Raja Isyam Azwar: Tetap Jaga Kesehatan dan Kekompakkan

SMSI Buka HPN 2026 dari Tanah Sejarah Banten, Ratusan Pemilik Media Ikuti Ekspedisi Banten Lama



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Buku Kearifan Baduy hingga Jejak Adinegoro Diluncurkan di HPN 2026
08 Februari 2026
FGD di KI Banten, ForKI Riau Perkuat Peran Wartawan Dorong Transparansi
09 Februari 2026
Buka Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026, Meutya Hafid: Transformasi Digital Tidak Boleh Menggerus Pilar Demokrasi
08 Februari 2026
Disupport PT Riau Petrolium Rokan, IKWI Riau Ikut Sukseskan Kongres XI IKWI dan HPN 2026 di Serang
09 Februari 2026
Dewan Pers Sosialisasi Pendataan Perusahaan Pers
07 Februari 2026
Ketum PWI: Wartawati Lebih Luwes Menembus Narasumber
07 Februari 2026
Rakernas SIWO Tetapkan Lampung Tuan Rumah Porwanas 2027
07 Februari 2026
HPN 2026 Banten Dipusatkan Serang, PWI Siapkan Gerakan Banten Asri, Konvensi Media Nasional Hingga Pembagian Sembako
07 Februari 2026
Fadli Zon Akan Hadiri Dialog Kebudayaan PWI Pusat-HPN 2026 di Banten
07 Februari 2026
HPN 2026 Beri Efek Berganda bagi Pariwisata, UMKM dan Citra Daerah
07 Februari 2026
TERPOPULER +
  • 1 Lepas Rombongan PWI Riau Menuju HPN Banten, Raja Isyam Azwar: Tetap Jaga Kesehatan dan Kekompakkan
  • 2 PWI Tetapkan Juara AJP 2026, Karya Jurnalistik Terbaik Rekam Pengabdian Polri
  • 3 Kemenag Terus Upayakan Guru Madrasah Swasta Bisa Diangkat PPPK
  • 4 UIR Buka PMB Jalur RPL, Berikut Daftar Program Studinya!
  • 5 Jelang Ramadhan, FKIP UIR Gelar Konser Orkestra Religi Spektakuler di Gedung Idrus Tintin
  • 6 PWI Riau Berangkatkan 110 Delegasi Hadiri HPN 2026 di Serang, Banten
  • 7 Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Roy Suryo CS Minta Salinan 709 Dokumen
  • 8 Audiensi Strategis dengan Plt Gubri, Kakanwil Kemenkum Riau Laporkan Penguatan 1.862 Posbankum Desa/Kelurahan
  • 9 Hari Pers Nasional sebagai Medan Uji Kesehatan Pers
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved