• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Jaga Hubungan dengan Pelanggan agar Tetap Loyal, Kunci Keberhasilan Wirausaha
Dibaca : 220 Kali
Wamenaker Ajak Mahasiswa Kawal Kedaulatan Ekonomi dan Program Ketenagakerjaan
Dibaca : 219 Kali
Menaker Targetkan Peserta TIH Jadi Pencipta Lapangan Kerja
Dibaca : 196 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Percepat Pemenuhan Data Indikasi Geografis Nanas Sungai Apit
Dibaca : 219 Kali
Kemenkum Riau Perkuat Kompetensi Perancang Peraturan
Dibaca : 218 Kali

  • Home
  • Sosialita

Didukung DKJ, PPI Bincangkan Buku Puisi Ajari Aku Baduy

Zulmiron
Jumat, 15 November 2024 14:24:14 WIB
Cetak
PPI menggelar Bincang Buku antologi puisi karya 15 penyair berjudul Ajari Aku Baduy di Jakara, tepatnya di lantai 14, DKJ, TIM, Minggu (10/11/2024).

Jakarta, Hariantimes.com - Penyair Perempuam Indonesia (PPI) menggelar Bincang Buku antologi puisi karya 15 penyair yang tergabung dalam PPI berjudul Ajari Aku Baduy di Jakara, tepatnya di lantai 14, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Taman Ismail Marzuki (TIM), Minggu (10/11/2024).

Bincang Buku ini dihadiri Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri, penyair, seniman dan perwakilan beberapa komunitas sastra. Ada tiga penyair yang didaulat menjadi  pembincang yakni, Fikar W Eda, Kurnia Effendi dan Nia Kurnia sebagai salah satu anggota PPI dan penulis puisi dalam buku Ajari Aku Baduy. Perbincangan dipandu moderator Rini Intama.

Bincang Buku Ajari Aku Baduy tersebut berjalan dengan hangat dan akrab. Selain membincangkan isi buku secara detil oleh tiga pemantik, dialog, dan tanya jawab, juga diramaikan dengan pembacaan puisi. Tampil sebagai pembaca puisi dari PPI Iin Zakaria, Resty, Julia Basri dan Ayu Yulia Djohan.

Ketua PPI Kunni Masrohanti mengucapkan terimakasih kepada banyak pihak sehingga buku ini bisa diperbincangkan  salah satunya kepada DKJ.

Baca Juga :
  • Kanwil Kemenkum Riau Percepat Pemenuhan Data Indikasi Geografis Nanas Sungai Apit
  • Kemenkum Riau Perkuat Kompetensi Perancang Peraturan
  • Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik “PASTI ADA SOLUSI” Episode 15 Bersama Menteri Hukum RI

"DKJ melalui Komite Sastra sangat luar biasa. Tanpa dukungan DKJ, bincang buku ini tidak akan semeriah ini. Disediakan tempat, ruàngan yaang indah, plus kudapan teh dan kopi. Makanya kami mengucapkan banyak tetimakasih atas sambutan dan kolaborasi yang luar biasa ini," kata Kunnì.

Kunni juga menjelaskan, bahwa penyair harus hadir sebagai bagian penting dalam uoaya pemajuan kebudayaan di Indonesia  termasuk melestarikan budaya lokal dan bahasa ibu..

"Sebagai penyair kita mencatat dan turut melestarikan  budaya tradisi masyarakat adat serta kehidupan kaum perempuannya, khususnya masyarakat Baduy dengan jalan kita, yakni puisi. Inilah yang bisa kita sumbangkan bagi bangsa ini dalam upaya pemajan kebudayaan mulai dari mendokumentasikan, melestarikan, mengembangkan dan memanfaatkan objek-objek kebudayaan  termasuk bahasa ibu. Apalagi di dalam buku Ajari Aku Baduy ini banyak menggunakan Bahasa Baduy," kata Kunni.

Dalam prolog yang disampaikan Kunni saat mengawali kegiatan yang dipandu oleh pewara Devie Matahari itu, Kunni mengucapkan selamat datang kepada seluruh hadirin dan menceritakan perjalanan panjang yang menjadi sebab lahirnya buku Ajari Aku Baduy tersebut.

"Dari pulang ke Kampung Tradisi Baduy tahun 2023, lahirlah buku ini. Pulang ke Kamung Tradisi ini program tahunan PPI dan Baduy ini yang ketiga. Terimakasih kepada 15 penyair perempuan, keluarga besar PPI yang berdedikasi, ikut perjalanan tersebut dan menulis puisi-puisinya dalam buku ini." kata Kunni lagi

Dikatakan Kunni lagi, sejak awal berdiri tahun 2018, PPI telah melahirkan buku antologi puisi Palung Tradisi (2019) dengan jumlah penulis 36, Temanten (2020) jumlah penulis 36, Umbul Pasiraman (2023)  jumlah penyair 40 dan Ajari Aku Baduy (2024) jumlah penulis 15.

Temanten lahir dari perjalanan Pulang ke Kampung Tradisi (PKT) tahn 2019 di Garut Jawa Barat, Umbul Pasiraman lahir dari PKT di Jogjakarta, dan Ajari Aku Baduy lahir dari perjalanan PKT di Baduy. Mengapa jumlah penulis buku Ajari Aku Baduy lebih sedikit, karena sejak perjalanan ini dirancang, keluar kesepakatakan bersama bahwa yang menulis adalah mereka yang pergi dalam PKT tersebut.

Usai PKT ke Baduy dengan buku Ajari Aku Baduy, PPI juga telah melaksanakan PKT ke Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, Juli 2024. Saat ini, proses lahirnya buku kelima dari perjalanan tersebut sedang  dipersiapkan. Sementara itu, perjalanan untuk PKT tahun 2025 juga sudah direncanakan yakni d Kota Malang dan sekitarnya.

"PPI adalah rumah besar yang siapa saja boleh bergabung, tentu dengan kesepakatan-kesepakatan agar rumah ini tetap nyaman, damai, cantik, bersih dan rapi. Makanya kadang ada bersih-bersih, memastikan semua yang tergabung tetap aktif. Bergabung di PPi bukan dengan alasan untuk bisa kumpul ramai-ramai, bukan karena diajak, bukan karena diperlukan, tapi karena terpanggil hatinya untuk turut mencatat dan melestarikan tradisi budaya dengan jalan puisi. Turut ambil bagian dalam upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan itu. Ujungnya harus karya. Bangsa ini memerlukan orang-orang seperti kita. Terimakasih terus membersamai di jalan puisi ini dengan segala suka dan duka," kata Kunni lagi.

Imam Ma'arif selaku Komisi Sastra sekaligus Simpul Seni DKJ  juga mengucakan terimakasih kepada PPI karena turut meramaikan ruangan yang ada di DKJ dengan menggelar diskusi dan bincang buku.

"Mulai hari ini, silakan dimanfaatkan ruangan ini oleh komunitas-komunitas sastra. Ini sudah diawali oleh PPI, luar biasa. Semoga ruangan ini juga memberi manfaat, " kata Imam pula

Pada kesempatan itu, Sutardji Calzoum Bachri juga diminta menyampaikan tanggapan atas lahirnya buku Baduy dan tentang PKT yang juga pernah diikutinya ketika dilaksanakan di Garut. Tardji memberikan apresiasi tinggi dengan harapan akan lahir penulis-penulis yang berkarakter.

"Saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan PPI ini mulai dari Pulang ke Kampung Tradisi hingga lahirlah karya-karya puisi. Semoga akan terus lahir puisi-puisi yang berkarakter, kuat dan komunikatif," harap Tardji. (*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kanwil Kemenkum Riau Percepat Pemenuhan Data Indikasi Geografis Nanas Sungai Apit

Kemenkum Riau Perkuat Kompetensi Perancang Peraturan

Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik “PASTI ADA SOLUSI” Episode 15 Bersama Menteri Hukum RI

Kanwil Kemenkum Riau Dorong Produk Hukum Daerah Berkualitas

Bekali Mahasiswa Kukerta, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pemahaman Bantuan Hukum dan Posbankum

Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Dampak Kebijakan Permenkumham Nomor 15 Tahun 2020

Kanwil Kemenkum Riau Percepat Pemenuhan Data Indikasi Geografis Nanas Sungai Apit

Kemenkum Riau Perkuat Kompetensi Perancang Peraturan

Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik “PASTI ADA SOLUSI” Episode 15 Bersama Menteri Hukum RI

Kanwil Kemenkum Riau Dorong Produk Hukum Daerah Berkualitas

Bekali Mahasiswa Kukerta, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pemahaman Bantuan Hukum dan Posbankum

Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Dampak Kebijakan Permenkumham Nomor 15 Tahun 2020



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Jaga Hubungan dengan Pelanggan agar Tetap Loyal, Kunci Keberhasilan Wirausaha
04 September 2026
Wamenaker Ajak Mahasiswa Kawal Kedaulatan Ekonomi dan Program Ketenagakerjaan
04 September 2026
Menaker Targetkan Peserta TIH Jadi Pencipta Lapangan Kerja
04 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Percepat Pemenuhan Data Indikasi Geografis Nanas Sungai Apit
04 September 2026
Kemenkum Riau Perkuat Kompetensi Perancang Peraturan
04 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik “PASTI ADA SOLUSI” Episode 15 Bersama Menteri Hukum RI
04 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Dorong Produk Hukum Daerah Berkualitas
04 September 2026
Bekali Mahasiswa Kukerta, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pemahaman Bantuan Hukum dan Posbankum
04 September 2026
Podcast PWI Pusat Diluncurkan, Wamen Komdigi: Jadikan PWI CHANNEL Berbeda dan Mendidik
03 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Dampak Kebijakan Permenkumham Nomor 15 Tahun 2020
03 September 2026
TERPOPULER +
  • 1 Eka Saputra Terpilih Pimpin Persatuan Matua Saiyo Pekanbaru
  • 2 Persatuan Matua Saiyo Pekanbaru Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW
  • 3 Workshop Jurnalistik di Yogyakarta, PWI Komitmen Bersama GAPKI Kawal Industri Sawit Nasional
  • 4 Polda Riau Tangani 37 Kasus Karhutla, 40 Tersangka Diamankan
  • 5 Kemenkum Riau Perkuat Pemahaman Layanan Kewarganegaraan
  • 6 Kemenkum Riau Perkuat Pelindungan Kopi Liberika Rangsang Meranti
  • 7 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pendalaman Materi Perancang Peraturan Perundang-undangan
  • 8 Harmonisasi Delapan Ranperbup Inhik, Kemenkum Riau Dorong Produk Hukum Daerah Berkualitas
  • 9 Kakanwil Kemenkum Riau Pimpin Rapat Persiapan Desk Evaluasi WBBM
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved