• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau di Sungai Batang Kuantan
Dibaca : 139 Kali
Nasaruddin Umar: Luar Biasa! Satu Kafilah Pesertanya Lebih dari Seribu Orang
Dibaca : 150 Kali
Torehkan Prestasi Nasional, Siswa SMAN 8 Pekanbaru Bawa Pulang Emas dan Perunggu
Dibaca : 176 Kali
Menag: Ruang Baru bagi Penguatan Spiritual dan Peradaban Umat
Dibaca : 195 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penguatan Tugas dan Fungsi Balai Harta Peninggalan Medan
Dibaca : 258 Kali

  • Home
  • Sosialita

Didukung DKJ, PPI Bincangkan Buku Puisi Ajari Aku Baduy

Zulmiron
Jumat, 15 November 2024 14:24:14 WIB
Cetak
PPI menggelar Bincang Buku antologi puisi karya 15 penyair berjudul Ajari Aku Baduy di Jakara, tepatnya di lantai 14, DKJ, TIM, Minggu (10/11/2024).

Jakarta, Hariantimes.com - Penyair Perempuam Indonesia (PPI) menggelar Bincang Buku antologi puisi karya 15 penyair yang tergabung dalam PPI berjudul Ajari Aku Baduy di Jakara, tepatnya di lantai 14, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Taman Ismail Marzuki (TIM), Minggu (10/11/2024).

Bincang Buku ini dihadiri Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri, penyair, seniman dan perwakilan beberapa komunitas sastra. Ada tiga penyair yang didaulat menjadi  pembincang yakni, Fikar W Eda, Kurnia Effendi dan Nia Kurnia sebagai salah satu anggota PPI dan penulis puisi dalam buku Ajari Aku Baduy. Perbincangan dipandu moderator Rini Intama.

Bincang Buku Ajari Aku Baduy tersebut berjalan dengan hangat dan akrab. Selain membincangkan isi buku secara detil oleh tiga pemantik, dialog, dan tanya jawab, juga diramaikan dengan pembacaan puisi. Tampil sebagai pembaca puisi dari PPI Iin Zakaria, Resty, Julia Basri dan Ayu Yulia Djohan.

Ketua PPI Kunni Masrohanti mengucapkan terimakasih kepada banyak pihak sehingga buku ini bisa diperbincangkan  salah satunya kepada DKJ.

Baca Juga :
  • Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau di Sungai Batang Kuantan
  • Menag: Ruang Baru bagi Penguatan Spiritual dan Peradaban Umat
  • Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penguatan Tugas dan Fungsi Balai Harta Peninggalan Medan

"DKJ melalui Komite Sastra sangat luar biasa. Tanpa dukungan DKJ, bincang buku ini tidak akan semeriah ini. Disediakan tempat, ruàngan yaang indah, plus kudapan teh dan kopi. Makanya kami mengucapkan banyak tetimakasih atas sambutan dan kolaborasi yang luar biasa ini," kata Kunnì.

Kunni juga menjelaskan, bahwa penyair harus hadir sebagai bagian penting dalam uoaya pemajuan kebudayaan di Indonesia  termasuk melestarikan budaya lokal dan bahasa ibu..

"Sebagai penyair kita mencatat dan turut melestarikan  budaya tradisi masyarakat adat serta kehidupan kaum perempuannya, khususnya masyarakat Baduy dengan jalan kita, yakni puisi. Inilah yang bisa kita sumbangkan bagi bangsa ini dalam upaya pemajan kebudayaan mulai dari mendokumentasikan, melestarikan, mengembangkan dan memanfaatkan objek-objek kebudayaan  termasuk bahasa ibu. Apalagi di dalam buku Ajari Aku Baduy ini banyak menggunakan Bahasa Baduy," kata Kunni.

Dalam prolog yang disampaikan Kunni saat mengawali kegiatan yang dipandu oleh pewara Devie Matahari itu, Kunni mengucapkan selamat datang kepada seluruh hadirin dan menceritakan perjalanan panjang yang menjadi sebab lahirnya buku Ajari Aku Baduy tersebut.

"Dari pulang ke Kampung Tradisi Baduy tahun 2023, lahirlah buku ini. Pulang ke Kamung Tradisi ini program tahunan PPI dan Baduy ini yang ketiga. Terimakasih kepada 15 penyair perempuan, keluarga besar PPI yang berdedikasi, ikut perjalanan tersebut dan menulis puisi-puisinya dalam buku ini." kata Kunni lagi

Dikatakan Kunni lagi, sejak awal berdiri tahun 2018, PPI telah melahirkan buku antologi puisi Palung Tradisi (2019) dengan jumlah penulis 36, Temanten (2020) jumlah penulis 36, Umbul Pasiraman (2023)  jumlah penyair 40 dan Ajari Aku Baduy (2024) jumlah penulis 15.

Temanten lahir dari perjalanan Pulang ke Kampung Tradisi (PKT) tahn 2019 di Garut Jawa Barat, Umbul Pasiraman lahir dari PKT di Jogjakarta, dan Ajari Aku Baduy lahir dari perjalanan PKT di Baduy. Mengapa jumlah penulis buku Ajari Aku Baduy lebih sedikit, karena sejak perjalanan ini dirancang, keluar kesepakatakan bersama bahwa yang menulis adalah mereka yang pergi dalam PKT tersebut.

Usai PKT ke Baduy dengan buku Ajari Aku Baduy, PPI juga telah melaksanakan PKT ke Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, Juli 2024. Saat ini, proses lahirnya buku kelima dari perjalanan tersebut sedang  dipersiapkan. Sementara itu, perjalanan untuk PKT tahun 2025 juga sudah direncanakan yakni d Kota Malang dan sekitarnya.

"PPI adalah rumah besar yang siapa saja boleh bergabung, tentu dengan kesepakatan-kesepakatan agar rumah ini tetap nyaman, damai, cantik, bersih dan rapi. Makanya kadang ada bersih-bersih, memastikan semua yang tergabung tetap aktif. Bergabung di PPi bukan dengan alasan untuk bisa kumpul ramai-ramai, bukan karena diajak, bukan karena diperlukan, tapi karena terpanggil hatinya untuk turut mencatat dan melestarikan tradisi budaya dengan jalan puisi. Turut ambil bagian dalam upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan itu. Ujungnya harus karya. Bangsa ini memerlukan orang-orang seperti kita. Terimakasih terus membersamai di jalan puisi ini dengan segala suka dan duka," kata Kunni lagi.

Imam Ma'arif selaku Komisi Sastra sekaligus Simpul Seni DKJ  juga mengucakan terimakasih kepada PPI karena turut meramaikan ruangan yang ada di DKJ dengan menggelar diskusi dan bincang buku.

"Mulai hari ini, silakan dimanfaatkan ruangan ini oleh komunitas-komunitas sastra. Ini sudah diawali oleh PPI, luar biasa. Semoga ruangan ini juga memberi manfaat, " kata Imam pula

Pada kesempatan itu, Sutardji Calzoum Bachri juga diminta menyampaikan tanggapan atas lahirnya buku Baduy dan tentang PKT yang juga pernah diikutinya ketika dilaksanakan di Garut. Tardji memberikan apresiasi tinggi dengan harapan akan lahir penulis-penulis yang berkarakter.

"Saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan PPI ini mulai dari Pulang ke Kampung Tradisi hingga lahirlah karya-karya puisi. Semoga akan terus lahir puisi-puisi yang berkarakter, kuat dan komunikatif," harap Tardji. (*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Menag: Ruang Baru bagi Penguatan Spiritual dan Peradaban Umat

Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penguatan Tugas dan Fungsi Balai Harta Peninggalan Medan

Kemenkum Riau Dorong Ranperda Penanaman Modal yang Inklusif dan Berbasis HAM

SK Izin Operasional Diperpanjang, IZI Sumbar Komitmen Kelola Zakat Secara Amanah

Kanwil Kemenkum Riau Dukung Digitalisasi Produk Indikasi Geografis

Perkuat Strategi Komunikasi Publik, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pembinaan Kehumasan Bersama Meta Indonesia

Menag: Ruang Baru bagi Penguatan Spiritual dan Peradaban Umat

Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penguatan Tugas dan Fungsi Balai Harta Peninggalan Medan

Kemenkum Riau Dorong Ranperda Penanaman Modal yang Inklusif dan Berbasis HAM

SK Izin Operasional Diperpanjang, IZI Sumbar Komitmen Kelola Zakat Secara Amanah

Kanwil Kemenkum Riau Dukung Digitalisasi Produk Indikasi Geografis

Perkuat Strategi Komunikasi Publik, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pembinaan Kehumasan Bersama Meta Indonesia



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau di Sungai Batang Kuantan
27 Juni 2026
Nasaruddin Umar: Luar Biasa! Satu Kafilah Pesertanya Lebih dari Seribu Orang
27 Juni 2026
Torehkan Prestasi Nasional, Siswa SMAN 8 Pekanbaru Bawa Pulang Emas dan Perunggu
27 Juni 2026
Menag: Ruang Baru bagi Penguatan Spiritual dan Peradaban Umat
27 Juni 2026
Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penguatan Tugas dan Fungsi Balai Harta Peninggalan Medan
26 Juni 2026
Rarak dan Calempong Kuansing Warnai Penerimaan Kafilah MTQ XLIV Riau 2026
26 Juni 2026
Perkuat Integritas dan Profesionalitas, LPTQ Riau Gelar Orientasi dan Pembekalan Dewan Hakim MTQ ke-44 Tingkat Provinsi
26 Juni 2026
Kemenkum Riau Dorong Ranperda Penanaman Modal yang Inklusif dan Berbasis HAM
26 Juni 2026
Melalui FGD Strategis, Kemenkum Riau Dorong Harmonisasi Perizinan Daerah
26 Juni 2026
Pembukaan Kembali Gerai di Mal SKA Pekanbaru, The Palace Jeweler Hadirkan Berbagai Promo Menarik
26 Juni 2026
TERPOPULER +
  • 1 Waspada Penipuan!, UIR Tegaskan Tidak Pernah Menagih UKT Melalui WhatsApp, SMS Maupun Medsos
  • 2 KLH/BPLH Perkuat Pencegahan Karhutla di Lahan Gambut Riau
  • 3 16 Tokoh Terima Anugerah SMSI 2026, Ketum SMSI Firdaus: Pers Merdeka Kunci Demokrasi Sehat
  • 4 Wadah Aspirasi Masyarakat, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik "PASTI ADA SOLUSI"
  • 5 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pengawasan Protokol Notaris di Inhu
  • 6 Tinjau Inovasi CEOR Minas, Komisi VI DPR RI Dukung Langkah Pertamina Jaga Ketahanan Energi Nasional
  • 7 Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Ekosistem Kekayaan Intelektual di Rohil
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau dan FH Unri Perkuat Sinergi Kukerta Berdampak
  • 9 APP Group Perkuat Kolaborasi di Pelalawan
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved