• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Tahun Berganti, Antara Optimisme dan Pesimisme
Dibaca : 195 Kali
Polres Pelalawan Ungkap Peredaran Bawang Ilegal 19,5 Ton, Toha: Bukti Nyata Kepemimpinan yang Responsif
Dibaca : 165 Kali
Lewat Pelatihan Laundry Sepatu, PHR Dorong Kemandirian Ekonomi Kelompok Disabilitas
Dibaca : 207 Kali
Di Tahun 2025, Imigrasi Pekanbaru Ukir Kinerja yang Komprehensif dan Membanggakan
Dibaca : 164 Kali
Mulai 1 Januari, Parkir di Alfamart-Indomaret Gratis
Dibaca : 184 Kali

  • Home
  • Pendidikan

Program Konservasi Gajah Sumatera, Rudi Ariffianto: Mari Sama-Sama Kita Jaga Populasi dan Habitatnya

Zulmiron
Senin, 04 Desember 2023 20:17:04 WIB
Cetak
PT PHR WK Rokan bersama RSF saat menggelar acara Conservation Goes to School di SMPS Islam Terpadu Ibadurrahman Duri Boarding School (IDBS), Kabupaten Bengkalis.

Duri, Hariantimes.com - Dalam rangka Conservation Goes to School, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan bersama Rimba Satwa Foundation (RSF) kembali hadir menyapa siswa-siswi SMPS Islam Terpadu Ibadurrahman Duri Boarding School (IDBS).

Kehadiran PHR ini untuk mengenalkan pentingnya menjaga habitat Gajah Sumatera dan alam raya ke pelajar. Kegiatan tersebut bertema “Riau Bangga Punya Gajah”.

Saat dikunjungi PHR, Muhammad Delon dan Asyifa Nayla tampak ceria dan tampak terperangah melihat poster gajah berukuran besar. Gambar yang dipampang tersebut menampilkan Gajah Sumatera yang merupakan satwa endemik Indonesia.

“Kami senang sekali dapat pengetahuan tentang gajah,” katanya.

Baca Juga :
  • Lulus Profesi Insinyur di Unand, Dosen UIR Akmar Efendi Soroti Pemanfaatan Metode Machine Learning
  • Mulai Senin, UIR Buka PMB Gelombang Pertama
  • Unri Sabet Empat Penghargaan di Anugerah Diktisaintek 2025

Ternyata, remaja-remaja ini sudah pernah melihat sosok gajah tersebut secara langsung. Sebab, tempat tinggal tak jauh dari area perlintasan gajah di Balai Raja. Namun lewat program konservasi yang dilaksanakan PHR tersebut, para siswa tersebut kini lebih tahu dan memahami karakteristik gajah hingga pentingnya menjaga habitatnya.

Hal inilah yang mendorong PHR WK Rokan untuk senantiasa mengenalkan tentang pentingnya menjaga konservasi. Sebab, nilai-nilai kecintaan alam dapat ditanamkan sejak dini untuk menjaga satwa dan habitatnya tetap terlindungi.

Kepala SMPS Islam Terpadu Ibadurrahman Duri Boarding School (IDBS) Elka Yulia Ningsih SPd mengaku bangga sekolahnya dikunjungi PHR dan RSF dalam rangka mengenalkan konservasi.

“Terima kasih telah menyelenggarakan kegiatan ini di sekolah kami. Konservasi ke sekolah ini sangat bermanfaat bagi kami, karena sekolah ini juga tidak jauh dari area perlintasan gajah. Semoga para siswa semakin cinta alam dan bisa berkontribusi bagi lingkungan,” ujarnya.

Program Conservation Goes to School PHR merupakan implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PHR yang berfokus di bidang lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Rimba Satwa Foundation (RSF) memberikan pemahaman luas tentang habitat Gajah Sumatera yang hampir punah. Para siswa diberikan bekal ilmu untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan ekosistem hutan Riau.

Acara juga dikemas dengan sesi pemaparan materi dari tim RSF, kuis interaktif dan untuk menggali tingkat pemahaman siswa-siswi diadakan pre-test (sebelum pemaparan) dan post-test (setelah pemaparan).

Acara berlangsung meriah dengan diberikannya apresiasi hadiah untuk siswa-siswi yang aktif tanya jawab dan yang meraih skor tertinggi pada tes tersebut.

Terpisah, Corporate Secretary PHR WK Rokan Rudi Ariffianto mengatakan, Riau patut berbangga masih memiliki gajah, maka dari itu satwa ini harus terus kita lindungi demi kelangsungan habitatnya.

“Anak-anak kelak akan menjadi dewasa. Zaat mereka dewasa, harapan kita mereka masih bisa melihat satwa tersebut. Mari sama-sama kita jaga populasi dan habitatnya,” ujarnya.

Rudi menjelaskan, sejauh ini PHR bersama RSF terus melakukan program konservasi Gajah Sumatera dengan berbagai aksi nyata, salah satunya lewat program Agroforestri dan mensosialisasikan langsung kepada masyarakat yang berada di kantong Balai Raja dan Giam Siak Kecil, di Provinsi Riau.

Sejak 2011, Gajah sumatra termasuk dalam daftar merah The International Union for Conservation of Nature (IUCN), dengan status kritis atau sangat terancam punah (critically endangered). Hal ini disebabkan karena populasi gajah sumatera yang menurun lebih dari 80% dalam waktu tiga generasi terakhir, atau sekitar 75 tahun. Penurunan populasi gajah sumatra terutama disebabkan oleh hilangnya habitat, degradasi hutan dan fragmentasi habitat serta perburuan.

“Dengan begitu, peran Pentahelix yang dijalankan PHR merupakan salah satu langkah untuk melestarikan gajah dan habitatnya di alam,” jelasnya.

PHR bersama RSF mengembangkan pembibitan pohon-pohon yang bernilai ekonomi tinggi namun rendah gangguan gajah. Antara lain alpukat, durian, petai, jengkol, matoa dan kakao. Sedangkan jenis tanaman untuk pakan gajah antara lain rumput odot. Program ini sangat didukung oleh masyarakat yang memiliki lahan di perlintasan gajah, warga pemilik lahan di lokasi-lokasi tersebut ikut mengambil bagian karena sadar akan konservasi tersebut.

Selain itu, upaya konservasi gajah juga dilakukan secara terintegrasi melalui pembinaan habitat serta pemantauan populasi gajah. Dua unit kalung global positioning system (GPS collar) tambahan telah dipasangkan ke kelompok gajah. Melengkapi tiga unit yang sudah lebih dahulu dipasang, serta 18 unit kamera pengintai (camera trap).

Kalung GPS yang dipasangkan di leher gajah berfungsi untuk memonitor pergerakan kawanan gajah melalui satelit. Sehingga potensi konflik dengan manusia dapat dimitigasi secara dini. Selain itu, alat tersebut dapat memberikan data awal sebagai dasar penghitungan perkiraan berat badan gajah. Sedangkan kamera pengintai dipasang di kawasan perlintasan gajah guna memberikan informasi secara visual.

Selain agroforestri, program TJSL PHR di bidang lingkungan telah banyak dilakukan. Antara lain penguatan kelompok Bank Sampah, Program Kampung Iklim (Proklim), Konservasi Mangrove, serta Desa Energi Berdikari.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Lulus Profesi Insinyur di Unand, Dosen UIR Akmar Efendi Soroti Pemanfaatan Metode Machine Learning

Dosen Pendidikan dan Dosen Spesialis Medikal Bedah Lahirkan Inovasi SOP Berbasis HKI

Mulai Senin, UIR Buka PMB Gelombang Pertama

Unri Sabet Empat Penghargaan di Anugerah Diktisaintek 2025

18 Alumni MAN 1 Pekanbaru Lanjutkan Studi ke Universitas Al Azhar, Mesir

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Keagamaan di Unilak, Prof Junaidi: Kami akan Bekerjasama dengan IKMI Pekanbaru

Lulus Profesi Insinyur di Unand, Dosen UIR Akmar Efendi Soroti Pemanfaatan Metode Machine Learning

Dosen Pendidikan dan Dosen Spesialis Medikal Bedah Lahirkan Inovasi SOP Berbasis HKI

Mulai Senin, UIR Buka PMB Gelombang Pertama

Unri Sabet Empat Penghargaan di Anugerah Diktisaintek 2025

18 Alumni MAN 1 Pekanbaru Lanjutkan Studi ke Universitas Al Azhar, Mesir

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Keagamaan di Unilak, Prof Junaidi: Kami akan Bekerjasama dengan IKMI Pekanbaru



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Tahun Berganti, Antara Optimisme dan Pesimisme
31 Desember 2025
Polres Pelalawan Ungkap Peredaran Bawang Ilegal 19,5 Ton, Toha: Bukti Nyata Kepemimpinan yang Responsif
31 Desember 2025
Lewat Pelatihan Laundry Sepatu, PHR Dorong Kemandirian Ekonomi Kelompok Disabilitas
31 Desember 2025
Di Tahun 2025, Imigrasi Pekanbaru Ukir Kinerja yang Komprehensif dan Membanggakan
31 Desember 2025
Mulai 1 Januari, Parkir di Alfamart-Indomaret Gratis
31 Desember 2025
Lewat Penetapan RKAP, RUPS SPR Kunci Arah Bisnis 2026
30 Desember 2025
Sepanjang 2025, Astra Berupaya Ciptakan Program Unggulan Berbasis Komunitas Desa
30 Desember 2025
Kemerdekaan Pers, Profesionalisme dan Ekonomi Media Jadi Tantangan
30 Desember 2025
Perkuat Solidaritas di Momen Natal, Kemenag Gelar Festival Kasih Nusantara 2025
30 Desember 2025
Jadi Magnet Tujuan Liburan, Pemko Pekanbaru Posisikan UMKM sebagai
29 Desember 2025
TERPOPULER +
  • 1 Pengurus Matua Saiyo Provinsi Riau Serahkan Bantuan ke Pekeja Perbaikan Irigasi Banda Badarun
  • 2 Natal 2025, Menag Ajak Umat Kristiani Merawat Keluarga
  • 3 Kemenhan Bersama PWI Pusat Agendakan Khusus Retret 200 Wartawan di Akmil Magelang
  • 4 Hanafi: Apa yang Dirasakan Warga Agam Juga Dirasakan oleh Kami di Perantauan
  • 5 Kuota Haji 2026 Riau Berkurang Jadi 4.682, Defizon: Alhamdulillah Jauh di Atas Rata-Rata Nasional
  • 6 Refleksi Kinerja 2025, Menag: Agama Bangkitkan Semangat Bangun Bangsa
  • 7 Dorong Penguatan Karakter Anak Sejak Dini,Sekolah Binaan PT KTU Taja Pagelaran Seni dan Kreativitas
  • 8 Jelang Perayaan HPN, PWI dan MA Sepakat Bangun Sinergi Edukasi Hukum
  • 9 Jelang Natal, Indosat Berbagi Kasih ke Anak-Anak dari Komunitas Rentan
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved