• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Lebih dari 10 Ribu Peserta Ikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch I
Dibaca : 149 Kali
Dari Kebun ke Energi, Asian Agri dan Apical Tingkatkan Nilai Sawit
Dibaca : 184 Kali
Indosat dan Google Berkolaborasi Hadirkan Akses Google Gemini AI Plus
Dibaca : 202 Kali
PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional sebagai Game Changer Ketahanan Energi Nasional
Dibaca : 195 Kali
Lantik 12 Pejabat, Menaker: Layanan Publik Harus Jadi Prioritas
Dibaca : 187 Kali

  • Home
  • Opini

Internalisasi Profil Pelajar Rahmatan Lil'alamin Berbasiskan Kearifan Lokal (Tunjuk Ajar Melayu)

A Kasim
Jumat, 27 Oktober 2023 10:15:48 WIB
Cetak

Oleh : Jely Angraini
(Finalis Inisiator Muda Moderasi Beragama Tahun 2023/ Bendahara OSIM MAN 4 Kota Pekanbaru/ Kader IPPNU Riau)

Seulas tulisan ini adalah untuk menjawab tantangan Dr. HM. Sidik Sisdiyanto, S.Ag, M.Pd Plt Direktur KSKK Madrasah kepada 40 (Empat Puluh) Finalis Inisiator Muda Moderasi Beragama Tahun 2023, dalam pembukaan Kegiatan Apresiasi-nya pada Rabu malam (25/10/2023), tentang nilai-nilai moderasi beragama, yang sinonim maknanya dengan 10 (Sepuluh) nilai/ values profil pelajar rahmatan lil’alamin (P2RA) yang digagas Direktorat KSKK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Nilai-nilai  yang memparipurnakan 6 (enam) dimensi profil pelajar Pancasila yang diaktualisasikan dalam implementasi kurikulum merdeka (IKM).

Secara praksis,  moderasi beragama dapat didefinisikan sebagai sikap berada di “tengah” dalam pemahaman keagamaan, baik kepada sesama pemeluk agama, maupun antar pemeluk agama. Sikap inilah yang manunggal dalam simbol bangsa “Bhineka Tunggal Ika”, atas bentangan realitas kebhinekaan Indonesia (Yang memiliki 17.504 pulau, 250-an agama/kepercayaan, 1.340 suku bangsa dan 546 bahasa lokal), sebagai anugerah dan kehendak Tuhan, sebagaimana terdokumentasi dalam QS 49 : 13, QS 11 : 18, dan QS 2 : 148.

Karenanya, kemampuan adaptif terhadap kebudayaan lokal, merupakan jalan “ninja” yang efektif menginternalisasikan nilai moderasi beragama. Suatu kemampuan yang mengompatibelkan 3 (tiga) nilai lainnya, yang menjadi indikator nilai moderasi beragama, setelah nilai komitmen kebangsaan, nilai anti kekerasan, dan nilai toleransi.

Baca Juga :
  • Lebih dari 10 Ribu Peserta Ikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch I
  • Lantik 12 Pejabat, Menaker: Layanan Publik Harus Jadi Prioritas
  • Menaker: Kesempatan Kerja Tetap Terbuka di Tengah Tantangan Global

Moderasi Beragama Dalam 10 Nilai P2RA dengan Insan Pendekar Juara

Insan Pendekar Juara adalah sebuah akronim dari program kami sebagai Finalis Inisiator Muda Moderasi Beragama Tahun 2023, yakni “Internalisasi Nilai Moderasi Beragama Berbasiskan Pendekatan Kearifan Lokal Tunjuk Ajar Melayu Riau”. Yang secara praksis, mengintisarikan nilai-nilai moderasi beragama berdasarkan dimensi profil pelajar Pancasila dan nilai-nilai profil pelajar rahmatan lil’alamin (P2RA) dengan pendekatan studi kasus, yang berlandaskan pada kearifan lokal Tunjuk Ajar Melayu yang disadurkan oleh Tokoh Legenda Melayu  Tenas Effendy dalam bukunya Tunjuk Ajar Melayu (Butir-butir Budaya Melayu Riau). Secara electronic book dapat diakses melalui laman : https://simplebooklet.com/handbookmoderasiberagamainsanpendekarjuara.

Pertama,    Nilai Berkeadaban (Ta’addub)
Berkeadaban adalah menjunjung tinggi akhlak mulia, karakter, identitas, dan integritas. Beradab itu : Yang tua menyayangi yang muda, dan yang muda menghormati yang tua”.
Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu :
Bila hidup hendak selamat, Kepada yang tua hendaklah taat Kalau hidup hendak selamat, Ibu bapak wajib diingat

Kedua,    Nilai Keteladanan (Qudwah)
Keteladanan adalah making something as an example (menjadikan sesuatu sebagai teladan). Keteladanan itu : Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Di depan, memberi teladan. Di tengah, memberikan ide dan motivasi. Dibelakang, harus memberikan dorongan. 
Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu:
Apa tanda Melayu beruntung, Berbudi tidak berharap sanjung. Apa tanda Melayu berakal, berbudi baik berbagai amal

Ketiga, Nilai Kewarganegaraan dan Kebangsaan (Muwa?anah). Konsep kewarganegaraan dan kebangsaan mencakup sikap positif terhadap negara dan budaya, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan kemasyarakatannya.

Nasionalisme itu, Seperti seperti buah kopi. Karena luarnya merah, dalamnya putih. Kopi men-conneting people tanpa melihat apa latar belakang agama dan suku, selama ada kopi ada cerita.  Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu: Adat hidup orang berilmu, Memuliakan pemimpin ianya tahu  Adat hidup orang berbudi, Terhadap pemimpin ia hormati

Keempat,    Nilai mengambil jalan tengah (Tawassu?h). Konsep "tawassu?h" mengacu pada pendekatan yang seimbang dan moderat dalam pemahaman dan praktik agama. Tawassuth itu : Lebih baik ingat sholat saat makan, daripada ingat makan waktu sholat. Yang penting sholat. 
Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu:
Tiba dimata tak dipicikkan, Tiba diperut tak dikempiskan, Tiba dimuka tak dipalingkan, 
Menggantung sama tinggi, Membuah sama jauh, Menanam sama dalam

Kelima,    Nilai Berimbang (Taw?zun). Prinsip ini adalah upaya untuk memelihara keseimbangan antara tanggung jawab dan ketaatan terhadap ajaran agama dengan kebutuhan dan tuntutan kehidupan duniawi. Tawazun itu : waktunya sholat, ya sholat. Waktunya makan, ya makan. Waktunya mabar, ya mabar. Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu : Menimbang sama berat, Mengukur sama panjang, Menyukat sama pepat, Menakar sama penuh

Keenam, Nilai Lurus dan tegas (I’tid?l).
Menempatkan sesuatu pada tempatnya dan melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban secara proporsional. I’tidal itu : Jika sudah waktunya tidur untuk istirahat malam, kita harus istirahat. Jika melewatkannya, dipastikan bangun pagi akan terlambat dan kesekolahpun akan terlambat. Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu : Putih diluar putih didalam, putihnya boleh dilihat, perisainya boleh dirasa. Kalau tampuk boleh dijinjing, kalau tali boleh diseret

Ketujuh,    Nilai Kesetaraan (Mus?wah)
Prinsip kesetaraan mengacu pada perlakuan yang adil, tanpa diskriminasi terhadap individu atau kelompok berdasarkan perbedaan keyakinan, tradisi, atau asal usul mereka. Setara itu : Seasik kita makan semeja bersama teman, tapi dengan menu yang berbeda-beda. Saling rasa keenakannya.  Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu. Adat hidup dengan sahabat, kalau berlaba sama mendapat. Kalau lupa ingat mengingat, kalau berbeban sama di angkat. Kalau menimbang sama berat, kalau menakar sama sesuka

Kedelapan,     Nilai Musyawarah (Sy?ra). Prinsip musyawarah adalah suatu konsep dalam Islam yang menekankan pentingnya mendiskusikan dan mencari kesepakatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Musyawarah itu : Tempat kusut diselesaikan, tempat keruh dijernihkan, tempat sengketa disudahkan, tempat hukum dijalankan, tempat adat ditegakkan, dan tempat syarak didirikan. Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu : Kalau kuncup sudah mengembang, Banyaklah kumbang datang menyeri. Kalau hidup berkasih sayang, Hidup tenang makmurlah negeri.

Kesembilan, Nilai Toleransi (Tas?muh)
Prinsip toleransi ini dilaksanakan dalam sikap mengakui dan menghormati perbedaan, baik dalam aspek keagamaan maupun berbagai aspek kehidupan lainnya. Toleransi itu : sesimple kita memaklumi adanya kue bernama “Bika Ambon”, tapi merupakan makanan tradisional khas Kota Medan Sumatera Utara.  Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu : Bila hidup tenggang menenggang, Arif menjaga perasaan orang. Bijak menengok sakit dan senang, Tahu memahami lebih dan kurang

Kesepuluh.    Nilai Dinamis dan inovatif (Tathawwur wa Ibtikâr). Sikap yang menunjukkan keterbukaan terhadap perubahan dan kemampuan untuk menciptakan hal-hal baru demi kemaslahatan dan kemajuan peradaban manusia. Inovatif itu : Seperti produk susu sapi, tapi merknya dipasang gambar beruang, bertuliskan “bear brand”. Iklannya pula menceritakan pertempuran antara naga hitam dan putih. Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu: Yang zaman berubah ubah, Ada bersalin ada berpindah. Ada berganti berpaling tadah, Ada berkurang ada bertambah. Yang sesuai tetap terpakai, Yang elok tetap dipeluk
Yang serasi tetap terisi, Yang bermanfaat tetap melekat

Semoga  tunjuk ajar melayu, dapat berkontribusi mewujudkan azam kolektif Gus Menteri Agama Yaqut Cholil Qaoumas untuk menjadikan Tahun 2023 sebagai Tahun Kerukunan Umat Beragama. Tahun yang terilhami konsep. "Mereka yang tidak sepersaudaraan dalam Iman, adalah saudara dalam Kemanusiaan  (Sayyidina Ali RA). (***)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Pasca Ops Ketupat 2026, Polda Riau Intensifkan KRYD

Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi

Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.

Penguatan Lembaga Komisi Informasi Menuju Budaya Kerja Badan Publik yang Transparan

Hari Pers Nasional sebagai Medan Uji Kesehatan Pers

Pemilihan Gubernur, Dari Desentralisasi ke Sentralisasi (Bagian II)

Pasca Ops Ketupat 2026, Polda Riau Intensifkan KRYD

Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi

Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.

Penguatan Lembaga Komisi Informasi Menuju Budaya Kerja Badan Publik yang Transparan

Hari Pers Nasional sebagai Medan Uji Kesehatan Pers

Pemilihan Gubernur, Dari Desentralisasi ke Sentralisasi (Bagian II)



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Lebih dari 10 Ribu Peserta Ikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch I
08 April 2026
Dari Kebun ke Energi, Asian Agri dan Apical Tingkatkan Nilai Sawit
08 April 2026
Indosat dan Google Berkolaborasi Hadirkan Akses Google Gemini AI Plus
08 April 2026
PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional sebagai Game Changer Ketahanan Energi Nasional
08 April 2026
Lantik 12 Pejabat, Menaker: Layanan Publik Harus Jadi Prioritas
07 April 2026
Menaker: Kesempatan Kerja Tetap Terbuka di Tengah Tantangan Global
07 April 2026
Lantik Anggota Bapekam Dua kampung di Sungai Mandau, Wabup Siak Dorong Optimalkan SDA Kampung
07 April 2026
Tandatangani MoU, Polres Siak dan PGRI Perkuat Pendidikan dan Perlindungan Guru
07 April 2026
SMSI Riau Dukung Kebijakan Plt Gubri Rombak Direksi BUMD
07 April 2026
Pantau TKA di SMPN 1 Mempura, Sekda Siak Mahadar Dorong Siswa Adaptif di Era Digital
07 April 2026
TERPOPULER +
  • 1 Demi Ketahanan Energi, PHR Tahan Laju Penurunan Produksi Blok Rokan
  • 2 Perpres Ditjen Pesantren Sudah Ditandatangani
  • 3 Saat Penerapan WFH, Muliardi Dorong Digitalisasi Layanan Kemenag Riau
  • 4 Meski WFH, Menag Instruksikan Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal
  • 5 Tekankan Penguatan Ekonomi, Bupati Siak Minta Kampung Inovatif Jadi Motor Pertumbuhan
  • 6 Pemkab Siak Perkuat Manajemen Talenta ASN, Wabup: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
  • 7 Kemenkum Riau dan PCR Berkolaborasi Kembangkan Aplikasi "Si Bapak"
  • 8 Menaker Sebut Industri Kreatif Bisa Jadi Laboratorium Program Magang Nasional
  • 9 Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH Satu Hari dalam Sepekan
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved