• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
SPS Riau Pelajari Strategi Pengembangan Media ke Batam News
Dibaca : 124 Kali
Pemkab Siak Terima Alokasi Anggaran Dukungan Verval untuk Penguatan KDKMP
Dibaca : 266 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Dampak Kebijakan Indikasi Geografis di Sumbar
Dibaca : 291 Kali
Keliling Empat Kampung, Wabup Siak Syamsurizal Serahkan Bantuan ke Lansia dan Disabilitas di Sungai Apit
Dibaca : 295 Kali
HUT ke-27 Kabupaten Siak, Diskominfo Salurkan Sembako ke Lansia dan Warga Membutuhkan
Dibaca : 288 Kali

  • Home
  • Opini

Internalisasi Profil Pelajar Rahmatan Lil'alamin Berbasiskan Kearifan Lokal (Tunjuk Ajar Melayu)

Redaksi
Jumat, 27 Oktober 2023 10:15:48 WIB
Cetak

Oleh : Jely Angraini
(Finalis Inisiator Muda Moderasi Beragama Tahun 2023/ Bendahara OSIM MAN 4 Kota Pekanbaru/ Kader IPPNU Riau)

Seulas tulisan ini adalah untuk menjawab tantangan Dr. HM. Sidik Sisdiyanto, S.Ag, M.Pd Plt Direktur KSKK Madrasah kepada 40 (Empat Puluh) Finalis Inisiator Muda Moderasi Beragama Tahun 2023, dalam pembukaan Kegiatan Apresiasi-nya pada Rabu malam (25/10/2023), tentang nilai-nilai moderasi beragama, yang sinonim maknanya dengan 10 (Sepuluh) nilai/ values profil pelajar rahmatan lil’alamin (P2RA) yang digagas Direktorat KSKK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Nilai-nilai  yang memparipurnakan 6 (enam) dimensi profil pelajar Pancasila yang diaktualisasikan dalam implementasi kurikulum merdeka (IKM).

Secara praksis,  moderasi beragama dapat didefinisikan sebagai sikap berada di “tengah” dalam pemahaman keagamaan, baik kepada sesama pemeluk agama, maupun antar pemeluk agama. Sikap inilah yang manunggal dalam simbol bangsa “Bhineka Tunggal Ika”, atas bentangan realitas kebhinekaan Indonesia (Yang memiliki 17.504 pulau, 250-an agama/kepercayaan, 1.340 suku bangsa dan 546 bahasa lokal), sebagai anugerah dan kehendak Tuhan, sebagaimana terdokumentasi dalam QS 49 : 13, QS 11 : 18, dan QS 2 : 148.

Karenanya, kemampuan adaptif terhadap kebudayaan lokal, merupakan jalan “ninja” yang efektif menginternalisasikan nilai moderasi beragama. Suatu kemampuan yang mengompatibelkan 3 (tiga) nilai lainnya, yang menjadi indikator nilai moderasi beragama, setelah nilai komitmen kebangsaan, nilai anti kekerasan, dan nilai toleransi.

Baca Juga :
  • PWI Luncurkan Website Terintegrasi, Cak Munir: Diharapkan Bergulir Konsisten
  • Nasaruddin Umar: Saya Merasa Tidak Pantas untuk Dipilih Jadi Pimpinan Imam Besar
  • Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB

Moderasi Beragama Dalam 10 Nilai P2RA dengan Insan Pendekar Juara

Insan Pendekar Juara adalah sebuah akronim dari program kami sebagai Finalis Inisiator Muda Moderasi Beragama Tahun 2023, yakni “Internalisasi Nilai Moderasi Beragama Berbasiskan Pendekatan Kearifan Lokal Tunjuk Ajar Melayu Riau”. Yang secara praksis, mengintisarikan nilai-nilai moderasi beragama berdasarkan dimensi profil pelajar Pancasila dan nilai-nilai profil pelajar rahmatan lil’alamin (P2RA) dengan pendekatan studi kasus, yang berlandaskan pada kearifan lokal Tunjuk Ajar Melayu yang disadurkan oleh Tokoh Legenda Melayu  Tenas Effendy dalam bukunya Tunjuk Ajar Melayu (Butir-butir Budaya Melayu Riau). Secara electronic book dapat diakses melalui laman : https://simplebooklet.com/handbookmoderasiberagamainsanpendekarjuara.

Pertama,    Nilai Berkeadaban (Ta’addub)
Berkeadaban adalah menjunjung tinggi akhlak mulia, karakter, identitas, dan integritas. Beradab itu : Yang tua menyayangi yang muda, dan yang muda menghormati yang tua”.
Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu :
Bila hidup hendak selamat, Kepada yang tua hendaklah taat Kalau hidup hendak selamat, Ibu bapak wajib diingat

Kedua,    Nilai Keteladanan (Qudwah)
Keteladanan adalah making something as an example (menjadikan sesuatu sebagai teladan). Keteladanan itu : Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Di depan, memberi teladan. Di tengah, memberikan ide dan motivasi. Dibelakang, harus memberikan dorongan. 
Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu:
Apa tanda Melayu beruntung, Berbudi tidak berharap sanjung. Apa tanda Melayu berakal, berbudi baik berbagai amal

Ketiga, Nilai Kewarganegaraan dan Kebangsaan (Muwa?anah). Konsep kewarganegaraan dan kebangsaan mencakup sikap positif terhadap negara dan budaya, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan kemasyarakatannya.

Nasionalisme itu, Seperti seperti buah kopi. Karena luarnya merah, dalamnya putih. Kopi men-conneting people tanpa melihat apa latar belakang agama dan suku, selama ada kopi ada cerita.  Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu: Adat hidup orang berilmu, Memuliakan pemimpin ianya tahu  Adat hidup orang berbudi, Terhadap pemimpin ia hormati

Keempat,    Nilai mengambil jalan tengah (Tawassu?h). Konsep "tawassu?h" mengacu pada pendekatan yang seimbang dan moderat dalam pemahaman dan praktik agama. Tawassuth itu : Lebih baik ingat sholat saat makan, daripada ingat makan waktu sholat. Yang penting sholat. 
Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu:
Tiba dimata tak dipicikkan, Tiba diperut tak dikempiskan, Tiba dimuka tak dipalingkan, 
Menggantung sama tinggi, Membuah sama jauh, Menanam sama dalam

Kelima,    Nilai Berimbang (Taw?zun). Prinsip ini adalah upaya untuk memelihara keseimbangan antara tanggung jawab dan ketaatan terhadap ajaran agama dengan kebutuhan dan tuntutan kehidupan duniawi. Tawazun itu : waktunya sholat, ya sholat. Waktunya makan, ya makan. Waktunya mabar, ya mabar. Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu : Menimbang sama berat, Mengukur sama panjang, Menyukat sama pepat, Menakar sama penuh

Keenam, Nilai Lurus dan tegas (I’tid?l).
Menempatkan sesuatu pada tempatnya dan melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban secara proporsional. I’tidal itu : Jika sudah waktunya tidur untuk istirahat malam, kita harus istirahat. Jika melewatkannya, dipastikan bangun pagi akan terlambat dan kesekolahpun akan terlambat. Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu : Putih diluar putih didalam, putihnya boleh dilihat, perisainya boleh dirasa. Kalau tampuk boleh dijinjing, kalau tali boleh diseret

Ketujuh,    Nilai Kesetaraan (Mus?wah)
Prinsip kesetaraan mengacu pada perlakuan yang adil, tanpa diskriminasi terhadap individu atau kelompok berdasarkan perbedaan keyakinan, tradisi, atau asal usul mereka. Setara itu : Seasik kita makan semeja bersama teman, tapi dengan menu yang berbeda-beda. Saling rasa keenakannya.  Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu. Adat hidup dengan sahabat, kalau berlaba sama mendapat. Kalau lupa ingat mengingat, kalau berbeban sama di angkat. Kalau menimbang sama berat, kalau menakar sama sesuka

Kedelapan,     Nilai Musyawarah (Sy?ra). Prinsip musyawarah adalah suatu konsep dalam Islam yang menekankan pentingnya mendiskusikan dan mencari kesepakatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Musyawarah itu : Tempat kusut diselesaikan, tempat keruh dijernihkan, tempat sengketa disudahkan, tempat hukum dijalankan, tempat adat ditegakkan, dan tempat syarak didirikan. Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu : Kalau kuncup sudah mengembang, Banyaklah kumbang datang menyeri. Kalau hidup berkasih sayang, Hidup tenang makmurlah negeri.

Kesembilan, Nilai Toleransi (Tas?muh)
Prinsip toleransi ini dilaksanakan dalam sikap mengakui dan menghormati perbedaan, baik dalam aspek keagamaan maupun berbagai aspek kehidupan lainnya. Toleransi itu : sesimple kita memaklumi adanya kue bernama “Bika Ambon”, tapi merupakan makanan tradisional khas Kota Medan Sumatera Utara.  Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu : Bila hidup tenggang menenggang, Arif menjaga perasaan orang. Bijak menengok sakit dan senang, Tahu memahami lebih dan kurang

Kesepuluh.    Nilai Dinamis dan inovatif (Tathawwur wa Ibtikâr). Sikap yang menunjukkan keterbukaan terhadap perubahan dan kemampuan untuk menciptakan hal-hal baru demi kemaslahatan dan kemajuan peradaban manusia. Inovatif itu : Seperti produk susu sapi, tapi merknya dipasang gambar beruang, bertuliskan “bear brand”. Iklannya pula menceritakan pertempuran antara naga hitam dan putih. Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu: Yang zaman berubah ubah, Ada bersalin ada berpindah. Ada berganti berpaling tadah, Ada berkurang ada bertambah. Yang sesuai tetap terpakai, Yang elok tetap dipeluk
Yang serasi tetap terisi, Yang bermanfaat tetap melekat

Semoga  tunjuk ajar melayu, dapat berkontribusi mewujudkan azam kolektif Gus Menteri Agama Yaqut Cholil Qaoumas untuk menjadikan Tahun 2023 sebagai Tahun Kerukunan Umat Beragama. Tahun yang terilhami konsep. "Mereka yang tidak sepersaudaraan dalam Iman, adalah saudara dalam Kemanusiaan  (Sayyidina Ali RA). (***)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden

SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih IPU

Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang

Kanwil Kemenkum Riau Tingkatkan Manajemen ASN

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden

SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih IPU

Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang

Kanwil Kemenkum Riau Tingkatkan Manajemen ASN



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
SPS Riau Pelajari Strategi Pengembangan Media ke Batam News
11 Oktober 2026
Pemkab Siak Terima Alokasi Anggaran Dukungan Verval untuk Penguatan KDKMP
10 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Dampak Kebijakan Indikasi Geografis di Sumbar
09 Oktober 2026
Keliling Empat Kampung, Wabup Siak Syamsurizal Serahkan Bantuan ke Lansia dan Disabilitas di Sungai Apit
09 Oktober 2026
HUT ke-27 Kabupaten Siak, Diskominfo Salurkan Sembako ke Lansia dan Warga Membutuhkan
09 Oktober 2026
Jaga Identitas dan Warisan Budaya Melayu, Disdik Siak Dorong Pelajar Mainkan Kompang dari Sekolah
08 Oktober 2026
Investasi Rp1,6 Triliun Masuk KITB, Bupati Siak Afni Meminta Perusahaan Memprioritaskan Masyarakat Lokal
08 Oktober 2026
PT ORI Tanam Investasi Rp1,6 Triliun di KITB Siak, Bupati Afni: Akan Banyak Investasi Lagi
08 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Dorong Pengembangan Nanas Kualu Kampar Menuju Indikasi Geografis
08 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Kick Off Meeting Pengukuran Maturitas Kekayaan Intelektual 2026
08 Oktober 2026
TERPOPULER +
  • 1 Johny S Mundung: 12.000 Warga Dilaporkan Mulai Terserang ISPA
  • 2 Indosat 5G Hadirkan Pengalaman yang Lebih Seamless
  • 3 Perkuat Koneksi Pekanbaru, Indosat Hadirkan Paket 5G, HiFi Air dan IM3 Platinum
  • 4 Dukung Ekonomi Digital dan Indonesia Emas, Indosat Perluas Jaringan 5G ke Pekanbaru
  • 5 Bersama Rumah Sehat Segar Jakarta, IKWI Riau Gelar Baksos Layanan Terapi Akupunktur dan Fashdu
  • 6 Kanwil Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta ke Pelaku Kreatif di Kampar
  • 7 ForKI Siap Berkiprah Lagi Kawal Transparansi Penyelenggaraan Pemerintahan di Riau
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau Persiapkan Penilaian IRH 2027
  • 9 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved