• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Perambah Mangrove Ditangkap, Bupati Rohil: Harus Jadi Efek Jera
Dibaca : 270 Kali
Geram Lihat Mangrove Dirusak, Kapolda Riau: Tidak Ada Toleransi
Dibaca : 252 Kali
Ingatkan Calon Komisioner KI Riau Bekerja Penuh Waktu, Zufra Irwan: Jangan Ada Kerja Sambilan
Dibaca : 290 Kali
Zufra Irwan: Harus Bersih, Tanpa Diwarnai Jatah Fraksi atau Partai Politik
Dibaca : 328 Kali
Kemenkum Riau Dorong Penyesuaian Regulasi Desa
Dibaca : 285 Kali

  • Home
  • Opini

Internalisasi Profil Pelajar Rahmatan Lil'alamin Berbasiskan Kearifan Lokal (Tunjuk Ajar Melayu)

A Kasim
Jumat, 27 Oktober 2023 10:15:48 WIB
Cetak

Oleh : Jely Angraini
(Finalis Inisiator Muda Moderasi Beragama Tahun 2023/ Bendahara OSIM MAN 4 Kota Pekanbaru/ Kader IPPNU Riau)

Seulas tulisan ini adalah untuk menjawab tantangan Dr. HM. Sidik Sisdiyanto, S.Ag, M.Pd Plt Direktur KSKK Madrasah kepada 40 (Empat Puluh) Finalis Inisiator Muda Moderasi Beragama Tahun 2023, dalam pembukaan Kegiatan Apresiasi-nya pada Rabu malam (25/10/2023), tentang nilai-nilai moderasi beragama, yang sinonim maknanya dengan 10 (Sepuluh) nilai/ values profil pelajar rahmatan lil’alamin (P2RA) yang digagas Direktorat KSKK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Nilai-nilai  yang memparipurnakan 6 (enam) dimensi profil pelajar Pancasila yang diaktualisasikan dalam implementasi kurikulum merdeka (IKM).

Secara praksis,  moderasi beragama dapat didefinisikan sebagai sikap berada di “tengah” dalam pemahaman keagamaan, baik kepada sesama pemeluk agama, maupun antar pemeluk agama. Sikap inilah yang manunggal dalam simbol bangsa “Bhineka Tunggal Ika”, atas bentangan realitas kebhinekaan Indonesia (Yang memiliki 17.504 pulau, 250-an agama/kepercayaan, 1.340 suku bangsa dan 546 bahasa lokal), sebagai anugerah dan kehendak Tuhan, sebagaimana terdokumentasi dalam QS 49 : 13, QS 11 : 18, dan QS 2 : 148.

Karenanya, kemampuan adaptif terhadap kebudayaan lokal, merupakan jalan “ninja” yang efektif menginternalisasikan nilai moderasi beragama. Suatu kemampuan yang mengompatibelkan 3 (tiga) nilai lainnya, yang menjadi indikator nilai moderasi beragama, setelah nilai komitmen kebangsaan, nilai anti kekerasan, dan nilai toleransi.

Baca Juga :
  • Hadirkan Aplikasi AMAN, Kemenag Permudah Perkuat Perlindungan Anak
  • Data Sensus Ekonomi 2026 Perkuat Penyusunan Kebijakan Ketenagakerjaan
  • Cederai Semangat Kemerdekaan Pers, PWI Pusat Minta Hotman Paris Hormati Martabat Wartawan

Moderasi Beragama Dalam 10 Nilai P2RA dengan Insan Pendekar Juara

Insan Pendekar Juara adalah sebuah akronim dari program kami sebagai Finalis Inisiator Muda Moderasi Beragama Tahun 2023, yakni “Internalisasi Nilai Moderasi Beragama Berbasiskan Pendekatan Kearifan Lokal Tunjuk Ajar Melayu Riau”. Yang secara praksis, mengintisarikan nilai-nilai moderasi beragama berdasarkan dimensi profil pelajar Pancasila dan nilai-nilai profil pelajar rahmatan lil’alamin (P2RA) dengan pendekatan studi kasus, yang berlandaskan pada kearifan lokal Tunjuk Ajar Melayu yang disadurkan oleh Tokoh Legenda Melayu  Tenas Effendy dalam bukunya Tunjuk Ajar Melayu (Butir-butir Budaya Melayu Riau). Secara electronic book dapat diakses melalui laman : https://simplebooklet.com/handbookmoderasiberagamainsanpendekarjuara.

Pertama,    Nilai Berkeadaban (Ta’addub)
Berkeadaban adalah menjunjung tinggi akhlak mulia, karakter, identitas, dan integritas. Beradab itu : Yang tua menyayangi yang muda, dan yang muda menghormati yang tua”.
Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu :
Bila hidup hendak selamat, Kepada yang tua hendaklah taat Kalau hidup hendak selamat, Ibu bapak wajib diingat

Kedua,    Nilai Keteladanan (Qudwah)
Keteladanan adalah making something as an example (menjadikan sesuatu sebagai teladan). Keteladanan itu : Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Di depan, memberi teladan. Di tengah, memberikan ide dan motivasi. Dibelakang, harus memberikan dorongan. 
Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu:
Apa tanda Melayu beruntung, Berbudi tidak berharap sanjung. Apa tanda Melayu berakal, berbudi baik berbagai amal

Ketiga, Nilai Kewarganegaraan dan Kebangsaan (Muwa?anah). Konsep kewarganegaraan dan kebangsaan mencakup sikap positif terhadap negara dan budaya, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan kemasyarakatannya.

Nasionalisme itu, Seperti seperti buah kopi. Karena luarnya merah, dalamnya putih. Kopi men-conneting people tanpa melihat apa latar belakang agama dan suku, selama ada kopi ada cerita.  Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu: Adat hidup orang berilmu, Memuliakan pemimpin ianya tahu  Adat hidup orang berbudi, Terhadap pemimpin ia hormati

Keempat,    Nilai mengambil jalan tengah (Tawassu?h). Konsep "tawassu?h" mengacu pada pendekatan yang seimbang dan moderat dalam pemahaman dan praktik agama. Tawassuth itu : Lebih baik ingat sholat saat makan, daripada ingat makan waktu sholat. Yang penting sholat. 
Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu:
Tiba dimata tak dipicikkan, Tiba diperut tak dikempiskan, Tiba dimuka tak dipalingkan, 
Menggantung sama tinggi, Membuah sama jauh, Menanam sama dalam

Kelima,    Nilai Berimbang (Taw?zun). Prinsip ini adalah upaya untuk memelihara keseimbangan antara tanggung jawab dan ketaatan terhadap ajaran agama dengan kebutuhan dan tuntutan kehidupan duniawi. Tawazun itu : waktunya sholat, ya sholat. Waktunya makan, ya makan. Waktunya mabar, ya mabar. Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu : Menimbang sama berat, Mengukur sama panjang, Menyukat sama pepat, Menakar sama penuh

Keenam, Nilai Lurus dan tegas (I’tid?l).
Menempatkan sesuatu pada tempatnya dan melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban secara proporsional. I’tidal itu : Jika sudah waktunya tidur untuk istirahat malam, kita harus istirahat. Jika melewatkannya, dipastikan bangun pagi akan terlambat dan kesekolahpun akan terlambat. Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu : Putih diluar putih didalam, putihnya boleh dilihat, perisainya boleh dirasa. Kalau tampuk boleh dijinjing, kalau tali boleh diseret

Ketujuh,    Nilai Kesetaraan (Mus?wah)
Prinsip kesetaraan mengacu pada perlakuan yang adil, tanpa diskriminasi terhadap individu atau kelompok berdasarkan perbedaan keyakinan, tradisi, atau asal usul mereka. Setara itu : Seasik kita makan semeja bersama teman, tapi dengan menu yang berbeda-beda. Saling rasa keenakannya.  Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu. Adat hidup dengan sahabat, kalau berlaba sama mendapat. Kalau lupa ingat mengingat, kalau berbeban sama di angkat. Kalau menimbang sama berat, kalau menakar sama sesuka

Kedelapan,     Nilai Musyawarah (Sy?ra). Prinsip musyawarah adalah suatu konsep dalam Islam yang menekankan pentingnya mendiskusikan dan mencari kesepakatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Musyawarah itu : Tempat kusut diselesaikan, tempat keruh dijernihkan, tempat sengketa disudahkan, tempat hukum dijalankan, tempat adat ditegakkan, dan tempat syarak didirikan. Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu : Kalau kuncup sudah mengembang, Banyaklah kumbang datang menyeri. Kalau hidup berkasih sayang, Hidup tenang makmurlah negeri.

Kesembilan, Nilai Toleransi (Tas?muh)
Prinsip toleransi ini dilaksanakan dalam sikap mengakui dan menghormati perbedaan, baik dalam aspek keagamaan maupun berbagai aspek kehidupan lainnya. Toleransi itu : sesimple kita memaklumi adanya kue bernama “Bika Ambon”, tapi merupakan makanan tradisional khas Kota Medan Sumatera Utara.  Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu : Bila hidup tenggang menenggang, Arif menjaga perasaan orang. Bijak menengok sakit dan senang, Tahu memahami lebih dan kurang

Kesepuluh.    Nilai Dinamis dan inovatif (Tathawwur wa Ibtikâr). Sikap yang menunjukkan keterbukaan terhadap perubahan dan kemampuan untuk menciptakan hal-hal baru demi kemaslahatan dan kemajuan peradaban manusia. Inovatif itu : Seperti produk susu sapi, tapi merknya dipasang gambar beruang, bertuliskan “bear brand”. Iklannya pula menceritakan pertempuran antara naga hitam dan putih. Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu: Yang zaman berubah ubah, Ada bersalin ada berpindah. Ada berganti berpaling tadah, Ada berkurang ada bertambah. Yang sesuai tetap terpakai, Yang elok tetap dipeluk
Yang serasi tetap terisi, Yang bermanfaat tetap melekat

Semoga  tunjuk ajar melayu, dapat berkontribusi mewujudkan azam kolektif Gus Menteri Agama Yaqut Cholil Qaoumas untuk menjadikan Tahun 2023 sebagai Tahun Kerukunan Umat Beragama. Tahun yang terilhami konsep. "Mereka yang tidak sepersaudaraan dalam Iman, adalah saudara dalam Kemanusiaan  (Sayyidina Ali RA). (***)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kanwil Kemenkum Riau Tingkatkan Manajemen ASN

Kakanwil Kemenkum Riau Rudy Hendra Pakpahan Dukung Penyiapan Fast-Track Layanan Apostille

DWP Kanwil Kemenkum Riau Gelar Arisan Keempat Tahun 2026

Energi untuk Masa Depan, Saatnya Indonesia Berani Bertransisi

Otopsi Psikologis Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Keagamaan

Jual Beli Jabatan dan Krisis Moral Kekuasaan, Sebuah Analisis Psikologi atas OTT Bupati Kuantan Singingi

Kanwil Kemenkum Riau Tingkatkan Manajemen ASN

Kakanwil Kemenkum Riau Rudy Hendra Pakpahan Dukung Penyiapan Fast-Track Layanan Apostille

DWP Kanwil Kemenkum Riau Gelar Arisan Keempat Tahun 2026

Energi untuk Masa Depan, Saatnya Indonesia Berani Bertransisi

Otopsi Psikologis Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Keagamaan

Jual Beli Jabatan dan Krisis Moral Kekuasaan, Sebuah Analisis Psikologi atas OTT Bupati Kuantan Singingi



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Perambah Mangrove Ditangkap, Bupati Rohil: Harus Jadi Efek Jera
24 Juli 2026
Geram Lihat Mangrove Dirusak, Kapolda Riau: Tidak Ada Toleransi
24 Juli 2026
Irjen Pol Herry: Tak Ada Ampun bagi Perusak Alam
24 Juli 2026
Ingatkan Calon Komisioner KI Riau Bekerja Penuh Waktu, Zufra Irwan: Jangan Ada Kerja Sambilan
24 Juli 2026
Zufra Irwan: Harus Bersih, Tanpa Diwarnai Jatah Fraksi atau Partai Politik
24 Juli 2026
Kemenkum Riau Dorong Penyesuaian Regulasi Desa
24 Juli 2026
Kemenkum Riau Sinergikan Layanan Hukum Desa
24 Juli 2026
PHR Hadirkan Senyum dan Ruang Tumbuh Bagi Generasi Muda Riau
23 Juli 2026
Kemenkum Riau Ikuti Kick Off Kolaborasi Lintas Kementerian
23 Juli 2026
Kanwil Kemenkum Riau Tingkatkan Manajemen ASN
23 Juli 2026
TERPOPULER +
  • 1 Soal DBH, Afni: Jangan Jadikan Sebagai Sesuatu yang Opsional
  • 2 Ketum SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa di Lampung
  • 3 Kanwil Kemenkum Riau Bersama Tim BSK Hukum Matangkan Analisis Implementasi Kebijakan Bantuan Hukum
  • 4 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Sosialisasi PP Nomor 30 Tahun 2026
  • 5 Kemenkum Riau Koordinasi Strategis Optimalkan Evaluasi Perda di Kota Dumai
  • 6 Sembilan Petani Penerima Manfaat Zakat di Bungaraya Panen Padi Perdana di Lahan Seluas 9 Ha
  • 7 Sosialisasikan Lima PO, Akhmad Munir: Jadi Fondasi Baru Penguatan Organisasi PWI
  • 8 Dua Lokasi Masih Membara, Ferdian: Vegetasi Kering dan Angin Kencang Jadi Kendala Pemadaman Karhutla di Riau
  • 9 Divisi P3H Kanwil Kemenkum Riau Beri Penyuluhan No Bullying di SMAN 5 Pekanbaru
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved