• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
UIR Gelar Wisuda Periode 1 2026, Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Unggul dan Berdaya Saing
Dibaca : 138 Kali
Menumbuhkan Kehidupan Kembali: Langkah PHR Memulihkan Fungsi Tanah di Bumi Riau
Dibaca : 213 Kali
Buku Kearifan Baduy hingga Jejak Adinegoro Diluncurkan di HPN 2026
Dibaca : 275 Kali
FGD di KI Banten, ForKI Riau Perkuat Peran Wartawan Dorong Transparansi
Dibaca : 279 Kali
Buka Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026, Meutya Hafid: Transformasi Digital Tidak Boleh Menggerus Pilar Demokrasi
Dibaca : 268 Kali

  • Home
  • Hukrim

Komnas Perlindungan Anak

Arist: Segera Ungkap Misteri Kematian Godeg, Sebagian Organ Tubuh Hilang

Redaksi
Senin, 14 Januari 2019 19:43:22 WIB
Cetak
Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait
Jakarta, HarianTimes.com - Nujuruddin anak 12 tahun yang akrab dipanggil Godeg warga desa Lengkong Kabupaten Sukabumi Jawa Barat di temukan jasadnya tidak jauh dari rumahnya dalam kondisi sangat memprihatinkan.

Menurut keterangan nenek korban Sholiha (60) dan hasil pengungkapan Polres Sukabumi sebagian organ tubuh Godeg dinyatakan hilang pada jasad anak dari perkawinan ibunya dengan warga Malaysia selama bekerja menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri ditemukan pada jasad Godeg yang sebagian badan ditumbuhi bulu ditemukan sayatan mulai dari bawah ketiak  memutar ke belakang pinggang korban. Satu lengan dinyatakan hilang, ada juga sayatan di perut, serta batok kepala menganga dan biji mata korban dinyatakan hilang.

Untuk mendapatkan informasi yang akurat dan pasti,  penemuan jasad Godeg  menuntut kerja keras Polres Sukabumi untuk dapat mengungkap tabir dan latar belakang kematian anak putus sekolah ini.

Pengungkapan ini sangat diperlukan untuk mengetahui apakah ada kemungkinan kematian dan hilangnya sebagian organ tubuh Godeg adalah untuk tujuan penjualan organ tubuh yang dikabarkan belakang ini dan telah menjadi kabar menakutkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat, namun belum ada satupun kasus penculikan anak tersebut yang ditemukan untuk penjualan organ tubuh anak yang berhasil diungkap polisi, namun tetap diperlukan kewaspadaan dan menjadikan kasus misteri kematian Godeg  di Sukabumi ini sebagai momentum untuk terus dan tidak boleh berhenti untuk melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan kasus penculikan dan Perdagangan organ tubuh anak seperti yang pernah terjadi di beberapa negara Asia.

Kewaspadaan ini harus dilakukan mengingat berbagai peristiwa anak hilang yang terjadi 5 tahun belakangan ini dan dengan kasus penemuan  mayat anak-anak yng pernah terjadi di Kelender,  Duren Sawit Jakarta Timur, dimana pada saat itu ditemukan 2 orang anak di tempat yang terpisah ditempatkan dalam kardus dan  diletakkan di pembuangan sampah,  sebagian organ tubuh anak tersebut didapati telah hilang seperti hati ginjal dan bola matanya.

Kita juga masih diingatkan dengan peristiwa kematian Angelica (11) warga Kabupaten Kampar, Riau 2 tahun yang lalu, dimana saat ditemukannya jasad korban di salah satu rumah kosong di tengah kebun,  seluruh organ tubuh korban hangus seperti terbakar, namun anehnya kacamata sandal dan baju korban sebagai barang bukti masih utuh saat jasad korban dievakuasi Polisi,  namun sayangnya Polda Riau yang menangani perkara ini sampai hari ini belum juga bisa berhasil mengungkapnya.

Dari penelusuran Tim investigasi Cepat Komnas Perlindungan Anak terhadap berbagai peristiwa dan fakta-fakta ini,  kematian misteri anak yang pernah terjadi dan dilaporkan kepada Komnas Perlindungan Anak sangat diperlukan kewaspadaan atas kemungkinan terjadinya penculikan dan perdagangan anak untuk penjualan organ tubuh,  walaupun saya berharap bahwa  kematian Godek 12 tahun di Sukabumi dan Engelika di Pekanbaru Riau dan anak jalanan korban Babe di Jakarta  ini hendaknya tidak pernah terjadi di Indonesia,  namun tetaplah Waspada dan penemuan jasad korban yang sebagian organ tubuh vitalnya hilang di beberapa tempat khususnya atas peristiwa kematian misterius Godeg di Sukabumi Angelica di Pekanbaru Riau dan penemuan jasad anak yang disinyalir berasal dari anak jalanan di Jakarta Timur untuk dijadikan momentum bagi masyarakat,  pemangku kepentingan perlindungan anak di Indonesia.

Khususnya bagi penegak hukum untuk tidak berhenti mencari tahu motif dan latar belakang atas penemuan jasad korban yang sebagian organ tubuhnya hilang.  Itulah harapan saya, demikian disampaikan Ketua Unum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait di kantornya, Sabtu (12/01) di bilangan Pasar Rebo Jakarta Timur menanggapi kasus kematian Godeg.

Arist merdeka menambahkan, bahwa untuk membantu dan partisipasi publik terhadap perlindungan anak serta  untuk memberikan bukti petunjuk permulaan terhadap pengungkapan misteri kematian Godeg di Desa Kengkong, Sukabumi, Komnas Perlindungan Anak telah membentuk tim investigasi cepat yang dijalankan oleh Komnas Perlindungan Anak Jawa Barat dan siap melakukan koordinasi dengan Polres Sukabumi dan aparatus pemerintah di Sukabumi sebagai wujud kepedulian untuk menghentikan kasus kasus kejahatan anak di Sukabumi.

"Komnas Perlindungan Anak dan tim investigasi cepat Komnas anak Jawa Barat percaya bahwa dengan kemampuan dan kerja keras dan kepedulian Kapolres Sukabumi dan jajarannya dalam waktu tidak begitu lama lagi akan segera mengungkap dan menangkap pelaku," dengan demikian Komnas Perlindungan Anak sebagai lembaga independen bidang promosi pembelaan dan perlindungan anak akan melakukan koordinasi dengan Polres Sukabumi dan pemangku kepentingan perlindungan anak di jajaran pemerintahan Sukabumi," demikian ditambahkan Arist.(*/hrp)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

PW Hima Persis Riau Minta Pemerintah dan Aparat Harus Tegas

Polres Pelalawan Ungkap Peredaran Bawang Ilegal 19,5 Ton, Toha: Bukti Nyata Kepemimpinan yang Responsif

Sepanjang 2025, Tindak Pidana di Wilkum Polda Riau 11.651 Perkara

Sebelum Penyerangan PT SSL, Sujarwo Kirim Pesan ke Bupati Siak Ekskalasi Meninggi

Sikapi Konflik PT SSL dengan Warga, Hakim Singgung Bupati Siak Harus Adil dalam Memimpin

Hakim Cecar Bupati Siak Soal Cukong yang Merambah Lahan PT SSL

PW Hima Persis Riau Minta Pemerintah dan Aparat Harus Tegas

Polres Pelalawan Ungkap Peredaran Bawang Ilegal 19,5 Ton, Toha: Bukti Nyata Kepemimpinan yang Responsif

Sepanjang 2025, Tindak Pidana di Wilkum Polda Riau 11.651 Perkara

Sebelum Penyerangan PT SSL, Sujarwo Kirim Pesan ke Bupati Siak Ekskalasi Meninggi

Sikapi Konflik PT SSL dengan Warga, Hakim Singgung Bupati Siak Harus Adil dalam Memimpin

Hakim Cecar Bupati Siak Soal Cukong yang Merambah Lahan PT SSL



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
UIR Gelar Wisuda Periode 1 2026, Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Unggul dan Berdaya Saing
11 Februari 2026
Menumbuhkan Kehidupan Kembali: Langkah PHR Memulihkan Fungsi Tanah di Bumi Riau
11 Februari 2026
Buku Kearifan Baduy hingga Jejak Adinegoro Diluncurkan di HPN 2026
08 Februari 2026
FGD di KI Banten, ForKI Riau Perkuat Peran Wartawan Dorong Transparansi
09 Februari 2026
Buka Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026, Meutya Hafid: Transformasi Digital Tidak Boleh Menggerus Pilar Demokrasi
08 Februari 2026
Disupport PT Riau Petrolium Rokan, IKWI Riau Ikut Sukseskan Kongres XI IKWI dan HPN 2026 di Serang
09 Februari 2026
Dewan Pers Sosialisasi Pendataan Perusahaan Pers
07 Februari 2026
Ketum PWI: Wartawati Lebih Luwes Menembus Narasumber
07 Februari 2026
Rakernas SIWO Tetapkan Lampung Tuan Rumah Porwanas 2027
07 Februari 2026
HPN 2026 Banten Dipusatkan Serang, PWI Siapkan Gerakan Banten Asri, Konvensi Media Nasional Hingga Pembagian Sembako
07 Februari 2026
TERPOPULER +
  • 1 Dewan Pers Sosialisasi Pendataan Perusahaan Pers
  • 2 Ketum PWI: Wartawati Lebih Luwes Menembus Narasumber
  • 3 HPN 2026 Banten Dipusatkan Serang, PWI Siapkan Gerakan Banten Asri, Konvensi Media Nasional Hingga Pembagian Sembako
  • 4 Fadli Zon Akan Hadiri Dialog Kebudayaan PWI Pusat-HPN 2026 di Banten
  • 5 HPN 2026 Beri Efek Berganda bagi Pariwisata, UMKM dan Citra Daerah
  • 6 Tari Jawara Sambut Insan Pers di Welcome Dinner HPN 2026
  • 7 IKWI Riau ke HPN Banten, Fatia: Istri Wartawan Harus Dukung Peran Suami
  • 8 Lepas Rombongan PWI Riau Menuju HPN Banten, Raja Isyam Azwar: Tetap Jaga Kesehatan dan Kekompakkan
  • 9 SMSI Buka HPN 2026 dari Tanah Sejarah Banten, Ratusan Pemilik Media Ikuti Ekspedisi Banten Lama
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved