• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Indikasi Geografis
Dibaca : 207 Kali
Cetak Paralegal Muda, Kanwil Kemenkum Riau Bekali 40 Mahasiswa UIN Suska Akses Keadilan
Dibaca : 205 Kali
UIR Kembali Pertahankan Posisi QS World University Rankings di Asia dan Asia Tenggara
Dibaca : 207 Kali
Dorong Pemerataan Akses Keadilan, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Layanan Bantuan Hukum
Dibaca : 208 Kali
Komisioner KI Riau Turun ke Inhu Lakukan Penguatan Kapasitas PPID
Dibaca : 287 Kali

  • Home
  • Hukrim

Komnas Perlindungan Anak

Arist: Segera Ungkap Misteri Kematian Godeg, Sebagian Organ Tubuh Hilang

Redaksi
Senin, 14 Januari 2019 19:43:22 WIB
Cetak
Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait
Jakarta, HarianTimes.com - Nujuruddin anak 12 tahun yang akrab dipanggil Godeg warga desa Lengkong Kabupaten Sukabumi Jawa Barat di temukan jasadnya tidak jauh dari rumahnya dalam kondisi sangat memprihatinkan.

Menurut keterangan nenek korban Sholiha (60) dan hasil pengungkapan Polres Sukabumi sebagian organ tubuh Godeg dinyatakan hilang pada jasad anak dari perkawinan ibunya dengan warga Malaysia selama bekerja menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri ditemukan pada jasad Godeg yang sebagian badan ditumbuhi bulu ditemukan sayatan mulai dari bawah ketiak  memutar ke belakang pinggang korban. Satu lengan dinyatakan hilang, ada juga sayatan di perut, serta batok kepala menganga dan biji mata korban dinyatakan hilang.

Untuk mendapatkan informasi yang akurat dan pasti,  penemuan jasad Godeg  menuntut kerja keras Polres Sukabumi untuk dapat mengungkap tabir dan latar belakang kematian anak putus sekolah ini.

Pengungkapan ini sangat diperlukan untuk mengetahui apakah ada kemungkinan kematian dan hilangnya sebagian organ tubuh Godeg adalah untuk tujuan penjualan organ tubuh yang dikabarkan belakang ini dan telah menjadi kabar menakutkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat, namun belum ada satupun kasus penculikan anak tersebut yang ditemukan untuk penjualan organ tubuh anak yang berhasil diungkap polisi, namun tetap diperlukan kewaspadaan dan menjadikan kasus misteri kematian Godeg  di Sukabumi ini sebagai momentum untuk terus dan tidak boleh berhenti untuk melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan kasus penculikan dan Perdagangan organ tubuh anak seperti yang pernah terjadi di beberapa negara Asia.

Kewaspadaan ini harus dilakukan mengingat berbagai peristiwa anak hilang yang terjadi 5 tahun belakangan ini dan dengan kasus penemuan  mayat anak-anak yng pernah terjadi di Kelender,  Duren Sawit Jakarta Timur, dimana pada saat itu ditemukan 2 orang anak di tempat yang terpisah ditempatkan dalam kardus dan  diletakkan di pembuangan sampah,  sebagian organ tubuh anak tersebut didapati telah hilang seperti hati ginjal dan bola matanya.

Kita juga masih diingatkan dengan peristiwa kematian Angelica (11) warga Kabupaten Kampar, Riau 2 tahun yang lalu, dimana saat ditemukannya jasad korban di salah satu rumah kosong di tengah kebun,  seluruh organ tubuh korban hangus seperti terbakar, namun anehnya kacamata sandal dan baju korban sebagai barang bukti masih utuh saat jasad korban dievakuasi Polisi,  namun sayangnya Polda Riau yang menangani perkara ini sampai hari ini belum juga bisa berhasil mengungkapnya.

Dari penelusuran Tim investigasi Cepat Komnas Perlindungan Anak terhadap berbagai peristiwa dan fakta-fakta ini,  kematian misteri anak yang pernah terjadi dan dilaporkan kepada Komnas Perlindungan Anak sangat diperlukan kewaspadaan atas kemungkinan terjadinya penculikan dan perdagangan anak untuk penjualan organ tubuh,  walaupun saya berharap bahwa  kematian Godek 12 tahun di Sukabumi dan Engelika di Pekanbaru Riau dan anak jalanan korban Babe di Jakarta  ini hendaknya tidak pernah terjadi di Indonesia,  namun tetaplah Waspada dan penemuan jasad korban yang sebagian organ tubuh vitalnya hilang di beberapa tempat khususnya atas peristiwa kematian misterius Godeg di Sukabumi Angelica di Pekanbaru Riau dan penemuan jasad anak yang disinyalir berasal dari anak jalanan di Jakarta Timur untuk dijadikan momentum bagi masyarakat,  pemangku kepentingan perlindungan anak di Indonesia.

Khususnya bagi penegak hukum untuk tidak berhenti mencari tahu motif dan latar belakang atas penemuan jasad korban yang sebagian organ tubuhnya hilang.  Itulah harapan saya, demikian disampaikan Ketua Unum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait di kantornya, Sabtu (12/01) di bilangan Pasar Rebo Jakarta Timur menanggapi kasus kematian Godeg.

Arist merdeka menambahkan, bahwa untuk membantu dan partisipasi publik terhadap perlindungan anak serta  untuk memberikan bukti petunjuk permulaan terhadap pengungkapan misteri kematian Godeg di Desa Kengkong, Sukabumi, Komnas Perlindungan Anak telah membentuk tim investigasi cepat yang dijalankan oleh Komnas Perlindungan Anak Jawa Barat dan siap melakukan koordinasi dengan Polres Sukabumi dan aparatus pemerintah di Sukabumi sebagai wujud kepedulian untuk menghentikan kasus kasus kejahatan anak di Sukabumi.

"Komnas Perlindungan Anak dan tim investigasi cepat Komnas anak Jawa Barat percaya bahwa dengan kemampuan dan kerja keras dan kepedulian Kapolres Sukabumi dan jajarannya dalam waktu tidak begitu lama lagi akan segera mengungkap dan menangkap pelaku," dengan demikian Komnas Perlindungan Anak sebagai lembaga independen bidang promosi pembelaan dan perlindungan anak akan melakukan koordinasi dengan Polres Sukabumi dan pemangku kepentingan perlindungan anak di jajaran pemerintahan Sukabumi," demikian ditambahkan Arist.(*/hrp)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Jaga Situasi Tetap Kondusif, Polda Riau Perkuat Deteksi Dini dan Patroli

Polda Riau Tangani 37 Kasus Karhutla, 40 Tersangka Diamankan

Perambah Mangrove Ditangkap, Bupati Rohil: Harus Jadi Efek Jera

Geram Lihat Mangrove Dirusak, Kapolda Riau: Tidak Ada Toleransi

Irjen Pol Herry: Tak Ada Ampun bagi Perusak Alam

Tak Kunjung Tuntas, DPRD Pekanbaru Bawa Kasus Mafia Tanah Sudirman ke Jamintel, DPR dan Menteri ATR

Jaga Situasi Tetap Kondusif, Polda Riau Perkuat Deteksi Dini dan Patroli

Polda Riau Tangani 37 Kasus Karhutla, 40 Tersangka Diamankan

Perambah Mangrove Ditangkap, Bupati Rohil: Harus Jadi Efek Jera

Geram Lihat Mangrove Dirusak, Kapolda Riau: Tidak Ada Toleransi

Irjen Pol Herry: Tak Ada Ampun bagi Perusak Alam

Tak Kunjung Tuntas, DPRD Pekanbaru Bawa Kasus Mafia Tanah Sudirman ke Jamintel, DPR dan Menteri ATR



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Indikasi Geografis
04 November 2026
Cetak Paralegal Muda, Kanwil Kemenkum Riau Bekali 40 Mahasiswa UIN Suska Akses Keadilan
04 November 2026
UIR Kembali Pertahankan Posisi QS World University Rankings di Asia dan Asia Tenggara
04 November 2026
Dorong Pemerataan Akses Keadilan, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Layanan Bantuan Hukum
04 November 2026
Komisioner KI Riau Turun ke Inhu Lakukan Penguatan Kapasitas PPID
03 November 2026
Perkuat Sentra KI Perguruan Tinggi, Kanwil Kemenkum Riau Lanjutkan Monitoring
03 November 2026
PWI dan Bakom Sepakat Perkuat Literasi Informasi dan Industri Pers
03 November 2026
Ramli Walid: Kerukunan dan Persatuan Harus Terus Dirawat Bersama
03 November 2026
Paguyuban yang Tergabung di FPK Riau Sukseskan Arak-Arakkan LAM Riau
02 November 2026
Dorong Hilirisasi Paten, Kanwil Kemenkum Riau Gelar Webinar Road to FBPI 2026
02 November 2026
TERPOPULER +
  • 1 Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026
  • 2 Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak
  • 3 RDP Pansus DPRD Riau, Koalisi Masyarakat Sipil Minta Hapus Green Policing Peninggalan Heryman
  • 4 Prodi Doktor Sains Manajemen UIR Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
  • 5 Karhutla Riau Berulang, Okto: Kemunduran Kebijakan Perlindungan Gambut dan Pengabaian Korban
  • 6 Karhutla Meluas, Jikalahari Soroti Lemahnya Perlindungan Gambut di Riau
  • 7 Perkuat Ketahanan Pangan, IKA Faterna Unand Riau-Kepri Gagas Ranch Peternakan dengan Konsep Mix Farming di Riau dan Kepri
  • 8 Kemah Kerukunan dan Ekoteologi di Siak, Muliardi: Ikhtiar Bersama Untuk Merawat Kehidupan Beragama
  • 9 Gerakan Ekoteologi, Kemenag Siak Tanam 1.347 Bibit Pohon di 449 Titik
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved