• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Meski WFA Pasca Idul Fitri, KUA Tenayan Raya Tetap Layani Nikah di Balai dan Luar Balai
Dibaca : 412 Kali
Rapat Bersama BKD, Bupati Siak Afni Dorong Optimalisasi Peningkatan PAD
Dibaca : 407 Kali
Apel Perdana Pasca Lebaran, Afni: Kita Wajib Survive dalam Kondisi Apapun
Dibaca : 399 Kali
Terima Tokoh Lintas Agama, Muliardi: Kerukunan yang Telah Terjalin Harus Terus Kita Rawat dan Tingkatkan
Dibaca : 373 Kali
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag: Layanan KUA Tetap Jalan di tengah Kebijakan WFA
Dibaca : 376 Kali

  • Home
  • Riau

Dari Lima Tingkatan Desa

Herman Gazali: Desa Maju Tidak Ada Satupun di Riau

Redaksi
Kamis, 27 Desember 2018 03:07:56 WIB
Cetak
Herman Gazali
Pekanbaru, Hariantimes.com - Arah baru otonomi desa dan pembangunan berkelanjutan menjadi konsep perjuangan Dr H Herman Gazali SH SE MBA jika dipercaya duduk di kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI nanti.

Pertanyaannya, apa yang melatarbelakangi seorang Herman Gazali mengusung konsep itu? Secara blak-blakkan, pria kelahiran Airtiris, Kabupaten Kampar, 06 November 1964 ini menyampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015 bahwa dari lima tingkatan desa, desa yang paling tinggi adalah desa maju. Kemudian ada desa mandiri, desa berkembang, desa tertinggal dan desa sangat tertinggal. 

"Desa maju tidak ada satupun di Riau. Desa mandiri hanya delapan desa. Itu data. Tapi saya tidak ingat apa saja desa tersebut," sebut Herman Gazali kepada hariantimes.com di sebuah cafe kawasan Simpang Tiga, Pekanbaru, Rabu (26/12/2018) sore menjelang magrib kemarin.

Selanjutnya, beber Herman Gazali, desa yang paling banyak adalah desa berkembang dan desa tertinggal. Khusus desa tertinggal ini jumlahnya 700 lebih atau setengah dari jumlah desa yang ada di Provinsi Riau. Sementara desa yang sangat tertinggal ada sekitar 400-an desa.

"Siapapun bisa menyimpulkan indikator itu. Tidak perlu bicara banyak, tapi itu adalah fakta yang terjadi," ujar Herman Gazali.

Oleh karena itu, Herman Gazali menawarkan diri untuk memperjuangkan ini jika terpilih menjadi anggota DPD RI nanti.

"Saya tertarik dan maju menjadi salah satu kontestan anggota DPD RI, karena banyak permasalahan daerah ini yang belum selesai sampai saat ini. Terbukti Riau salah satu provinsi yang tingkat kemiskinannya sangat tinggi dan penyediaan lapangan kerja yang sangat rendah. Oleh karena itu, saya menawarkan diri untuk dapat memperjuangkan ini jika saya terpilih nanti. Mari sama-sama dukung saya. Saya Dr H Herman Gazali SH SE MBA, calon anggota DPD RI nomor urut 28. Dan jangan lupa tusuk tanggal 17 April 2019 nanti," ujarnya.

Sekarang kalau bicara DPD, ulas Herman Gazali, masyarakat ini tidak tahu DPD. DPD ini lahir dari lembaga yang namanya MPR yang merupakan manifestasi dari kedaulatan rakyat. Artinya MPR itu sebagai simbol kedaulatan rakyat, ada dua resourchesnya. Satu DPR, satu DPD. Kenyataannya dari Aceh sampai Papua, pertanyannya apa tidak ada permasalahan daerah? Jawabannya adalah ada. Buktinya, sampai hari ini tidak bisa diselesaikan oleh wakil rakyat yang namanya DPR. 

"Karena itu, DPD diberi ruang oleh negara kita. Karena ini juga secara simbolis adalah syarat berdirinya negara. Ada rakyat, ada wilayah atau daerah. Setelah itu terpilih dan dipilih pimpinan yang sah. Di Indonesia mulai dari merdeka tidak pernah pemimpin ini kita bersengketa. Tidak seperti Kamboja, butuh 2 juta tumbal nyawa untuk mencari pemimpin yang sah. Alhamdulillah ini patut kita syukuri sampai hari ini," beber Herman Gazali.

Terpilihnya pimpinan yang sah, sambung Herman Gazali, tidak bisa membangun Indonesia ini kalau tidak ada saluran informasi. Misalnya, apakah orang Jakarta tahu apa yang terjadi hari ini di Langgam, Kabupaten Pelalawan? Apakah orang Jakarta tahu apa yang terjadi di Sulawesi Utara? Maka dari itu, diperlukan dua pipa penyalur informasi ini. 

"Tetapi kerancuan yang terjadi, saya kutip sedikit dalam permasalahan negara, DPR diberi hak legislasi, budgeting, kontroling. Sedangkan DPD tidak diberi hak itu," sesal Herman Gazali.

Dari kultur demokrasi, katanya, DPD itu dipilih dari Riau 1 banding 3. 100 ribu barangkali DPR RI bisa duduk, Riau itu bisa 300 ribu.

"Menurut kita ini adil atau tidak. Dalam konteks legitimasi duduk saja dulu. Jadi kalau kita bicara ke hulu, akan nampak nanti apa yang terjadi kedepan," tukas Herman Gazali.

Oleh karena itu, lanjut Herman Gazali, dalam membuat undang-undang DPR terus mengadu lagi ke DPR ini kadang-kadang tidak matching. Sehingga peran DPD ini yang independen, diperlukan untuk menyuarakan hal-hal yang sifatnya objektif.

"Nah inilah kadang-kadang yang kita sebut dengan politik hukum, yang mana undang-undang itu lahir tidak bebas dari kepentingan. Itu Pak Prof Mahfud yang mengatakan itu. Jadi, lembaga ini diperlukan. Dia equal. Buktinya, dalam penomoran nomor urut, partai 1 sampai 20 dilanjutkan dengan DPD. Artinya itu menggambarkan kesetaraan antara DPR dengan DPD. Jadi oleh karena itu, barangkali peran DPD kedepan bagi orang yang mengerti harus dapat menyuarakan kondisi itu. Karena itu hasbunnuzulnya untuk korektif action kedepan. Tentunya dalam rangka untuk mewujudkan cita-cita negara ini yaitu mensejahterakan rakyat Indonesia," katanya.(ron)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Terima Tokoh Lintas Agama, Muliardi: Kerukunan yang Telah Terjalin Harus Terus Kita Rawat dan Tingkatkan

Safari Ramadhan di Masjid Al-Adzim Polda Riau, Kapolri Imbau Semua Pihak Swaspada Terhadap Narasi-Narasi Provokatif

Syahrial Abdi: Kebijakan Ini Mewajibkan Setiap Pegawai untukTtetap Produktif Meski Tidak Berada di Kantor

Luncurkan Program Masjid Ramah Pemudik, Kemenag Siapkan 215 Masjid di Jalur Mudik di Riau

Tas Baru, Energi Baru: Senyum Siswa Minas Sambut HUT ke-1 Danantara

Polda Riau Launching Tanjak dan Selempang, Taufik Ikram Jamil: Marwah yang Harus Dijaga Bersama-Sama

Terima Tokoh Lintas Agama, Muliardi: Kerukunan yang Telah Terjalin Harus Terus Kita Rawat dan Tingkatkan

Safari Ramadhan di Masjid Al-Adzim Polda Riau, Kapolri Imbau Semua Pihak Swaspada Terhadap Narasi-Narasi Provokatif

Syahrial Abdi: Kebijakan Ini Mewajibkan Setiap Pegawai untukTtetap Produktif Meski Tidak Berada di Kantor

Luncurkan Program Masjid Ramah Pemudik, Kemenag Siapkan 215 Masjid di Jalur Mudik di Riau

Tas Baru, Energi Baru: Senyum Siswa Minas Sambut HUT ke-1 Danantara

Polda Riau Launching Tanjak dan Selempang, Taufik Ikram Jamil: Marwah yang Harus Dijaga Bersama-Sama



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Meski WFA Pasca Idul Fitri, KUA Tenayan Raya Tetap Layani Nikah di Balai dan Luar Balai
27 Maret 2026
Rapat Bersama BKD, Bupati Siak Afni Dorong Optimalisasi Peningkatan PAD
27 Maret 2026
Apel Perdana Pasca Lebaran, Afni: Kita Wajib Survive dalam Kondisi Apapun
25 Maret 2026
Terima Tokoh Lintas Agama, Muliardi: Kerukunan yang Telah Terjalin Harus Terus Kita Rawat dan Tingkatkan
26 Maret 2026
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag: Layanan KUA Tetap Jalan di tengah Kebijakan WFA
25 Maret 2026
Safari Ramadhan di Masjid Al-Adzim Polda Riau, Kapolri Imbau Semua Pihak Swaspada Terhadap Narasi-Narasi Provokatif
17 Maret 2026
Syahrial Abdi: Kebijakan Ini Mewajibkan Setiap Pegawai untukTtetap Produktif Meski Tidak Berada di Kantor
16 Maret 2026
Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan
24 Maret 2026
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
23 Maret 2026
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan
  • 2 Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
  • 3 Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
  • 4 Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
  • 5 Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
  • 6 Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
  • 7 Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
  • 8 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 9 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved