• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kunjungi PLN UID Riau dan Kepri, Komisi VI DPR RI Bahas Penguatan Keandalan Kelistrikan
Dibaca : 104 Kali
Menuju WBBM 2026, Kakanwil Kemenkum Riau Tekankan Penguatan Inovasi dan Dampak Pelayanan
Dibaca : 104 Kali
Sempena HUT Riau ke-69 dan HUT RI ke-81, Diskominfotik Riau Gelar Berbagai Lomba Antar Bidang
Dibaca : 132 Kali
Tour Campus ke Unilak, 80 Siswa SMKN 1 Pekanbaru Belajar Tata Kelola Administrasi Modern
Dibaca : 150 Kali
Kemenkum Riau Percepat Pelindungan IG Talas Ungu Sinaboi dan Terasi Bagan Rohil
Dibaca : 210 Kali

  • Home
  • Nasional

UPF Gelar Think Tank 2022 dan Luncurkan IAED & IMAP untuk Indonesia

Zulmiron
Selasa, 25 Januari 2022 17:03:11 WIB
Cetak
UPF Gelar Think Tank 2022 dan Luncurkan IAED & IMAP untuk Indonesia.

Jakarta, Hariantimes.com - Universal Peace Federation (UPF) mengadakan pertemuan khusus bertajuk UPF New Year’s Gathering, di Ruang Majapahit Hotel Borobudur, Jakarta, Indonesia, Sabtu (22/01/2022). 

Pertemuan yang mengangkat tema “Peran Bisnis dan Media untuk Perdamaian di dalam Negeri, Semenanjung Korea, Asia Pasifik dan Dunia” ini digagas untuk mempererat hubungan antara Peace Associates dan Peace Ambassadors (Duta Perdamaian) UPF, yang menandai awal tahun 2022 yang penuh harapan terlepas dari perjuangan yang kita semua hadapi di masa pandemi Covid-19 yang penuh tantangan ini.

Acara yang juga dihadiri oleh peserta online melalui platform zoom ini menampilkan inisiatif baru dari Universal Peace Federations (UPF), Think Tank 2022 for Indonesia, yang berupaya membangun strategi global untuk terobosan besar bagi perdamaian pada akhir tahun 2022; adalah salah satu tujuan utama UPF untuk mencapai reunifikasi damai Korea seperti yang menjadi visi pendiri UPF, Father dan Mother Moon. Mereka menggambarkan ini sebagai batu loncatan penting untuk mencapai perdamaian di dunia. Inisiatif ini muncul di atas dasar investasi tulus dan upaya penuh pengorbanan selama beberapa dekade, terutama setelah pertemuan para pendiri UPF dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Il Sung di Pyongyang sekitar 30 tahun yang lalu.

Wakil Ketua UPF Indonesia, Prof Dr Payaman Simanjuntak menyambut baik seluruh peserta yang hadir baik yang hadir langsung maupun peserta online. 

Ketua UPF Asia Pasifik Hon Ek Nath Dhakal kemudian menyampaikan Opening Remarks dan mengapresiasi UPF kepada para VIP dan delegasi tingkat tinggi yang mendukung pembicaraan dan program perdamaian dan juga menyampaikan update tentang KTT mendatang yang akan berlangsung di Korea dengan para pemimpin tingkat tinggi dan kepala negara pada Februari 2022.

“Bagi saya, kemanusiaan adalah satu, dan tidak memiliki warna. Ketika kita berbicara dari hati nurani kita yang terdalam, maka kita menemukan bahwa kemanusiaan melampaui semua agama, kepercayaan, aliran, bahkan politik, dll. Oleh karena itu, kita perlu memupuk rasa kemanusiaan ini agar bisa tetap hidup di dalam diri kita masing-masing,” ungkap Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA sembari mengatakan saat memberikan Bimbingan Spiritual pada acara tersebut. 

“Saya sungguh sangat yakin, semakin kita mendengarkan hati nurani, maka semakin kita berkontribusi besar untuk terciptanya bangsa-bangsa yang lebih damai," katanya.

Sesi Think Tank 2022 Indonesia, yang dipandu oleh Sekretaris Jenderal UPF untuk Indonesia Alfred Forno dan ditutup dengan sambutan VIP dan Pesan Utama yang disampaikan oleh Ketua IAPP Indonesia Hon Yasril A Baharuddin.

Yasril menghimbau khususnya kepada para pemimpin usaha dan media untuk bersatu padu membangun perdamaian di berbagai tingkatan hingga kita dapat mencapainya di tingkat dunia. 

"Saya mendorong kita semua untuk mengabdikan diri kita di bidang masing-masing untuk menemukan kedamaian sebagaimana beliau mengutip apa yang dikatakan oleh pendiri UPF Dr Hak Ja Han Moon, Ibu Perdamaian, “Aku akan mengabdikan sisa hidupku untuk mengakhiri perang, asusila dan keserakahan, dan membebaskan hati Tuhan sehingga kita dapat membangun dunia yang penuh dengan kedamaian dan cinta sejati yang melimpah," katanya.

Pada kesempatan yang sama, pada Duta Perdamaian UPF sesi peresemian yang dipandu oleh Petrus Lakonawa MTh dan Sekretaris Jenderal IAPD Indonesia, UPF meluncurkan International Association for Peace and Economic Development (IAED), dengan Dr Jessica Natalia Widjaja sebagai presiden dan juga International Media Association for Peace (IMAP), dengan Mr. Mercys Charles Loho sebagai presidennya. 

IAED dan IMAP adalah dua cabang UPF di samping IAPP dan IAPD yang telah diluncurkan masing-masing pada 2018 dan 2021. 

Dr Jessica menyebutkan betapa pentingnya para pemimpin bisnis untuk memiliki kesempatan dan tanggung jawab untuk bekerja sama dengan sektor masyarakat lainnya agar dunia ini dapat diciptakan menjadi tempat tinggal yang lebih baik. 

“Kami menegaskan niat kami untuk bekerja sama demi menciptakan keluarga bangsa-bangsa, sebuah dunia damai yang lebih baik, dan manusia berkembang berdasarkan prinsip interdependensi, kemakmuran bersama, dan nilai-nilai universal,” kata Dr Jessica. 

Di sisi lain, Mercys Charles Loho yang juga saat ini menjabat Humas dari Persatuan Wartawan Indonesia mengungkapkan keyakinannya bahwa dengan diluncurkannya IMAP Indonesia media akan berperan penting sebagai ujung tombak perdamaian yang dimulai dari Indonesia. 

“Saya berkeyakinan bahwa dengan hadirnya UPF, yang di dalamnya diluncurkan IMAP Indonesia, saya akan banyak melibatkan rekan-rekan media dari Sabang sampai Merauke untuk bergandengan tangan bersama-sama menggaungkan suara perdamaian dunia dari Indonesia, bersama UPF dan jaringannya juga,” sebut Mercys.

Sebagai penutup peresmian IAED dan IMAP, empat ucapan selamat diberikan oleh para pemimpin lokal dan internasional. 

Dalam sambutannya, Pres. Masaichi Hori, Presiden Family Federation for World Peace and Unification Asia Pasifik 2, menyampaikan harapannya agar Indonesia yang mulai membangun babak baru, akan berperan besar sebagai pembawa bendera di era baru Asia Pasifik.  

Koordinator IMAP Asia Pasifik Dr Robert S Kittel menekankan pentingnya Media yang terus mendidik kita setelah pendidikan formal kita selesai.

"Sebagaimana pendidikan itu penting untuk mengembangkan karakter anak muda kita, keahlian, dan pemahaman tentang dunia di sekitar mereka, media memainkan peran ini dalam masyarakat. Ini sangat penting,” kata Dr Kittel.

Sekretaris Jenderal UPF Asia Pasifik Ursula McLackland memberikan ucapan selamat yang ke-3. 

Dalam sambutannya, Ursula McLackland mengungkapkan penyesalannya karena tidak bisa menghadiri acara ini secara fisik karena sangat mengenal Indonesia setelah 10 tahun tinggal di negara tercinta Indonesia. 

Sebagai penutup, seorang pengusaha dan Ketua Dewan Penasehat PEWARNA Indonesia Louis Pakaila mengungkapkan bahwa Indonesia sedang dihancurkan oleh sekelompok kecil-kecil masyarakat, kita perlu menempatkan media di baris depan sebagai salah satu cara untuk memecahkan masalah untuk mencapai perdamaian.

Karya UPF secara global bertujuan untuk mempromosikan dialog konstruktif di antara para pemimpin dari semua sektor dan dengan keragaman sudut pandang politik, filosofis dan ideologis. Di dunia yang terlalu sering dicirikan oleh polarisasi dan keengganan untuk secara hormat terlibat dengan mereka yang mewakili “pihak lain”, UPF berusaha untuk mendorong dialog yang lebih luas sebuah ekumenisme politik yang meruntuhkan hambatan dan memetakan jalan menuju rasa saling menghormati dan memahami. 

Tidak ada tempat yang lebih membutuhkan pendekatan seperti itu daripada di Semenanjung Korea. Untuk alasan ini, UPF terlibat dengan para pemimpin negara dan partai politik yang bersekutu dengan Korea Utara dan Selatan dan dipandu oleh prinsip-prinsip kehormatan, kesopanan, dan komitmen untuk rekonsiliasi.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Pekerja Informal Sektor Persampahan Dapat Diskon Iuran JKK-JKM 50 Persen

Pemda Diminta Fokus Kembangkan Kompetensi Green Jobs

IOH Luncurkan Zankore by Indosat

PWI dan AFPI Perkuat Literasi Pindar

ASN Kemenag Berperan Wujudkan Agama Maslahah bagi Bangsa dan Negara

PWI Pusat dan AFPI Bahas Pindar, Inklusi Keuangan dan Perlindungan Publik

Pekerja Informal Sektor Persampahan Dapat Diskon Iuran JKK-JKM 50 Persen

Pemda Diminta Fokus Kembangkan Kompetensi Green Jobs

IOH Luncurkan Zankore by Indosat

PWI dan AFPI Perkuat Literasi Pindar

ASN Kemenag Berperan Wujudkan Agama Maslahah bagi Bangsa dan Negara

PWI Pusat dan AFPI Bahas Pindar, Inklusi Keuangan dan Perlindungan Publik



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kunjungi PLN UID Riau dan Kepri, Komisi VI DPR RI Bahas Penguatan Keandalan Kelistrikan
13 Agustus 2026
Menuju WBBM 2026, Kakanwil Kemenkum Riau Tekankan Penguatan Inovasi dan Dampak Pelayanan
13 Agustus 2026
Sempena HUT Riau ke-69 dan HUT RI ke-81, Diskominfotik Riau Gelar Berbagai Lomba Antar Bidang
13 Agustus 2026
Tour Campus ke Unilak, 80 Siswa SMKN 1 Pekanbaru Belajar Tata Kelola Administrasi Modern
13 Agustus 2026
Kemenkum Riau Percepat Pelindungan IG Talas Ungu Sinaboi dan Terasi Bagan Rohil
12 Agustus 2026
Kakanwil Kemenkum Riau Dampingi Peserta PKA Angkatan LXXVII sebagai Mentor Aksi Perubahan
12 Agustus 2026
Kanwil Kemenkum Riau Dukung Penuh Rangkaian Kegiatan Nasional
12 Agustus 2026
Perkuat Komunikasi Publik, Imigrasi Siak Gandeng PWI Riau
12 Agustus 2026
Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang
12 Agustus 2026
Tim Perpustakaan El-Hayaah MAN 1 Pekanbaru Stand Teredukatif di Festival Literasi Provinsi Riau 2026
11 Agustus 2026
TERPOPULER +
  • 1 Karhutla Pematang Pudu Belum Padam, Ferdian: Tim Lakukan Penyekatan Agar Api Tak Merembet
  • 2 PWI dan AFPI Perkuat Literasi Pindar
  • 3 PPI Lestarikan Kekayaan Budaya Melalui Karya Sastra
  • 4 Wamenkes Tekankan Inovasi dan Riset Kesehatan
  • 5 Prabowo Ajak Jajaran Kadin Indonesia Perkuat Kolaborasi antara Pemerintah dan Dunia Usaha
  • 6 Ingin Lanjut S2 Komunikasi? UIR Buka Pendaftaran hingga 22 Agustus 2026
  • 7 Amran Tambi: Momentum Memperkuat Peran Masyarakat Perantau
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Komunikasi dan Transformasi Organisasi
  • 9 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum "PASTI Ada Solusi" Episode 9
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved