• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Persiapan Peacemaker Training 2026
Dibaca : 304 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pendalaman Materi Perancang
Dibaca : 277 Kali
Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Akses Keadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu
Dibaca : 253 Kali
Kakanwil Tanda Tangani Addendum Kontrak Bantuan Hukum Periode II Bersama 22 LBH
Dibaca : 272 Kali
Kemenkum Riau Ikuti CoP BPSDM Hukum
Dibaca : 273 Kali

  • Home
  • Pendidikan

Pengabdian Kepada Masyarakat, Sosialisasi LTAD Pada Pelatih Bola Basket Lecenci C

Redaksi
Jumat, 21 Januari 2022 08:45:00 WIB
Cetak
(foto : ist).

PEKANBARU, HarianTimes.com – Sebagai seorang dosen tidak hanya bertugas sebagai pengajar di kampus atau ruang kelas. Namun ada Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan setiap tahunnya. Tri Dharma tersebut diantaranya melakukan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat.

Hal itu yang dilakukan oleh seorang Dosen Penjaskesrek FKIP Universitas IIslam Riau (UIR), Dr Oki Candra SPd MPd ditengah masyarakat, yakni berupa pengabdian dalam bentuk Sosialisasi Long Term Athlete Development (LTAD) kepada Pelatih Bola Basket Lecenci C di Kota Pekanbaru beberapa waktu yang lalu.

Dr Oki Candra SPd MPd mengatakan bahwa kegiatan ini salah satu bentuk dari Tri Dharma yang selalu dijalani oleh para Dosen setiap tahunnya, bukan hanya di kelas saja.

Menurut Oki Candra, Sang Dosen FKIP UIR itu menjelaskan bahwa kegiatan tersebut di laksanakan dengan sebanyak 17 orang di Gor Tribuana pada 01 Oktober 2021.

“Iya, hal ini sengaja dilaksanakan sebagai pengabdian terhadap masyarakat, sehingga ilmu yang dimiliki bisa bermanfaat juga bagi masyarakat, dengan cara sosialisasi yang dilakukan kepada para pelatih yang berlecenci C sehingga dapat meningkatkan keilmuan ke depannya,” jelas Oki Candra, Jum’at (21/01/2022) di Pekanbaru.

Menurut Dosen FKIP UIR kelahiran Baserah Kecamatan Kuantan Hilir Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) itu, hampir semua anak-anak memiliki cita-cita ingin menjadi pemain bola basket profesional.

“Mereka terinspirasi oleh permainan yang selalu ditampilkan oleh idolanya begitu juga dengan pelatihnya. Untuk mencapai suatu kesuksesan atlet dalam pembinaan justru pelatih mempunyai program yang jelas dan berkesinambungan dalam jangka panjang. Perkembangan seorang atlet diibaratkan sebuah seni dimana pelatih terlibat dalam orkestrasi yang kompleks dari perencanaan, pelaksanaan pelatihan, dan kompetisi nya,” beber Oki Candra.

Lebih lanjut, dikatakan Oki Candra yang merupakan seorang anak penjual sate di Negeri yang terkenal dengan sebutan Kota Pacu Jalur itu, Model Pengembangan Atlet Jangka Panjang Long Term Athlete Development atau disingkat dengan LTAD adalah kerangka kerja untuk pelatihan, kompetisi, dan jadwal pemulihan yang optimal untuk setiap tahap pengembangan atletik dan saat ini diakui sebagai yang paling relevan dan terkenal dalam pembinaan kontemporer.

“Long Term Athlete Development atau LTAD diusulkan sebagai kerangka kerja untuk manajemen proses pertumbuhan dan perkembangan remaja dan remaja, dan telah mengidentifikasi periode kritis percepatan dalam adaptasi pelatihan,” jelasnya.

Baru-baru ini, sambung Oki Candra, tampaknya ada sejumlah masalah dengan model teoretis ini yaitu belum tentu transparan kepada pelatih. “Pada prinsipnya, data longitudinal atau eksperimental yang menjadi dasar model adalah kurang ketelitian ilmiah juga dikatakan bahwa usia biologis, daripada usia kronologis, harus digunakan untuk meresepkan pelatihan yang relevan dengan kematangan fisik dan psikologis setiap individu,” sebut Oki.

“Long term athlete development (LTAD), akan menjadi jelas pembagian tanggung jawab pembinaan, misalnya antara pemerintah dan swasta, amatir dan professional dan seterusnya,” imbuh Oki Candra, Sang Dosen FKIP UIR yang sudah menyandang gelar S3, Doktor Penjaskesrek itu.

“Nah, dengan adanya tahapan perkembangan, juga dapat disiapkan jenjang karir atlet, sejak kecil hingga puncak prestasi dan pensiun sebagai atlet. Jenjang kompetisi juga dapat lebih jelas ditata, sesuai dengan tumbuh kembang anak atau atlet itu sendiri,” ujar Oki Candra, yang pernah bersekolah di SMPN 1 Kuantan Hilir itu.

Dalam hal ini, Oki Candra menilai banyak aspek, seperti tingkat partisipasi, kedisiplinan, sportivitas, fairness dan lain-lain, jadi aspek menang atau kalah “bukan satu satunya penilaian Long Term Athlete Development (LTAD) suatu jalur pembinaan yang jelas,” ujarnya.

Long Term Athlete Development atau LTAD memberikan pengertian yang jelas kepada pelatih, administrator, klub dan pihak-pihak lainnya mengenai apa yang dapat mereka lakukan untuk memberikan dukungan terbaik bagi atlet yang menjadi tanggung jawabnya, kata Oki Candra.

Long Term Athlete Development atau LTAD, ujar Oki Candra, juga memberikan pemahaman pada atlet mengenai apa yang harus mereka lakukan dan kapan mereka melakukannya agar dapat berprestasi pada tingkat elite.

Long Term Athlete Development atau LTAD akan, yakni pertama, menyediakan sebuah jalur pembinaan dan pengembangan yang jelas dan konsisten. Kedua, memberikan panduan untuk memeriksa system yang sekarang berjalan guna mengidentifikasi kekuatan, kesenjangan dan inkonsistensi yang ada pada system. Ketiga, memandu pelatih dalam merencanakan program pelatihan, perlombaan dan pemulihan yang konsisten dengan prinsip-prinsip pertumbuhan dan kematangan, memungkinkan atlet untuk mencapai prestasi optimalnya dan mendorong mereka untuk tetap berolahraga selama hidupnya.

Sementara yang ke empat, guna memandu pelatih dalam mengembangkan atau menyusun program remedials. Kelima, memperbaiki proses rekrutmen dan pembinaan untuk atlet pemula. Serta yang ke enam, Membantu atlet untuk tampil lebih baik dan lebih konsisten selama program berlangsung dan dari tahun ke tahun, papar Oki Candra.

“Untuk mencapai sebuah program jangka panjang pelatih harus menguasai program yang jelas mulai mengusai teori Long Term Athlete Development atau LTAD, Long Term Athlete Development atau LTAD bukanlah program adhoc (instant) atau berdasarkan event, tapi merupakan program berkesinambungan jangka panjang,” jelas Oki.

Jika kita lakukan sekarang hasilnya baru akan terlihat 10 tahun kemudian, ujarnya. “Untuk itu akan terasa jika program ini disusun dengan jangka panjang sesuai dengan katagori umur yang diberikan kepada atlet tersebut,” tandas Oki Candra, Dosen FKIP UIR bertubuh besar tinggi jangkung namun baik hati tersebut.*


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

UIR Kembali Pertahankan Posisi QS World University Rankings di Asia dan Asia Tenggara

Tujuh Dosen Unilak Raih Jabatan Lektor Kepala 2026

Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak

Segera Digelar, PRB 2027 Prodi Biologi FKIP Unri Siapkan 11 Cabang Lomba Sains dan Kreativitas

Prodi Doktor Sains Manajemen UIR Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA

Persiapkan Masa Depan, Santri dan Santriwati Diajak Terus Belajar Mengembangkan Potensi Diri

UIR Kembali Pertahankan Posisi QS World University Rankings di Asia dan Asia Tenggara

Tujuh Dosen Unilak Raih Jabatan Lektor Kepala 2026

Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak

Segera Digelar, PRB 2027 Prodi Biologi FKIP Unri Siapkan 11 Cabang Lomba Sains dan Kreativitas

Prodi Doktor Sains Manajemen UIR Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA

Persiapkan Masa Depan, Santri dan Santriwati Diajak Terus Belajar Mengembangkan Potensi Diri



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Persiapan Peacemaker Training 2026
06 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pendalaman Materi Perancang
06 November 2026
Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Akses Keadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu
06 November 2026
Kakanwil Tanda Tangani Addendum Kontrak Bantuan Hukum Periode II Bersama 22 LBH
06 November 2026
Kemenkum Riau Ikuti CoP BPSDM Hukum
06 November 2026
Ruang Fiskal Menyempit, Kebutuhan Pembangunan Meningkat
06 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Ditjen AHU
05 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual dan Optimalisasi Royalti Musik
05 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Indikasi Geografis
04 November 2026
Cetak Paralegal Muda, Kanwil Kemenkum Riau Bekali 40 Mahasiswa UIN Suska Akses Keadilan
04 November 2026
TERPOPULER +
  • 1 Ramli Walid: Kerukunan dan Persatuan Harus Terus Dirawat Bersama
  • 2 Buka Musda V MUI Siak, Syamsurizal: Semoga Lahir Gagasan-Gagasan Besar
  • 3 139 ASN Kemenag Riau Ikuti Asesmen Pro ASN
  • 4 Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026
  • 5 Himpunan Siompu Kampar Riau Audiensi dengan Anggota DPD RI, Didis Mardisna: Semoga Bisa Berkolaborasi di Banyak Program
  • 6 Perkuat Pengelolaan JDIH, Kanwil Kemenkum Riau Terima Konsultasi DPRD Inhu
  • 7 Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bengkalis
  • 8 Afni: Patut Diwariskan dan Menjadi Inspirasi bagi Generasi Sekarang
  • 9 Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved