• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
Dibaca : 312 Kali
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 578 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 584 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 508 Kali
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
Dibaca : 640 Kali

  • Home
  • Sosialita

Satwa Liar Berkeliaran dari Satu Rumah ke Rumah, Penghuni Kamp Rumbai dan Duri Harus Berbagi Ruang

Zulmiron
Sabtu, 28 Agustus 2021 12:49:40 WIB
Cetak
Satu satu satwa liar yang dilindungi.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Kamp Rumbai dengan luas 145 hektare (ha), salah satu dari tujuh kamp tempat tinggal pekerja Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Letak kamp ini berdampingan dengan Rumbai Nature Park, yakni kawasan taman alam tropis seluas lebih dari 100 ha. 

Di kedua tempat ini, bahkan beberapa sejumlah spesies satwa liar yang sudah sulit ditemukan di alam lepas di antaranya masuk dalam daftar merah IUCN, masih dapat hidup dengan tenang. 

Bahkan, para penghuni Kamp Rumbai harus berbagi ruang dengan hewan-hewan ini, terutama keturunan primata, burung, beruang dan babi hutan. Kawanan satwa liar ini berkeliaran hilir mudik dari satu rumah ke rumah. Beruk-beruk dan babi-babi hutan berlarian masuk ke halaman rumah, menumpahkan isi tong sampah mencari sisa makanan, memanjat atap rumah bahkan tiang bendera. Burung enggang juga sering hinggap di dahan pohon-pohon besar memperlihatkan paruhnya yang gagah.

Kamp Rumbai dan Rumbai Nature Park merupakan rumah bagi setidaknya sembilan jenis primata, lima diantaranya masuk dalam daftar satwa yang dilindungi Pemerintah dan daftar merah IUCN, yakni Lutung Kokah (east Sumatran banded langur atau presbytis percura), Lutung Simpai (Sumatran surili atau presbytis melalophos), Uwa Ungko (mountain agile gibbon atau hylobates agilis), Lutung Kelabu (silvery lutung atau trachypithecus cristatus) dan Kurang (Sunda slow lorises atau nycticebus caucang), serta lebih dari 50 species burung, yang lima diantaranya juga satwa yang dilindungi, yaitu Elangikan Kepala-Kelabu (grey-headed fish eagle atau ichthyphaga ichthyaetus), Elangular Bido (crested serpent eagle atau spilornis cheela), Elang Brontok (crested hawk-eangle atau spizaetus cirrhatus), Burungmadu Kelapa (brown-throated sunbird atau anthreptes malacensis) dan Rajaudang Meninting (blue-eared kingfisher atau alcedo meninting). Di taman ini juga ditemukan sejumlah fauna langka, misalnya beberapa jenis kantung semar. 

Sementara di Kamp Duri, kawanan gajah Sumatera, yang dikategorikan IUCN sebagai satwa langka kritis (critically endangered), masih cukup sering dijumpai masuk ke kamp dalam beberapa tahun terakhir. Ruang gerak gajah yang semakin berkurang dan karakteristik alam yang sudah berubah menjadi monokultur karena konversi hutan hujan menjadi perkebunan sawit memaksa mamalia darat terbesar ini mencari perlindungan di kamp yang masih hijau, rimbun dan kaya keanekaragaman hayati.

Lain lagi cerita dari lapangan minyak Duri. Di lapangan seluas 67 kilometer bujur sangkar, para pekerja masih menemukan jejak kaki harimau Sumatera yang juga merupakan satwa langka kritis. 

Untuk memastikan keselamatan pekerja dan menghindari konflik dengan harimau, dilakukan sejumlah upaya. Di antaranya dengan studi populasi harimau Sumatera. Studi ini bertujuan memperoleh data populasi harimau dan habitat mereka di lapangan Duri Steamflood dengan mangsa, vegetasi, ruang gerak harimau sehingga dapat dibuat upaya mitigasi konflik harimau-manusia serta memastikan operasi migas yang selamat. 

Tidak saja wilayah operasinya, kamp tempat tinggal karyawan juga berbatasan dengan hutan tropis Sumatera yang masih tersisa dan terpelihara. 

Sejalan dengan kebijakan dan komitmen Pertamina untuk melindungi keanekaragaman hayati, kegiatan operasi dan aktivitas kehidupan kamp juga dilakukan sejalan dengan prinsip tersebut.

PHR terus berupaya meningkatkan praktik operasi sesuai komitmen kebijakan Kesehatan, Keselamatan, Keamanan dan Lingkungan, dengan berpegang teguh pada implementasi golden rules Pertamina: Patuh-Intervensi-Peduli.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru

Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan

Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim

Demi THR, Zufra Irwan: Jangan "Gadaikan" Integritas

Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru

Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan

Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim

Demi THR, Zufra Irwan: Jangan "Gadaikan" Integritas



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
23 Maret 2026
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
  • 2 Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
  • 3 Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
  • 4 Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
  • 5 Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
  • 6 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 7 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 8 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
  • 9 Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved