• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Upaya Pengelolaan Stres Pasien, Dosen Unimus Launching Intervensi Video Self-Management Hipertensi Ber-HKI
Dibaca : 121 Kali
Semangat Toleransi Menguat, Kemenag Riau Gelar Doa Bersama Lintas Agama di Taluk Kuantan
Dibaca : 147 Kali
IZI Launching Kampung Ramadhan di Koto Kaciak, Maninjau
Dibaca : 153 Kali
Harapan SMSI Tahun 2026, Podcast Menjadi Institusi Pers
Dibaca : 184 Kali
Tahun Berganti, Antara Optimisme dan Pesimisme
Dibaca : 259 Kali

  • Home
  • Sosialita

Satwa Liar Berkeliaran dari Satu Rumah ke Rumah, Penghuni Kamp Rumbai dan Duri Harus Berbagi Ruang

Zulmiron
Sabtu, 28 Agustus 2021 12:49:40 WIB
Cetak
Satu satu satwa liar yang dilindungi.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Kamp Rumbai dengan luas 145 hektare (ha), salah satu dari tujuh kamp tempat tinggal pekerja Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Letak kamp ini berdampingan dengan Rumbai Nature Park, yakni kawasan taman alam tropis seluas lebih dari 100 ha. 

Di kedua tempat ini, bahkan beberapa sejumlah spesies satwa liar yang sudah sulit ditemukan di alam lepas di antaranya masuk dalam daftar merah IUCN, masih dapat hidup dengan tenang. 

Bahkan, para penghuni Kamp Rumbai harus berbagi ruang dengan hewan-hewan ini, terutama keturunan primata, burung, beruang dan babi hutan. Kawanan satwa liar ini berkeliaran hilir mudik dari satu rumah ke rumah. Beruk-beruk dan babi-babi hutan berlarian masuk ke halaman rumah, menumpahkan isi tong sampah mencari sisa makanan, memanjat atap rumah bahkan tiang bendera. Burung enggang juga sering hinggap di dahan pohon-pohon besar memperlihatkan paruhnya yang gagah.

Kamp Rumbai dan Rumbai Nature Park merupakan rumah bagi setidaknya sembilan jenis primata, lima diantaranya masuk dalam daftar satwa yang dilindungi Pemerintah dan daftar merah IUCN, yakni Lutung Kokah (east Sumatran banded langur atau presbytis percura), Lutung Simpai (Sumatran surili atau presbytis melalophos), Uwa Ungko (mountain agile gibbon atau hylobates agilis), Lutung Kelabu (silvery lutung atau trachypithecus cristatus) dan Kurang (Sunda slow lorises atau nycticebus caucang), serta lebih dari 50 species burung, yang lima diantaranya juga satwa yang dilindungi, yaitu Elangikan Kepala-Kelabu (grey-headed fish eagle atau ichthyphaga ichthyaetus), Elangular Bido (crested serpent eagle atau spilornis cheela), Elang Brontok (crested hawk-eangle atau spizaetus cirrhatus), Burungmadu Kelapa (brown-throated sunbird atau anthreptes malacensis) dan Rajaudang Meninting (blue-eared kingfisher atau alcedo meninting). Di taman ini juga ditemukan sejumlah fauna langka, misalnya beberapa jenis kantung semar. 

Sementara di Kamp Duri, kawanan gajah Sumatera, yang dikategorikan IUCN sebagai satwa langka kritis (critically endangered), masih cukup sering dijumpai masuk ke kamp dalam beberapa tahun terakhir. Ruang gerak gajah yang semakin berkurang dan karakteristik alam yang sudah berubah menjadi monokultur karena konversi hutan hujan menjadi perkebunan sawit memaksa mamalia darat terbesar ini mencari perlindungan di kamp yang masih hijau, rimbun dan kaya keanekaragaman hayati.

Lain lagi cerita dari lapangan minyak Duri. Di lapangan seluas 67 kilometer bujur sangkar, para pekerja masih menemukan jejak kaki harimau Sumatera yang juga merupakan satwa langka kritis. 

Untuk memastikan keselamatan pekerja dan menghindari konflik dengan harimau, dilakukan sejumlah upaya. Di antaranya dengan studi populasi harimau Sumatera. Studi ini bertujuan memperoleh data populasi harimau dan habitat mereka di lapangan Duri Steamflood dengan mangsa, vegetasi, ruang gerak harimau sehingga dapat dibuat upaya mitigasi konflik harimau-manusia serta memastikan operasi migas yang selamat. 

Tidak saja wilayah operasinya, kamp tempat tinggal karyawan juga berbatasan dengan hutan tropis Sumatera yang masih tersisa dan terpelihara. 

Sejalan dengan kebijakan dan komitmen Pertamina untuk melindungi keanekaragaman hayati, kegiatan operasi dan aktivitas kehidupan kamp juga dilakukan sejalan dengan prinsip tersebut.

PHR terus berupaya meningkatkan praktik operasi sesuai komitmen kebijakan Kesehatan, Keselamatan, Keamanan dan Lingkungan, dengan berpegang teguh pada implementasi golden rules Pertamina: Patuh-Intervensi-Peduli.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

IZI Launching Kampung Ramadhan di Koto Kaciak, Maninjau

Lewat Pelatihan Laundry Sepatu, PHR Dorong Kemandirian Ekonomi Kelompok Disabilitas

Di Tahun 2025, Imigrasi Pekanbaru Ukir Kinerja yang Komprehensif dan Membanggakan

Lantik 31 Kepala KUA se Riau, Muliardi: Ujung Tombak Layanan Masyarakat

Ketua Iluni SMPN 1 Matur Angkatan 86 Serahkan Bantuan ke Rekan Sejawat Terdampak Longsor di Pauh dan Sidang Tangah

Pengurus Matua Saiyo Provinsi Riau Serahkan Bantuan ke Pekeja Perbaikan Irigasi Banda Badarun

IZI Launching Kampung Ramadhan di Koto Kaciak, Maninjau

Lewat Pelatihan Laundry Sepatu, PHR Dorong Kemandirian Ekonomi Kelompok Disabilitas

Di Tahun 2025, Imigrasi Pekanbaru Ukir Kinerja yang Komprehensif dan Membanggakan

Lantik 31 Kepala KUA se Riau, Muliardi: Ujung Tombak Layanan Masyarakat

Ketua Iluni SMPN 1 Matur Angkatan 86 Serahkan Bantuan ke Rekan Sejawat Terdampak Longsor di Pauh dan Sidang Tangah

Pengurus Matua Saiyo Provinsi Riau Serahkan Bantuan ke Pekeja Perbaikan Irigasi Banda Badarun



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Upaya Pengelolaan Stres Pasien, Dosen Unimus Launching Intervensi Video Self-Management Hipertensi Ber-HKI
02 Januari 2026
Semangat Toleransi Menguat, Kemenag Riau Gelar Doa Bersama Lintas Agama di Taluk Kuantan
02 Januari 2026
IZI Launching Kampung Ramadhan di Koto Kaciak, Maninjau
02 Januari 2026
Harapan SMSI Tahun 2026, Podcast Menjadi Institusi Pers
01 Januari 2026
Tahun Berganti, Antara Optimisme dan Pesimisme
31 Desember 2025
Polres Pelalawan Ungkap Peredaran Bawang Ilegal 19,5 Ton, Toha: Bukti Nyata Kepemimpinan yang Responsif
31 Desember 2025
Lewat Pelatihan Laundry Sepatu, PHR Dorong Kemandirian Ekonomi Kelompok Disabilitas
31 Desember 2025
Di Tahun 2025, Imigrasi Pekanbaru Ukir Kinerja yang Komprehensif dan Membanggakan
31 Desember 2025
Mulai 1 Januari, Parkir di Alfamart-Indomaret Gratis
31 Desember 2025
Lewat Penetapan RKAP, RUPS SPR Kunci Arah Bisnis 2026
30 Desember 2025
TERPOPULER +
  • 1 Ketua Iluni SMPN 1 Matur Angkatan 86 Serahkan Bantuan ke Rekan Sejawat Terdampak Longsor di Pauh dan Sidang Tangah
  • 2 Pengurus Matua Saiyo Provinsi Riau Serahkan Bantuan ke Pekeja Perbaikan Irigasi Banda Badarun
  • 3 Lulus Profesi Insinyur di Unand, Dosen UIR Akmar Efendi Soroti Pemanfaatan Metode Machine Learning
  • 4 Natal 2025, Menag Ajak Umat Kristiani Merawat Keluarga
  • 5 Kemenhan Bersama PWI Pusat Agendakan Khusus Retret 200 Wartawan di Akmil Magelang
  • 6 Hanafi: Apa yang Dirasakan Warga Agam Juga Dirasakan oleh Kami di Perantauan
  • 7 Kuota Haji 2026 Riau Berkurang Jadi 4.682, Defizon: Alhamdulillah Jauh di Atas Rata-Rata Nasional
  • 8 Refleksi Kinerja 2025, Menag: Agama Bangkitkan Semangat Bangun Bangsa
  • 9 Dorong Penguatan Karakter Anak Sejak Dini,Sekolah Binaan PT KTU Taja Pagelaran Seni dan Kreativitas
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved