• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB
Dibaca : 203 Kali
Lepas Kontingen PPSN VI 2026 Menuju Jatim, Syahruddin: Berkompetisi dengan Baik dan Jaga Kekompakkan
Dibaca : 228 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Kawal SKD Calon Taruna Poltekpin Hari Kedua di BKN Pekanbaru
Dibaca : 201 Kali
Tim Dosen Unilak Bantai Kemdikdasmen dengan Skor Fantastis 10-0
Dibaca : 213 Kali
Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina
Dibaca : 249 Kali

  • Home
  • Nasional

Bermunajat Mengetuk Pintu Langit: M Nuh: Persoalan Rumit pun Insya Allah Bisa Diselesaikan

Zulmiron
Sabtu, 24 Juli 2021 18:29:44 WIB
Cetak
Ketua Dewan Pers, M Nuh.

Jakarta, Hariantimes.com - Dewan Pers mengapresiasi penyelenggaraan "PWI Bermunajat: Mengetuk Pintu Langit" yang turut dihadiri Wakil Presiden Ma'ruf Amin secara virtual. 

Acara dibuka Ketua PWI Pusat, Atal S Depari dan tausyiah dibawakan oleh Ustaz Das'ad Latief. 

Hadir pula Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi dan pengurus PWI Pusat, anggota Dewan Kehormatan, Ilham Bintang, serta anggota PWI dari berbagai daerah di Indonesia. 

"Atas nama Dewan Pers, izinkan saya menyampaikan penghargaan luar biasa kepada PWI yang telah mengambil inisiatif untuk melakukan acara yang sungguh luar biasa ini, Bermunajat Mengetuk Pintu Langit. Ada satu ikhtiar yang sungguh luar biasa," kata Ketua Dewan Pers, M Nuh mengawali sambutannnya.   

M. Nuh meyakini cara merespons kondisi turbulensi seperti sekarang tidak bisa menggunakan logika-logika masa lalu atau usang. 

"Karena covid ini persoalan baru, maka approach-nya pun baru. Tentunya yang lama bisa dipakai, tetap kita pakai," tutur M. Nuh. 

M Nuh melihat pagebluk ini telah menjadi persoalan kompleks karena berdampak lintas sektor. Maka itu, solusinya tidak boleh sederhana. 

"Nah salah satu approach kompleks itu lintas komponen bangsa. Intinya kebersamaan, partisipasi dari masyarakat keseluruhan menjadi kunci pada saat menyelesaikan persoalan kompleks ini. Saya tidak ada, yang ada adalah kita. Ketika persoalan saya menjadi persoalan kita, maka aktornya adalah kita, bukan saya," papar M Nuh sembari mengajak seluruh insan pers untuk terus memobilisir sumber daya yang ada di masyarakat dijahit menjadi bagian dari 'kekitaan'. 

"Yakinlah dengan kekitaan itu. Persoalan rumit pun Insya Allah bisa diselesaikan. Ditambah lagi hari ini kita bermunajat kepada Allah. Hakekatnya yang bisa menyelesaikan persoalan itu Allah, yang bisa menyembuhkan itu Allah," ucapnya.

Rumus terakhir yang ingin dibagikan adalah menumbuhkan empati terhadap sesama. 

"Begini Pak Atal, social complexity itu perkembangannya jauh lebih cognitive capacity. Persoalan sosial sudah sampai di sini, tapi pemahaman kita masih di sini sehingga ada gap, ada blank zone, ada wilayah masih gelap yang jadi misteri," pesan M Nuh.

Menurut M Nuh, di wilayah masih abu-abu inilah semua orang diminta berpikir mencari alternatif-alternatif jawaban, termasuk memanfaatkan data-data scientific approach. 

"Kami sangat yakin panjenengan sudah melakukan itu semua, yaitu ajak semua menumbuhkan partisipasi, empati. Simpati sudah selesai, ndak cukup simpati saja tapi yang dibutuhkan empati, ada suasana emosi tapi ada suasana riil yang bisa kita beri dukungan," jelas M Nuh seraya sependapat dengan pernyataan Atal S Depari tentang perang melawan Covid-19. 

"Begitu kita declare melawan covid, maka harus kita berlindung kepada Allah. Jangan menjadi disersi, disersi sosial maupun spiritual," tegas M Nuh.
 
Disersi istilah yang dipakai di dunia kemiliteran, yaitu tentara yang melarikan diri saat perang. 

Terkait hal ini, M Nuh menyerukan sebisa mungkin ikut berpartisipasi perang melawan Covid-19 baik di hulu maupun di hilir. Salah satu persoalan hilir dari COVID-19 yaitu bermunculan anak-anak yatim. 

"Saya menghitung berapa yatim baru per tanggal 2 Juli kemarin itu hampir 50 ribu, kalau ditambah sekarang 1500 tiap hari yang meninggal, maka bisa jadi sudah 70 ribu yang yatim baru," ia memperkirakan. 

Menurutnya, di antara yatim baru itu bisa saja termasuk keluarga insan pers sendiri. 

"Oleh karena itu paling tidak kita mengambil sebagian beban dari sebagian yatim-yatim baru itu sebagai bakti kita, tentara yang tidak melakukan disersi baik di hulu sini maupun di hilir," sebut M Nuh. 

Sementara dalam tausyiahnya, Ustaz Das'ad mengajak untuk ambil pelajaran atau pesan moral dari kisah tiga pemuda yang terperangkap di dalam goa sempit.  

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassallam pernah mengisahkan ada tiga orang pemuda berjalan. Nah karena perjalanannya tiba waktu malam dan pada saat itu tidak ada hotel, tiga pemuda ini masuk ke dalam goa untuk  beristirahat," ulas Ustaz Das'ad. 

Ketika mereka tidur, tanpa disadari terjadi gempa dan pintu goa pun tertutup. Pemuda paling senior kemudian mengajak berdoa. 

"Tidak ada pilihan lain. kita berusaha dulu, berikhtiar dulu, ayo dorong sama-sama satu dua tiga, nggak bisa terbuka. Kita sudah ikhitiar sudah saatnya berdoa," tutur Ustaz Das'ad.

Pemuda pertama berdoa dengan mengenang kebaikannya yang mengurusi ibunya setiap hari. Pintu goa pun bisa didorong tapi belum bisa dilewati.

Majulah pemuda kedua berdoa. Ia memohon agar dikabulkan doanya karena telah berhasil menghindar dosa, yaitu tidak melakukan maksiat. Pintu goa kembali bisa digeser walau sedikit. 

Tiba giliran pemuda ketiga. Ia memohon kepada Allah SWT agar dikabulkan doanya karena telah menjaga amanah. Akhirnya pintu goa terbuka lebar dan mereka bertiga bisa keluar. 

"Sederhana kisah yang kita dengr tadi, tapi pesan moralnya sangat kuat. Pertama, tidak ada manusia tidak ada masalah, percaya itu. Ini tiga orang di dalam goa yang sangat kecil, tidak sampai 2x2 meter, tapi mereka punya masalah apalagi bangsa Indonesia," jelasnya.

Dari sini pesan moral yang bisa diambil adalah ketika datang masalah berdoalah kepada Allah. "Alhamdulillah wartawan sekarang ramai yang rajin berdoa, anggota PWI sekarang saya lihat hebat berdoa, tapi sayangnya berdoanya bukan selesai sholat, ketika pegang handphone update status 'mudah-mudahan wabah segera berlalu,' 10 menit kemudian update status lagi di Facebooknya 'mudah-mudahan semua cepat berlalu.' Memangnya Tuhan baca statusmu," ucapnya berkelakar. 

"Lalu bagaimana berdoa? berdoa di atas sajadah bukan di Instagram, bukan di Facebook," imbuhnya.  

Ustaz Das'ad juga mengingatkan pesan Nabi Muhammad SAW jika ingin doa cepat dikabulkan Allah SWT. "Birrul walidain, berbuat baiklah kepada kedua orangtuamu. Kalau masih pejabat Indonesia, pejabat dinas lebih hormat kepada manajernya, kepada atasannya dibandingkan orangtuanya demi Allah cara apapun yang kau lakukan menurut garis keimanan, susah selesai masalah," tegasnya. 

Kedua, agar doa cepat dijabah Allah, yaitu, dengan menghilangkan kemaksiatan dan kemungkaran. "Wabah ini telah menelan ribuan anak bangsa, jutaan yang hilang lapanan pekerjaannya, ratusan orang yang hilang keluarganya karena wabah ini tapi ternyata masih ada pengusaha yang menjadi wabah ini ladang bisnis, dia hisap darah anak bangsa, dia teriak saya Pancasila, saya NKRI tapi alkes dijadikan bisnis mengerikan," kritiknya. 

Ia menyayangkan dalam situasi wabah seperti ini masih ada politisi menjadikan panggung politik. "Nauzubillah mindalik. Ingat Saudara, jabatan, umur, niaga ada batasnya. Tapi jika engkau mengambil kesempatan berbisnis, mengambil kesempatan ini memperkaya diri sendiri tunggulah kau malaikat, sampai berapa umurmu," ujarnya memberi peringatan. 

"Ada jurnalis mengambil ini cari muka ke pemerintah, tunggu, kau dapat sakratul maut," sentilnya, lebih lanjut. 

Ketika dihadapi wabah COVID-19 ini semestinya disambut dengan ahsanul amalan yaitu berbuat amal baik. "Allah memberikan wabah ini, Allah jadikan cobaan ini sebagai ujian di antara kalian sapa yang lebih banyak manfaatnya buat orang lain maka teman-teman jurnalis mari mengambil kesempatan, bagian dari wabah ini dngan cara mencerdasakan kehidupan bangsa, memberikan informasi baik, memberikan berita-berita mendidik, bukan yang meneror," pintanya.

Dan, masih kata Ustaz Das'ad, pesan moral ketiga adalah memegang amanah tanggung jawab jabatan dengan teguh. 

Acara diakhiri dengan doa dipandu Ustaz Das'ad.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB

Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina

Memelihara Alam Semesta, Menag Minta Para Imam Gunakan Pendekatan Keagamaan

Buka IGIC 2026, Menag: Mari Kita Jadikan Masjid sebagai Meeting Point

Kerja ke Jepang, Wamenaker: Skill Bahasa Asing Itu Penting

Website PWI Siap Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah

Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB

Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina

Memelihara Alam Semesta, Menag Minta Para Imam Gunakan Pendekatan Keagamaan

Buka IGIC 2026, Menag: Mari Kita Jadikan Masjid sebagai Meeting Point

Kerja ke Jepang, Wamenaker: Skill Bahasa Asing Itu Penting

Website PWI Siap Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB
27 September 2026
Lepas Kontingen PPSN VI 2026 Menuju Jatim, Syahruddin: Berkompetisi dengan Baik dan Jaga Kekompakkan
27 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Kawal SKD Calon Taruna Poltekpin Hari Kedua di BKN Pekanbaru
27 September 2026
Tim Dosen Unilak Bantai Kemdikdasmen dengan Skor Fantastis 10-0
27 September 2026
Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina
26 September 2026
Memelihara Alam Semesta, Menag Minta Para Imam Gunakan Pendekatan Keagamaan
26 September 2026
Buka IGIC 2026, Menag: Mari Kita Jadikan Masjid sebagai Meeting Point
26 September 2026
Juara Umum PORSENIJAR Riau 2026, Kontingen PGRI Siak Borong 7 Medali Emas
26 September 2026
Mahadar: Mari Perkuat Solidaritas dan Persaudaraan Guru
26 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Implementasi Pedoman dan Aplikasi SIKIDA
25 September 2026
TERPOPULER +
  • 1 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pemahaman Pelindungan Rahasia Dagang
  • 2 Lubuk Larangan Garuda Mas Manggopoh Jadi Destinasi Wisata Alam dan Edukasi
  • 3 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Analisis Evaluasi Dampak Kebijakan Pemeriksaan Majelis Pengawas Notaris
  • 4 Kakanwil Kemenkum Riau Berikan Masukan Perubahan Permenkum Nomor 11 Tahun 2026
  • 5 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi Pengawasan IG Sagu Meranti dan Dorong Pembentukan Sentra KI
  • 6 FORMAS Bersama BSPIA akan Gelar Indonesia-China Digital City & Security Technology Application Forum 2026
  • 7 PLN Bersama Pemprov Riau Kementerian Terkait Perkuat Sinergi Mempercepat Program Lides
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau Perkenalkan Inovasi HARMONITAS
  • 9 Silaturahmi dengan SMSI Riau, Fikri Fardhian: Media Mitra Strategis dalam Menyampaikan Informasi yang Akurat ke Masyarakat
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved