• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Paguyuban yang Tergabung di FPK Riau Sukseskan Arak-Arakkan LAM Riau
Dibaca : 172 Kali
Dorong Hilirisasi Paten, Kanwil Kemenkum Riau Gelar Webinar Road to FBPI 2026
Dibaca : 176 Kali
Kawal Lima Ranperda Dumai, Kanwil Kemenkum Riau Dorong Kepastian Hukum Daerah
Dibaca : 176 Kali
Perkuat Pengawasan Notaris, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Evaluasi Kebijakan
Dibaca : 172 Kali
Kakanwil Kemenkum Riau Terima Audiensi DPD PAPPRI Riau
Dibaca : 175 Kali

  • Home
  • Ekonomi

Harga TBS Anjlok Petani Plasma Kuansing Mengeluh

Redaksi
Rabu, 31 Oktober 2018 04:57:21 WIB
Cetak
Truk sedang mengangkut TBS
TELUK KUANTAN, HarianTimes.com - Para pemilik kebun plasma kelapa sawit di Desa Muara Langsat Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuansing menjerit dalam beberapa bulan terakhir. Pasalnya, harga jual tandan buah sawit (TBS) terus anjlok. Hingga pekan ke empat Oktober harga jual TBS di tingkat pabrik masih terbilang rendah, di kisaran Rp1.500 hingga Rp1.400 per kilogramnya.

Tidak seperti lazimnya, ketika produksi hasil panen buah kelapa sawit mengalami kenaikan seperti saat ini, harga jual biasanya merangkak naik dan sedikit melegakan para petani. Namun kenyataan di lapangan, pabrik kelapa sawit masih saja membeli sawit dengan harga di bawah Rp1.500 per kilogram dari para petani.

Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Langgeng unit Desa Muara Langsat, Armises Purlansep mengatakan, harga jual TBS petani plasma ditempatnya saat ini Rp1.400 per kilogram. Para petani kebun plasma sangat mengeluhkan terhadap harga TBS kelapa sawit tersebut.

"Mungkin bukan hanya petani plasma KUD Langgeng saja yang mengalami hal seperti ini. Tapi hampir seluruh petani turunnya harga TBS kelapa sawit dan mau dijual kemana hasil panennya. Sedangkan pihak perusahaan dalam membeli TBS kelapa sawit sangat terbatas," kata Armises, dikantornya, pada Sabtu (27/10) kemarin.

Ia mengatakan, mengatasi hal tersebut, pihaknya selaku pengurus KUD telah melakukan musyawarah dengan anggota KUD dan petani lainnya. Dengan menata ulang antrian dan usulan penyesuaian pembatasan atau kuota TBS kelapa sawit yang masuk ke pabrik pengolahan PT. CRS. 

"Entah sampai kapan kondisi ini bisa normal lagi, kita tak tahu juga. Sudah hampir empat bulan harga TBS mengalami penurunan terus. Harga TBS perkilo yang sebelumnya mencapai Rp1.900, kini hanya dikisaran Rp1.400 hingga Rp1.500 saja. Kita sebagai petani mau tidak mau harus menjual dengan harga tersebut, kalau tidak buah akan membusuk dan tidak ada harganya dan petani tentu akan lebih merugi lagi," ungkapnya.

Sementara Kadir, petani sawit setempat menjelaskan, anjloknya harga kelapa sawit membuat perekonomian keluarganya menjadi tidak stabil. Selama ini keluarganya hanya menggantungkan hidup dari hasil perkebunan sawit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

"Harga sawit anjlok, wah, terasa betul dampak bagi kami. Maka itu kami harap Pemerintah terkait membantu mencari solusi bagi masyarakat dan membuat harga sawit kembali normal bahkan meningkat dari sebelumnya. Sehingga kesejahteraan masyarakat pun kembali membaik," harap Kadir.(hrp)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Inti Telekomunikasi

BDS 2026, KPP Pratama Rengat Perkuat Ekosistem UMKM

IM3 Platinum Hadirkan Bundling Platinum Plus dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max

Indosat 5G Hadirkan Pengalaman yang Lebih Seamless

Perkuat Koneksi Pekanbaru, Indosat Hadirkan Paket 5G, HiFi Air dan IM3 Platinum

Dukung Ekonomi Digital dan Indonesia Emas, Indosat Perluas Jaringan 5G ke Pekanbaru

Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Inti Telekomunikasi

BDS 2026, KPP Pratama Rengat Perkuat Ekosistem UMKM

IM3 Platinum Hadirkan Bundling Platinum Plus dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max

Indosat 5G Hadirkan Pengalaman yang Lebih Seamless

Perkuat Koneksi Pekanbaru, Indosat Hadirkan Paket 5G, HiFi Air dan IM3 Platinum

Dukung Ekonomi Digital dan Indonesia Emas, Indosat Perluas Jaringan 5G ke Pekanbaru



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Paguyuban yang Tergabung di FPK Riau Sukseskan Arak-Arakkan LAM Riau
02 November 2026
Dorong Hilirisasi Paten, Kanwil Kemenkum Riau Gelar Webinar Road to FBPI 2026
02 November 2026
Kawal Lima Ranperda Dumai, Kanwil Kemenkum Riau Dorong Kepastian Hukum Daerah
02 November 2026
Perkuat Pengawasan Notaris, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Evaluasi Kebijakan
02 November 2026
Kakanwil Kemenkum Riau Terima Audiensi DPD PAPPRI Riau
02 November 2026
Menuju HPN 2027, PWI Half Marathon 2026 Siap Menggebrak Bandar Lampung
02 November 2026
Tujuh Dosen Unilak Raih Jabatan Lektor Kepala 2026
02 November 2026
Buka Musda V MUI Siak, Syamsurizal: Semoga Lahir Gagasan-Gagasan Besar
31 Oktober 2026
139 ASN Kemenag Riau Ikuti Asesmen Pro ASN
31 Oktober 2026
Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026
31 Oktober 2026
TERPOPULER +
  • 1 Prodi Doktor Sains Manajemen UIR Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
  • 2 Karhutla Riau Berulang, Okto: Kemunduran Kebijakan Perlindungan Gambut dan Pengabaian Korban
  • 3 Karhutla Meluas, Jikalahari Soroti Lemahnya Perlindungan Gambut di Riau
  • 4 Perkuat Ketahanan Pangan, IKA Faterna Unand Riau-Kepri Gagas Ranch Peternakan dengan Konsep Mix Farming di Riau dan Kepri
  • 5 Kemah Kerukunan dan Ekoteologi di Siak, Muliardi: Ikhtiar Bersama Untuk Merawat Kehidupan Beragama
  • 6 Gerakan Ekoteologi, Kemenag Siak Tanam 1.347 Bibit Pohon di 449 Titik
  • 7 Defile Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Siak Hijau 2026 Diikuti 1.460 Peserta
  • 8 Libatkan 1.711 Peserta, Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Gaungkan Toleransi dan Siak Hijau
  • 9 Persiapkan Masa Depan, Santri dan Santriwati Diajak Terus Belajar Mengembangkan Potensi Diri
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved