• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
Dibaca : 272 Kali
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 548 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 551 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 474 Kali
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
Dibaca : 608 Kali

  • Home
  • Pendidikan

Fahutan Unilak Gelar FGD Pengembangan Kurikulum MBKM

Zulmiron
Jumat, 11 Juni 2021 19:14:56 WIB
Cetak
Fahutan Unilak Gelar FGD Pengembangan Kurikulum MBKM.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning (Fahutan Unilak) menggelar Focus Grup Discussion (FGD), Kamis (10/06/2021).

Kegiatan FGD yang mengusung tema Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka(MBKM) program studi Kehutanan Universitas Lancang Kuning ini untuk memperkuat lulusan Fahutan agar berkualitas, bermutu, Kompetitif dan sesuai dengan perkembangan zaman serta dunia industri, 

Narasumber yang dihadirkan berkompeten dibidangnya. Di antaranya Dr Lailan Syaufana MSc (dosen Fakultas Kehutanan dan lingkungan IPB University), Dr Slamet Wahyudi SPd MSi dari Balai Diklat LHK dan Ir Agus Budi Ikhtiar dari PT Arara Abadi Abadi.

Dekan Fahutan Unilak Ir Emy Sadjati MSi dalam sambutannya mengatakan, FGD pengembangan kurikulum MBKM ini merupakan kegiatan awal dari serangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh prodi Kehutanan Unilak. Dan ini sebagai konsekuensi dari terpilihnya prodi Kehutanan Unilak menjadi salah satu pemenang pada hibah kompetisi Merdeka Belajar Kampus Merdeka Centre of Excellent yang diselenggarakan Direktorat Belmawa Kementrian Pendidikan, Riset, dan Teknologi. 

"Dari 71 prodi Kehutanan yang ada di seluruh Indonesia, Fahutan Unilak menjadi satu-satunya prodi yang lolos program hibah MBKM untuk Centre of Excellent. Proposal yang yang masuk untuk skema satu ada 233 dan yang lolos hanya 32 proposal. Prodi Kehutanan satu-satunya Unilak," ujar Ir Emy Sadjati MSi.

Dijelaskan Emy, skema satu mencakup perancangan, perencanaan dan implementasi program MBKM baik pada tingkat Perguruan tinggi, Fakultas dan program studi. 

Dijabarkan Emy, proposal yang diajukan prodi Kehutanan Unilak merencanakan 7 kegiatan dari April 2021 hingga November 2021 meliputi pengembangan kurikulum MBKM diawali dengan FGD, penyusunan pedoman pelaksanaan MBKM, kerjasama implementasi MBKM, workshop kurikulum Prodi Kehutanan berorientasi MBKM, pelaksanaan magang/praktek kerja mahasiswa, implementasi pertukaran mahasiswa dan sosialisasi program MBKM prodi Kehutanan kepada tiga prodi lain di Unilak. 

Rektor Unilak Dr Junaidi SS MHum saat membuka FGD memberikan apresiasi kepada tim Fahutan yang lolos program MBKM skema 1 Center of Excellent. Keberhasilan ini tentunya menjadi model percontohan pelaksanaan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Unilak. 

"Saya minta Dr Ervayendri dan Wakil Dekan 1 Fahutan Ambarita untuk melakukan roadshow sosialisasi MBKM di prodi seluruh Unilak," pinta Rektor.

Keberhasilan Fahutan mendapatkan dana hibah tentunya ini momen percepatan bagi kemajuan prodi lainnya di Unilak. Dan Unilak sudah memulai. Contohnya program magang.

"Kemarin saat milad, mahasiswa Unilak telah magang di BUMN yang ada di Riau," sebut Rektor 

Dr. Lailan Syaufana MSc dari IPB University diawal pemaparannya mengucapkan selamat kepada Fahutan Unilak yang telah berhasil meraih gran MBKM. 

"Saya menilai visi misi Fahutan yang memiliki nilai-nilai Budaya Melayu ini sesuatu yang khas," ujar Dr Lailan.

Disebutkannya, dalam merumuskan visi misi tentu saja visi misi fakultas/prodi tidak lepas dari visi misi universitas. Dan visi misi universitas harus menjadi acuan fakultas. Dan dari visi misi ini menjadi profil lulusan, maka dari sini harus dirumuskan capaian prodi pembelajaran dan ini semua ada keterkaitan.

Sementara itu, Dr Slamet Wahyudi SPd MSi dari Balai Diklat LHK menyebutkan, adanya FG ini sangat bagus sekali. Adanya FGD merupakan adaptasi lingkungan dan menghasilkan kurikulum baru yang menghadirkan alumni Fahutan yang siap pakai.

"Di LHK untuk wilayah UPT Riau, saya pikir penyuplai SDM adalah Unilak. Kampus pertama yang menghasilkan alumni kehutanan adalah Unilak. Dan banyak sekali alumni Fahutan Unilak yang menjadi ASN," ujar Dr Slamet.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Resmi Buka Prodi Magister Pendidikan Matematika, UIR Hadirkan Kurikulum Machine Learning

Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan, UIR berbagai 1.100 Paket Berbuka Puasa dan Takjil ke Mahasiswa dan Masyarakat

Safari Ramadhan 1447 H, UIR Perkuat Dakwah dan Ukhuwah bersama Masyarakat

Gelar Kuliah Umum, UIR dan The Chicago School Amerika Serikat Bahas Tantangan Perilaku Gen Z

Dosen SMB Unimus Luncurkan Buku Ajar Terapi Kombinasi untuk Kendalikan Kekambuhan Hipertensi

Wujudkan Ekoteologi dan Ketahanan Pangan, MAN Insan Cendekia Siak Panen Raya Melati Kepang

Resmi Buka Prodi Magister Pendidikan Matematika, UIR Hadirkan Kurikulum Machine Learning

Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan, UIR berbagai 1.100 Paket Berbuka Puasa dan Takjil ke Mahasiswa dan Masyarakat

Safari Ramadhan 1447 H, UIR Perkuat Dakwah dan Ukhuwah bersama Masyarakat

Gelar Kuliah Umum, UIR dan The Chicago School Amerika Serikat Bahas Tantangan Perilaku Gen Z

Dosen SMB Unimus Luncurkan Buku Ajar Terapi Kombinasi untuk Kendalikan Kekambuhan Hipertensi

Wujudkan Ekoteologi dan Ketahanan Pangan, MAN Insan Cendekia Siak Panen Raya Melati Kepang



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
23 Maret 2026
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
  • 2 Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
  • 3 Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
  • 4 Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
  • 5 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 6 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 7 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
  • 8 Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
  • 9 Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved