• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Temui Bupati Kampar, Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Layanan Posbankum Desa dan Sinergi Kukerta
Dibaca : 91 Kali
Nahkodai APTISI Riau, Rektor UIR Admiral Siap Perkuat Mutu Perguruan Tinggi Swasta
Dibaca : 133 Kali
Dominasi Kejurnas Tenis Junior, Dua Atlet Muda Siak Bawa Pulang Enam Medali Emas
Dibaca : 152 Kali
Manggala Agni Berjibaku Padamkan Karhutla di Inhu, Luas Terbakar Capai 8 Ha
Dibaca : 174 Kali
Sempat Dirawat di Arab Saudi, Dua Jemaah Haji Riau Dipulangkan Melalui Mekanisme Tanazul Bersama Kloter BTH 24
Dibaca : 159 Kali

  • Home
  • Politik

Diskusi Publik FPR Dalam Bingkai Demokrasi

Lima Caleg Petahana Riau Tampil Memikat

Redaksi
Kamis, 27 September 2018 07:22:53 WIB
Cetak
Lima caleg incumbent Riau tampil memikat pada diskusi publik "FPR Dalam Bingkai Demokrasi" yang berlangsung di Grand Central Hotel Pekanbaru, Rabu (26/09/2018) siang kemarin.
Pekanbaru, Hariantimes.com - Lima calon legislatif (caleg) incumbent Riau tampil memikat pada diskusi publik "FPR Dalam Bingkai Demokrasi" yang berlangsung di Grand Central Hotel Pekanbaru, Rabu (26/09/2018) siang kemarin.

Diskusi publik yang ditaja Forum Pemimpin Redaksi (FPR) Riau ini mengusung tema "Menakar Peluang Caleg Incumbent DPRD Provinsi Riau".

Lima caleg incumbent itu berasal dari partai politik berbeda, namun memiliki visi dan misi yang sama, yakni membangun daerah serta memberikan pencerdasan politik kepada generasi penerus bangsa.

Kelima caleg petahana itu masing-masing H Bagus Santoso SAg MP
(Anggota DPRD Riau dari Fraksi PAN DPRD Riau), H Suhardiman Amby dari Fraksi Hanura DPRD Riau, Abdul Vattah Harahap Fraksi Golkar, Nasril SAg MA Fraksi Demokrat, Kordias Pasaribu SH MSi Fraksi PDI Perjuangan.

Pada diskusi publik yang dimoderatori oleh Fakhrunnas MA Jabbar dan Satria Utama Batubara itu juga menghadirkan panelis penyeimbang yakni Dr H Syafriadi SH MH dari tokoh pers yang juga pakar hukum pers Riau, Zufra Irwan dari Komisi Informasi Publik Riau dan Dr Khairul Anwar selaku pengamat politik Universitas Riau.

Ratusan aktivis mahasiswa perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah kampus di Riau juga hadir menyaksikan diskusi politik berdurasi sekitar 2,5 jam.

Presiden FPR Riau Fazar Muhardi dalam sambutannya menyampaikan, demokrasi menjadi bingkai yang menawan ketika FPR melaksanakan kegiatan pencerdasan politik yang dirangkai dalam diskusi publik bertema "Menakar Peluang Caleg Incumbent DPRD Provinsi Riau".

Menurut Fazar, kegiatan ini memiliki misi edukasi, diambil dari sebuah makna yang terkandung dalam Bineka Tunggal Ika, meski berasal dari partai yang berbeda-beda, tetapi para caleg incumbent memiliki taked dan tujuan yang sama, membangun karakter politik yang cerdas.

"Salah satunya Bagus Santoso. Selaku kader PAN, Bagus Santoso sudah tiga kali duduk di kursi parlemen, satu kali di DPRD Kabupaten Bengkalis, dan sudah dua kali menjadi legislator di DPRD Provinsi Riau," sebut Presiden FPR seraya menjelaskan, Bagus merupakan satu-satunya narasumber legislator Riau yang memutuskan untuk menaikkan jenjang karir politiknya ke Senayan, menuju kursi DPR RI.

Politisi senior ini memulai karirnya dengan penuh kerja keras dan tekun. Dari seorang loper koran, dia kemudian sempat menjadi wartawan dalam rentan waktu beberapa tahun.

Sampai akhirnya, Bagus kemudian memutuskan untuk 'hijrah', dan memulai karir politik, merebut kursi DPRD Bengkalis dan melanjutkan jenjang ke DPRD Provinsi Riau hingga dua periode.

"Beginilah politik, kita harus cerdas, membuka peluang dan kesempatan bagi penerus, mahasiswa-mahasiswa juga agar berperan aktif untuk menciptakan politik yang cerdas dan baik," kata Bagus, menjawab pertanyaan mahasiswa, sore itu.

Bagus merupakan pria keturunan Jawa, namun pengabdiannya untuk membangun Negeri Melayu telah diakui lewat keterpilihannya yang sudah 15 tahun di parlmen.

"Misi kita adalah membangun daerah, dan ini bisa dimulai dengan terjun mewakili masyarakat di Senayan," kata Bagus.

Konsep membangun yang dimaksud Bagus adalah dengan menamupung aspirasi masyarakat, untuk kemudian menjadikan prioritas dalam program-program yang ditawarkan ke pemerintah lewat pokok pikiran.

BUMD 'Sekarat'

Begitu juga dengan Suhardiman Amby, kader Partai Hanura ini merupakan putra Melayu yang telah menyandang gelar Datuk, sebuah penghormatan atas jasa yang telah dia berikan dalam membangun daerah.

Suhardiman Amby dikenal sebagai legislator yang kritis, kerap mengkritisi kinerja dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Jika ada yang bertanya, kenapa saya harus kembali maju lagi untuk DPRD Riau, jawabannya adalah karena masih ada yang harus diselesaikan," kata pria yang akrab disapa Datuk ini.

Suhardiman juga mengemukakan berbagai persoalan yang terjadi di Provinsi Riau, mulai dari banyaknya Perusahaan BUMD yang 'sekarat', hingga pembangunan yang 'berkarat'.

Semuanya menurut dia membuat masyarakat semakin menderita dan melarat.

"Maka, saya inginkan, pemerintahan mendatang memiliki tekad untuk memberbaiki atau mampu menyelesaikan segala persoalan-persoalan itu," katanya.

Tindakan Nyata

Legislator lainnya, Abdul Vattah Harahap. Kader Partai Golkar ini lebih mengisahkan perjuangan, pengalaman saat 'bertarung' merebut satu kursi di DPRD Riau.

"Itu sebuah perjuangan yang tidak mudah, satu pelajaran yang saya dapat adalah, politik benar-benar membuat kita harus melakukan tindakan yang nyata," kata Abdul.

Abdul juga menyarankan agar para mahasiswa tidak anti terhadap politik, dan terus menambah pengetahuan, untuk kemudian menerapkan politik yang cerdas demi membangun daerah dan negara.

"Ketika periode pertama dulu, saya melihat mahasiswa masih cuek, tidak perduli dengan caleg. Maka kemudian saya hanya menemui generasi yang lebih tua demi merebut suara," katanya.

Namun saat ini, lanjut dia, dengan dilaksanakannya kegiatan diskusi publik yang melibatkan para akktivis mahasiswa, maka harapannya adalah tumbuh kesadaran tentang pentingnya politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tentu, lanjut Abdul, politik yang dimaksud adalah politik yang cerdas dan membangun, sehingga kedepan merekalah (mahasiswa) yang akan mengisi kursi-kursi di parlemen.

Uang Tak Segalanya

Legislator asal Kampar ini adalah kader Partai Demokrat yang mengisahkan perjalanan karir politiknya, dia bangun dengan modal meteri yang sangat sedikit.

"Karena menurut saya, uang bukanlah segala-galanya," kata Nasril sembari mengharapkan, akan ada banyak politisi, yang dilahirkan dengan jati yang lebih baik, ditempah dengan perjuangan yang bersih, tanpa politik uang.

Menurut Nasril, jika ingin membersihkan dan memperbaiki sistem, maka harus masuk ke dalam sistem tersebut dan melakukan tindakan-tindakan yang positif.

Gunakan Hak Pilih

Kader PDI Perjuangan ini merupakan Wakil Ketua DPRD Riau dengan latar belakang olahragawan. Menjadi legislator baginya adalah cara terbaik untuk membuktikan komitmen dalam membangun daerah.

Dalam acara tersebut, Kordias meminta mahasiswa untuk mengajak masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya pada Pileg dan Pilpres mendatang.

"Peran mahasiswa sangat diperlukan untuk mencerdaskan masyarakat, terutama dalam menggunakan hak pilihnya, jadi jangan sia-siakan itu," katanya.

Kordias juga mengharapkan, mahasiswa untuk dapat mengedukasi masyarakat agar menghindari politik uang, jangan sampai terperdaya dengan iming-iming sesuatu yang akan memmengaruhi pilihan.

"Pilihan rakyat menentukan nasib bangsa kita kedepannya. Untuk itu kita harap semua pihak terutama mahasiswa bisa mendorong masyarakat menggunakan hak pilihnya dengan benar," kata Kordias seraya juga berpesan agar semua pihak menjaga apa yang sudah diperjuangkan para pahlawan, menyambut Pileg dan Pilpres dengan gembira, dan tetap menjaga persatuan dan toleransi atas segala perbedaan.

"Walaupun berbeda partai, berbeda pilihan. Namun jangan kita korbankan persatuan bangsa kita, perbedaan itu sudah pasti, tapi negara kita harus kita jaga," kata Kordias.

Fungsi Legislasi

Sementara itu, Dr H Syafriadi SH MH selaku pakar hukum pers, juga anggota Dewan Penasehat FPR menjelaskan, bahwa fungsi DPRD Provinsi selain dalam pengawasan adalah bekerjasama dengan pemerintah untuk bersama membangun daerah.

"Sesuai dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014, bahwa DPRD Provinsi mempunyai fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan," kata Syafriadi.

Hal itu diatur dalam Pasal 366 ayat (1) UU tersebut, dimana menurut Syafriadi, peranan penting legislator di DPRD Provinsi adalah menjalankan fungsi legislasi yakni membentuk peraturan daerah bersama kepala daerah.

"Itu artinya, kalangan legislator di DPRD Riau juga harusnya berperan dalam pembangunan, pemasukan daerah dan lainnya, untuk sejalan atau selaras dengan pemerintah daerah, termasuk sudah berapa perda yang dihasilkan," kata Syafriadi.

Korupsi Informasi

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, Zufra Irwan, menjelaskan bahwa kalangan DPRD Riau juga memiliki peran untuk mengawal keterbukaan informasi.

Seperti diketahui, demikian Zufra, korupsi saat ini tidak hanya berwujud nyata, atau dalam bentuk barang dan uang.

Namun korupsi terburuk yang harusnya juga diwaspadai, demikian Zufra, adalah korupsi informasi, dimana dalam hal ini yang dirugikan adalah masyarakat secara luas.

Seperti butir-butir yang tertuang dalam Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik. Menurut Zufra, aturan itu jelas menerangkan soal hak publik dalam mendapatkan informasi.

"Yang salah satu tujunnya adalah, menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan keputusan publik, serta alasan pengambilan suatu keputusan publik," kata Zufra.

Keterbukaan informasi, sebut Zufra, juga harusnya adalah untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik, bahkan meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik dan pengelolaan Badan Publik yang baik.

"Namun korupsi informasi, atau informasi yang disembunyikan, merupakan bentuk kejahatan yang menghilangkan hak-hak publik tersebut, dan ini bahaya," katanya.

Maka kemudian, Zufra mengharapkan agar kalangan legislator ke depan untuk dapat sama-sama membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi yang mereka butuhkan, dan itu sesungguhnya dilindungi oleh undang-undang.

"Pemerintah jangan ada yang ditutup-tutupi, semuanya harus transparan, informasi jangan dikorupsi," katanya.(ron)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Rakerwil I PAN Riau Hasilkan Sejumlah Rekomendasi, Sahidin: Jika Kita Solid dan Kompak, Kerja Mudah Dapat Dilaksanakan

Lantik DPW dan 12 DPD PAN se Riau, Zulkifli Hasan: Kepengurusan Ini Harus Segera Menyentuh Aspirasi Rakyat

Rabu Malam, Zulhas Lantik DPW PAN Riau dan 12 DPD PAN di Gelanggang Remaja

Nakhodai Hanura Riau, Arsadianto Rachman: Saya Berjanji akan Bekerja All Out

Simposium Nasional SMSI, Prof Taufiqurokhman: Pilkada Langsung Tetap Jadi Pilihan Utama Masyarakat

Besok, PAN Riau Gelar Musda Serentak

Rakerwil I PAN Riau Hasilkan Sejumlah Rekomendasi, Sahidin: Jika Kita Solid dan Kompak, Kerja Mudah Dapat Dilaksanakan

Lantik DPW dan 12 DPD PAN se Riau, Zulkifli Hasan: Kepengurusan Ini Harus Segera Menyentuh Aspirasi Rakyat

Rabu Malam, Zulhas Lantik DPW PAN Riau dan 12 DPD PAN di Gelanggang Remaja

Nakhodai Hanura Riau, Arsadianto Rachman: Saya Berjanji akan Bekerja All Out

Simposium Nasional SMSI, Prof Taufiqurokhman: Pilkada Langsung Tetap Jadi Pilihan Utama Masyarakat

Besok, PAN Riau Gelar Musda Serentak



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Temui Bupati Kampar, Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Layanan Posbankum Desa dan Sinergi Kukerta
29 Juni 2026
Nahkodai APTISI Riau, Rektor UIR Admiral Siap Perkuat Mutu Perguruan Tinggi Swasta
29 Juni 2026
Dominasi Kejurnas Tenis Junior, Dua Atlet Muda Siak Bawa Pulang Enam Medali Emas
29 Juni 2026
Manggala Agni Berjibaku Padamkan Karhutla di Inhu, Luas Terbakar Capai 8 Ha
29 Juni 2026
Sempat Dirawat di Arab Saudi, Dua Jemaah Haji Riau Dipulangkan Melalui Mekanisme Tanazul Bersama Kloter BTH 24
29 Juni 2026
Tinjau Arena Perlombaan Hari Pertama MTQ XLIV, Ketua LPTQ Riau: Evaluasi akan Terus Dilakukan Setiap Hari
28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau di Sungai Batang Kuantan
27 Juni 2026
Nasaruddin Umar: Luar Biasa! Satu Kafilah Pesertanya Lebih dari Seribu Orang
27 Juni 2026
Torehkan Prestasi Nasional, Siswa SMAN 8 Pekanbaru Bawa Pulang Emas dan Perunggu
27 Juni 2026
Menag: Ruang Baru bagi Penguatan Spiritual dan Peradaban Umat
27 Juni 2026
TERPOPULER +
  • 1 Heboh! Ular Piton Ukuran 5 Meter Muncul di Permukiman Warga Tangkerang Labuay
  • 2 Waspada Penipuan!, UIR Tegaskan Tidak Pernah Menagih UKT Melalui WhatsApp, SMS Maupun Medsos
  • 3 KLH/BPLH Perkuat Pencegahan Karhutla di Lahan Gambut Riau
  • 4 16 Tokoh Terima Anugerah SMSI 2026, Ketum SMSI Firdaus: Pers Merdeka Kunci Demokrasi Sehat
  • 5 Wadah Aspirasi Masyarakat, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik "PASTI ADA SOLUSI"
  • 6 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pengawasan Protokol Notaris di Inhu
  • 7 Tinjau Inovasi CEOR Minas, Komisi VI DPR RI Dukung Langkah Pertamina Jaga Ketahanan Energi Nasional
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Ekosistem Kekayaan Intelektual di Rohil
  • 9 Kanwil Kemenkum Riau dan FH Unri Perkuat Sinergi Kukerta Berdampak
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved