• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan
Dibaca : 356 Kali
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
Dibaca : 673 Kali
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 820 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 820 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 713 Kali

  • Home
  • Sosialita

Jalani New Normal, Media Harus Lebih Kreatif, Adaptif dan Melakukan Mitigasi

Zulmiron
Jumat, 24 Juli 2020 19:58:57 WIB
Cetak
Managing Director Imogen PR sekaligus Principal ICI Jojo S Nugroho.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Pandemi Covid-19 tidak hanya mengubah cara kerja jurnalisme. Tapi juga bisnis media secara keseluruhan. 

Agar bisa bertahan menjalani kehidupan normal baru (New Normal), industri media harus lebih kreatif, adaptif dan melakukan mitigasi yang tepat dalam menjalani kondisi new normal.
 
Demikian terungkap dalam hasil riset media yang dikeluarkan oleh Imogen Communications Institute (ICI), Kamis (23/07/2020). 

"Dalam survei terbarunya mereka menemukan bahwa pandemi Covid-19 paling berpengaruh terhadap pemasukan dan pendapatan bisnis media. 70,2 persen persen responden menjawab, bahwa perusahaannya telah terdampak oleh Pandemi. Yang paling banyak dikeluhkan adalah menurunnya pemasukan iklan serta berkurangnya sponsor dan user,” ungkap Managing Director Imogen PR sekaligus Principal ICI Jojo S Nugroho.
 
Dalam riset yang bertema Transformasi Jurnalisme dan Nasib Bisnis Media Di New Normal ini, melibatkan 124 jurnalis media massa di 10 kota Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Palembang, Medan, Pekanbaru, Makassar, Banjarmasin, Samarinda dengan metode kuantitatif maupun kualitatif. 

Hasil temuan penelitian ini mampu memberikan gambaran transformasi proses kerja media dan skala krisis yang dihadapi bisnis media, untuk memberikan insight bagi institusi maupun bisnis di sektor lain untuk bersama-sama bertahan dalam menghadapi tantangan dan krisis.
 
“Media masih akan terus ada walau tergerus waktu dan kondisi pandemi. Tapi diperlukan berbagai strategi adaptasi, mitigasi dan navigasi yang tepat untuk mengarahkan perusahaan media melalui kondisi ini. Oleh karena itu, perusahaan media perlu mengeluarkan berbagai arahan dan kebijakan yang mampu menunjang produktivitas, menjaga fungsi fundamental media dan tetap mengutamakan keamanan dan kesehatan,” jelas Jojo.
 
Menurutnya, segala cara adaptasi yang dilakukan perusahaan dan pekerja media, bukan semata-mata untuk mempertahankan bisnis, tapi juga dibutuhkan untuk tetap memenuhi hak publik akan informasi. 

“Transformasi cara kerja jurnalisme bukan hanya bentuk adaptasi untuk menyelamatkan bisnis, namun bentuk tanggung jawab pekerja media guna memastikan setiap orang bisa mendapatkan dan mengakses informasi dalam situasi apapun,” ungkap Jojo yang juga Ketua Umum Asosiasi Perusahaan PR Indonesia (APPRI).

Jojo menambahkan, media juga bisa berkolaborasi dengan para praktisi Public Relation atau humas. Karena mereka juga memiliki kepentingan agar media tetap bertahan. Media dan humas bisa merumuskan produk atau jasa yang bisa mengakomodir kebutuhan humas untuk mempublikasikan informasi, sekaligus memberikan pemasukan kepada media.
 
“Komodifikasi berita di media massa selama ini sesuatu yang enggan untuk dibahas. Namun pada prakteknya terjadi di jalur belakang. Nah sekarang saatnya untuk dibahas bareng agar industri media bisa bertahan,” kata Jojo.

Dalam kesempatan sama, Sekjen Asosiasi Perusahaan Pengiklan Indonesia (APPINA) Musa Chandra mengakui, pengiklan saat ini memang banyak memakai sosial media dan influencer. Akan tetapi, efektivitas dari pendekatan ini sangat tergantung pada ekspektasi jumlah jangkauan dan juga kesesuaian brand dengan influencernya.
 
“Pemilihan sosial media dan influencer memang meningkat pesat belakangan ini, karena dapat diukur melalui konversi dengan potensi penjualan yang diciptakan melalui investasi iklan. Sosial media dan Influencer harus bersinergi, sosial media akan lebih mudah diterima atau menjangkau lebih banyak para calon konsumennya, sedangkan Influencer sebagai virality ataupun creative storyteller dengan gaya bahasa masing-masing,” paparnya.
 
Lalu bagaimana solusinya agar media konvensional dapat kembali dipilih menjadi target pengiklan, Musa menjelaskan, tujuan dari pengiklan adalah menjangkau sebanyak mungkin para (calon) konsumennya. Sehingga media televisi masih tetap menjadi pilihan dibanding media lain.
 
“Ini adalah perang dari eyeball dan perhatian atau attention. Para pengiklan ingin menjangkau sebanyak mungkin konsumen. Jangkauan media adalah hal pertama yang harus dicapai dan diverifikasi, sebelum kita semua dapat berdiskusi mengenai dampak positif yang mungkin dibawa oleh media tersebut untuk menimbulkan minat dan permintaan masyarakat. Media konvensional seperti televisi tetap menjadi pilihan kami,” jelasnya.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan

Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru

Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan

Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim

Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan

Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru

Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan

Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan
24 Maret 2026
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
23 Maret 2026
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
  • 2 Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
  • 3 Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
  • 4 Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
  • 5 Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
  • 6 Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
  • 7 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 8 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 9 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved