• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB
Dibaca : 203 Kali
Lepas Kontingen PPSN VI 2026 Menuju Jatim, Syahruddin: Berkompetisi dengan Baik dan Jaga Kekompakkan
Dibaca : 228 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Kawal SKD Calon Taruna Poltekpin Hari Kedua di BKN Pekanbaru
Dibaca : 201 Kali
Tim Dosen Unilak Bantai Kemdikdasmen dengan Skor Fantastis 10-0
Dibaca : 213 Kali
Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina
Dibaca : 249 Kali

  • Home
  • Nasional

Wangi Jahe Merah dan Kopi Petani Hutan Saat Pandemi

Redaksi
Kamis, 09 April 2020 22:13:08 WIB
Cetak
Jahe Merah menjadi salah satu produk petani hutan yang laris sebagai suplemen herbal penunjang stamina dan imun tubuh saat pandemi COVID-19 terjadi.
Jahe Merah menjadi salah satu produk petani hutan yang laris sebagai suplemen herbal penunjang stamina dan imun tubuh saat pandemi COVID-19 terjadi. 

Di Kampung Legok Nyenang Desa Giri Mekar, Cilengkrang, Bandung, berkah jahe merah itu terasa. Memanfaatkan kawasan hutan lindung di lereng Gunung Manglayang, Kelompok Tani Hutan (KTH ) Giri Senang menanam jane merah bersama-sama tanaman kopi di bawah tegakan pohon Pinus hasil progam penghijauan hutan oleh masyarakat.

Seiring pandemi COVID-19, permintaan jahe merah di KTH tersebut sudah mencapai hitungan ton, berbeda dari hari biasa yang hanya hitungan kwintal. Peningkatan permintaan atas jahe merah ini tentu memberikan berkah tambahan pendapatan bagi petani hutan anggota KTH Giri Senang. Dengan perhitungan rata-rata sekali panen menghasilkan 1 ton jahe merah, maka dengan harga mencapai Rp.75.000,-/kg omset yang didapatkan dapat mencapai sekitar 75 juta sekali panen. 

"Sebetulnya komoditas utama KTH Giri Senang adalah kopi. Jahe merah, kunyit dan tanaman bawah tegakan hanyalah komoditas sampingan. Namun karena sekarang permintaan meningkat, Alhamdulillah anggota KTH mendapat tambahan pendapatan," ujar Yusuf, Penyuluh Kehutanan Pendamping KTH Giri Senang.

Petani hutan anggota KTH Giri Senang saat ini berjumlah 147 orang, mereka melakukan kegiatan menanam tanaman kopi di bawah tegakan pohon pinus seluas 250 hektar, dengan 1 hektar diantaranya ditanam sela dengan tanaman empon-empon seperti jahe merah dan kunyit.

"Dulu jahe merah dan kunyit hanya dijadikan bumbu masak oleh pembeli, namun dengan adanya wabah corona, jahe merah digunakan sebagai minuman penambah stamina agar terhindar dari virus corona", tambah Yusuf.

Selain jahe merah, produksi kopi dari KTH ini pun sangat baik. Pada Tahun 2019, hasil panen kopi dalam bentuk gelondong mencapai 1.000 ton, dari awalnya hanya budidaya kopi Arabica yang hasilnya dijual dalam bentuk setengah jadi (gabah), kini mulai bervariasi mengikuti perkembangan seperti pengolahan kopi greenbean dengan metode wash, natural, honey dan varian wine. 

Kopi tersebut dijual dengan harga kisaran mulai dari Rp. 85.000- Rp. 400.000/kg dengan merk Kopi Bukit Palasari. Produknya telah memenuhi permintaan dalam negeri bahkan mulai menjajaki pasar Eropa. Dari usaha kopi ini beberapa anggota KTH ada yang sanggup mendapatkan pendapatan hingga mencapai Rp 300 juta/tahun. 

Dengan bergeliatnya ekonomi lokal ini anak-anak muda menjadi memiliki lapangan pekerjaan, bahkan anak muda adalah pemeran utama dalam usaha ini di semua lini kegiatan KTH Giri Senang, yaitu mulai dari panen, pasca panen, pengolahan kopi, pengemasan, pengangkutan, pemasaran secara online sampai mengelola café yang didirikan diatas lahan KTH. 

KTH Giri Senang sendiri telah ditetapkan menjadi Wanawiyata Widyakarya/LP2UKS sejak Tahun 2016. LP2UKS adalah lembaga pelatihan dan pemagangan kegiatan usaha bidang kehutanan dan lingkungan hidup yang ditetapkan oleh Pemerintah namun dimiliki dan dikelola oleh kelompok masyarakat/perorangan secara swadaya. Salah satu tujuan LP2UKS adalah mendorong kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha dibidang kehutanan dan atau lingkungan hidup.

Banyak pihak yang telah berlatih dan magang di KTH Giri Senang, mulai dari masyarakat, LSM, pemerintahan, mahasiswa, pelajar, barista, pengelola café, dan lain sebagainya. Kerja keras para anggota KTH Giri Senang dan para Penyuluh membuat masyarakat Desa Giri Mekar yang tadinya menganggur, hanya menanam sayur, atau bekerja di kota, kini beralih profesi menjadi petani kopi dan empon-empon. Wangi kopi dan empon-empon sudah menjadi parfum mereka sehari-hari.(*)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB

Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina

Memelihara Alam Semesta, Menag Minta Para Imam Gunakan Pendekatan Keagamaan

Buka IGIC 2026, Menag: Mari Kita Jadikan Masjid sebagai Meeting Point

Kerja ke Jepang, Wamenaker: Skill Bahasa Asing Itu Penting

Website PWI Siap Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah

Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB

Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina

Memelihara Alam Semesta, Menag Minta Para Imam Gunakan Pendekatan Keagamaan

Buka IGIC 2026, Menag: Mari Kita Jadikan Masjid sebagai Meeting Point

Kerja ke Jepang, Wamenaker: Skill Bahasa Asing Itu Penting

Website PWI Siap Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB
27 September 2026
Lepas Kontingen PPSN VI 2026 Menuju Jatim, Syahruddin: Berkompetisi dengan Baik dan Jaga Kekompakkan
27 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Kawal SKD Calon Taruna Poltekpin Hari Kedua di BKN Pekanbaru
27 September 2026
Tim Dosen Unilak Bantai Kemdikdasmen dengan Skor Fantastis 10-0
27 September 2026
Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina
26 September 2026
Memelihara Alam Semesta, Menag Minta Para Imam Gunakan Pendekatan Keagamaan
26 September 2026
Buka IGIC 2026, Menag: Mari Kita Jadikan Masjid sebagai Meeting Point
26 September 2026
Juara Umum PORSENIJAR Riau 2026, Kontingen PGRI Siak Borong 7 Medali Emas
26 September 2026
Mahadar: Mari Perkuat Solidaritas dan Persaudaraan Guru
26 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Implementasi Pedoman dan Aplikasi SIKIDA
25 September 2026
TERPOPULER +
  • 1 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pemahaman Pelindungan Rahasia Dagang
  • 2 Lubuk Larangan Garuda Mas Manggopoh Jadi Destinasi Wisata Alam dan Edukasi
  • 3 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Analisis Evaluasi Dampak Kebijakan Pemeriksaan Majelis Pengawas Notaris
  • 4 Kakanwil Kemenkum Riau Berikan Masukan Perubahan Permenkum Nomor 11 Tahun 2026
  • 5 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi Pengawasan IG Sagu Meranti dan Dorong Pembentukan Sentra KI
  • 6 FORMAS Bersama BSPIA akan Gelar Indonesia-China Digital City & Security Technology Application Forum 2026
  • 7 PLN Bersama Pemprov Riau Kementerian Terkait Perkuat Sinergi Mempercepat Program Lides
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau Perkenalkan Inovasi HARMONITAS
  • 9 Silaturahmi dengan SMSI Riau, Fikri Fardhian: Media Mitra Strategis dalam Menyampaikan Informasi yang Akurat ke Masyarakat
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved