• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Buka Musda V MUI Siak, Syamsurizal: Semoga Lahir Gagasan-Gagasan Besar
Dibaca : 253 Kali
139 ASN Kemenag Riau Ikuti Asesmen Pro ASN
Dibaca : 280 Kali
Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026
Dibaca : 301 Kali
Himpunan Siompu Kampar Riau Audiensi dengan Anggota DPD RI, Didis Mardisna: Semoga Bisa Berkolaborasi di Banyak Program
Dibaca : 313 Kali
Perkuat Pengelolaan JDIH, Kanwil Kemenkum Riau Terima Konsultasi DPRD Inhu
Dibaca : 313 Kali

  • Home
  • Kuantan Singingi

Meriahkan FPJ 2018

Manyakok Kembali Ke Kuantan Singingi

Redaksi
Kamis, 30 Agustus 2018 14:10:26 WIB
Cetak
Sekda Kuansing Dr. H. Dianto Mampanini, SE.,MM didampingi Kadis Parbud Marwan, S.Pd.,MM dan Kadis Kominfo Ir. Syamsir Alam, M.Si serahkan cindera mata ke Himakusi Padang Panjang
TELUKKUANTAN, HarianTimes.Com - Perhelatan pacu jalur pada tahun 2018 ada yang berbeda, dilihat dari pembukaan Festival Pacu Jalur (FPJ) Kabupaten Kuantan Singingi Tahun 2018 yang di buka langsung oleh Gubernur Riau Ir. H. Arsyadjuliandi Rachman, MBA didampingi Staf Ahli Menteri Pariwisata RI Dra. Esty Reko Astuti, Bupati Kuansing Drs. H. Mursini, M.Si dan Wabup H. Halim beserta Forkopimda di Lapangan Limuno Teluk Kuantan. Salah satunya di hadiri dan dimeriahkan oleh Institut Seni Indoneisia - Padang Panjang (ISI PADANG PANJANG) dengan menampilkan tari "Manyakok" yang dibawakan oleh Himakusi Padang Panjang, pada Rabu (29/08).

Tari manyakok merupakan  salah satu tari tradisional masyarakat Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau. Terciptanya Tari ini dilatar belakangi oleh kegiatan masyarakat pada masa lampau. Tari ini menggambarkan rutinitas kehidupan masyarakat pangean sehari hari dalam menangkap ikan.

Awalnya Tari ini sangat berperan di dalam masyarakat. Sesuai dengan perkembangan tekhnologi, tari Manyakok banyak mengalami pergeseran bahkan nyaris akan punah. Selain dari itu, apabila ditinjau dari segi estetikanya, tari ini masih sangat sederhana dan belum memiliki pola yang tertata sesuai dengan ilmu komposisi tari.

Sehubungan dengan kodisi demikian, sebagai dosen di bidang seni, merasa bertanggung jawab untuk melestarikan kembali tari tradisi manyakok melalui hibah penelitian strategis  Ristek Dikti, tersebut dengan cara mengembangkan tari ini dari komposisinya, sehingga melahirkan bentuk baru karya komposisi tari yang diberi judul tari Manyakok Ceria. Tim peneliti tersebut terdiri dari: Idun Ariastuti, S.Sn,.M.Sn. Risnawati,  S.Sen,.M.Hum dan Dra. Yarlis, M.Sn. 

Penelitian tersebut diberi judul "Pemodernan tari tradisi Manyakok Sebagai Upaya Pelestariannya Melalui Program Wisata Pacu Jalur Pada Masyarakat Pangean Kabupaten Kuantan Singingi Riau". Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan kembali tari tradisi Manyakok sehingga dapat meningkatkan Ekonomi masyarakat.

Selain dari itu, tari ini sebagai budaya masyarakat dapat hidup dan berkembang kembali dalam masyarakat pendukungnya. 
kita berharap bentuk baru karya komposisi tari tradisi manyakok yang diberi judul berdasarkan kesepakatan dengan bapak Bupati dan ibu beserta jajarannya dengan judul "Tari Manyakok Ceria" secara umum dapat di terima oleh masyarakat Kuantan Singingi. Karena pada dasarnya bisa menjadi karakteristik Kabupaten Kuantan Singingi, bahwasanya Kuansing memiliki tarian khas yang bisa menjadi ikon dan penambahan PAD Kabupaten Kuansing, khususnya dibidang Pariwisata," sebut Dra. Idun Ariastuti, M.Sn., didampingi Risnawati, S.Sen.,M.Hum dan Dra.Yarlis, M.Sn., saat berbincang dengan wartawan seusai penampilan.

Pada tanggal 03 Agustus 2018 lalu, sebelum produk baru karya komposisi tari Manyakok dikembalikan kepada masyarakat pendukungnya, Bupati Kuansing Drs. H. Mursini, M.Si, didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Marwan, S.Pd,.MM, Ketua DKKS Dra. Hj. Emi Safitri Mursini beserta jajaran dan Ali Yusmi selaku Nara Sumber Tari Manyakok berkunjung ke ISI Padang Panjang dalam rangka pra penampilan Tari Manyakok Ceria. Ketika itu, Bupati berharap tarian ini bisa tampil pada saat pembukaan pacu jalur dan malam apresiasi seni di taman jalur. Karena pada saat itu bupati merasa puas dan bangga terhadap Himakusi Pekanbaru yang membawakan Tari Manyakok Ceria, Karena tarian manyakok ini ialah karakteristik daerah yang harus dikembalikan dan harus hidup di Kabupaten Kuantan Singingi seperti tarian yang lainnya," sebutnya.

Pada malam penampilan seni budaya di Taman Jalur Teluk Kuantan, Sekda Kuansing Dr. H. Dianto Mampanini, SE.,MT didampingi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan, Marwan, S.Pd.,MM dan Kadis Kominfo Ir. Syamsir Alam, M.Si menyerahkan cindera mata kepada Himakusi Padang Panjang.

Ditempat berbeda, seniman Rahmadani, S.Sn, saat ditemui wartawan menyebutkan bahwasanya tarian manyakok memang tarian dari Kecamatan Pangean, yaitu digunakan pada saat menangkap ikan, dan tarian ini memang sudah lama tidak dibawakan karena tradisi menangkap ikan dengan bambu yang berbentuk bulat sudah mulai bergeser, dan kita berharap tarian ini bisa dilestarikan dan dikembangkan di Kuansing," tutupnya.***(hrp)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Adu Cepat di Tepian Narosa, Dua Jalur Binaan RAPP Berjuang Lanjut ke Hari Keempat

Muliardi: MTQ Harus Lahirkan Generasi Qur’ani dan Prestasi Nasional

Tinjau Final Tilawah Dewasa MTQ XLIV Riau, Zulkifli Syukur: MTQ Harus Jadi Momentum Memperkuat Pembinaan

MTQ XLIV Provinsi Riau, Bengkalis Juara I Cabang Fahmil Qur'an Putra dan Putri

Tinjau Arena Perlombaan Hari Pertama MTQ XLIV, Ketua LPTQ Riau: Evaluasi akan Terus Dilakukan Setiap Hari

Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau di Sungai Batang Kuantan

Adu Cepat di Tepian Narosa, Dua Jalur Binaan RAPP Berjuang Lanjut ke Hari Keempat

Muliardi: MTQ Harus Lahirkan Generasi Qur’ani dan Prestasi Nasional

Tinjau Final Tilawah Dewasa MTQ XLIV Riau, Zulkifli Syukur: MTQ Harus Jadi Momentum Memperkuat Pembinaan

MTQ XLIV Provinsi Riau, Bengkalis Juara I Cabang Fahmil Qur'an Putra dan Putri

Tinjau Arena Perlombaan Hari Pertama MTQ XLIV, Ketua LPTQ Riau: Evaluasi akan Terus Dilakukan Setiap Hari

Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau di Sungai Batang Kuantan



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Buka Musda V MUI Siak, Syamsurizal: Semoga Lahir Gagasan-Gagasan Besar
31 Oktober 2026
139 ASN Kemenag Riau Ikuti Asesmen Pro ASN
31 Oktober 2026
Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026
31 Oktober 2026
Himpunan Siompu Kampar Riau Audiensi dengan Anggota DPD RI, Didis Mardisna: Semoga Bisa Berkolaborasi di Banyak Program
30 Oktober 2026
Perkuat Pengelolaan JDIH, Kanwil Kemenkum Riau Terima Konsultasi DPRD Inhu
30 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bengkalis
30 Oktober 2026
Afni: Patut Diwariskan dan Menjadi Inspirasi bagi Generasi Sekarang
30 Oktober 2026
Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak
29 Oktober 2026
RDP Pansus DPRD Riau, Koalisi Masyarakat Sipil Minta Hapus Green Policing Peninggalan Heryman
29 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Konsultasi Ranperda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Kabupaten Bengkalis
29 Oktober 2026
TERPOPULER +
  • 1 Karhutla Riau Berulang, Okto: Kemunduran Kebijakan Perlindungan Gambut dan Pengabaian Korban
  • 2 Karhutla Meluas, Jikalahari Soroti Lemahnya Perlindungan Gambut di Riau
  • 3 Perkuat Ketahanan Pangan, IKA Faterna Unand Riau-Kepri Gagas Ranch Peternakan dengan Konsep Mix Farming di Riau dan Kepri
  • 4 Kemah Kerukunan dan Ekoteologi di Siak, Muliardi: Ikhtiar Bersama Untuk Merawat Kehidupan Beragama
  • 5 Gerakan Ekoteologi, Kemenag Siak Tanam 1.347 Bibit Pohon di 449 Titik
  • 6 Defile Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Siak Hijau 2026 Diikuti 1.460 Peserta
  • 7 Libatkan 1.711 Peserta, Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Gaungkan Toleransi dan Siak Hijau
  • 8 Persiapkan Masa Depan, Santri dan Santriwati Diajak Terus Belajar Mengembangkan Potensi Diri
  • 9 Edison Manik: Momen Pulang Kampung untuk Mengabdi di Riau
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved