• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
CCEP Indonesia Salurkan Beasiswa Senilai 50.000 Euro bagi Mahasiswa Terdampak Bencana di Sumatera
Dibaca : 99 Kali
Dukung Mobilitas Masyarakat Tanah Putih, Maxim Perkuat Ekspansi di Riau
Dibaca : 377 Kali
Glico WINGS Luncurkan Es Krim Frostbite Potabee, Jadi Pionir Inovasi Pertama di Indonesia
Dibaca : 489 Kali
Kemenkum Riau Perkuat Pengawasan Notaris Melalui Lanjutan Pemeriksaan Protokol
Dibaca : 372 Kali
Para 'Penjaga Energi' Malam Tanpa Tidur Selamatkan Ribuan Sumur dari Mati Suri
Dibaca : 442 Kali

  • Home
  • Kuantan Singingi

Meriahkan FPJ 2018

Manyakok Kembali Ke Kuantan Singingi

Redaksi
Kamis, 30 Agustus 2018 14:10:26 WIB
Cetak
Sekda Kuansing Dr. H. Dianto Mampanini, SE.,MM didampingi Kadis Parbud Marwan, S.Pd.,MM dan Kadis Kominfo Ir. Syamsir Alam, M.Si serahkan cindera mata ke Himakusi Padang Panjang
TELUKKUANTAN, HarianTimes.Com - Perhelatan pacu jalur pada tahun 2018 ada yang berbeda, dilihat dari pembukaan Festival Pacu Jalur (FPJ) Kabupaten Kuantan Singingi Tahun 2018 yang di buka langsung oleh Gubernur Riau Ir. H. Arsyadjuliandi Rachman, MBA didampingi Staf Ahli Menteri Pariwisata RI Dra. Esty Reko Astuti, Bupati Kuansing Drs. H. Mursini, M.Si dan Wabup H. Halim beserta Forkopimda di Lapangan Limuno Teluk Kuantan. Salah satunya di hadiri dan dimeriahkan oleh Institut Seni Indoneisia - Padang Panjang (ISI PADANG PANJANG) dengan menampilkan tari "Manyakok" yang dibawakan oleh Himakusi Padang Panjang, pada Rabu (29/08).

Tari manyakok merupakan  salah satu tari tradisional masyarakat Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau. Terciptanya Tari ini dilatar belakangi oleh kegiatan masyarakat pada masa lampau. Tari ini menggambarkan rutinitas kehidupan masyarakat pangean sehari hari dalam menangkap ikan.

Awalnya Tari ini sangat berperan di dalam masyarakat. Sesuai dengan perkembangan tekhnologi, tari Manyakok banyak mengalami pergeseran bahkan nyaris akan punah. Selain dari itu, apabila ditinjau dari segi estetikanya, tari ini masih sangat sederhana dan belum memiliki pola yang tertata sesuai dengan ilmu komposisi tari.

Sehubungan dengan kodisi demikian, sebagai dosen di bidang seni, merasa bertanggung jawab untuk melestarikan kembali tari tradisi manyakok melalui hibah penelitian strategis  Ristek Dikti, tersebut dengan cara mengembangkan tari ini dari komposisinya, sehingga melahirkan bentuk baru karya komposisi tari yang diberi judul tari Manyakok Ceria. Tim peneliti tersebut terdiri dari: Idun Ariastuti, S.Sn,.M.Sn. Risnawati,  S.Sen,.M.Hum dan Dra. Yarlis, M.Sn. 

Penelitian tersebut diberi judul "Pemodernan tari tradisi Manyakok Sebagai Upaya Pelestariannya Melalui Program Wisata Pacu Jalur Pada Masyarakat Pangean Kabupaten Kuantan Singingi Riau". Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan kembali tari tradisi Manyakok sehingga dapat meningkatkan Ekonomi masyarakat.

Selain dari itu, tari ini sebagai budaya masyarakat dapat hidup dan berkembang kembali dalam masyarakat pendukungnya. 
kita berharap bentuk baru karya komposisi tari tradisi manyakok yang diberi judul berdasarkan kesepakatan dengan bapak Bupati dan ibu beserta jajarannya dengan judul "Tari Manyakok Ceria" secara umum dapat di terima oleh masyarakat Kuantan Singingi. Karena pada dasarnya bisa menjadi karakteristik Kabupaten Kuantan Singingi, bahwasanya Kuansing memiliki tarian khas yang bisa menjadi ikon dan penambahan PAD Kabupaten Kuansing, khususnya dibidang Pariwisata," sebut Dra. Idun Ariastuti, M.Sn., didampingi Risnawati, S.Sen.,M.Hum dan Dra.Yarlis, M.Sn., saat berbincang dengan wartawan seusai penampilan.

Pada tanggal 03 Agustus 2018 lalu, sebelum produk baru karya komposisi tari Manyakok dikembalikan kepada masyarakat pendukungnya, Bupati Kuansing Drs. H. Mursini, M.Si, didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Marwan, S.Pd,.MM, Ketua DKKS Dra. Hj. Emi Safitri Mursini beserta jajaran dan Ali Yusmi selaku Nara Sumber Tari Manyakok berkunjung ke ISI Padang Panjang dalam rangka pra penampilan Tari Manyakok Ceria. Ketika itu, Bupati berharap tarian ini bisa tampil pada saat pembukaan pacu jalur dan malam apresiasi seni di taman jalur. Karena pada saat itu bupati merasa puas dan bangga terhadap Himakusi Pekanbaru yang membawakan Tari Manyakok Ceria, Karena tarian manyakok ini ialah karakteristik daerah yang harus dikembalikan dan harus hidup di Kabupaten Kuantan Singingi seperti tarian yang lainnya," sebutnya.

Pada malam penampilan seni budaya di Taman Jalur Teluk Kuantan, Sekda Kuansing Dr. H. Dianto Mampanini, SE.,MT didampingi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan, Marwan, S.Pd.,MM dan Kadis Kominfo Ir. Syamsir Alam, M.Si menyerahkan cindera mata kepada Himakusi Padang Panjang.

Ditempat berbeda, seniman Rahmadani, S.Sn, saat ditemui wartawan menyebutkan bahwasanya tarian manyakok memang tarian dari Kecamatan Pangean, yaitu digunakan pada saat menangkap ikan, dan tarian ini memang sudah lama tidak dibawakan karena tradisi menangkap ikan dengan bambu yang berbentuk bulat sudah mulai bergeser, dan kita berharap tarian ini bisa dilestarikan dan dikembangkan di Kuansing," tutupnya.***(hrp)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Upacara HAB ke-80 di Kuansing, Menag: Mari Kita Satukan Tekad

HAB ke-80 Jadi Momentum Refleksi bagi Seluruh ASN Kemenag

Penobatan 12 Bunda Inklusi Kabupaten/Kota, Tina Mailinda: Titik Awal Penguatan Komitmen Bersama

Semangat Toleransi Menguat, Kemenag Riau Gelar Doa Bersama Lintas Agama di Taluk Kuantan

Apel Hari Santri di Kuansing, Muliardi: Dunia Digital Harus Jadi Ladang Dakwah

Tinjau Lokasi PETI di Kuansing, Abdul Wahid: Kalau Tidak Ditata, Penambangan Bisa Menjadi Bencana

Upacara HAB ke-80 di Kuansing, Menag: Mari Kita Satukan Tekad

HAB ke-80 Jadi Momentum Refleksi bagi Seluruh ASN Kemenag

Penobatan 12 Bunda Inklusi Kabupaten/Kota, Tina Mailinda: Titik Awal Penguatan Komitmen Bersama

Semangat Toleransi Menguat, Kemenag Riau Gelar Doa Bersama Lintas Agama di Taluk Kuantan

Apel Hari Santri di Kuansing, Muliardi: Dunia Digital Harus Jadi Ladang Dakwah

Tinjau Lokasi PETI di Kuansing, Abdul Wahid: Kalau Tidak Ditata, Penambangan Bisa Menjadi Bencana



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
CCEP Indonesia Salurkan Beasiswa Senilai 50.000 Euro bagi Mahasiswa Terdampak Bencana di Sumatera
30 Januari 2026
Dukung Mobilitas Masyarakat Tanah Putih, Maxim Perkuat Ekspansi di Riau
29 Januari 2026
Glico WINGS Luncurkan Es Krim Frostbite Potabee, Jadi Pionir Inovasi Pertama di Indonesia
29 Januari 2026
Kemenkum Riau Perkuat Pengawasan Notaris Melalui Lanjutan Pemeriksaan Protokol
29 Januari 2026
Para 'Penjaga Energi' Malam Tanpa Tidur Selamatkan Ribuan Sumur dari Mati Suri
28 Januari 2026
Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara di Bogor
28 Januari 2026
Renovasi Rampung, MAN 2 Pekanbaru Siap Perkuat Mutu Pendidikan
28 Januari 2026
Kepatuhan Platform Digital Terhadap Perpres 32/2024 Rendah
28 Januari 2026
Presiden Prabowo Siap Hadiri HPN 2026 di Banten
28 Januari 2026
MAN 1 Pekanbaru Buka PMBM 2026/2027, Tersedia Dua Jalur Penerimaan
28 Januari 2026
TERPOPULER +
  • 1 Komisi XII DPR RI Apresiasi Inovasi Teknologi PHR dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional
  • 2 Kedepankan Pelayanan Humanis, Polda Riau Buka Call Center 24 Jam
  • 3 Pemilihan Gubernur, Dari Desentralisasi ke Sentralisasi (Bagian II)
  • 4 Memaknai Putusan MK, Wartawan tak Dapat Dituntut
  • 5 Sumatera Mulai Memanas, Kemenhut Turunkan Manggala Agni
  • 6 Genap 3 Tahun Beroperasi, PT APGWI Berhasil Tingkatkan Produksi Wilayah Kerja West Kampar
  • 7 PRB 2026 Diikuti 1.578 Peserta, M Job Kurniawan: Langkah Nyata Menjawab Kebutuhan Masyarakat
  • 8 Mahasiswa Spesialis Medikal Bedah Unimus Bersama Tenaga Klinik dan Dosen Kembangkan Terapi Kombinasi Aromaterapi Lavender dan Latihan Napas
  • 9 Hadirkan AIvolusi5G, Indosat Perkuat Kualitas dan Keamanan Jaringan di Medan
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved