• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Tinjau Arena Perlombaan Hari Pertama MTQ XLIV, Ketua LPTQ Riau: Evaluasi akan Terus Dilakukan Setiap Hari
Dibaca : 185 Kali
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau di Sungai Batang Kuantan
Dibaca : 247 Kali
Nasaruddin Umar: Luar Biasa! Satu Kafilah Pesertanya Lebih dari Seribu Orang
Dibaca : 249 Kali
Torehkan Prestasi Nasional, Siswa SMAN 8 Pekanbaru Bawa Pulang Emas dan Perunggu
Dibaca : 277 Kali
Menag: Ruang Baru bagi Penguatan Spiritual dan Peradaban Umat
Dibaca : 301 Kali

  • Home
  • Nasional

Terkait Pemberitaan Karhutla

Humas Kementerian LHK Bikin Monitoring Berita Harian

Redaksi
Senin, 30 September 2019 15:46:05 WIB
Cetak
Kunjungan jurnalistik menggali potensi ekowisata di taman nasional yang berlangsung di ruangan pertemuan Kantor Balai TN Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (27/09/2019).

Manado, Hariantimes.com - Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK RI) membikin monitoring berita harian terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dari monitoring itu, Humas Kemen LHK mencatat berita pemberitaan terkait karhutla sudah mulai cenderung menurun.

Jika pada berita kemarin itu di media cetak terdapat 20 berita, 15 di antaranya terkait karhutla. Kalau di media online, pada tanggal 26 September 2019 ada 222 berita yang terpantau. 102 di antaranya terkait karhutla.

"Kita di humas itu bikin monitoring berita harian. Kita bikin semacam kliping untuk media cetak dan media online. Nah terkait karhutla ini, kecenderungan beritanya sudah mulai menurun.," ungkap Kepala Sub Bagian Publikasi Biro Hubungan Masyarakat  KLHK, Firdaus pada acara meeting point dalam rangka kunjungan jurnalistik menggali potensi ekowisata di taman nasional yang berlangsung di ruangan pertemuan Kantor Balai TN Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (27/09/2019).

Sedangkan per tanggal 27 September 2019, sebut Firdaus, sudah menurun jauh yakni menurun 50 persen. Dimana per tanggal 27 September 2019 ada 127 berita terkait lingkungan hidup dan kehutanan. Hanya 56 berita terkait karhutla.

"Itu sudah menurun drastis. Mudah-mudahan dengan semakin banyaknya intensitas hujan, kebakaran hutan dan lahan dimana-mana akan semakin hilang. Nah untuk mengetahui bagaimana pengendalian karhutla di Sulawesi Utara ini, kita lihat tidak ada karhutla dan kabut asap," katanya.

Di kesempatan itu, Kepala Daops Manggala Agni Bitung, Toyib Hambali H Mokoagow SH mengatakan, meski di Sulawesi Utara tidak ada karhutla yang menimbulkan kabut asap. Namun ketika berada di atas pesawat pada siang hari dan dilihat dari posisi utara atau disayap kiri, akan terlihat kepulan asap di sisi kiri. Menanyang sepanjang lebih kurang 15 kilometer. Karena kandungnya malam, maka kepulan asap itu tidak kelihatan. Tetapi di belakang perkampungan ada titik-titik merah kurang lebih  6 hingga 7 kilometer. Titik-titik merah itu adalah garis api, tepatnya di bawah kaki Gunung Kelabat yang statusnya hutan lindung. Tapi dibawahnya banyak sekali perkebunan.

Dalam konteks ini, katanya, di Sulawesi Utara potensi menciptakan kabut asap itu sudah ada. Dimana pada tahun 2015 diakui atau tidak, maka itu harus diakui. Buktinya, pada 2015 itu banyak sekali penerbangan delay di Sulawesi Utara. Yakni di periode Agustus dan September. Harusnya terbang pagi ditunda jam 10. Harusnya terbang jam 12 ditunda sore.

"Dan saat ini, ketika bulan Juni 2019 lalu bahwa potensi-potensi karhutla di Sulawesi Utara itu lengkap. Memanjang dari ujung utara hingga ke selatan. Dan ada dua potensi kabut asap," katanya.

Seperti pada Jumat (09/08/2019) lalu, sekitar dua hektare lahan di wilayah Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu terbakar. Api membakar semak-semak dan belukar.

“Laporan awal disampaikan Lurah Pinasungkulan sekitar pukul 10.05 Wita dan langsung kami respon dengan mendatangi lokasi,” kata Hambali.

Rupanya bukan hanya pihaknya yang merespon informasi itu, karena di lokasi sudah ada Tim Respon PT MSM Tokatindung, BPBD Pemkot Bitung dan relawan di sekitar lokasi.

“Semua unsur yang merespon melakukan tindakan dan upaya pada beberapa titik yang berbeda, untuk melakukan pengendalian kejadian Karhutla,” katanya.

Sekitar pukul 12.40 Wita, kata Hambali, sejumlah titik api berhasil dipadamkan termasuk penyisiran dan moping up atau menghabiskan sisa bara untuk menjaga kemungkinan api membesar lagi, karena situasi angin kencang, bahan bakar serta cuaca yang panas.

“Sesuai pandangan mata luas kebakaran sekitar dua hektar. Kami belum dilakukan pengukuran secara akurat karena Manggala Agni fokus pada upaya pemadaman mengingat kejadian Karhutala akhir akhir ini sementara personil sangat terbatas,” katanya.

Hambali berharap masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan mengingat cuaca panas dan berangin untuk menghindari karhutla.

“Mohon juga peran aktif dari pemerintah agar aktif mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan membersihkan kebun,” katanya.

Dikatakannya, aksi pembakaran lahan di sekitar kawasan Cagar Alam (CA) Duasudara seakan tiada akhirnya. Dimana pada Rabu (11/09/2019) hingga Kamis (12/09/2019), terjadi kebakaran lahan di tiga lokasi berbeda yang mengancam kawasan CA Duasudara.

Antara lain terjadi wilayah perkebunan belakang SD Negeri 04 di Kelurahan Batuputih Atas Kecamatan Ranowulu.

Kemudian, Kamis sekitar pukul 08.30 Wita, api kembali membakar lahan Perkebunan Serawet Kelurahan Butuputi Bawah Kecamatan Ranowulu hingga meluas mengarah ke batas hutan CA Duasudara.

Tidak hanya itu, sekitar pukul 11.15 Wita, lahan perkebunan Duasudara Tower Kincir Angin Kelurahan Duasudara juga terbakar dan mulai merambat.

“Tim gabungan masih bahu membahu untuk melakukan pemadaman di lokasi,” kata Hambali seraya mengatakan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Damkar Satpol PP, relawan dan masyarakat masih terus berupaya melakukan pemadaman agar tidak meluas.

“Api begitu cepat merambat karena cuaca berangin, namun beruntung beberapa lokasi sudah berhasil dipadamkan dan semoga tidak kembali menyala,” katanya.

Hambali sendiri mengaku, dibandingkan daerah lain di Sulut, Kota Bitung jauh lebih tanggap berkat adanya Posko pencegahan Karhutla.

“Kami tinggal membackup karena di lokasi-lokasi yang rentan terjadi Karhutla sudah ada posko,” katanya.(*)

Penulis: Zulmiron


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Firdaus: Tema yang Diusung “Fondasi Regulasi & Arsitektur Keuangan Negara”

Waka GEKIRA Herry Dahana: Dukung Setiap Kebijakan yang Benar-Benar Berpihak pada Kepentingan Rakyat

Sambut 5.000 Wartawan, PWI Pusat Matangkan Persiapan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

16 Tokoh Terima Anugerah SMSI 2026, Ketum SMSI Firdaus: Pers Merdeka Kunci Demokrasi Sehat

Tekan Penumpukan Perkara, SMSI Dukung Program Mediasi MA

Industri Kini Tak Lagi Hanya Bertanya Ijazah, Tapi Kompetensi

Firdaus: Tema yang Diusung “Fondasi Regulasi & Arsitektur Keuangan Negara”

Waka GEKIRA Herry Dahana: Dukung Setiap Kebijakan yang Benar-Benar Berpihak pada Kepentingan Rakyat

Sambut 5.000 Wartawan, PWI Pusat Matangkan Persiapan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

16 Tokoh Terima Anugerah SMSI 2026, Ketum SMSI Firdaus: Pers Merdeka Kunci Demokrasi Sehat

Tekan Penumpukan Perkara, SMSI Dukung Program Mediasi MA

Industri Kini Tak Lagi Hanya Bertanya Ijazah, Tapi Kompetensi



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Tinjau Arena Perlombaan Hari Pertama MTQ XLIV, Ketua LPTQ Riau: Evaluasi akan Terus Dilakukan Setiap Hari
28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau di Sungai Batang Kuantan
27 Juni 2026
Nasaruddin Umar: Luar Biasa! Satu Kafilah Pesertanya Lebih dari Seribu Orang
27 Juni 2026
Torehkan Prestasi Nasional, Siswa SMAN 8 Pekanbaru Bawa Pulang Emas dan Perunggu
27 Juni 2026
Menag: Ruang Baru bagi Penguatan Spiritual dan Peradaban Umat
27 Juni 2026
Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penguatan Tugas dan Fungsi Balai Harta Peninggalan Medan
26 Juni 2026
Rarak dan Calempong Kuansing Warnai Penerimaan Kafilah MTQ XLIV Riau 2026
26 Juni 2026
Perkuat Integritas dan Profesionalitas, LPTQ Riau Gelar Orientasi dan Pembekalan Dewan Hakim MTQ ke-44 Tingkat Provinsi
26 Juni 2026
Kemenkum Riau Dorong Ranperda Penanaman Modal yang Inklusif dan Berbasis HAM
26 Juni 2026
Melalui FGD Strategis, Kemenkum Riau Dorong Harmonisasi Perizinan Daerah
26 Juni 2026
TERPOPULER +
  • 1 Waspada Penipuan!, UIR Tegaskan Tidak Pernah Menagih UKT Melalui WhatsApp, SMS Maupun Medsos
  • 2 KLH/BPLH Perkuat Pencegahan Karhutla di Lahan Gambut Riau
  • 3 16 Tokoh Terima Anugerah SMSI 2026, Ketum SMSI Firdaus: Pers Merdeka Kunci Demokrasi Sehat
  • 4 Wadah Aspirasi Masyarakat, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik "PASTI ADA SOLUSI"
  • 5 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pengawasan Protokol Notaris di Inhu
  • 6 Tinjau Inovasi CEOR Minas, Komisi VI DPR RI Dukung Langkah Pertamina Jaga Ketahanan Energi Nasional
  • 7 Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Ekosistem Kekayaan Intelektual di Rohil
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau dan FH Unri Perkuat Sinergi Kukerta Berdampak
  • 9 APP Group Perkuat Kolaborasi di Pelalawan
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved