• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Investasi versi Fortune Indonesia, Kabupaten Siak Masuk Daftar Best Places to Invest
Dibaca : 163 Kali
KPU dan PWI Pekanbaru Teken MoU Perkuat Sinergi Informasi dan Tangkal Hoaks Pemilu
Dibaca : 168 Kali
Kemenkum Riau Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual di STAI Sultan Syarif Hasyim Siak
Dibaca : 163 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Kesiapan Program Pemagangan Nasional Angkatan II Tahun 2026
Dibaca : 159 Kali
Perkuat Tata Kelola Pengadaan, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti SENI PBJ Batch 4
Dibaca : 164 Kali

  • Home
  • Riau

Sempat Ajak Kabinda Riau Tidak Berbuat Kasar

Neno: Saya Masih Terus Memikirkan Persekusi Ini

Redaksi
Ahad, 26 Agustus 2018 16:00:36 WIB
Cetak
Proses pemulangan Bunda #2019Gantipresiden Hj Neno Warisan ke Jakarta.
Pekanbaru, Hariantimes.com - Sebelum dipulangkan paksa ke Jakarta, Bunda #2019Gantipresiden Hj Neno Warisan menyampaikan pernyataan singkat ke masyarakat Pekanbaru. Neno mengaku dipaksa pulang oleh Kepala Badan Intelejen Nasional Daerah (Kabinda) Riau.

Sebelum meninggalkan Pekanbaru setelah dipersekusi di Bandara Sultan Syarif Kasim II oleh sekelompok massa pro Jokowi, Neno menyempatkan membuat pernyataan singkat melalui rekaman video berdurasi 55 detik.

"Saya sebelumnya sholat dua rakaat dulu, sebelum akhirnya dilakukan pemulangan, dipaksa pulang tepatnya," tutur Neno dengan raut wajah penuh kekecewaan.

Tidak hanya itu, Neno juga sempat mengajak Kepala Badan Intelejen Nasional Daerah (Kabinda) Riau untuk tidak berbuat kasar.

"Teman teman sekalian, akhirnya saya mengajak kepada Kabinda tidak kasar. Sekarang saya menuju pesawat. Dan sekarang kita sudah coba untuk bertahan," ucap Neno dengan wajah kecewa.

Neno sendiri dikabarkan take off dari Pekanbaru menggunakan Lion Air pada pukul 22.30 WIB. Adapun nomor pesawat yang ditumpanginya adalah pesawat penerbangan terakhir, dengan nomor JT 297.

Berikut Tulisan Bunda Neno Warisman:

Saya dijemput sahabat sahabat relawan jam 24.00 an WIB malam setiba di Bandara Suta dan teman-teman mengerti betapa laparnya saya. Mereka mengajak saya makan di restoran  Padang Jalan Juanda dan setelah makan saya pulang. Saya masih terus memikirkan persekusi ini.

Luar biasa polisi

Gak bisa mengatasi tdk lebih dari 40 an saja orang  dan remaja remaja yang berteriak, naik pagar gerbang dan berjoget jioget, bakar bakar, lempar mineral ke kaca depan mobil  Mercy milik dr diana Tabrani yang menjemput saya.

Padahal jumlah aparat beratus ratus banyaknya dan dari beberapa satuan yang berbeda. Anehnya, ketika pun yang aksi di depan gerbang itu sudah capek dan pulang, saya tetap dikurung bahkan dengan police line (dijaga, tapi gak boleh diberi makanan) sampai jam 9 malam saat pesawat akhir pulang dan ternyata pesawat ditahan karena perintahnya adalah saya harus diterbangkan pulang ke Jakarta.

Terbukti dari boarding pass kepulangan yang diberikan, ternyata sudah disiapkan sejak kami datang. Artinya yang seharusnya rahasia nama penumpang dan seterusnya, tidak berjalan.

Bertahan di dalam mobil selama nyaris 7 jam, hingga pukul 21.00 an  WIB malam begitu banyak yang terjadi. Tekanan, ancaman tersamar, maupun pemaksaan pemaksaan dan terselip ada juga permohonan dan pendekatan yang manusiawi dari sedikit diantara aparat yang memaksa saya untuk kembali ke bandara.

Ditemani oleh sang pemilik mobil yang rusak pastinya oleh hujan batu yang dilemparkan oleh siapa entah (darimana batu cukup  besar besar  itu di bandara?)
Bersama dr Diana Tabrani dan Pak Luqman, saya tetap memilih bertahan.

Dua orang dari tim kerja sempat diseret ke polres dan seorang lain saya lihat sendiri dikejar 10 orang dan dikeroyok dan saya hanya dengar seruan Allahu akbar nya berulang ulang sampai punggungnya menempel di kaca mobil.
Lalu ia dibawa

Dan terjadilah hal yang berikut lepas pukul 9, dimana seharusnya pesawat terakhir diberangkatkan. Kabinda datang dengan kasar menggebrak mobil dan berteriak teriak memaksa buka pintu dan menarik paksa satu per satu semua dari mobil. Kecuali saya yang tetap bertahan dan minta pada para polwan berpakaian bebas untuk tidak memperlakukan saya dengan buruk.

Polwan hanya memaksa saya keluar namun tidak kasar. Bahkan beberapa diantara mereka membawa roti dan ingin saya menerimanya. Tapi saya tolak karena bukan roti yang saya inginkan melainkan kebenaran, keadilan, hukum yang tidak digunakan semena-mena.

Beberapa orang meminta saya keluar karena hujan batu yang membuat saya kuatir mobil ibu dr Diana Tabrani akan rusak berat.

Saya tidak suka kekerasan itu. Saya tegas katakan dan tidak perlu paksa saya beberapa kali pada mereka.

Lalu kami dikelabui. Dibawa oleh mobil yang katanya akan mengantar saya ke hotel, namun kenyataannya mereka bawa saya ke pesawat dan sekali lagi kabinda melakukan kekerasan pada para lelaki dan bahkan seorang presidium diseret-seret paksa oleh 5 orang melalui naik tangga sampai  ke garbarata.

Di atas garbarata para yang memaksa dengan kasar sampai terseret seret itu minta maaf pada Doktor Balda karena kata mereka kami hanya jalankan tugas. Doktor Balda memaafkan.

Di bawah, Saya masih berusaha hubungi teman teman seperjalanan yg saya khawatir akan keberadaan mereka. Ketika pak Kabinda bersikap kasar sekali lagi pada laki-laki di mobil saya minta dengan tegas agar {ak Kabinda untuk berlaku sopan.

Saya shalat 2 rakaat di dalam mobil.
Lalu setelah selesai saya minta mereka semua yg ada di sana berkumpul membuat lingkaran dan saya pimpinkan doa.
_Kulillahumma_ _Malikal Mulki tu’til mulka mantasyaa_. _Wa tanziul mulka mimantasyaa. Wa tuizzu man tasyaa_ _wa tudzillu man tasyaa biyadikal khoir_
_Innak ala kulli syaiin qodiir.._

Pak Kabinda yang menggebrak-gebrak mobil, berteriak, menarik dan mengatakan tidak sabar menghela kami seperti  penjahat saja itu pun, saya doakan.
Semoga Allah menyelamatkan beliau yang telah sangat buruk memperlakukan kami.

Tiba di Jakarta pukul 12 malam saya dijemput oleh sahabat-sahabat relawan yang membawakan lontong isi dan saya senang bisa makan .. dan minum setelah 7 jam di dalam mobil tanpa sesuatu pun.

Di perjalanan pulang saya kembali mengingat rangkaian kejadian persekusi yang saya alami, sambil mengingat kata kata dr Diana Tabrani.

“Kami mbak Neno, Orang Melayu, dan orang Melayu itu amat sangat memuliakan tamu. Mbak Neno tamu saya, tamu kami semua, saya malu di tanah Melayu terjadi hal seperti ini”

Sungguh hati beliau sangat mulia seperti alm ayah beliau dr Tabrani yang dikenang dan dihormati.

Terakhir saya tanya, Bagaimanakah kerusakan mobil ini..

Dr Diana Tabrani dan suaminya Pak Luqman, sepakat, mereka katakan itu bukan urusan yang besar. Allahu akbar!

Terakhir saya masih membaca di wag bahwa teman-teman seperjalanan dari Jakarta yang juga tersandera tadi, setelah saya akhirnya naik pesawat, termasuk di dalamnya Mas Sang Alang sang pencipta lagu gantipresiden, mengalami penyerangan dan pengejaran oleh preman preman Flores dn Nias dan sampai saat saya tulis dini hari ini, saya masih mengkhawatirkan mereka. Semoga Mereka selamat.(*/ron)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Ingatkan Calon Komisioner KI Riau Bekerja Penuh Waktu, Zufra Irwan: Jangan Ada Kerja Sambilan

Zufra Irwan: Harus Bersih, Tanpa Diwarnai Jatah Fraksi atau Partai Politik

PHR Hadirkan Senyum dan Ruang Tumbuh Bagi Generasi Muda Riau

Kemenkum Riau Terima Kunker Reses Komisi XIII DPR RI

Asap Karhutla di Mandau Berangsur Hilang, Manggala Agni Lanjutkan Mopping Up

Api di Mandau Padam, Ferdian Krisnanto: Penanganan Asap Terus Dilanjutkan Hingga Tuntas

Ingatkan Calon Komisioner KI Riau Bekerja Penuh Waktu, Zufra Irwan: Jangan Ada Kerja Sambilan

Zufra Irwan: Harus Bersih, Tanpa Diwarnai Jatah Fraksi atau Partai Politik

PHR Hadirkan Senyum dan Ruang Tumbuh Bagi Generasi Muda Riau

Kemenkum Riau Terima Kunker Reses Komisi XIII DPR RI

Asap Karhutla di Mandau Berangsur Hilang, Manggala Agni Lanjutkan Mopping Up

Api di Mandau Padam, Ferdian Krisnanto: Penanganan Asap Terus Dilanjutkan Hingga Tuntas



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Investasi versi Fortune Indonesia, Kabupaten Siak Masuk Daftar Best Places to Invest
27 Juli 2026
KPU dan PWI Pekanbaru Teken MoU Perkuat Sinergi Informasi dan Tangkal Hoaks Pemilu
27 Juli 2026
Kemenkum Riau Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual di STAI Sultan Syarif Hasyim Siak
27 Juli 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Kesiapan Program Pemagangan Nasional Angkatan II Tahun 2026
27 Juli 2026
Perkuat Tata Kelola Pengadaan, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti SENI PBJ Batch 4
27 Juli 2026
Tingkatkan Pelayanan KI, Kemenkum Riau Sosialisasikan Penyesuaian Tarif PNBP Layanan Merek
27 Juli 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Apel Bersama Kemenko Kumham Imipas
27 Juli 2026
Perambah Mangrove Ditangkap, Bupati Rohil: Harus Jadi Efek Jera
24 Juli 2026
Geram Lihat Mangrove Dirusak, Kapolda Riau: Tidak Ada Toleransi
24 Juli 2026
Irjen Pol Herry: Tak Ada Ampun bagi Perusak Alam
24 Juli 2026
TERPOPULER +
  • 1 Kakanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Tata Kelola Kinerja Organisasi
  • 2 Kemenkum Riau Gelar Diskusi Publik Layanan Kewarganegaraan di Siak
  • 3 Kemenkum Riau Hadiri FGD Kurikulum Magister Kenotariatan dan Doktor Ilmu Hukum Unri
  • 4 Asap Karhutla di Mandau Berangsur Hilang, Manggala Agni Lanjutkan Mopping Up
  • 5 Soal DBH, Afni: Jangan Jadikan Sebagai Sesuatu yang Opsional
  • 6 Ketum SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa di Lampung
  • 7 Kanwil Kemenkum Riau Bersama Tim BSK Hukum Matangkan Analisis Implementasi Kebijakan Bantuan Hukum
  • 8 Kemenkum Riau Publikasikan Layanan Kewarganegaraan dan Roya Fidusia
  • 9 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Sosialisasi PP Nomor 30 Tahun 2026
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved