• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Buka Musda V MUI Siak, Syamsurizal: Semoga Lahir Gagasan-Gagasan Besar
Dibaca : 152 Kali
139 ASN Kemenag Riau Ikuti Asesmen Pro ASN
Dibaca : 180 Kali
Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026
Dibaca : 177 Kali
Himpunan Siompu Kampar Riau Audiensi dengan Anggota DPD RI, Didis Mardisna: Semoga Bisa Berkolaborasi di Banyak Program
Dibaca : 239 Kali
Perkuat Pengelolaan JDIH, Kanwil Kemenkum Riau Terima Konsultasi DPRD Inhu
Dibaca : 253 Kali

  • Home
  • Ekonomi

Dengan Mempertimbangkan Kondisi Global

BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,5 Persen

Redaksi
Jumat, 23 Agustus 2019 17:58:35 WIB
Cetak
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.
Jakarta, Hariantimes.com - Bank Indonesia (BI) memutuskan menurunkan suku bunga acuan (BI 7-Day Reverse Repo Rate) sebesar 25 basis point menjadi 5,5 persen dari sebelumnya 5,75 persen. 

Selain itu, BI juga memutuskan menurunkan suku bunga deposit facility di angka 4,75 persen dan lending facility di 6,25 persen.

"Dengan mempertimbangkan kondisi global, RDG pada tanggal 17 sampai 18 Agustus 2019 memutuskan menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps yang akomodatif," ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo melalui siaran persnya, Jumat (23/08/2019).

Perry menjelaskan, keputusan bank sentral menurunkan suku bunga dikarenakan sejalan dengan inflasi yang sudah rendah.

"Perkirakan inflasi kedepan dan momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Dan penurunan ini karena ekonomi Indonesia terkendali berkat kebijakan makrofundamental," katanya.

Perry menambahkan, strategi operasi moneter tetap diarahkan untuk memastikan ketersediaan likuiditas di pasar uang dan memperkuat transmisi kebijakan moneter yang akomodatif. Kebijakan makroprudensial tetap akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit perbankan dan memperluas pembiayaan bagi perekonomian.

Kebijakan sistem pembayaran dan pendalaman pasar keuangan juga terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Hal ini demi memperkuat ketahanan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) lewat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

"Kedepannya, BI akan melanjutkan bauran kebijakan akomodatif agar tetap menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan, dengan memperkuat ekonomi dan bekerja sama dengan pihak pemerintah lainnya," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution menilai, penurunan suku bunga acuan alias BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebagai langkah tepat yang dilakukan Bank Indonesia (BI). Hal ini mengingat langkah serupa juga dilakukan banyak negara untuk menghadirkan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi masing-masing. 

Bahkan Bank Sentral Amerika Serikat alias The Federal Reserve (The Fed) akhirnya memangkas suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak 2008 untuk menjadi pertanda dimulainya suku bunga rendah. Sebelum The Fed menurunkan FFR, bank-bank sentral negara lain di Uni Eropa (ECB), Brazil, Filipina, Jepang, Cina, Australia sudah terlebih dahulu melonggarkan kebijakan moneternya melalui penurunan suku bunga acuan. 

"Biarin aja ada penurunan, arahannya secara global memang seperti itu. Karena orang mulai khawatir, kalau enggak seperti itu bisa terlambat di negara lain," ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution di JCC Jakarta, Jumat (23/08/2019).

Sebagai catatan, Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21-2 Agustus 2019 memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis points (bps) dengan demikian, suku bunga acuan BI menjadi 5,50% dari sebelumnya pada level 5,75%.

Menurut Darmin, penurunan suku bunga bisa mendongkrak investasi serta ekspor-nya bertambah, yang diharapkan tentunya defisit neraca transaksi berjalan akan turun. Di sisi lain Ia juga menekankan, bakal mencermati kondisi pasar keuangan global dan stabilitas eksternal perekonomian Indonesia dalam mempertimbangkan penurunan suku bunga.

"Dan defisit neraca transaksi berjalan CAD turun. Penurunan ini, merupakan, sejalan dengan rendahnya prakiraan inflasi dan tetap menariknya imbal hasil aset keuangan domestik" jelasnya.(*)


Editor : Zulmiron


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Inti Telekomunikasi

BDS 2026, KPP Pratama Rengat Perkuat Ekosistem UMKM

IM3 Platinum Hadirkan Bundling Platinum Plus dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max

Indosat 5G Hadirkan Pengalaman yang Lebih Seamless

Perkuat Koneksi Pekanbaru, Indosat Hadirkan Paket 5G, HiFi Air dan IM3 Platinum

Dukung Ekonomi Digital dan Indonesia Emas, Indosat Perluas Jaringan 5G ke Pekanbaru

Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Inti Telekomunikasi

BDS 2026, KPP Pratama Rengat Perkuat Ekosistem UMKM

IM3 Platinum Hadirkan Bundling Platinum Plus dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max

Indosat 5G Hadirkan Pengalaman yang Lebih Seamless

Perkuat Koneksi Pekanbaru, Indosat Hadirkan Paket 5G, HiFi Air dan IM3 Platinum

Dukung Ekonomi Digital dan Indonesia Emas, Indosat Perluas Jaringan 5G ke Pekanbaru



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Buka Musda V MUI Siak, Syamsurizal: Semoga Lahir Gagasan-Gagasan Besar
31 Oktober 2026
139 ASN Kemenag Riau Ikuti Asesmen Pro ASN
31 Oktober 2026
Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026
31 Oktober 2026
Himpunan Siompu Kampar Riau Audiensi dengan Anggota DPD RI, Didis Mardisna: Semoga Bisa Berkolaborasi di Banyak Program
30 Oktober 2026
Perkuat Pengelolaan JDIH, Kanwil Kemenkum Riau Terima Konsultasi DPRD Inhu
30 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bengkalis
30 Oktober 2026
Afni: Patut Diwariskan dan Menjadi Inspirasi bagi Generasi Sekarang
30 Oktober 2026
Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak
29 Oktober 2026
RDP Pansus DPRD Riau, Koalisi Masyarakat Sipil Minta Hapus Green Policing Peninggalan Heryman
29 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Konsultasi Ranperda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Kabupaten Bengkalis
29 Oktober 2026
TERPOPULER +
  • 1 Kemah Kerukunan dan Ekoteologi di Siak, Muliardi: Ikhtiar Bersama Untuk Merawat Kehidupan Beragama
  • 2 Gerakan Ekoteologi, Kemenag Siak Tanam 1.347 Bibit Pohon di 449 Titik
  • 3 Edison Manik: Momen Pulang Kampung untuk Mengabdi di Riau
  • 4 Rudi Hendra Pakpahan Titipkan Estafet Kepemimpinan ke Edison Manik
  • 5 Nel Ikhwan: Jejak Langkahnya Mampu Membawa Energi Baru dan Memperkuat Sinergi Lintas Sektoral
  • 6 Kemenag Siak Gelar Kemah 2026 Kerukunan, Kemah Madrasah, dan Kemah Ekoteologi
  • 7 BDS 2026, KPP Pratama Rengat Perkuat Ekosistem UMKM
  • 8 KPP Pratama Rengat Gelar Forum Konsultasi Publik
  • 9 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Standar Layanan Bantuan Hukum
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved