Ombudsman Nilai Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Imigrasi Pekanbaru
Kemenkum Riau Edukasi Fidusia dan Perseroan Perorangan
Adu Cepat di Tepian Narosa, Dua Jalur Binaan RAPP Berjuang Lanjut ke Hari Keempat
Telukkuantan, Hariantimes.com – Sorak penonton, hentakan dayung dan deru jalur yang membelah Sungai Kuantan kembali mewarnai persaingan Festival Pacu Jalur Tradisional 2026 di Tepian Narosa, Telukkuantan, Jumat (21/08/2026).
Memasuki hari ketiga perlombaan, persaingan antar pacu jalur semakin sengit. Setiap jalur berpacu bukan sekadar mengejar keunggulan di lintasan, tetapi juga berjuang mengamankan tiket untuk terus melaju ke babak berikutnya.
Suasana serupa juga dirasakan dua jalur binaan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), yakni Alam Cahayo Tuah Nagoghi dari Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti, dan Sari Jadi Gementar Alam dari Desa Pulau Beralo, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang.
Alam Cahayo Tuah Nagoghi tampil pada aduan ke-49. Berada di jalan kanan, jalur asal Desa Sikakak ini harus beradu cepat dengan Sangkiang Indah dari Pasar Inuman, Kecamatan Inuman, yang berada di jalan kiri.
Aduan tersebut diprediksi berlangsung menarik. Kedua jalur harus mengerahkan kekuatan penuh sejak hentakan pertama hingga garis finis untuk memastikan langkah mereka tetap berlanjut.
Sementara itu, Sari Jadi Gementar Alam mendapat tantangan pada aduan ke-20. Jalur dari Desa Pulau Beralo tersebut berada di jalan kanan dan berhadapan dengan Jitu Kuantan dari Desa Pulau Busuk, Kecamatan Inuman, di jalan kiri.
Dua pertandingan ini turut menambah semarak persaingan di Tepian Narosa. Dengan sistem perlombaan yang mengharuskan setiap jalur terus memenangkan aduan demi aduan, sedikit saja kehilangan momentum dapat mengubah hasil perlombaan.
Bagi para anak pacu, setiap detik di lintasan menjadi penentu. Kekompakan dalam mengayuh, menjaga ritme, serta kemampuan membaca jalannya pertandingan menjadi bagian penting dalam upaya membawa jalur lebih dahulu menyentuh garis finis.
Dukungan penonton dari tepian sungai pun menjadi energi tersendiri. Sorakan dan semangat masyarakat mengiringi setiap jalur yang melaju, menjadikan perlombaan semakin hidup dan penuh ketegangan.
Bagi RAPP, dukungan terhadap Alam Cahayo Tuah Nagoghi dan Sari Jadi Gementar Alam merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk turut menjaga keberlangsungan tradisi pacu jalur sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat.
Kini, kedua jalur binaan RAPP kembali menghadapi tantangan di hari ketiga. Perjuangan mereka di Tepian Narosa menjadi bagian dari keseruan Festival Pacu Jalur Tradisional 2026 yang mempertemukan jalur-jalur terbaik dari berbagai daerah.
Siapa yang akan melaju ke hari keempat? Jawabannya ditentukan di lintasan ketika hentakan dayung, kekompakan anak pacu, dan kecepatan jalur berpadu hingga mencapai garis finis.(*)
.jpeg)











Tulis Komentar