Johny S Mundung: 12.000 Warga Dilaporkan Mulai Terserang ISPA
KKP Lepas Papan Segel Tanda Penghentian Sementara Kegiatan PT MNS
UIR Jalani Proses Akreditasi Awal Lembaga Pemeriksa Halal
Pekanbaru Dikepung Kabut Asap Pekat
Johny S Mundung: 12.000 Warga Dilaporkan Mulai Terserang ISPA
Pekanbaru, Hariantimes.com - Kota Pekanbaru dan sejumlah wilayah di Provinsi Riau saat ini dikepung kabut asap pekat.
Kabut asap yang menyelimuti wilayah ini dipastikan merupakan asap kiriman dari provinsi tetangga, yaitu Sumatera Selatan (Sumsel) dan Jambi.
Aktivis Lingkungan Johny Setiawan Mundung menyampaikan, kepungan asap pekat ini membawa dampak kesehatan dan kelumpuhan aktivitas yang signifikan bagi warga Pekanbaru dan sekitarnya.
• Kualitas Udara Berbahaya: Kadar polutan PM2.5 melonjak drastis hingga 298,7 µg/m³ dengan AQI (Indeks Kualitas Udara) menyentuh angka 263, yang masuk dalam kategori BERBAHAYA."
• Lumpuhnya Penerbangan: Jarak pandang di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II merosot tajam hingga di bawah 500 meter, menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami penundaan (delay) maupun dialihkan (divert).
Sebaiknya, saran Johny, sekolah diliburkan. Aktivitas belajar mengajar di Pekanbaru dan Kuantan Singingi (Kuansing) terpaksa dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring.
“Krisis Kesehatan: Sebanyak 12.000 warga dilaporkan mulai terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dengan keluhan mata perih dan sesak napas,” katanya mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak.
“Apabila harus keluar rumah, gunakan masker N95 (bukan masker kain) yang efektif menyaring partikel berbahaya. Tutup rapat ventilasi rumah dan perbanyak konsumsi air putih,” imbaunya.
Sementara itu, Kepala BPBD Riau, M Edy Afrizal menegaskan, per Senin (05/10/2026), wilayah Riau sudah bersih dari titik api besar.
"Riau saat ini sudah nihil karhutla. Asap yang ada merupakan asap kiriman, karena di Riau nihil titik api. Sementara di Sumsel banyak dilaporkan titik api," ujarnya.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kalaksa BPBD Pelalawan, Zulfan yang mengonfirmasi, bahwa kabut asap pekat ini terbawa angin dari Jambi dan Sumsel hingga menumpuk di Riau.
Sumber Asap: Jambi dan Sumsel Membara, Riau Hanya 5 persen
Berdasarkan data terkini, sumber utama kabut asap berasal dari luar Riau:
• Sumatera Selatan (Sumsel): Melaporkan sebanyak 297 hotspot (titik panas).
• Jambi: Menjadi penyumbang terbesar dengan 320 hotspot. Kluster api di Jambi tersebar di beberapa wilayah seperti Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, dan Batanghari.
• Sumber Lokal Riau: Hanya berkontribusi sebesar 5% dan dipastikan nihil kebakaran aktif. Kota Pekanbaru sendiri mencatatkan zero hotspot.
Sekda Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, memastikan tidak ada titik api di wilayahnya.
"Titik api itu tidak ada di Pekanbaru ini. Jadi angin arahannya masih sama dari selatan menuju ke utara," jelasnya.
Di seluruh Riau, hanya tersisa 7 titik panas kecil yang bukan merupakan kebakaran besar. Bahkan di Pelalawan, 1 hotspot yang terdeteksi terkonfirmasi bukan kebakaran lahan, melainkan asap pabrik.
Mengapa Asap Menumpuk di Pekanbaru?
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, fenomena ini dipicu oleh Angin Monsun Selatan-Tenggara yang bergerak dengan kecepatan 10–20 km/jam dari arah tenggara menuju barat laut-utara.
Pergerakan angin ini meniup lurus asap tebal dari Sumsel dan Jambi ke arah atas, hingga akhirnya menumpuk di wilayah Riau. Citra satelit Himawari-9 BMKG bahkan telah mendeteksi sebaran asap ini meluas ke Riau, Sumatra Barat, Bengkulu, Jambi, hingga Sumatra Selatan.
BMKG memprediksi hujan dengan intensitas merata akan turun dalam 2 hari ke depan, yang diharapkan dapat meluruhkan dan menyapu bersih kepungan asap pekat ini.(*)
.jpeg)










Tulis Komentar