• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Sosialisasi Perubahan Perjanjian Kinerja
Dibaca : 181 Kali
Segera Digelar, PRB 2027 Prodi Biologi FKIP Unri Siapkan 11 Cabang Lomba Sains dan Kreativitas
Dibaca : 213 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis
Dibaca : 198 Kali
Perkuat Kepatuhan Royalti, Kanwil Kemenkum Riau Petakan Potensi Pelanggaran KI di Inhu
Dibaca : 202 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi Tiga Ranperbup Rohil tentang Tata Kelola RSUD
Dibaca : 194 Kali

  • Home
  • Hukrim

Ipmakusi Beri Waktu Seminggu

Kapolres : Siapapun Yang Terlibat Harus Dihukum Seberat Beratnya

Redaksi
Senin, 22 April 2019 00:44:00 WIB
Cetak
Kapolres Kuansing AKBP Muhammad Mustofa SIK MSi (paling tengah), Wakapolres Kompol Dody Harza Kusumah SH SIK MH (kiri Kapolres) saat menggelar Konferensi Pers di Mako Polres Kuansing
Teluk Kuantan, HarianTimes.com - Terkait persoalan kasus terbunuhnya seorang warga atas nama Andria Risko alias Aan (29) beberapa hari lalu. Polres Kuansing gelar konferensi pers dengan puluhan media yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau.

Konferensi pers ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kuansing AKBP Muhammad Mustofa SIK MSi didampingi Waka Polres Kompol Dody Harza Kusumah SH SIK MH dan Kasi Propam Ipda Muslim serta Kasubag Humas Polres AKP Kadarusmansyah, pada Minggu pagi (21/04/2019) di Ruang Konferensi Pers Mako Polres Kuansing.

Dihadapan seluruh wartawan media dan mahasiswa yang hadir pada konferensi itu, Kapolres AKBP Muhammad Mustofa membeberkan kronologi penangkapan hingga tewasnya korban di RSUD Teluk Kuantan.

Kapolres mengungkapkan peristiwa itu bermula, pada Kamis (18/04/2019) lalu, Polres Kuansing menerima laporan pengaduan dari masyarakat. Laporan itu tentang aksi pencurian kelapa sawit di kebun KKPA Unit Jake.

Untuk menindaklanjuti laporan pengaduan nomor 50/IV/2019 itu, 5 anggota Sat Reskrim Polres Kuansing turun ke lapangan. Di lokasi Mess Kelompok Tani KKPA Unit Jake, petugas menangkap tersangka Andria Risko. Beberapa saat di sana, petugas membawa tersangka ke Mapolres Kuansing.

Namun ketika memasuki kawasan Desa Jake, sekitar pukul 21.00 WIB, petugas yang membawa tersangka dengan mobil patroli Sat Sabhara Polres Kuansing dihadang kerumunan massa. Kemudian, massa yang menghadang melempari mobil petugas dengan batu dan mengenai tersangka yang saat itu duduk di bangku bagian belakang.

Selain mengenai tersangka, lemparan batu dari kerumunan massa juga mengenai petugas dan mengakibatkan kaca mobil Sat Sabhara bagian depan pecah serta kaca samping bagian belakang tempat duduk tersangka juga pecah. Merasa situasi sangat buruk, mobil berbalik arah menuju Mapolsek Singingi di Muara Lembu.

Sesampainya di Muara Lembu, tersangka dibawa ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan pertolongan. Setelah itu, sekira pukul 01.00 WIB dinihari, 5 anggota Sat Reskrim dan tersangka, serta 8 anggota dari Sat Sabhara yang juga datang menyusul kesana, kembali menuju Mapolres Kuansing di Teluk Kuantan. Mereka tiba di Mapolres sekira pukul 02.00 WIB dinihari.

Melihat kondisi tersangka yang mulai lemas, setibanya di Mapolres tersangka langsung dibawa ke RSUD Teluk Kuantan, sekira pukul 03.00 WIB.  Namun malang, di RSUD nyawa tersangka tak bisa diselamatkan. Lebih dari satu jam kemudian, tersangka menghembuskan nafas terakhir. “ Tersangka meninggal dunia pukul 04.30 WIB,” kata Kapolres

Kendati begitu Kapolres mengakui kalau sampai saat ini, pihaknya belum menerima hasil visum et repertum yang dikeluarkan oleh RSUD Teluk Kuantan. Namun demikian, kasus kematian korban sudah ditangani Propam Independent dari Mapolda Riau.

“Kini sedang dilakukan pemeriksaan terhadap anggota yang ikut melakukan penangkapan, 5 anggota dari Sat Serse (Reskrim) dan 8 anggota dari Sat Sabhara,” kata Kapolres. "Bahkan tidak hanya pemeriksaan perbal, tapi juga pemeriksaan di lapangan," jelasnya.

Kapolres berjanji pihaknya akan memberikan tindakan tegas jika saja nanti anggota yang bertugas terbukti melakukan pelanggaran hukum. “Siapapun yang terlibat, baik itu oknum anggota polisi atau perwira ataupun masyarakat yang memang nantinya terbukti melakukan pelanggaran harus dihukum dengan seberat beratnya, itu sudah menjadi komitmen saya," tegasnya.

Menyinggung masalah korban, AKBP Mohammad Mustofa menyebutkan pihaknya sudah bertemu dengan pihak keluarga korban. Dalam pertemuannya dengan keluarga korban itu, kata Kapolres, pihaknya sudah berjanji akan membantu anak-anak korban yang masih kecil-kecil.

"Saya pertaruhkan jabatan saya selaku Kapolres, saya tidak main main dalam menyelesaikan kasus ini," tegasnya lagi.

"Biaya dari awal sampai bantuan untuk sekolah anak-anak almarhum korban. Kita komunikasi lancar, mulai dari rumah sakit sampai sekarang pun tetap berkomunikasi dan terus akan hadir," tambahnya.

Kapolres menghimbau kepada seluruh masyarakat Kuansing agar tidak mengomentari kasus ini dengan narasi-narasi provokatif yang dapat memperburuk kondisi Kuansing saat ini. “Kuansing kini sangat kondusif. Kita semua mencintai Kuansing.  Mari kita jaga situasi Kuansing yang kondusif ini,” ajak Kapolres.

Sementara itu, Ketua Ipmakusi Pekanbaru Wiriyanto Aswir memberikan apresiasi kepada Kapolres Kuansing AKBP Muhammad Mustofa SIK MSi terkait reaksi cepat atas kasus terbunuhnya Andria Risko tersebut.

"Kita sangat mengapresiasi dan pegang ucapan janji Pak Kapolres yang akan transparan dalam mengungkap kasus ini. Kita menduga ada peran oknum atas tewasnya saudara Aan," ujarnya.

Dan kami, lanjut pemuda yang akrab disapa Rian itu, Ia mengatakan akan kawal prosesnya ini sampai selesai. "Kita tidak ingin ada Aan lainnya yang akan menjadi korban lagi," sebutnya.

Wiriyanto Aswir mengultimatum, dimana katanya, pihaknya sangat menghargai proses penegakan hukum yang dilakukan Polres Kuansing terhadap anggotanya. "Kita beri waktu satu minggu kepada Polisi untuk mengungkap kasus ini. Jika dalam satu minggu tak ada kabar, maka kami akan menduduki Mapolres ini," tegasnya. (hrp)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Jaga Situasi Tetap Kondusif, Polda Riau Perkuat Deteksi Dini dan Patroli

Polda Riau Tangani 37 Kasus Karhutla, 40 Tersangka Diamankan

Perambah Mangrove Ditangkap, Bupati Rohil: Harus Jadi Efek Jera

Geram Lihat Mangrove Dirusak, Kapolda Riau: Tidak Ada Toleransi

Irjen Pol Herry: Tak Ada Ampun bagi Perusak Alam

Tak Kunjung Tuntas, DPRD Pekanbaru Bawa Kasus Mafia Tanah Sudirman ke Jamintel, DPR dan Menteri ATR

Jaga Situasi Tetap Kondusif, Polda Riau Perkuat Deteksi Dini dan Patroli

Polda Riau Tangani 37 Kasus Karhutla, 40 Tersangka Diamankan

Perambah Mangrove Ditangkap, Bupati Rohil: Harus Jadi Efek Jera

Geram Lihat Mangrove Dirusak, Kapolda Riau: Tidak Ada Toleransi

Irjen Pol Herry: Tak Ada Ampun bagi Perusak Alam

Tak Kunjung Tuntas, DPRD Pekanbaru Bawa Kasus Mafia Tanah Sudirman ke Jamintel, DPR dan Menteri ATR



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Sosialisasi Perubahan Perjanjian Kinerja
28 Oktober 2026
Segera Digelar, PRB 2027 Prodi Biologi FKIP Unri Siapkan 11 Cabang Lomba Sains dan Kreativitas
28 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis
28 Oktober 2026
Perkuat Kepatuhan Royalti, Kanwil Kemenkum Riau Petakan Potensi Pelanggaran KI di Inhu
28 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi Tiga Ranperbup Rohil tentang Tata Kelola RSUD
28 Oktober 2026
Prodi Doktor Sains Manajemen UIR Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
28 Oktober 2026
Perkuat Tata Kelola Kearsipan, Imigrasi Pekanbaru Musnahkan 145.731 Berkas Arsip Keimigrasian
27 Oktober 2026
Perkuat Profesionalisme dan Integritas Wartawan, PWI Solok Orientasi ke PWI Riau
27 Oktober 2026
Karhutla Riau Berulang, Okto: Kemunduran Kebijakan Perlindungan Gambut dan Pengabaian Korban
26 Oktober 2026
Karhutla Meluas, Jikalahari Soroti Lemahnya Perlindungan Gambut di Riau
26 Oktober 2026
TERPOPULER +
  • 1 Kemah Kerukunan dan Ekoteologi di Siak, Muliardi: Ikhtiar Bersama Untuk Merawat Kehidupan Beragama
  • 2 BDS 2026, KPP Pratama Rengat Perkuat Ekosistem UMKM
  • 3 KPP Pratama Rengat Gelar Forum Konsultasi Publik
  • 4 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Standar Layanan Bantuan Hukum
  • 5 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Landasan Hukum Pengelolaan Barang Milik Daerah Kuansing
  • 6 Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penyelesaian Sengketa dan Pemetaan Rawan Pelanggaran dengan Polda Riau
  • 7 Lewat Podcast Bertuah, Kanwil Kemenkum Riau Kenalkan Layanan BHP Medan ke Masyarakat
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi Tiga Rancangan Regulasi Kuansing
  • 9 Edison Manik Tekankan Kesinambungan Program dan Sinergi
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved