PEKOPI 2026 Hadirkan Spektrum Emosi yang Lengkap
Kemnaker Buka Program Pembinaan K3, Gratis untuk 2.100 Peserta
PEKOPI 2026 Hadirkan Spektrum Emosi yang Lengkap
Pekanbaru, Hariantimes.com - Sorak sorai, tepuk tangan dan deru roda yang meluncur cepat di lintasan menjadi saksi hidup kesuksesan Pekanbaru Open International (PEKOPI) 2026.
Ajang yang digelar swlama empat hari, yskni mulai 02 hingga 05 April 2026, ini tidak sekadar menjadi kompetisi, tetapi juga menghadirkan cerita tentang perjuangan, mimpi dan kebersamaan ratusan atlet dari berbagai penjuru Indonesia.
Sejak awal, PEKOPI 2026 telah dipersiapkan dengan penuh kesungguhan. Panitia menata venue, memastikan kualitas lintasan, hingga mengoordinasikan setiap detail teknis perlombaan. Bahkan ketika hujan sempat menguji kesiapan arena, semangat gotong royong menjadi jawaban. Lintasan dibersihkan, diperbaiki, dan disiapkan Kembali seolah tak memberi ruang bagi kata menyerah.
Pembukaan yang berlangsung pada Sabtu (04/04/2026) terasa istimewa dengan kehadiran Wakil Walikota Pekanbaru, H Markarius Anwar. Di tengah antusiasme atlet, pelatih dan masyarakat, kompetisi resmi dimulai, membuka panggung bagi talenta-talenta terbaik bangsa.
Puncak kehangatan terjadi saat penutupan pada Minggu, 5 April 2026. Walikota Pekanbaru, H.Agung Nugroho.hadir langsung dan meresmikan venue kebanggaan baru, Lintasan Kencana. Kehadirannya bukan sekadar seremoni. Ia larut dalam suasana, berdiri dari kursinya, berjalan mengelilingi arena, menyaksikan setiap detik perlombaan dengan penuh antusias.
“Luar biasa serunya pertandingan sepatu roda ini, membangkitkan jiwa balap motor saya di waktu muda,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kompetisi, PEKOPI 2026 menghadirkan spektrum emosi yang lengkap. Di kategori speed dan standar, para atlet menunjukkan teknik, kecepatan, dan daya juang yang luar biasa. Namun, di antara ketegangan itu, ada momen yang mencuri perhatian kelas pemula. Anak-anak berusia mulai dari 3,5 tahun meluncur dengan penuh keberanian, menghadirkan keceriaan yang membuat penonton tersenyum haru. Dari lintasan itulah, masa depan olahraga sepatu roda Indonesia mulai ditulis.
Ketua Panitia, Zulfikri SH mengungkapkan, ajang ini diikuti oleh 560 atlet dari seluruh Indonesia, bahkan hingga Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Tak hanya itu, sejumlah peserta merupakan atlet berprestasi, termasuk peraih emas nomor 1.000 meter di PON Aceh hingga atlet yang pernah menembus 7 besar Asia.
“Ini bukan sekadar event, ini adalah panggung bagi atlet terbaik Indonesia untuk bertemu, berkompetisi, dan tumbuh bersama,” ujarnya.
Memasuki akhir acara, suasana berubah menjadi haru. Pengumuman perolehan medali menjadi penutup yang penuh kebanggaan.
Pada kategori speed, Kairos Semarang tampil dominan dengan 15 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Disusul Jambi Inline Skate (JIS) dengan 9 emas, 6 perak, dan 3 perunggu, serta Bina Muda Pekanbaru dengan 9 emas, 1 perak, dan 10 perunggu.
Sementara di kategori standar, tuan rumah Bina Muda Pekanbaru menunjukkan kekuatannya dengan 8 emas dan 1 perak. JIS berada di posisi kedua dengan 6 emas, 7 perak, dan 2 perunggu, diikuti Payakumbuh Skate Club (PSC) dengan 5 emas dan 1 perak.
Namun, lebih dari angka-angka itu, PEKOPI 2026 meninggalkan sesuatu yang lebih dalam rasa persaudaraan. Para atlet yang sebelumnya datang sebagai pesaing, pulang dengan cerita, pengalaman, dan ikatan baru.
Penanggung jawab acara, Niky Juniesmero SH MH menegaskan, keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Dirinya mengucapakan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan dan meramaikan acara ini.
“Kejuaraan ini bukan hanya tentang medali, tetapi tentang pengalaman, persahabatan, dan semangat untuk terus berkembang,” ujarnya.
Di ujung lintasan, ketika peluit terakhir dibunyikan, PEKOPI 2026 tidak benar-benar berakhir. Ia justru menjadi awal-awal dari mimpi yang lebih besar, semangat yang lebih kuat, dan harapan bahwa dari Pekanbaru, akan lahir atlet-atlet yang kelak mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.(*)
.jpeg)










Tulis Komentar