• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Renovasi Jembatan Sungai Penyengat Terus Dikebut
Dibaca : 150 Kali
Lantai Dua Tangsi Belanda Runtuh, 17 Rombongan Studi Tour SD IT Baitul Ridho Kampung Rawang Kao Luka-Luka
Dibaca : 161 Kali
Perkuat Pers yang Profesional, 160 Perwakilan PWI Pusat dan Daerah Jalani Retret di Cibodas
Dibaca : 165 Kali
CCEP Indonesia Salurkan Beasiswa Senilai 50.000 Euro bagi Mahasiswa Terdampak Bencana di Sumatera
Dibaca : 220 Kali
Dukung Mobilitas Masyarakat Tanah Putih, Maxim Perkuat Ekspansi di Riau
Dibaca : 438 Kali

  • Home
  • Rokan Hulu

Perjalanan Keliling Kampung “Tembus 125 Desa“

Bagus Santoso: Sumber Air Panas Sikebau Jaya Objek Wisata Menakjubkan

Redaksi
Kamis, 21 Februari 2019 10:44:36 WIB
Cetak
Bagus Santoso didampingi Kades Sikebau Jaya melihat potensi Alam Air Panas di tengah rimbun Hutan.
Rohul, Hariantimes.com - Banyak desa di Riau menyimpan potensi wisata. Salah satunya Desa Sikebau Jaya, Kabupaten Rokan Hulu. 

Di Desa Sikebau ini,  sedikitnya ada 3 objek wisata yang menarik. Yaitu wisata alam sumber air panas, sumber mata air dan Makam Imam Muda.

Anggota DPRD Provinsi Riau Bagus Santoso dalam perjalanan keliling kampung “Tembus 125 Desa“ mendapat kehormatan mengunjungi wisata menakjubkan. Yakni sumber air panas di Desa Sikebau Jaya yang kondisinya perlu perhatian semua pihak.

"Untuk mengembangkan potensi wisata dibutuhkan kerjasama semua pihak, terutama pemerintah agar membuat program kerja terkait anggaran yang dibutuhkan. Disamping juga kesadaran atau kepedulian masyarakat dalam mengawasi memelihara agar objek wisatanya tetap terawat," ujar Bagus Santoso Yang juga Caleg DPR RI Dapil Riau 1 ini. 

Bagus Santoso mengungkapkan,
sumber air panas di Desa Sikebau Jaya ini sebuah pemandangan yang menakjubkan telaga sumber air panas dikelilingi rimbunnya pohon hutan di tengah ratusan hekatare perkebunan karet peninggalan PTP V. 

"Memang hutan alami yang tersisa hanya tinggal 2 hektare. Sedangkan kanan kiri tegak pohon karet tua tanaman masa awal transmigrasi dan juga pohon sawit," katanya. 

Di tengah hutan dirimbuni pohon besar sumber air panas terus mengalir sejernih air mineral kemasan. Siapapun anda yang berkunjung pasti dibuat kepencut untuk mengentuh dan memercikkan air lalu merasaka hangatnya air panas nan bening. Asal anda tahu adalah keajaiban meski air panas tapi tak ada bau belerang seperti ditempat lainnya. Bening airnya sama dengan air mineral.

Sumber air panas ini juga unik, diapit sungai kecil dihiasi aneka ikan kecil dan ditumbuhi rerumputan. Aneh, ya begitulah. Air panas tapi ikan dan rumput tetap hidup. 

Bersama Kepala Desa Sikebau Jaya Warsito dan warga Tim SBS menikmati pemandangan alam dan jernihnya sumber air panas. Beningnya air bertambah nyaman dibawah rimbunnya pohon hutan dan bunyi hewan burung dan burung.

Sayang sekali, potensi wisata yang menakjubkan ini belum dikelola sehingga belum banyak dikenal dan dimanfaatkan masyarakat secara luas. Pada masa awal pembukaan perkebunan Karet sebenarnya pihak PTP V sudah memulai merawat dan mengelola sumber air panas. Setelah menuruni jalan masuk yang kini sudah bersemak belukar terdapat 2 patung rusa yang kini masih utuh. Sedangkan pada sumber air panas juga sudah di buat kotak dengan semen. Disampingnya ada bekas bak agak lebar seperti kolam untuk berendam.

Menurut keterangan sesepuh desa, Mbah Maryono oleh PTP V sumber air panas dirawat dengan mengangkat 4 orang tenaga kerja dari warga kampung yang diberikan honor. Hanya saja setelah diserahkan kepada desa sumber air panas itu sudah tak terawat lagi dan menjadi semak belukar. PTP V sekarang sudah meninggalkan perkebunan karet tersebut menjadi hak milik warga transmigrasi. 

Kepala Desa Sikabau Jaya Warsito berharap kepada pemerintah untuk membantu menggali dan menghidupkan potensi wisata air panas di desanya. 

“Kami akan berembuk dengan kepala desa tetangga untuk bersama mengelola sebagai potensi desa,” kata warsito dengan nada optimis.

Menuju sumber air panas desa Sikebau jaya hanya berjarak 3 KM dari jembatan gantung sungai Sei Asam yang melintasi desa. Karena jalannya berbukit dan jalan setapak akan lebih pas jika memakai sepeda motor jenis terabas atau trail. Anda akan merasakan sensasi perjalanan yang menegangkan, ditengah hutan karet tua jalan setapak, terjal dan licin. Tetapi anda dipastikan terbayar puas setelah meredam kaki dan mandi air hangat, anda penasaran silahkan datang ke Desa Sikebau Jaya, selamat mengguyur badan dengan air hangat.(*/ron) 


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Ratusan Kepsek se Rohul Antusias Mengikuti Sosialisasi KIP, Zufra Irwan: Jangan Takut Diminta Informasi

Tatang Yudiansyah: Kelola Keuangan Sekolah dengan Transparan, Tutup Informasi yang Dikecualikan

Massif Lakukan Pengeboran, APGWI Capai Produksi Tertinggi Sejak Kelola Blok West Kampar

Masyarakat Terima Kompensasi Tanam Tumbuh Kegiatan Seismik 3D PT APGWI

Lantik Pengurus PWI Rohul 2024-2027, Raja Isyam: Jaga Etika, Kredibilitas dan Integritas

Resmikan Institut Islam Internasional Basma, Menag Berharap Kelak Jadi Episentrum Baru Peradaban Islam Dunia

Ratusan Kepsek se Rohul Antusias Mengikuti Sosialisasi KIP, Zufra Irwan: Jangan Takut Diminta Informasi

Tatang Yudiansyah: Kelola Keuangan Sekolah dengan Transparan, Tutup Informasi yang Dikecualikan

Massif Lakukan Pengeboran, APGWI Capai Produksi Tertinggi Sejak Kelola Blok West Kampar

Masyarakat Terima Kompensasi Tanam Tumbuh Kegiatan Seismik 3D PT APGWI

Lantik Pengurus PWI Rohul 2024-2027, Raja Isyam: Jaga Etika, Kredibilitas dan Integritas

Resmikan Institut Islam Internasional Basma, Menag Berharap Kelak Jadi Episentrum Baru Peradaban Islam Dunia



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Renovasi Jembatan Sungai Penyengat Terus Dikebut
31 Januari 2026
Lantai Dua Tangsi Belanda Runtuh, 17 Rombongan Studi Tour SD IT Baitul Ridho Kampung Rawang Kao Luka-Luka
31 Januari 2026
Perkuat Pers yang Profesional, 160 Perwakilan PWI Pusat dan Daerah Jalani Retret di Cibodas
30 Januari 2026
CCEP Indonesia Salurkan Beasiswa Senilai 50.000 Euro bagi Mahasiswa Terdampak Bencana di Sumatera
30 Januari 2026
Dukung Mobilitas Masyarakat Tanah Putih, Maxim Perkuat Ekspansi di Riau
29 Januari 2026
Glico WINGS Luncurkan Es Krim Frostbite Potabee, Jadi Pionir Inovasi Pertama di Indonesia
29 Januari 2026
Kemenkum Riau Perkuat Pengawasan Notaris Melalui Lanjutan Pemeriksaan Protokol
29 Januari 2026
Para 'Penjaga Energi' Malam Tanpa Tidur Selamatkan Ribuan Sumur dari Mati Suri
28 Januari 2026
Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara di Bogor
28 Januari 2026
Renovasi Rampung, MAN 2 Pekanbaru Siap Perkuat Mutu Pendidikan
28 Januari 2026
TERPOPULER +
  • 1 Glico WINGS Luncurkan Es Krim Frostbite Potabee, Jadi Pionir Inovasi Pertama di Indonesia
  • 2 Para 'Penjaga Energi' Malam Tanpa Tidur Selamatkan Ribuan Sumur dari Mati Suri
  • 3 Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara di Bogor
  • 4 Presiden Prabowo Siap Hadiri HPN 2026 di Banten
  • 5 MAN 1 Pekanbaru Buka PMBM 2026/2027, Tersedia Dua Jalur Penerimaan
  • 6 Komisi XII DPR RI Apresiasi Inovasi Teknologi PHR dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional
  • 7 Kedepankan Pelayanan Humanis, Polda Riau Buka Call Center 24 Jam
  • 8 Pemilihan Gubernur, Dari Desentralisasi ke Sentralisasi (Bagian II)
  • 9 Memaknai Putusan MK, Wartawan tak Dapat Dituntut
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved