• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Persiapan Peacemaker Training 2026
Dibaca : 219 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pendalaman Materi Perancang
Dibaca : 214 Kali
Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Akses Keadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu
Dibaca : 194 Kali
Kakanwil Tanda Tangani Addendum Kontrak Bantuan Hukum Periode II Bersama 22 LBH
Dibaca : 219 Kali
Kemenkum Riau Ikuti CoP BPSDM Hukum
Dibaca : 220 Kali

  • Home
  • Nasional

Empat Pejabat Indonesia Diundang ke Swiss

Menko Luhut: Indonesia Mulai Populer

Redaksi
Senin, 28 Januari 2019 02:19:18 WIB
Cetak
Menko Maritim RI Luhut B Pandjaitan (berdiri)
Davos, HarianTimes.com - Tiba di Swiss, pada Selasa (22/01), Menko Luhut diagendakan menghadiri serangkaian acara Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia 2019/ World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2019.

"Mereka, WEF, datang ke kantor meminta saya untuk bicara," ujar Menko Luhut yang hadir di Swiss dalam rangka memenuhi undangan panitia WEF. 

Menko Luhut datang bersama 3 menteri lain dari Indonesia yang juga diundang yaitu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menkominfo Rudiantara, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.

Misi khusus

Menko Luhut membawa misi khusus dalam kunjungannya kali ini. "Saya jelasin masalah ekonomi, sekarang gimana posisi Indonesia. Yang kedua masalah sampah laut ini sebagai serious matter sekarang, jelasin lagi apa yang kita kerjain seperti penanganan Citarum dan sampah di laut kita yang banyak. Nanti orang juga nanya politik Indonesia," tuturnya yang telah mempersiapkan diri menjelaskan tiga topik terkait ekonomi Indonesia, sampah laut, dan politik.

Menurut Menko Luhut, kini yang paling penting adalah mengenalkan Indonesia secara utuh. "Memang nggak boleh habis-habisnya karena Indonesia itu Menko Luhut yang berharap kehadirannya dapat membantu mengangkat reputasi Indonesia di mata dunia.

Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup positif, Menko Luhut menilai nampak sekali terjadi perubahan-perubahan sehingga Indonesia mulai banyak dikenal. "Apalagi setelah penyelenggaraan Asian Games yang hebat dan suksesnya Pertemuan Tahunan IMF-WBG kemarin di Bali, karena begitu banyak yang hadir 189 negara dan badan-badan dunia, mereka mengapresiasi penyelenggaraannya hebat. Lalu penanganan bencana di Palu dan Lombok yang semua tertangani secara baik. Harus diterusin supaya jangan lupa orang itu," ungkap Menko Luhut yang ingin menjaga momentum kisah sukses Indonesia menjadi tuan rumah event internasional.

Efisiensi

Prinsip efisiensi tetap menjadi acuan Menko Luhut dalam melaksanakan tugas kenegaraannya ke luar negeri, termasuk kunjungannya ke Swiss saat ini.

"Sangat efisien. Karena kalau nggak kita musti pergi ke negara ini lalu ke negara itu lalu ke negara lain lagi," terang Menko Luhut yang puas dengan cukup hadir di Swiss tapi dapat bertemu dengan berbagai pihak yang  berasal dari negara-negara lain. Dengan adanya perhelatan sebesar WEF, mereka semua berkumpul di satu kota yang sama.

Efisiensi tersebut terlihat dari padatnya agenda Menko Luhut di hari pertama kedatangannya. Di hari Selasa (22/01), dia menghadiri High Level Dialogue on Zero Budget Natural Farming (Dialog Tingkat Tinggi Mengenai Pertanian Berbudget Minim), menjadi pembicara pada sesi Environmental Action Through Trade, pertemuan dengan Cedrik Neike, Anggota Dewan Direksi Siemens AG, mengunjungi Indonesia Pavilion, bertemu Morten Baek selaku Menteri Energi dan Iklim Denmark, pertemuan Multilateral dengan Presiden WEF Borge Brende dan menjadi pembicara dalam Dialog Tingkat Pejabat Tinggi mengenai persatuan dalam keberagaman. 

"Permintaan itu banyak sekali karena Indonesia mulai populer," tutupnya menyatakan bahwa semua agenda di atas merupakan permintaan dari berbagai pihak.

Sekilas Tentang WEF

Pertemuan Davos yang rutin diselenggarakan oleh WEF adalah salah satu forum terpenting yang membahas masalah-masalah ekonomi. 

WEF dilandaskan pada ide bahwa dunia memerlukan kerjasama yang lebih erat antara sektor swasta dan pemerintahan untuk menemukan cara terbaik dalam menjawab tantangan global. 

Lebih dari 3.000 peserta dari kalangan pemerintahan, ekonom, pelaku bisnis, pelaku seni, budaya dan media berkumpul di kota pegunungan, Davos, di Swiss.

Bill Gates, George Soros, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte, CEO Goldman Sachs yang baru David Solomon, dan Ray Dalio Founder Bridgewater adalah contoh nama-nama besar yang dikabarkan hadir tahun 2019 ini. (*/hrp)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

PWI dan Bakom Sepakat Perkuat Literasi Informasi dan Industri Pers

Menuju HPN 2027, PWI Half Marathon 2026 Siap Menggebrak Bandar Lampung

Jaga Ketahanan Nasional, PWI Perkuat Sinergi dengan Lemhannas

PWI Luncurkan Website Terintegrasi, Cak Munir: Diharapkan Bergulir Konsisten

RUPSLB Perpanjangan Masa Jabatan Presdir dan CEO Indosat

Nasaruddin Umar: Saya Merasa Tidak Pantas untuk Dipilih Jadi Pimpinan Imam Besar

PWI dan Bakom Sepakat Perkuat Literasi Informasi dan Industri Pers

Menuju HPN 2027, PWI Half Marathon 2026 Siap Menggebrak Bandar Lampung

Jaga Ketahanan Nasional, PWI Perkuat Sinergi dengan Lemhannas

PWI Luncurkan Website Terintegrasi, Cak Munir: Diharapkan Bergulir Konsisten

RUPSLB Perpanjangan Masa Jabatan Presdir dan CEO Indosat

Nasaruddin Umar: Saya Merasa Tidak Pantas untuk Dipilih Jadi Pimpinan Imam Besar



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Persiapan Peacemaker Training 2026
06 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pendalaman Materi Perancang
06 November 2026
Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Akses Keadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu
06 November 2026
Kakanwil Tanda Tangani Addendum Kontrak Bantuan Hukum Periode II Bersama 22 LBH
06 November 2026
Kemenkum Riau Ikuti CoP BPSDM Hukum
06 November 2026
Ruang Fiskal Menyempit, Kebutuhan Pembangunan Meningkat
06 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Ditjen AHU
05 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual dan Optimalisasi Royalti Musik
05 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Indikasi Geografis
04 November 2026
Cetak Paralegal Muda, Kanwil Kemenkum Riau Bekali 40 Mahasiswa UIN Suska Akses Keadilan
04 November 2026
TERPOPULER +
  • 1 Buka Musda V MUI Siak, Syamsurizal: Semoga Lahir Gagasan-Gagasan Besar
  • 2 139 ASN Kemenag Riau Ikuti Asesmen Pro ASN
  • 3 Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026
  • 4 Himpunan Siompu Kampar Riau Audiensi dengan Anggota DPD RI, Didis Mardisna: Semoga Bisa Berkolaborasi di Banyak Program
  • 5 Perkuat Pengelolaan JDIH, Kanwil Kemenkum Riau Terima Konsultasi DPRD Inhu
  • 6 Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bengkalis
  • 7 Afni: Patut Diwariskan dan Menjadi Inspirasi bagi Generasi Sekarang
  • 8 Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak
  • 9 RDP Pansus DPRD Riau, Koalisi Masyarakat Sipil Minta Hapus Green Policing Peninggalan Heryman
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved