• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 418 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 426 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 357 Kali
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
Dibaca : 482 Kali
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
Dibaca : 479 Kali

  • Home
  • Sosialita

Gagas Fellowship Jurnalisme di PWI HEBAT, Zulmansyah Dipuji Wartawan Senior

Zulmiron
Senin, 24 Juli 2023 17:05:44 WIB
Cetak
Visi, misi dan program "Bersama-sama Mewujudkan PWI HEBAT," yang digagas H Zulmansyah Sekedang, calon Ketua Umum PWI Pusat 2023-2028 mendapat pujian dari senior-senior PWI yang berada di DK dan Wanhat.

Jakarta, Hariantimes.com - Visi, misi dan program "Bersama-sama Mewujudkan PWI HEBAT," yang digagas H Zulmansyah Sekedang, calon Ketua Umum PWI Pusat 2023-2028 mendapat pujian dari senior-senior PWI yang berada di Dewan Kehormatan (DK) dan Dewan Penasihat (Wanhat).

Ketua PWI Riau dua periode itu diundang DK PWI untuk silaturahmi, diskusi sekaligus menyampaikan visi, misi, dan program untuk PWI 2023-2028 di Jakarta, Jumat (22/07/2023).

Selain Zulmansyah, ikut diundang menyampaikan visi, misi, dan program dua caketum PWI lainnya, yakni Hendry Ch Bangun dan Munir Akhmad.

Dalam pemaparan visi dan misinya di hadapan para senior PWI, Zulmansyah Sekedang menyebutkan, PWI HEBAT bukan hanya sebuah kata berarti perubahan untuk lebih bagus atau lebih baik, tetapi merupakan akronim dari misi dan program yang akan diwujudkan bersama-sama di PWI.

"Harus bersama-sama mewujudkan PWI HEBAT ke depan. Tak bisa hanya seorang Ketua Umum PWI, tetapi semua bersama-sama harus terlibat. Termasuk seluruh senior yang ada di kepengurusan, maupun di luar pengurus," kata Zulmansyah Sekedang, yang pernah menjadi Ketua Forum Pemimpin Redaksi Jawa Pos Group.

Hadir saat pemaparan visi, misi, dan program itu Ketua DK PWI H Ilham Bintang, anggota DK Asro Kamal Rokan, Penasihat PWI Banjar Chaeruddin dan N Syamsuddin Ch Haesy, mantan Ketua PWI DKI Jakarta Marah Sakti Siregar, dan Bendahara PWI Riau Oberlin Marbun.

Zulmansyah menjelaskan, HEBAT merupakan akronim dari H sama dengan Harmonis. E berarti ekonomi wartawan harus Ditolong. B artinya bargaining power, PWI bermanfaat untuk semua. A sama dengan amanah. Dan serta T bermakna tempat silaturahmi, edukasi, proteksi, dan happy-happy.

"Organisasi PWI kita ini, kata persatuan didahulukan. Persatuan tanpa hubungan yang harmonis di internal dan eksternal, akan menjadi penghalang mewujudkan program-program mengangkat marwah organisasi PWI. Ke depan, kita seperti semboyan Pertamina.l, 'Mulai dari nol ya..' Semua senior harus bersatu, harmonis dan bersama-sama bergandengan tangan membesarkan PWI kembali," ungkap mantan Pemimpin Redaksi Riau Pos ini.

Berikutnya, ekonomi wartawan harus ditolong. Ke depan, PWI tidak perlu muluk-muluk memperjuangkan kesejahteraan  wartawan. Tetapi PWI harus hadir menolong ekonomi wartawan. Terutama wartawan di daerah yang banyak sekali mengalami kesulitan ekonomi di saat pandemi Covid-19 maupun saat ini sesudah pandemi.

"Saya menggagas program fellowship jurnalism. Di mana seluruh anggota PWI yang sudah dinyatakan kompeten mendapatkan insentif antara Rp1 juta sampai Rp2 juta perbulan, sebagaimana dulu pernah diwujudkan pemerintah melalui program Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku (FJPP). Ayo semua pengurus dan senior sekalian, termasuk PWI se-Indonesia, sama-sama kita berjuang agar program fellowship jurnalisme ini dapat terwujud dan permanen di PWI," ajak Zulmansyah.

Penasihat PWI Banjar Chaeruddin langsung menanggapi. "Wah, ini program yang menarik. Tapi E berarti ekonomi wartawan harus ditolong itu kepanjangan. Dibuat singkat saja. Jadi empowering saja," kata mantan Pemred Bisnis Indonesia ini menyarankan.

"Baik senior. Apapun namanya, yang penting seluruh anggota, apalagi yang sudah kompeten harus merasakan manfaat ikut PWI," jawab Zulmansyah.

Kemudian, lanjut Zulmansyah, bargaining power PWI bermanfaat untuk semua, akan diwujudkan dengan mengusulkan dan menempatkan wartawan-wartawan PWI di posisi strategis dalam rangka ikut mengabdi kepada bangsa dan negara. Misalnya diusulkan menjadi menteri, duta besar, direksi BUMN, dan sebagainya.

Kata Zulmansyah, wartawan, terutama senior PWI sesungguhnya adalah aset bangsa. Banyak sekali yang pintar dan berwawasan luas. "Karena itu, melalui bargaining power PWI ini, para senior yang bersedia mengabdi untuk bangsa dan negara, sama-sama kita usulkan dan perjuangkan menjadi menteri, dubes, direksi BUMN, direksi BUMD, dan sebagainya," kata Zulmansyah lagi.

Sedangkan amanah, merupakan hal yang harus menjadi teladan bagi seluruh pengurus PWI se-Indonesia, terutama di PWI Pusat. Paling utama amanah dalam menegakkan seluruh aturan konstitusi PWI seperti taat dan patuh kepada PD, PRT, KEJ PWI, dan KPW PWI.

Terakhir PWI sebagai tempat silaturahmi, edukasi, proteksi, dan happy-happy, sungguh-sungguh harus diwujudkan. Maka ke depan, di PWI akan ada Direktur "Glamur", singkatan golongan wartawan lanjut umur sebagai salah satu wadah silaturrahmi khusus para wartawan senior.

Kemudian SJI (Sekolah Jurnalistik Indonesia) hidupkan kembali, Safari Jurnalistik PWI, dan diklat-diklat diperbanyak, LBH PWI aktifkan untuk melindungi anggota dan perbanyak kunjungan keluar negeri untuk edukasi sekaligus happy-happy bagi anggota dan pengurus PWI se-Indonesia.

"Program PWI HEBAT ini semua sudah kami kerjakan di PWI Riau. Ini bukan kata-kata atau rencana kerja, semua sudah nyata kami kerjakan dan terlaksana di PWI Riau. Karena itu, mohon para senior memberikan kesempatan kepada yang muda menjadi Ketum PWI 2023-2028. Sedangkan para senior semua menjadi begawan di Wanhat atau di DK PWI," jelas Zulmansyah Sekedang.

Menanggapi visi, misi, dan program PWI HEBAT yang disampaikan Zulmansyah, Penasuhat PWI Pusat N Syamsuddin Ch Haesy mengaku gembira. Program Zulmansyah, lengkap mengurusi otak, hati, dan perut wartawan sekaligus.

"Program-program ini menyentuh otak wartawan, hati wartawan dan perut wartawan," kata Syamsuddin Haesy sembari menunjuk kepalanya, dadanya, dan perutnya.

Wartawan yang juga sastrawan senior ini juga menyampaikan syair Lancang Kuning dari Riau. Katanya, kalau nahkoda kuranglah paham, alamatlah kapal akan tenggelam. "Sebaliknya, Zulmansyah menunjukkan dirinya adalah nahkoda yang sangat paham memimpin PWI," ulasnya.

Sedangkan Ketua DK PWI H Ilham Bintang menyebutkan Zulmansyah sekarang menjadi "trending topic" di kalangan wartawan di Jakarta, juga di PWI Pusat. Itu karena program-program PWI HEBAT yang disampaikannya, juga karena safari silaturahmi yang dilakukannya di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi.

"Ini menunjukkan Zulmansyah sangat serius untuk membenahi PWI secara organisasi agar bermarwah, sekaligus bermanfaat untuk semua wartawan anggotanya," kata Ilham.

Selain Zulmansyah, ikut menyampaikan visi dan misi, Caketum PWI Pusat 2023-2028 lain, yakni Hendry Ch Bangun dan Akhmad Munir. Banyak saran dan juga kritik di dalam diskusi bedah visi dan misi Caketum PWI.

Namun tetap berlangsung guyub, juga penuh canda dan tawa. Diawali dengan salat Jumat berjamaah di Masjid At-Tabayun, dilanjutkan makan siang bersama di kediaman Ketua DK Ilham Bintang, dan diakhiri dengan berfoto bersama.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan

Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim

Demi THR, Zufra Irwan: Jangan "Gadaikan" Integritas

Perdana Digelar, Kakanwil Kemenag Riau Harap Lomba Kaligrafi Mampu Hidupkan Seni Al-Qur’an di Masyarakat

Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan

Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim

Demi THR, Zufra Irwan: Jangan "Gadaikan" Integritas

Perdana Digelar, Kakanwil Kemenag Riau Harap Lomba Kaligrafi Mampu Hidupkan Seni Al-Qur’an di Masyarakat



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
16 Maret 2026
Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 2 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 3 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
  • 4 Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
  • 5 Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
  • 6 Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim
  • 7 Kemerdekaan Pers Bagian dari HAM
  • 8 Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM
  • 9 Buka Puasa Bersama, Ketum PWI Ajak Wartawan Jaga Kejernihan Berpikir
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved