• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Tinjau Arena Perlombaan Hari Pertama MTQ XLIV, Ketua LPTQ Riau: Evaluasi akan Terus Dilakukan Setiap Hari
Dibaca : 194 Kali
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau di Sungai Batang Kuantan
Dibaca : 256 Kali
Nasaruddin Umar: Luar Biasa! Satu Kafilah Pesertanya Lebih dari Seribu Orang
Dibaca : 255 Kali
Torehkan Prestasi Nasional, Siswa SMAN 8 Pekanbaru Bawa Pulang Emas dan Perunggu
Dibaca : 285 Kali
Menag: Ruang Baru bagi Penguatan Spiritual dan Peradaban Umat
Dibaca : 306 Kali

  • Home
  • Politik

Elemen 3D dalam Pemilu

Redaksi
Jumat, 11 Januari 2019 22:30:36 WIB
Cetak
Bagus Santoso
Oleh: Bagus Santoso
(Mahasiswa S3 Ilmu Politik, Praktisi Politik dan Anggota DPRD Riau)

ADA tiga elemen penting dalam politik yang saling mendukung dan tidak terpisahkan satu sama lainnya. 

Tiga elemen yang dimaksud adalah 3D yakni Dana (Uang), Data (Informasi) dan Daya (Kekuatan).

Ketiga elemen ini bisa dianalogikan dengan kendaraan roda tiga. Dimana sehebat dan sekuat apapun mengayuh becak, kalau salah satu rodanya kempes di tengah jalan pasti susah mencapai tujuan. Ketiganya harus sinergis membentuk satu kesatuan jika mau melaju dengan aman menuju pemilu 2019. 

Kalau meminjam teori sistem, keberhasilan suatu sistem sangat tergantung apakah sub-sub sistem yang ada di dalamnya bekerja sebagaimana mestinya. Kalau salah satu sub sistem tidak berfungsi dengan baik, pasti akan mempengaruhi kinerja sub sistem lainnya.

Dalam konteks pemilu, seorang politisi atau partai politik sebagai suatu sistem sangat tergantung kepada tiga sub sistem (dana, data, daya) serta beberapa sub sistem pendukung lainnya. Kalau salah satunya kurang mendukung pasti akan mempengaruhi kinerja sub sistem lainnya. Untuk mengetahui lebih jelasnya bagaimana pentingnya elemen 3D ini dalam proses perjalanan menuju pemilu 2019, berikut deskripsinya.

Pertama adalah dana, paham liberalisme klasik yang mengatakan "uang memperanakkan uang" ternyata sangat dominan dalam dunia politik. Data dan fakta membuktikan selama ini biaya politik sangat mahal. 

Ada dua alasan pembenar untuk itu. Yang pertama telah terjadi privatisasi partai politik hanya individu atau kelompok tirani modal yang bisa membangun dan membesarkan partai politik. Sebaliknya partai politik yang tidak didukung pendanaan dipastikan tidak mampu bersaing. 

Kedua, pemberlakuan suara terbanyak dalam pemilu legislatif jelas membutuhkan dana yang cukup banyak dalam meraih simpati pemilu. Pemilik kursi adalah penanggul suara tergemuk, kursi dewan pemiliknya bukan lagi nomor urut peci atau atas.

Realitas politik seperti itu sememang memberi warning, jangan masuk wilayah pemilu kalau tidak didukung pendanaan kuat, belajar dari perjalanan pemilu betapa banyak caleg akhurnya anti pati pada semua “jenis” parpol meski juga masih ada yang nekat mencoba keberuntungan tapi tak beruntung. Dana memang tidak menentukan kemenanga tapi sejujurnya segalanya butuh dana, tanpa dana akibatnya bisa parah. Bukannya jadi pemain politik, salah-salah menjadi bola mainan politik. Karena ternyata seni  berpolitik dan seni mengolah dana (menjaring dan membagi duit) telah menjadi suatu kesatuan tak terpisahkan.

Berikutnya yang kedua yaitu data. Dunia politik pada dasarnya adalah permainan data-data. Tengoklah bagaimana seorang kandidat yang mengemas data-data orang miskin untuk mencitrakan diri sebagai pejuang anti kemiskinan. 

Kandidat lain mengeksploitasi data-data pengangguran untuk memproklamirkan dirinya pencipta lapangan pekerjaan. Kandidat lainnya menggunakan data-data petani yang semakin terpuruk hidupnya akibat mahalnya pupuk sebagai data meraih predikat pejuang yang peduli kaum petani.

Setiap musim pemilu publik harus bersiap-siap mengantisipasi bencana banjir data (informasi). 

Dikatakan bencana karena dalam dunia politik ada dua data yang akan muncul ke permukaan mengalir masuk sampai ke ruang dapur setiap rumah tangga, yaitu data fiktif yang dimanipulasi kebenarannya dan data faktual yang mengungkap kebenaran. Kalau data fiktif menjadi pemenang menenggelamkan data faktual, itu berarti bencana bagi demokrasi. Karena rakyat telah digiring mengambil suatu keputusan politik berdasarkan data-data yang salah (dimanipulasi kebenarannya). 

Untuk menghindari bencana ini, semua elemen masyarakat harus menjadi polisi yang mengawasi lalu lintas informasi (data) yang disuarakan politisi atau partai politik.

Ketiga faktor daya, semua orang yang berpolitik esensi dan tujuannya sama yaitu "bagaimana mencari, mendapatkan, mempertahankan, dan memperluas kekuasaan". 

Dalam proses mencari, mendapatkan, mempertahankan, dan memperluas kekuasaan itulah membutuhkan daya ekstra kuat. Daya yang dimaksud disini adalah gabungan kemampuan dana dan kemampuan menguasai data. 

Kalau melihat realitas pemilu yang diserang kapitalisasi politik, hanya politisi yang memiliki daya yang bisa bersaing dalam arena pemilu 2019 yang keras, dan cenderung tidak mengenal kompromi. 

Jadi harus cerdas mengelola dan memanfaatkan dana, data, dan daya kalau ingin menjadi pemenang pemilu 2019. Kalau tidak cerdas mengelola elemen 3D ini, bersiaplah menjadi pelengkap penderita, Sarok-sarok kuaci politik dalam pemilu 2019. Meski demikian dalam kontestasi pemilu tetap ada hikmah yang tidak semua orang sanggup minimal uji nyali keberanian serta mendapatkan pengalaman sejarah menapaki kehidupan.(*)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Rakerwil I PAN Riau Hasilkan Sejumlah Rekomendasi, Sahidin: Jika Kita Solid dan Kompak, Kerja Mudah Dapat Dilaksanakan

Lantik DPW dan 12 DPD PAN se Riau, Zulkifli Hasan: Kepengurusan Ini Harus Segera Menyentuh Aspirasi Rakyat

Rabu Malam, Zulhas Lantik DPW PAN Riau dan 12 DPD PAN di Gelanggang Remaja

Nakhodai Hanura Riau, Arsadianto Rachman: Saya Berjanji akan Bekerja All Out

Simposium Nasional SMSI, Prof Taufiqurokhman: Pilkada Langsung Tetap Jadi Pilihan Utama Masyarakat

Besok, PAN Riau Gelar Musda Serentak

Rakerwil I PAN Riau Hasilkan Sejumlah Rekomendasi, Sahidin: Jika Kita Solid dan Kompak, Kerja Mudah Dapat Dilaksanakan

Lantik DPW dan 12 DPD PAN se Riau, Zulkifli Hasan: Kepengurusan Ini Harus Segera Menyentuh Aspirasi Rakyat

Rabu Malam, Zulhas Lantik DPW PAN Riau dan 12 DPD PAN di Gelanggang Remaja

Nakhodai Hanura Riau, Arsadianto Rachman: Saya Berjanji akan Bekerja All Out

Simposium Nasional SMSI, Prof Taufiqurokhman: Pilkada Langsung Tetap Jadi Pilihan Utama Masyarakat

Besok, PAN Riau Gelar Musda Serentak



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Tinjau Arena Perlombaan Hari Pertama MTQ XLIV, Ketua LPTQ Riau: Evaluasi akan Terus Dilakukan Setiap Hari
28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau di Sungai Batang Kuantan
27 Juni 2026
Nasaruddin Umar: Luar Biasa! Satu Kafilah Pesertanya Lebih dari Seribu Orang
27 Juni 2026
Torehkan Prestasi Nasional, Siswa SMAN 8 Pekanbaru Bawa Pulang Emas dan Perunggu
27 Juni 2026
Menag: Ruang Baru bagi Penguatan Spiritual dan Peradaban Umat
27 Juni 2026
Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penguatan Tugas dan Fungsi Balai Harta Peninggalan Medan
26 Juni 2026
Rarak dan Calempong Kuansing Warnai Penerimaan Kafilah MTQ XLIV Riau 2026
26 Juni 2026
Perkuat Integritas dan Profesionalitas, LPTQ Riau Gelar Orientasi dan Pembekalan Dewan Hakim MTQ ke-44 Tingkat Provinsi
26 Juni 2026
Kemenkum Riau Dorong Ranperda Penanaman Modal yang Inklusif dan Berbasis HAM
26 Juni 2026
Melalui FGD Strategis, Kemenkum Riau Dorong Harmonisasi Perizinan Daerah
26 Juni 2026
TERPOPULER +
  • 1 Waspada Penipuan!, UIR Tegaskan Tidak Pernah Menagih UKT Melalui WhatsApp, SMS Maupun Medsos
  • 2 KLH/BPLH Perkuat Pencegahan Karhutla di Lahan Gambut Riau
  • 3 16 Tokoh Terima Anugerah SMSI 2026, Ketum SMSI Firdaus: Pers Merdeka Kunci Demokrasi Sehat
  • 4 Wadah Aspirasi Masyarakat, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik "PASTI ADA SOLUSI"
  • 5 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pengawasan Protokol Notaris di Inhu
  • 6 Tinjau Inovasi CEOR Minas, Komisi VI DPR RI Dukung Langkah Pertamina Jaga Ketahanan Energi Nasional
  • 7 Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Ekosistem Kekayaan Intelektual di Rohil
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau dan FH Unri Perkuat Sinergi Kukerta Berdampak
  • 9 APP Group Perkuat Kolaborasi di Pelalawan
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved