• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Ingin Lanjut S2 Komunikasi? UIR Buka Pendaftaran hingga 22 Agustus 2026
Dibaca : 130 Kali
Amran Tambi: Momentum Memperkuat Peran Masyarakat Perantau
Dibaca : 155 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Komunikasi dan Transformasi Organisasi
Dibaca : 178 Kali
Penanganan Perkara Perdata, Kemenkum Riau Perkuat Sinergi Bersama Tim Advokasi Ditjen AHU
Dibaca : 166 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum "PASTI Ada Solusi" Episode 9
Dibaca : 175 Kali

  • Home
  • Ekonomi

Terkesan Lamban Lakukan Diversifikasi Pertanian, Prof Helmi: Indonesia Harus Bersiap Hadapi Krisis Pangan

Zulmiron
Sabtu, 12 November 2022 22:15:00 WIB
Cetak
Guru besar Faperta Unand Padang Prof Helmi pada Seminar Nasional ''Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global: What Should Be Done?'' yang dilaksanakan Faperta UIR dalam rangka Milad ke-45 Faperta UIR di Aula Faperta UIR, Pekanbaru, Sabtu (12/11/2022).

Pekanbaru, Hariantimes.com - Perang Rusia-Ukraina makin menjadi ancaman terjadinya krisis pangan dunia, termasuk Indonesia.

Sebelumnya faktor climate change telah mengubah berbagai situasi dan kondisi alam yang berdampak terhadap semua sendi kehidupan.

Oleh sebab itu, Indonesia harus bersiap menghadapi krisis pangan tersebut.

Hal itu diungkapkan Guru besar Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand) Padang Prof Helmi pada Seminar Nasional ''Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global : What Should Be Done?'' yang dilaksanakan Faperta Universitas Islam Riau (UIR) dalam rangka Milad ke-45 Faperta UIR di Aula Faperta UIR, Pekanbaru, Sabtu (12/11/2022).

Seminar ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIR Prof Syafrinaldi SH MCL.

Selain Helmi, juga tampil mantan Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau Ir Basriman.

Pada sesi siang secara panel tampil pula  lima pembicara yakni Sri Fatimah SP MAB PhD, (Dosen Agribisnis Unpad, Bandung), Dr Ir Rosyadi MSi (Dosen Budidaya Perairan Faperta UIR), Dr Mardaleni SP MSc (Doosen Agroteknologi Faperta UIR) dan Dr Nurmawati APT MSc dari An Nabat Malaysia.

Prof Helmi selanjutnya mengatakan, dalam situasi itu Indonesia terkesan lamban melakukan diversifikasi pertanian. Padahal Indonesia merupan negara agraria.

"Ini benar-benar ironi. Kita negara agraris yang kaya dengan sumberdaya alam pertanian, tapi dominan masih impor produk pertanian. Konsumsi beras kita sebesar 235 kg/kapita/tahun. Tapi impor beras antara 10 sampai 12 juta ton per tahun. Untuk gandum kita masih seratus persen impor," sesal Helmi yang menamatkan S3 di Inggris ini.

Menurut Prof Helmi, Rusia dan Ukraina penghasil bahan minyak makan. Akibat perang, stok bahan tersebut berkurang di dunia. Maka, pengusaha Indonesia lebih cenderung menjual minyak makan ke luar negeri, karena lebih untung. Akibatnya, kritis minyak makan di dalam negeri.

Prof Helmi memberikan solusi apa yang akan dikerjakan oleh Indonesia, khususnya perguruan tinggi pertanian. Pertama; merangsang mahasiswa atau alumni untuk membuka usaha ekonomi sosial. Seperti yang dilakukan alumni Faperta UIR, Yusuf Siregar yang membuka usaha agrobisnis kelengkeng dan durian.

Helmi menegaskan, perguruan tinggi pertanian seperti Faperta UIR bisa melakukan kajian dan upaya praktek bagaimana agar gandum bisa dibudidayakan.  

Sementara Basriman sependapat dengan  Prof Helmi.

Menurutnya, Riau kini terancam kritis pangan seperti beras dan lain-lain. Ini disebabkan oleh makin berkurangnya lahan untuk persawahan dan pertanian. Itu dikarenakan pemerintah daerah lebih cenderung ke perkebunan.

Padahal, ketersediaan pangan adalah sangat penting, karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Karena itu perlu komitmen pemerintah daerah untuk melakukan swasembada pangan.

"Anggaran untuk pertanian pangan ini harus menjadi prioritas," katanya.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

First Half Media Update 2026, Vikram: NeoCloud Jadi Mesin Pertumbuhan Indosat

Pembukaan Kembali Gerai di Mal SKA Pekanbaru, The Palace Jeweler Hadirkan Berbagai Promo Menarik

Re-opening The Palace SKA Pekanbaru Hadir dengan Konsep Terlengkap, Terjangkau dan Terjamin

Menyemai Kemandirian UMKM Seroja Melalui Penguatan Kapasitas Budidaya Jamur

Tinjau Inovasi CEOR Minas, Komisi VI DPR RI Dukung Langkah Pertamina Jaga Ketahanan Energi Nasional

Hadirkan SheHacks, Indosat Dorong Perempuan Manfaatkan Teknologi dan AI

First Half Media Update 2026, Vikram: NeoCloud Jadi Mesin Pertumbuhan Indosat

Pembukaan Kembali Gerai di Mal SKA Pekanbaru, The Palace Jeweler Hadirkan Berbagai Promo Menarik

Re-opening The Palace SKA Pekanbaru Hadir dengan Konsep Terlengkap, Terjangkau dan Terjamin

Menyemai Kemandirian UMKM Seroja Melalui Penguatan Kapasitas Budidaya Jamur

Tinjau Inovasi CEOR Minas, Komisi VI DPR RI Dukung Langkah Pertamina Jaga Ketahanan Energi Nasional

Hadirkan SheHacks, Indosat Dorong Perempuan Manfaatkan Teknologi dan AI



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Ingin Lanjut S2 Komunikasi? UIR Buka Pendaftaran hingga 22 Agustus 2026
31 Juli 2026
Amran Tambi: Momentum Memperkuat Peran Masyarakat Perantau
31 Juli 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Komunikasi dan Transformasi Organisasi
31 Juli 2026
Penanganan Perkara Perdata, Kemenkum Riau Perkuat Sinergi Bersama Tim Advokasi Ditjen AHU
31 Juli 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum "PASTI Ada Solusi" Episode 9
31 Juli 2026
Kemenkum Riau Aktif Petakan Persoalan Hukum Masyarakat
31 Juli 2026
Menteri PPN/Bappenas Prof Rachmat Pambudy Keynote Speaker SIEXPO 2026 di Pekanbaru
31 Juli 2026
Evaluasi Kinerja Semester I 2026, Kanim Pekanbaru Raih Penghargaan Humas Most Popular
30 Juli 2026
Pianisril-Zulkifli Ali Juarai Fun Pingpong Competition SKK Migas-EMP-PWI Riau
30 Juli 2026
Fun Pingpong Competition Perkuat Kemitraan PWI Riau, SKK Migas dan EMP
30 Juli 2026
TERPOPULER +
  • 1 Perambah Mangrove Ditangkap, Bupati Rohil: Harus Jadi Efek Jera
  • 2 Irjen Pol Herry: Tak Ada Ampun bagi Perusak Alam
  • 3 Ingatkan Calon Komisioner KI Riau Bekerja Penuh Waktu, Zufra Irwan: Jangan Ada Kerja Sambilan
  • 4 Zufra Irwan: Harus Bersih, Tanpa Diwarnai Jatah Fraksi atau Partai Politik
  • 5 Kemenkum Riau Dorong Penyesuaian Regulasi Desa
  • 6 Kemenkum Riau Sinergikan Layanan Hukum Desa
  • 7 PHR Hadirkan Senyum dan Ruang Tumbuh Bagi Generasi Muda Riau
  • 8 Kemenkum Riau Ikuti Kick Off Kolaborasi Lintas Kementerian
  • 9 Kemenkum Riau Terima Kunker Reses Komisi XIII DPR RI
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved