• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Persiapan Peacemaker Training 2026
Dibaca : 301 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pendalaman Materi Perancang
Dibaca : 273 Kali
Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Akses Keadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu
Dibaca : 251 Kali
Kakanwil Tanda Tangani Addendum Kontrak Bantuan Hukum Periode II Bersama 22 LBH
Dibaca : 270 Kali
Kemenkum Riau Ikuti CoP BPSDM Hukum
Dibaca : 271 Kali

  • Home
  • Pendidikan

Program Bank Sampah, Rektor UGM Prof Ova: Sekarang Kami Belajar ke Unilak

Zulmiron
Ahad, 16 Oktober 2022 15:47:14 WIB
Cetak
Rektor UGM Yogyakarta, Prof dr Ova Emillia MMEd Ed SpOG(K) PhD melakukan kunjungan ke Unilak Pekanbaru untuk melihat program Bank Sampah Unilak, Sabtu (15/10/2022).

Pekanbaru, Hariantimes.com - Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Prof dr Ova Emillia MMEd Ed SpOG(K) PhD melakukan kunjungan ke Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru untuk melihat dan meninjau program Bank Sampah Unilak, Sabtu (15/10/2022).

Selain Rektor UGM turut hadir, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha dan Kerjasama Ignatius Susatyo Wijoyo MM, pengurus Kagama Indonesia dan Riau. Dengan menggunakan 5 kendaraan, rombongan Rektor UGM disambut ramah oleh Rektor Unilak Dr Junaidi SS MHum, Wakil Rektor I Dr Zamzami MKom, jajaran Dekan, Kepala LPPM Unilak, Kepala Badan dan Lembaga. Serta turut hadir dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR)

Selama di Unilak Rektor UGM langsung melihat proses pengelolaan Bank Sampah yang ada di Unilak, saat itu Prof Ova melihat proses pembuatan azolla yang menjadi pupuk kompos, melihat hasil kerajinan olahan sampah plastik, dan lain lain. 

Bank Sampah Unilak (BSU) merupakan program dibawah LPPM Unilak yang mendapatkan dukungan dari PHR. Salah satu misi BSU adalah bagaimana merubah perilaku masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, dan melakukan pengelolaan/pemilihan sampah sehingga sampah bisa menjadi rupiah. 

Didepan Rektor UGM, Dr Junaidi mengatakan Bank sampah disini fungsi edukasi. Yang coba lakukan di internal Unilak dulu. Kemudian lanjut di beberapa sekolah-sekolah binaan di Riau. Meskipun itu mungkin sulit untuk merubah kebiasaan dalam membuang sampah, tapi kawan-kawan memiliki semangat. Bank Sampah Unilak juga telah kerjasama dengan beberapa rumah sakit khususnya pada sampah non medis dan sudah diolah oleh kawan-kawan.

“Pengelolaan dari bank sampah kami perkenalkan dan ajarkan kepada kelompok-kelompok masyarakat sehingga mereka menghasilkan uang dari situ. Kemudian ada juga kami ajarkan mengenai sampah-sampah organik untuk pembuatan kompos dan produk kerajinan. Mimpi kami adalah bank sampah ini menjadi center of excellent, menjadi mitra pemerintah, menjadi mitra masyarakat dalam pengelolaan sampah. Dalam kesempatan ini tentu kami berharap dengan adanya pakar-pakar di UGM dalam bidang sampah dapat membantu kami dalam pengembangan program-program dan dukungan dari PHR akan lebih lebih bersemangat. Dalam catatan kami, ada lebih dari 100mitra/kelompok-kelompok masyarakat yang menjadi mitra kami dalam pengelolaan sampah. Selain itu Unilak juga memiliki arboretum seluas 11 Ha, dibawah pengelolaan fakultas kehutanan dan beberapa dosen kami juga S3 nya di fakultas kehutanan UGM. Itu sangat potensi juga untuk kita kembangkan bersama,” ucap Dr Junaidi.

Dr Junaidi pun turut menyampaikan kepada Rektor UGM, terkait dengan Unilak memiliki arboretum dan telah mendeklarasikan Unilak menuju kampus ramah disabilitas. .

"Kami memiliki arboretum seluas 11Ha. Dalam catatan kami, sudah ada 19 orang mahasiswa disabilitas yang kami terima dan menariknya sebagian ambil jurusan bisnis digital. Menurut saya ini memungkinkan bisa kita lakukan bersama dengan UGM dalam pengembangan disabilitas, pengelolaan sampah, dan lain-lain di Universitas Lancang Kuning," ucapnya.

Sementara itu Rektor UGM Prof Ova Emillia mengucapkan terima kasih atas kesempatannya untuk dapat berkunjung dan melihat ke Universitas Lancang Kuning yang dikaitkan dengan bank sampah yang sudah diinisiasi.

"Jadi orang berpikir bahwa Universitas besar itu tempat orang belajar tapi sekarang ini kami juga belajar dari Universitas Lancang Kuning. Jadi terima kasih untuk itu jadi satu hal yang memang sedang kami jalankan adalah refocusing untuk kegiatan KKN dari mahasiswa salah satunya adalah untuk mengelola sampah-sampah ini baik organik ataupun anorganik dan kenapa kami memilih sampah karena kami percaya sampah ini merupakan problem di seluruh tempat." ujar Prof Ova.

Dikatakannya lagi, sampah ini bukan problem sederhana, dia berkaitan dengan perilaku orang. Mengubah perilaku itu bukan hal yang mudah mungkin disini mengelolanya saja tetapi mengubah sampai ke perilaku. 

“Jadi saya kira merupakan hal yang bisa kita kerjakan bersama-sama dengan Unilak. Jadi di dalam KKN itu, ini menjadi muatan inti untuk mengajarkan/menularkan yang mengedukasi masyarakat bagaimana mengelola sampah,” katanya.

Bagaimana tidak, sambung Prof Ova, sampah ini menjadi sebab musabab dari banyak hal. Misalnya tadi tentang pencemaran, itu jelas karena sampah. Ya pencemaran air terus kemudian juga misalnya banjir. ini juga berpengaruh kualitas air salah satunya adalah dengan banyaknya penyakit dan kalau infeksi. Jadi menangani sampah dari awal ini merupakan suatu modal yang luar biasa."

“Jadi saya mengucapkan terima kasih, disini (Unilak) kami diberi kesempatan untuk melihat ya meninjau, bagaimana mengelola sampah non-organik ya di sini ya ataupun yang organik yang kami sudah banyak kembangkan adalah yang organik. Kita memerlukan bukan hanya nanti pengetahuan tetapi juga sampai kepada bagaimana kita merekayasa perilaku publik soal sampah," ujar Prof Ova yang merupakan guru besar bidang Kedokteran ini.

Terkait dengan disabilitas itu, UGM siap untuk bekerjasama dengan Unilak. Diceritakan Prof Ova, sejak 2019 UGM itu sudah mendeklarasi tentang healt University. 

“Jadi bahwa lingkungan kampus itu haruslah sehat salah satunya itu adalah friendly/ramah terhadap disabilitas. Dan di situ itu nanti mungkin kita bisa saling belajar/ bekerjasama,” katanya.

Lebih dari dua jam rombongan UGM hadir di Unilak, selain melihat BSU, rombongan juga menikmati durian, dan jajanan tradisonal. Selama dua hari kunjungan ke Riau, Rektor Unilak turut menyertai kunjungan Rektor UGM diantaranya melakukan kunjungan ke SMU 8 Pekanbaru, bertemu dengan pengurus Kagama Riau, serta melakukan MoU dengan Pemrov Riau, perguruan tinggi di Riau.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

UIR Kembali Pertahankan Posisi QS World University Rankings di Asia dan Asia Tenggara

Tujuh Dosen Unilak Raih Jabatan Lektor Kepala 2026

Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak

Segera Digelar, PRB 2027 Prodi Biologi FKIP Unri Siapkan 11 Cabang Lomba Sains dan Kreativitas

Prodi Doktor Sains Manajemen UIR Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA

Persiapkan Masa Depan, Santri dan Santriwati Diajak Terus Belajar Mengembangkan Potensi Diri

UIR Kembali Pertahankan Posisi QS World University Rankings di Asia dan Asia Tenggara

Tujuh Dosen Unilak Raih Jabatan Lektor Kepala 2026

Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak

Segera Digelar, PRB 2027 Prodi Biologi FKIP Unri Siapkan 11 Cabang Lomba Sains dan Kreativitas

Prodi Doktor Sains Manajemen UIR Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA

Persiapkan Masa Depan, Santri dan Santriwati Diajak Terus Belajar Mengembangkan Potensi Diri



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Persiapan Peacemaker Training 2026
06 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pendalaman Materi Perancang
06 November 2026
Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Akses Keadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu
06 November 2026
Kakanwil Tanda Tangani Addendum Kontrak Bantuan Hukum Periode II Bersama 22 LBH
06 November 2026
Kemenkum Riau Ikuti CoP BPSDM Hukum
06 November 2026
Ruang Fiskal Menyempit, Kebutuhan Pembangunan Meningkat
06 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Ditjen AHU
05 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual dan Optimalisasi Royalti Musik
05 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Indikasi Geografis
04 November 2026
Cetak Paralegal Muda, Kanwil Kemenkum Riau Bekali 40 Mahasiswa UIN Suska Akses Keadilan
04 November 2026
TERPOPULER +
  • 1 Ramli Walid: Kerukunan dan Persatuan Harus Terus Dirawat Bersama
  • 2 Buka Musda V MUI Siak, Syamsurizal: Semoga Lahir Gagasan-Gagasan Besar
  • 3 139 ASN Kemenag Riau Ikuti Asesmen Pro ASN
  • 4 Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026
  • 5 Himpunan Siompu Kampar Riau Audiensi dengan Anggota DPD RI, Didis Mardisna: Semoga Bisa Berkolaborasi di Banyak Program
  • 6 Perkuat Pengelolaan JDIH, Kanwil Kemenkum Riau Terima Konsultasi DPRD Inhu
  • 7 Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bengkalis
  • 8 Afni: Patut Diwariskan dan Menjadi Inspirasi bagi Generasi Sekarang
  • 9 Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved