• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Terendah di ASEAN, SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen
Dibaca : 137 Kali
Jemaah Haji Riau Mulai Dipulangkan 4 Juni 2026, Defizon: Dibagi Jadi Dua Gelombang Penerbangan
Dibaca : 154 Kali
Perkuat Silaturahmi Insan Pers, PWI Riau Sembelih 6 Ekor Sapi dan 1 Ekor Kambing,
Dibaca : 199 Kali
Sembelih 3 Sapi dan 1 Kambing, Kemenag Riau Teguhkan Spirit Qurban untuk Kemanusiaan
Dibaca : 212 Kali
Idul Adha 1447 H di Riau Kompleks PT RAPP Perkuat Semangat Kepedulian dan Kebersamaan
Dibaca : 210 Kali

  • Home
  • Wisata

Ekspedisi PWI Riau HEBAT

Hamparan Danau Zamrud Ibarat Tatapan Bola Mata Bidadari, Teduh dan Sejuk

Zulmiron
Kamis, 02 Desember 2021 18:54:39 WIB
Cetak
Hamparan Danau Zamrud Ibarat Tatapan Bola Mata Bidadari, Teduh dan Sejuk.

Penulis: Zulmiron (Wartawan Hariantimes.com)

TAMAN Nasional Danau Zamrud yang berlokasi tersembunyi di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Provinsi Riau  memiliki bentangan alam yang indah nan elok dan molek.

Goretan indah sang pencipta tersebut memiliki luas lebih kurang 31.484 hektare. Sekilas memandang, air Danau Zamrud yang berwarna kehitaman tampak eksotis dan elegan, persis permata Zamrud.

Lantas, se  eksotis apakah Danau Zamrud yang ditetapkan sebagai kawasan taman nasional itu? 

Danau Zamrud ibarat kulit anak dara yang belum pernah disentuh sama sekali. Bahkan saat memandang hamparan danau yang luas itu seperti tatapan bola mata bidadari. Teduh, sejuk dan nyaman. Berlebihan memang. Tapi itulah fakta dan relitanya.

Nah untuk membuktikan apakah seperti begitu kondisinya, pada pada Sabtu (27/11/2021) pukul 08.00 WIB pagi, rombongan Ekspedisi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau HEBAT yang digawangi H Zulmansyah Sekedang bersama Asisten III Setdakab Siak Jamaludin, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak Fauzi Azni dan didampingi Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau Fifin Jogaswara diwakili Plt Kepala Bidang Wilayah II Hartono, Plt Kepala SKW IV Gunawan dan Kepala Resort Siak Rafles Sitinjak berangkat dari tempat penginapan di Kota Siak untuk melihat langsung pesona kawasan Danau Zamrud nan eksotis tersebut.

Sebelum menyusuri Danau Zamrud, pukul 09.00 WIB, peserta sebanyak 70 orang yang terdiri dari peserta PWI dan undangan berkumpul di jembatan panjang, di TN Zamrud. Seperti biasanya, sebelum melakukan kegiatan para peserta terlebih dahulu mendapat pengarahan singkat terkait kawasan konservasi TN Zamrud dan potensi yang ada di dalamnya.

Tepat pukul 10.00 WIB, seluruh  rombongan berangkat menuju Danau Pulau Besar menggunakan 15 speed/pompong masyarakat, dengan rute kunjungan ke Pulau Besar, Pulau Beruk, Pulau Tengah, dan Pulau Bungsu.

Perahu motor yang ditumpangi peserta ekspedisi yang memecah keheningan anak Sungai Rasau mengalir harmoni menyatu ke dalam danau.

Masing masing peserta sibuk mengambil spot-spot foto dengan masyarakat dan alam yang ada serta mengamati kondisi TN Zamrud untuk dilombakan. Begitupun yang juga menikmati alam TN Zamrud yang memukau dengan keindahan danaunya.

Dan untuk sampai ke lokasi, belasan sampan motor atau pompong yang membawa rombongan berangkat sekitar pukul 09.30 WIB. Pompong yang digunakan juga tidak bisa berukuran besar. Sebab, di sepanjang sungai rawa terdapat pohon rasau. Tantangan yang dihadapi pun cukup menarik yaitu menembus vegetasi bakung yang rapat dan tinggi serta bentangan pohon berukuran besar yang melintang di atas aliran sungai.

Namun sebelum memasuki pintu masuk Taman Nasional Danau Zamrud, terlihat pohon-pohon menjulang tinggi yang hidup berdampingan dengan pohon rasau.

Setibanya di danau, terlihat pemandangan pepohonan, gelombang kecil yang terbentuk karena tiupan angin. Perahu berpencar. Sebagai menyusuri pinggiran dan yang lainnya menjajal sampai ke tengah danau. Air danau tampak gelap, karena memang dasar danau yang sangat dalam. Kedalaman Danau Zamrud diperkirakan 50 meter. 

Ini merupakan pertama kalinya rimbongan PWI Riau menempuh perjalanan menuju Zamrud melalui sungai berawa. Perjalanan yang ditempuh terbilang eksotis. Lelah, tetapi puas, itulah yang dirasakan.

Perjalanan untuk mengelilingi danau Zamrud yang memakan waktu satu jam lebih. Dari dermaga, butuh waktu 30 menit untuk tiba di bibir danau, menyusuri sungai kecil yang terhubung ke danau.

Di Zamrud, terdapat empat pulau menjadi hiasan Danau Zamrud. Keempat pulau itu yakni Pulau Besar, Pulau Tengah, Pulau Bungsu dan Pulau Beruk. 

Uniknya, keempat pulau ini merupakan pulau yang bisa berpindah atau disebut juga pulau hanyut. Pulau jenis ini terbentuk dari endapan lumpur dan tumbuh-tumbuhan, sehingga pada saat-saat tertentu pulau tersebut dapat berpindah ketempat-tempat yang berbeda sesuai pergerakan air. Pulau ini masih terlihat asri dan belum terjamah.

Selain itu, Pulau Beruk, sesuai dengan namanya merupakan habitat bagi beruk-beruk atau kera tanpa ekor.

Kepala BBKSDA Riau Fifin Jogaswara melalui Hartono menyampaikan, Danau Zamrud telah dijadikan sebagai kawasan suaka margasatwa sejak 25 November 1980 oleh pemerintah Indonesia. Selain sebagai kawasan konservasi kawasan ini juga dikembangkan untuk riset ilmu pengetahuan dan obat-obatan serta wisata. Kkonsep wisata alam di kawasan Taman Nasional Zamrud harus menyesuaikan kondisi alam, bukan memaksa kondisi alam untuk sesuai konsep.

"Konsepnya, kita yang harus menyesuaikan kondisi alam, bukan sebaliknya. Karena ini merupakan taman nasional," tutur Hartono sembari menyampaikan, pengembangan kawasan ini ke depannya diharapkan salah satunya menjadi Zona Inti yang merupakan zona suaka, Zona Pemanfaatan bagi pengelolaan wisata dan rekreasi, Zona Pemanfaatan Tradisional bagi kepentingan nelayan dan Zona Rimba bagi kepentingan penelitian.

Nah, pada zona pemanfaatan itu, pemerintah bisa melakukan pengembangan pariwisata. Dan dengan bermodalkan Surat Keputusan Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemkab Siak akan mengelola zona pemanfaatan di kawasan Taman Nasional Zamrud," katanya.

Untuk menjadi lokasi wisata, Balai Besar KSDA Riau berencana membuka akses menuju Zamrud agar lebih mudah dilalui. Selain jalur air, juga berencana memanfaatkan jalur darat yang telah ada. Bisa dari Dayun, juga dari Sungai Apit.

"Perusahaan minyak milik pemerintah, PT BSP-Pertamina Hulu yang memang menjaga Zamrud akan dilibatkan. Tentunya kita melakukan kerjasama (MoU) untuk pengembangan wisata di Taman Nasional Danau Zamrud di kawasan zona pemanfaatan," ujar Hartono.

Saat ini, kawasan Danau Zamrud Siak juga menjadi bagian dari kawasan Badan Operasi Bersama (BOB) Coastal Plain Pekanbaru (CPP) Sumatera Basin yang merupakan perusahaan konsorsium PT Bumi Siak Pusako dengan PT Pertamina Hulu. 

Pastinya, kawasan Danau Zamrud bukanlah kawasan wisata keluarga. Oleh karena itu, jika hendak menikmati keindahan Danau Zamrud maka saat memasuki kawasan penyangga (buffer zone) sekitar 35 km dari kawasan inti Danau Zamrud, pengunjung harus meminta izin dulu kepada perusahaan yang memiliki otoritas di sana.

"Tempat ini belum menyediakan fasilitas-fasilitas untuk wisatawan pada umumnya seperti penginapan ataupun restoran. Saat ini para pengunjung (umumnya wisatawan dengan minat khusus terhadap petualangan alam atau peneliti), masih akan langsung berinteraksi dengan masyarakat tempatan. Semoga pengelolaan kawasan TN Zamrud dan kawasan konservasi lainnya makin mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak," harap Hartono.

Untuk diketahui, Taman Nasional (TN) Zamrud secara administratif berada di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Kawasan ini sebelum ditetapkan menjadi taman nasional merupakan kawasan suaka margasatwa.

Lebih dikenal dengan nama Suaka Margasatwa (SM) Danau Pulau Besar, Danau Bawah yang ditetapkan oleh Menteri Kehutanan dan Perkebunan dengan luas 28.237,95 ha.  

Perubahan fungsi dan perluasan dari SM Danau Pulau Besar Bawah menjadi TN Zamrud diusulkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Siak pada tahun 2005 dengan surat Bupati Kabupaten Siak No. 364/Dishut/205/2005 tanggal 9 Juni 2005. 

Pada tanggal 4 Mei 2016 melalui surat keputusan Menteri LHKNo.350/Menlhk/Setjen/PLA.2/5/2016, menetapkan perubahan fungsi SM Danau Pulau Besar Danau Bawah serta kawasan hutan produksi tetap Tasik Besar Serkap menjadi TN Zamrud di Kabupaten Siak Provinsi Riau seluas 31.480 hektare (ha).

Luas kawasan tersebut berasal dari Suaka Margasatwa Danau Pulau Besar, Danau Bawah dengan luas 28.238 ha dan kawasan hutan produksi tetap Tasik Besar Serkap dengan luas 3.242 ha.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Jemaah Haji Siak di Arafah, dr Atika: Semua dalam Kondisi Stabil

Aksi “Jemput Bola”, Petugas Medis Pantau Jamaah Lansia dan Risti ke RS King Abdul Aziz

3.840 Jemaah dan Petugas Percayakan Pembayaran DAM ke Addahi

Matangkan Persiapan Puncak Haji, Kloter BTH 09 Gelar Manasik Armuzna dan Sosialisasikan Skema Murur

Matangkan Persiapan Armuzna, Petugas Kloter BTH 09 Bengkalis-Pekanbaru Ikuti Pembinaan Akbar di Sektor 2 Syisyah

4.694 Jemaah Riau Sudah Berada di Arab Saudi, Defizon: Jaga Kartu Nusuk Selama di Arab Saudi

Jemaah Haji Siak di Arafah, dr Atika: Semua dalam Kondisi Stabil

Aksi “Jemput Bola”, Petugas Medis Pantau Jamaah Lansia dan Risti ke RS King Abdul Aziz

3.840 Jemaah dan Petugas Percayakan Pembayaran DAM ke Addahi

Matangkan Persiapan Puncak Haji, Kloter BTH 09 Gelar Manasik Armuzna dan Sosialisasikan Skema Murur

Matangkan Persiapan Armuzna, Petugas Kloter BTH 09 Bengkalis-Pekanbaru Ikuti Pembinaan Akbar di Sektor 2 Syisyah

4.694 Jemaah Riau Sudah Berada di Arab Saudi, Defizon: Jaga Kartu Nusuk Selama di Arab Saudi



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Terendah di ASEAN, SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen
29 Mei 2026
Jemaah Haji Riau Mulai Dipulangkan 4 Juni 2026, Defizon: Dibagi Jadi Dua Gelombang Penerbangan
29 Mei 2026
Perkuat Silaturahmi Insan Pers, PWI Riau Sembelih 6 Ekor Sapi dan 1 Ekor Kambing,
28 Mei 2026
Sembelih 3 Sapi dan 1 Kambing, Kemenag Riau Teguhkan Spirit Qurban untuk Kemanusiaan
28 Mei 2026
Idul Adha 1447 H di Riau Kompleks PT RAPP Perkuat Semangat Kepedulian dan Kebersamaan
27 Mei 2026
Jemaah Haji Siak di Arafah, dr Atika: Semua dalam Kondisi Stabil
26 Mei 2026
Disdik Siak dan Densus 88 Ajak Sekolah Berperan Aktif Jaga Generasi Muda Terhadap Pengaruh Paham Radikal
26 Mei 2026
Program Magang Nasional Batch 2 Resmi Ditutup, Menaker: Jadi Bekal Masuk Dunia Kerja
26 Mei 2026
Idul Adha 1447 H, PWI Riau Sembelih 6 Ekor Sapi dan 1 Ekor Kambing
26 Mei 2026
Kemnaker dan Kowani Perkuat Sinergi untuk Peningkatan Keterampilan dan Akses Kerja Perempuan
25 Mei 2026
TERPOPULER +
  • 1 Layanan Sempat Terganggu Akibat Listrik Padam, Indosat Sumatera Pastikan Jaringan Kembali Normal
  • 2 Demi Lindungi WNI, Imigrasi Pekanbaru Tunda Keberangkatan 6 Jemaah Haji Nonprosedural
  • 3 Hadapi Ancaman Digital yang Kian Kompleks, Indosat Business Luncurkan whitepaper
  • 4 Untuk Mencapai Prestasi Produksi Regional 1 Sumatera, IPA Convex 2026: PHR Paparkan Keunggulan Operasi dan Inovasi
  • 5 Melalui Kolaborasi Informasi dan Pengawasan Digital, SMSI dan ABPEDNAS Sepakat Kawal Program Jaga Desa dan Jaga MBG
  • 6 Cuaca di Makkah Semakin Panas, Jemaah Haji Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Hotel Jelang ARMUZNA
  • 7 4.394 Jemaah Haji Riau Tuntaskan DAM Melalui Addahi
  • 8 Aksi “Jemput Bola”, Petugas Medis Pantau Jamaah Lansia dan Risti ke RS King Abdul Aziz
  • 9 Hadapi Tantangan dengan Kolaborasi, PHR Percepat Pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak Bumi
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved