• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
UIR Gelar Wisuda Periode 1 2026, Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Unggul dan Berdaya Saing
Dibaca : 239 Kali
Menumbuhkan Kehidupan Kembali: Langkah PHR Memulihkan Fungsi Tanah di Bumi Riau
Dibaca : 303 Kali
Buku Kearifan Baduy hingga Jejak Adinegoro Diluncurkan di HPN 2026
Dibaca : 355 Kali
FGD di KI Banten, ForKI Riau Perkuat Peran Wartawan Dorong Transparansi
Dibaca : 352 Kali
Buka Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026, Meutya Hafid: Transformasi Digital Tidak Boleh Menggerus Pilar Demokrasi
Dibaca : 326 Kali

  • Home
  • Sosialita

Gunakan Alat Teraphy Choeun Haroo dan Choeun Achim

Asyiiik, Choyang Gratiskan Masyarakat Pekanbaru Berobat

Redaksi
Sabtu, 03 November 2018 15:53:35 WIB
Cetak
Pengunjung Choyang Pekanbaru saat menjalani terapi.
Pekanbaru, Hariantimes.com -Kehadiran Rumah Teraphy Choyang di Kota Pekanbaru memberikan solusi jitu bagi masyarakat kurang mampu untuk mengobati berbagai penyakit yang dideritanya.

Bagaimana tidak? Di Rumah Teraphy Choyang ini, pengunjung yang ingin berobat tidak dibebankan biaya sepeserpun alias gratis atau cuma-cuma. Bahkan usai diteraphy, pengunjung diberi dua buah batu yang memiliki khasiat untuk menetralisir seluruh zat-zat racun di dalam tubuh.

"Di Rumah Teraphy Choyang ini kita menggunakan alat terapi yang bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit, baik penyakit ringan hingga penyakit kronis. Alat yang digunakan yakni Choeun Haroo untuk pengobatan tulang bagian belakang hingga ke pinggul dan terapi Choeun Achim untuk memperlancar peredaran darah," sebut Manager Teraphy Choyang Pekanbaru, Sari kepada Hariantimes.com, Sabtu (03/11/2018).

Dijelaskan wanita asal Kota Malang ini, Terapi Choyang adalah terapi alami menggunakan bahan alami dari batu Gwisammunsok. Batu Gwisammunsok menghasilkan sinar infra merah yang mengeluarkan suhu panas.

"Alat terapi ini merupakan sebuah penyembuhan penyakit secara alami tanpa efek samping yang dilakukan selama beberapa hari.
Dan tubuh manusia tidak hanya butuh terapi sekali atau dua kali lalu menjadi sehat. Tetapi dilakukan berulang kali,” jelas Sari seraya menjelaskan, terapi ini membutuhkan waktu kurang lebih 40 menit sekali terapi. Khususnya bagi pria dan wanita yang telah berusia 35 hingga 50 tahun.

“Rata-rata yang terapi berusia 35 hingga 70 tahun lebih," katanya seraya mengatakan, terapi gratis ini diberikan kepada masyarakat kurang mampu. Karena mereka tidak mampu berobat dengan harga yang sangat mahal.

“Makanya dengan menggunakan alat terapi ini, masyarakat kurang mampu bisa disembuhkan penyakit yang dideritanya,” tandasnya.

Pantauan Hariantimes, Rumah Teraphy Choyang yang beralamat di Jalan A Yani Pekanbaru ini tidak pernah sepi dari pengunjung yang ingin berobat secara gratis. 

Rata-rata, sebanyak seratusan masyarakat berusia 40 tahun hingga 78 tahun setiap hari datang silih berganti ke Rumah Teraphy Choyang. 

Mereka ada yang datang sejak subuh mengambil nomor antrean  untuk melakukan terapi bersih darah tanpa obat yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit-penyakit ganas seperti kanker, diabetes dan berbagai macam penyakit lainnya. 

Menariknya, saat pengunjung memasuki ruangan teraphy yang berada di lantai 2 langsung disapa oleh tenaga terapis dengan sapaan dalam bahasa Korea "Annyonghaseo" (Selamat Pagi) dan "Kamsihamida" (Terima Kasih).

Luar biasa memang pelayanan para terapis Choyang ini. Karena itu. Kehadiran Rumah Teraphy Choyang ini mampu membawa angin segar bagi masyarakat Pekanbaru yang terus berjuang untuk mencari pengobatan yang menyembuhkan penyakit secara efektif, terutama bagi mereka yang telah mengidap penyakit parah selama bertahun-tahun.

Terapi ini lebih diminati oleh masyarakat Pekanbaru dan sekitarnya, selain tanpa biaya, terapi ini juga terbukti mampu menyembuhkan sejumlah penyakit. 

Beberapa peserta mengaku tidak lagi mengkonsumsi obat-obatan setelah melakukan terapi secara rutin selama beberapa bulan.

Bahkan ada diantara mereka mengaku telah sembuh dari permasalahan kesehatan yang mereka hadapi. Selain itu, para anggota juga diberikan penyuluhan mengenai kesehatan setiap hari sebelum melakukan teraphy. Tidak jarang, banyak dari peserta yang rela datang jauh-jauh hanya untuk mencari jalan untuk kesembuhan mereka.

Choyang adalah satu dari sekian banyak pengobatan asing yang berhasil menarik perhatian masyarakat di tengah-tengah keputusasaan mereka dalam cara untuk sehat. Meskipun pada dasarnya kegiatan ini merupakan salah satu bentuk promosi, namun hal tersebut dapat membuka mata bahwa masih banyak masyarakat kecil yang berjuang untuk mencari pengobatan yang layak untuk mengobati penyakit yang mereka derita. 

Fenomena ini juga menyadarkan akan betapa pentingnya inovasi dalam bidang kesehatan. Untuk itu, dukungan pemerintah dalam pengembangan bidang kesehatan sangat dibutuhkan. 

Banyak ilmuan-ilmuan muda yang berpotensi untuk menghasilkan inovasi dan pembahuruan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Namun sayangnya, tak sedikit dari mereka yang harus tersandung masalah pendanaan.

Sejatinya banyak cara yang dapat ditempuh pemerintah untuk memperbaiki kondisi kesehatan di Indonesia. Namun investasi dalam bidang pendidikan ataupun penelitian akan sangat bermanfaat dalam jangka panjang nantinya. Dengan mendorong pelajar dan pemuda untuk menciptakan karya-karya ataupun pemikiran-pemikiran baru, dapat membantu Indonesia untuk bangkit dan mengejar ketertinggalannya dalam bidang manapun.

Soalnya, hingga kini berbagai masalah kesehatan di Indonesia memang masih menjadi perhatian utama bagi pemerintah, khususnya bagi masyarakat miskin yang tidak mampu untuk membayar biaya kesehatan mereka. 

Untuk itu, pemerintah telah berusaha mengeluarkan program-program kesehatan yang diklaim dapat membantu masyarakat miskin untuk mendapatkan pengobatan yang layak seperti, JKN dan BPJS. Namun hal ini tidak mengusik minat masyarakat untuk mencari alternatif pengobatan lain yang dapat mengatasi masalah kesehatan mereka.(ron)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

FGD di KI Banten, ForKI Riau Perkuat Peran Wartawan Dorong Transparansi

Disupport PT Riau Petrolium Rokan, IKWI Riau Ikut Sukseskan Kongres XI IKWI dan HPN 2026 di Serang

Menuju Puncak HPN 2026: Tarian Abung Siwo Migo Lampung Utara Buka Dialog Kebudayaan Bersama Menteri Kebudayaan

IKWI Riau ke HPN Banten, Fatia: Istri Wartawan Harus Dukung Peran Suami

Lepas Rombongan PWI Riau Menuju HPN Banten, Raja Isyam Azwar: Tetap Jaga Kesehatan dan Kekompakkan

SMSI Buka HPN 2026 dari Tanah Sejarah Banten, Ratusan Pemilik Media Ikuti Ekspedisi Banten Lama

FGD di KI Banten, ForKI Riau Perkuat Peran Wartawan Dorong Transparansi

Disupport PT Riau Petrolium Rokan, IKWI Riau Ikut Sukseskan Kongres XI IKWI dan HPN 2026 di Serang

Menuju Puncak HPN 2026: Tarian Abung Siwo Migo Lampung Utara Buka Dialog Kebudayaan Bersama Menteri Kebudayaan

IKWI Riau ke HPN Banten, Fatia: Istri Wartawan Harus Dukung Peran Suami

Lepas Rombongan PWI Riau Menuju HPN Banten, Raja Isyam Azwar: Tetap Jaga Kesehatan dan Kekompakkan

SMSI Buka HPN 2026 dari Tanah Sejarah Banten, Ratusan Pemilik Media Ikuti Ekspedisi Banten Lama



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
UIR Gelar Wisuda Periode 1 2026, Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Unggul dan Berdaya Saing
11 Februari 2026
Menumbuhkan Kehidupan Kembali: Langkah PHR Memulihkan Fungsi Tanah di Bumi Riau
11 Februari 2026
Buku Kearifan Baduy hingga Jejak Adinegoro Diluncurkan di HPN 2026
08 Februari 2026
FGD di KI Banten, ForKI Riau Perkuat Peran Wartawan Dorong Transparansi
09 Februari 2026
Buka Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026, Meutya Hafid: Transformasi Digital Tidak Boleh Menggerus Pilar Demokrasi
08 Februari 2026
Disupport PT Riau Petrolium Rokan, IKWI Riau Ikut Sukseskan Kongres XI IKWI dan HPN 2026 di Serang
09 Februari 2026
Dewan Pers Sosialisasi Pendataan Perusahaan Pers
07 Februari 2026
Ketum PWI: Wartawati Lebih Luwes Menembus Narasumber
07 Februari 2026
Rakernas SIWO Tetapkan Lampung Tuan Rumah Porwanas 2027
07 Februari 2026
HPN 2026 Banten Dipusatkan Serang, PWI Siapkan Gerakan Banten Asri, Konvensi Media Nasional Hingga Pembagian Sembako
07 Februari 2026
TERPOPULER +
  • 1 Disupport PT Riau Petrolium Rokan, IKWI Riau Ikut Sukseskan Kongres XI IKWI dan HPN 2026 di Serang
  • 2 Dewan Pers Sosialisasi Pendataan Perusahaan Pers
  • 3 Ketum PWI: Wartawati Lebih Luwes Menembus Narasumber
  • 4 Rakernas SIWO Tetapkan Lampung Tuan Rumah Porwanas 2027
  • 5 HPN 2026 Banten Dipusatkan Serang, PWI Siapkan Gerakan Banten Asri, Konvensi Media Nasional Hingga Pembagian Sembako
  • 6 Fadli Zon Akan Hadiri Dialog Kebudayaan PWI Pusat-HPN 2026 di Banten
  • 7 HPN 2026 Beri Efek Berganda bagi Pariwisata, UMKM dan Citra Daerah
  • 8 Menuju Puncak HPN 2026: Tarian Abung Siwo Migo Lampung Utara Buka Dialog Kebudayaan Bersama Menteri Kebudayaan
  • 9 Tari Jawara Sambut Insan Pers di Welcome Dinner HPN 2026
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved