• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Karhutla di Sekip Hilir Dinyatakan Padam Total, Mopping Up Sui Raya Dilanjutkan Besok
Dibaca : 223 Kali
254 Hotspot Terdeteksi, Pemkab Siak Perkuat Mitigasi Hadapi Super El Nino
Dibaca : 154 Kali
MTQ XLIV Provinsi Riau, Bengkalis Juara I Cabang Fahmil Qur'an Putra dan Putri
Dibaca : 169 Kali
Perkuat Integritas, Jajaran Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Community of Practice Nilai-Nilai Pancasila
Dibaca : 154 Kali
Kemenkum Riau Ikuti Pendampingan Onboarding Indikasi Geografis di Tokopedia TikTok Shop
Dibaca : 162 Kali

  • Home
  • Riau

Besok, Gubri Luncurkan IRI Riau

Zulmiron
Senin, 15 Maret 2021 21:13:11 WIB
Cetak
Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi akan meluncurkan Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Chapter Riau.

Peluncuran IRI terkait dengan program pemberdayaan kelompok agama untuk perlindungan hutan, perubahan iklim dan masyarakat adat di Provinsi Riau. 

Menurut Direktur Program IRI, Dr Hanafi Guciano, peluncuran IRI Riau dan deklarasi program tersebut akan dilaksanakan di Hotel Premier, Pekanbaru Selasa (16/03/2021).

"Ini merupakan rencana Kerja IRI Indonesia tahun 2021, yaitu membuka program di empat provinsi yakni Riau, Kaltim, Papua dan Papua Barat," kata Hanafi dalam rilisnya yang diterima media, Senin (15/03/2021). 

IRI merupakan inisiatif kelompok agama dunia bekerjasama dengan UNEP dan Religion for Peace yang saat ini memiliki program di 5 negara yakni Kongo, Indonesia, Kolumbia, Peru dan Brasil. Fokus kegiatan IRI berupa peningkatan pengetahuan kelompok agama akan isu kerusakan hutan berupa kampanye dan pelatihan di daerah yang sangat tinggi kerusakan hutannya dan pengaktualisasikan ajaran agama dengan mengajak umat beragama yang sekaligus memberdayakan masyarakat adat untuk melindungi hutan. 

Di Indonesia, IRI saat ini didukung oleh majelis agama seperti MUI, Muhammadiyah, NU, PGI, KWI, Permabudi, PHDI dan Matakin dan 3 LSM (CSF, AMAN, Econusa) serta akademisi dari IPB dan UNAS.

Dijelaskan Hanafi, dalam launching IRI Riau akan dihadiri tokoh-tokoh agama dari enam agama di Indonesia, LSM lingkungan, akademisi di daerah target dan masyarakat adat di pinggir hutan. 

Dalam peluncuran IRI riau juga akan digelar panel diskusi dengan menampilkan tiga pemateri masing-masing Prof. Bambang Hero dengan materi diskusi Deforestasi Riau, Prof. Rizaldi Boer mengangkat tema Perubahan Iklim dan Datuk Seri Al Azhar tentang Masyarakat Adat.

IRI Indonesia berharap dengan meluncurkan program IRI Chapter Riau bisa mendorong pemuka agama, LSM dan juga pemerintah bisa menghentikan kerusakan hutan alam di Riau, memulihkan dan mengembalikan fungsi hutan sebagai habitat satwa, serta memelihara keanekaragaman hayati yang rusak.

"Upaya menjadikan pemuka agama sebagai orang yang diteladani oleh umatnya yang harus mampu memberikan pemahaman yang baik dan benar tentang lingkungan dan pelestarian hutan. Pemuka Agama kedepannya harus tampil sebagai fasilitator  dalam meminimalisir segala konflik hutan dengan masyarakat adat. Selain itu para pemuka agama juga harus bisa menciptakan kegiatan bersama yang melibatkan umat beragama dalam rangka meningkatkan persatuan dan kesatuan diantara para pemeluk agama yang mendorong pelestarian lingkungan dan hutan," ujar  Prof Din Syamsuddin Ketua Dewan Penasehat IRI Indonesia.

Makin Memprihatinkan

IRI dalam press rilisnya juga menjelaskan, hutan tropis adalah paru-paru dunia yang kian hari kondisinya semakin memprihatinkan akibat maraknya pembalakan liar, pembakaran hutan, eksploitasi sumber energi yang berlebihan, hingga praktik membuang sampah sembarangan. Semuanya itu merupakan bagian dari pemicu kerusakan lingkungan.

Menurut IRI, usaha untuk mencegah kerusakan lingkungan sebenarnya sudah banyak dilakukan. Tapi praktiknya, alam seringkali kalah oleh kepentingan manusia. Kondisi kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia atau dunia sebenarnya bisa dijawab oleh agama. 

Karenanya diperlukan peran pemuka agama dalam menjawab permasalahan lingkungan. Selama ini mungkin masih banyak yang berpikir bahwa agama hanya terkait dengan ritual dan ajaran-ajaran tertentu, tidak berisikan ajaran mengenai masalah lingkungan.

Hal ini kemudian menggerakkan sejumlah tokoh lintas agama yang diprakarsai oleh IRI Indonesia,  untuk bertindak demi melindungi hutan tropis Riau yang kian menggundul.

Prakarsa ini merupakan wadah bersama bagi semua pemimpin agama dan komunitas agama untuk bekerja bersama bahu membahu dengan masyarakat adat, pemerintah, masyarakat sipil, dan dunia usaha dalam aksi melindungi hutan tropis dan melindungi masyarakat adat sebagai penjaga hutan.

"Kami siap untuk bahu membahu melindungi alam terutama hutan tropis di Provinsi Riau, serta melindungi masyarakat adat selaku penjaga hutan," ujar Prof Bambang Hero.

Para tokoh keagamaan ini percaya bahwa setiap agama tidak hanya berisikan ajaran, aturan dan nilai-nilai akhirat semata. Tetapi juga berisikan ajaran untuk berhubungan baik dengan sesama manusia bahkan alam semesta. Namun hubungan dengan alam inilah yang kerap dilupakan.

Prakarsa dari para tokoh masyarakat ini melahirkan komitmen untuk menggunakan pengaruh dan otoritas moral keagamaan dalam upaya untuk melindungi hutan hujan atau hutan tropis di Indonesia terutama di Riau. 

"Kita bisa bertindak untuk mengatasinya sekarang, atau membiarkan generasi masa depan hidup dalam ekologi yang sudah hancur. Hutan tropis sangat cepat punah yang akan menghambat upaya pengentasan kemiskinan, perubahan iklim, konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan," ujar Hanafi Guciano, Direktur Program IRI Indonesia

Sementara itu, para tokoh dan  masyarakat adat juga menyatakan kesiapannya untuk menjaga alam terutama hutan huhan dan hutan tropis, agar terhindar dari dampak buruk penggundulan hutan dan perubahan iklim.

IRI Indonesia sebagai aliansi lintas agama yang berupaya membawa urgensi moral dan kepemimpinan berbasis agama berupaya mengakhiri penggundulan hutan tropis.

IRI sendiri menyediakan platform bagi para pemimpin agama untuk bekerja bahu-membahu dengan masyarakat adat, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan dunia usaha dalam aksi-aksi yang melindungi hutan tropis.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Karhutla di Sekip Hilir Dinyatakan Padam Total, Mopping Up Sui Raya Dilanjutkan Besok

Sempat Dirawat di Arab Saudi, Dua Jemaah Haji Riau Dipulangkan Melalui Mekanisme Tanazul Bersama Kloter BTH 24

Nasaruddin Umar: Luar Biasa! Satu Kafilah Pesertanya Lebih dari Seribu Orang

Rarak dan Calempong Kuansing Warnai Penerimaan Kafilah MTQ XLIV Riau 2026

Perkuat Integritas dan Profesionalitas, LPTQ Riau Gelar Orientasi dan Pembekalan Dewan Hakim MTQ ke-44 Tingkat Provinsi

Melalui FGD Strategis, Kemenkum Riau Dorong Harmonisasi Perizinan Daerah

Karhutla di Sekip Hilir Dinyatakan Padam Total, Mopping Up Sui Raya Dilanjutkan Besok

Sempat Dirawat di Arab Saudi, Dua Jemaah Haji Riau Dipulangkan Melalui Mekanisme Tanazul Bersama Kloter BTH 24

Nasaruddin Umar: Luar Biasa! Satu Kafilah Pesertanya Lebih dari Seribu Orang

Rarak dan Calempong Kuansing Warnai Penerimaan Kafilah MTQ XLIV Riau 2026

Perkuat Integritas dan Profesionalitas, LPTQ Riau Gelar Orientasi dan Pembekalan Dewan Hakim MTQ ke-44 Tingkat Provinsi

Melalui FGD Strategis, Kemenkum Riau Dorong Harmonisasi Perizinan Daerah



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Karhutla di Sekip Hilir Dinyatakan Padam Total, Mopping Up Sui Raya Dilanjutkan Besok
30 Juni 2026
254 Hotspot Terdeteksi, Pemkab Siak Perkuat Mitigasi Hadapi Super El Nino
30 Juni 2026
MTQ XLIV Provinsi Riau, Bengkalis Juara I Cabang Fahmil Qur'an Putra dan Putri
30 Juni 2026
Perkuat Integritas, Jajaran Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Community of Practice Nilai-Nilai Pancasila
30 Juni 2026
Kemenkum Riau Ikuti Pendampingan Onboarding Indikasi Geografis di Tokopedia TikTok Shop
30 Juni 2026
Kemenkum Riau Tangandatangani PKS dengan Politeknik Pengadaan Nasional
30 Juni 2026
Dukung UMKM Naik Kelas, Kakanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Layanan AHU di Pelatihan Go Global Academy Pertamina
30 Juni 2026
Prof Junaidi: Wadah Strategis bagi Mahasiswa Memperoleh Pengalaman Langsung
30 Juni 2026
Rida K Liamsi: Saya Akan Terus Melawan, Ini Bentuk Kezaliman
30 Juni 2026
Masuki Hari Ketiga, Manggala Agni Optimistis Tuntaskan Padamkan Karhutla di Rengat
29 Juni 2026
TERPOPULER +
  • 1 Heboh! Ular Piton Ukuran 5 Meter Muncul di Permukiman Warga Tangkerang Labuay
  • 2 SK Izin Operasional Diperpanjang, IZI Sumbar Komitmen Kelola Zakat Secara Amanah
  • 3 Kanwil Kemenkum Riau Dukung Digitalisasi Produk Indikasi Geografis
  • 4 Perkuat Strategi Komunikasi Publik, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pembinaan Kehumasan Bersama Meta Indonesia
  • 5 Dukung Hilirisasi Inovasi dan Daya Saing Daerah, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sentra KI
  • 6 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan BPKP
  • 7 Sambut 5.000 Wartawan, PWI Pusat Matangkan Persiapan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung
  • 8 Defizon: Enam Orang Jemaah Masih di Arab Saudi
  • 9 Waspada Penipuan!, UIR Tegaskan Tidak Pernah Menagih UKT Melalui WhatsApp, SMS Maupun Medsos
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved