• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Teras Kopi Jalan Sumatera Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba
Dibaca : 130 Kali
Kakanwil Kemenkum Riau Hadiri Penyerahan Remisi Umum
Dibaca : 147 Kali
Peringati HUT ke-81 RI, Kakanwil Kemenkum Riau Ajak Seluruh Pegawai Terus Jaga Persatuan
Dibaca : 147 Kali
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional
Dibaca : 240 Kali
KLH, SKK Migas dan PHR Dorong Pemulihan TTM Secara Komprehensif
Dibaca : 298 Kali

  • Home
  • Riau

Besok, Gubri Luncurkan IRI Riau

Zulmiron
Senin, 15 Maret 2021 21:13:11 WIB
Cetak
Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi akan meluncurkan Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Chapter Riau.

Peluncuran IRI terkait dengan program pemberdayaan kelompok agama untuk perlindungan hutan, perubahan iklim dan masyarakat adat di Provinsi Riau. 

Menurut Direktur Program IRI, Dr Hanafi Guciano, peluncuran IRI Riau dan deklarasi program tersebut akan dilaksanakan di Hotel Premier, Pekanbaru Selasa (16/03/2021).

"Ini merupakan rencana Kerja IRI Indonesia tahun 2021, yaitu membuka program di empat provinsi yakni Riau, Kaltim, Papua dan Papua Barat," kata Hanafi dalam rilisnya yang diterima media, Senin (15/03/2021). 

IRI merupakan inisiatif kelompok agama dunia bekerjasama dengan UNEP dan Religion for Peace yang saat ini memiliki program di 5 negara yakni Kongo, Indonesia, Kolumbia, Peru dan Brasil. Fokus kegiatan IRI berupa peningkatan pengetahuan kelompok agama akan isu kerusakan hutan berupa kampanye dan pelatihan di daerah yang sangat tinggi kerusakan hutannya dan pengaktualisasikan ajaran agama dengan mengajak umat beragama yang sekaligus memberdayakan masyarakat adat untuk melindungi hutan. 

Di Indonesia, IRI saat ini didukung oleh majelis agama seperti MUI, Muhammadiyah, NU, PGI, KWI, Permabudi, PHDI dan Matakin dan 3 LSM (CSF, AMAN, Econusa) serta akademisi dari IPB dan UNAS.

Dijelaskan Hanafi, dalam launching IRI Riau akan dihadiri tokoh-tokoh agama dari enam agama di Indonesia, LSM lingkungan, akademisi di daerah target dan masyarakat adat di pinggir hutan. 

Dalam peluncuran IRI riau juga akan digelar panel diskusi dengan menampilkan tiga pemateri masing-masing Prof. Bambang Hero dengan materi diskusi Deforestasi Riau, Prof. Rizaldi Boer mengangkat tema Perubahan Iklim dan Datuk Seri Al Azhar tentang Masyarakat Adat.

IRI Indonesia berharap dengan meluncurkan program IRI Chapter Riau bisa mendorong pemuka agama, LSM dan juga pemerintah bisa menghentikan kerusakan hutan alam di Riau, memulihkan dan mengembalikan fungsi hutan sebagai habitat satwa, serta memelihara keanekaragaman hayati yang rusak.

"Upaya menjadikan pemuka agama sebagai orang yang diteladani oleh umatnya yang harus mampu memberikan pemahaman yang baik dan benar tentang lingkungan dan pelestarian hutan. Pemuka Agama kedepannya harus tampil sebagai fasilitator  dalam meminimalisir segala konflik hutan dengan masyarakat adat. Selain itu para pemuka agama juga harus bisa menciptakan kegiatan bersama yang melibatkan umat beragama dalam rangka meningkatkan persatuan dan kesatuan diantara para pemeluk agama yang mendorong pelestarian lingkungan dan hutan," ujar  Prof Din Syamsuddin Ketua Dewan Penasehat IRI Indonesia.

Makin Memprihatinkan

IRI dalam press rilisnya juga menjelaskan, hutan tropis adalah paru-paru dunia yang kian hari kondisinya semakin memprihatinkan akibat maraknya pembalakan liar, pembakaran hutan, eksploitasi sumber energi yang berlebihan, hingga praktik membuang sampah sembarangan. Semuanya itu merupakan bagian dari pemicu kerusakan lingkungan.

Menurut IRI, usaha untuk mencegah kerusakan lingkungan sebenarnya sudah banyak dilakukan. Tapi praktiknya, alam seringkali kalah oleh kepentingan manusia. Kondisi kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia atau dunia sebenarnya bisa dijawab oleh agama. 

Karenanya diperlukan peran pemuka agama dalam menjawab permasalahan lingkungan. Selama ini mungkin masih banyak yang berpikir bahwa agama hanya terkait dengan ritual dan ajaran-ajaran tertentu, tidak berisikan ajaran mengenai masalah lingkungan.

Hal ini kemudian menggerakkan sejumlah tokoh lintas agama yang diprakarsai oleh IRI Indonesia,  untuk bertindak demi melindungi hutan tropis Riau yang kian menggundul.

Prakarsa ini merupakan wadah bersama bagi semua pemimpin agama dan komunitas agama untuk bekerja bersama bahu membahu dengan masyarakat adat, pemerintah, masyarakat sipil, dan dunia usaha dalam aksi melindungi hutan tropis dan melindungi masyarakat adat sebagai penjaga hutan.

"Kami siap untuk bahu membahu melindungi alam terutama hutan tropis di Provinsi Riau, serta melindungi masyarakat adat selaku penjaga hutan," ujar Prof Bambang Hero.

Para tokoh keagamaan ini percaya bahwa setiap agama tidak hanya berisikan ajaran, aturan dan nilai-nilai akhirat semata. Tetapi juga berisikan ajaran untuk berhubungan baik dengan sesama manusia bahkan alam semesta. Namun hubungan dengan alam inilah yang kerap dilupakan.

Prakarsa dari para tokoh masyarakat ini melahirkan komitmen untuk menggunakan pengaruh dan otoritas moral keagamaan dalam upaya untuk melindungi hutan hujan atau hutan tropis di Indonesia terutama di Riau. 

"Kita bisa bertindak untuk mengatasinya sekarang, atau membiarkan generasi masa depan hidup dalam ekologi yang sudah hancur. Hutan tropis sangat cepat punah yang akan menghambat upaya pengentasan kemiskinan, perubahan iklim, konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan," ujar Hanafi Guciano, Direktur Program IRI Indonesia

Sementara itu, para tokoh dan  masyarakat adat juga menyatakan kesiapannya untuk menjaga alam terutama hutan huhan dan hutan tropis, agar terhindar dari dampak buruk penggundulan hutan dan perubahan iklim.

IRI Indonesia sebagai aliansi lintas agama yang berupaya membawa urgensi moral dan kepemimpinan berbasis agama berupaya mengakhiri penggundulan hutan tropis.

IRI sendiri menyediakan platform bagi para pemimpin agama untuk bekerja bahu-membahu dengan masyarakat adat, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan dunia usaha dalam aksi-aksi yang melindungi hutan tropis.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Hilirisasi Sawit Harus Dibarengi Penguatan Ekosistem dari Hulu Hingga Hilir

Bupati Siak Afni Zulkifli Terima Penghargaan SIEXPO Award 2026

Karhutla Pematang Pudu Belum Padam, Ferdian: Tim Lakukan Penyekatan Agar Api Tak Merembet

Karhutla Kerumutan dan Sungai Guntung Hilir Belum Padam, Ferdian: Tim Hadapi Sejumlah Tantangan

Buka SIEXPO 2026, Plt Gubri: Kita Bersyukur Harga Sawit Sudah Kembali Sekitar Rp3.500/Kg

Dinilai Beratkan Media Startup, SMSI Riau Minta Permenkum 49 Tahun 2025 Dikaji Ulang

Hilirisasi Sawit Harus Dibarengi Penguatan Ekosistem dari Hulu Hingga Hilir

Bupati Siak Afni Zulkifli Terima Penghargaan SIEXPO Award 2026

Karhutla Pematang Pudu Belum Padam, Ferdian: Tim Lakukan Penyekatan Agar Api Tak Merembet

Karhutla Kerumutan dan Sungai Guntung Hilir Belum Padam, Ferdian: Tim Hadapi Sejumlah Tantangan

Buka SIEXPO 2026, Plt Gubri: Kita Bersyukur Harga Sawit Sudah Kembali Sekitar Rp3.500/Kg

Dinilai Beratkan Media Startup, SMSI Riau Minta Permenkum 49 Tahun 2025 Dikaji Ulang



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Teras Kopi Jalan Sumatera Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba
17 Agustus 2026
Kakanwil Kemenkum Riau Hadiri Penyerahan Remisi Umum
17 Agustus 2026
Peringati HUT ke-81 RI, Kakanwil Kemenkum Riau Ajak Seluruh Pegawai Terus Jaga Persatuan
17 Agustus 2026
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional
16 Agustus 2026
KLH, SKK Migas dan PHR Dorong Pemulihan TTM Secara Komprehensif
15 Agustus 2026
LMC Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
15 Agustus 2026
Soal Polemik HGB STC, Agung Nugroho: Kami Tidak Pernah Menyampaikan Bapak Mendagri Memberikan Rekomendasi
15 Agustus 2026
Melalui Perseroan Perorangan, Kemenkum Riau Dorong UMKM Dumai Naik Kelas
14 Agustus 2026
Kemenkum Riau Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual
14 Agustus 2026
Peringati HUT ke-81 RI, PLN Grup Regional Riau Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian
14 Agustus 2026
TERPOPULER +
  • 1 Tim Perpustakaan El-Hayaah MAN 1 Pekanbaru Stand Teredukatif di Festival Literasi Provinsi Riau 2026
  • 2 Hadapi Era AI dan UU ITE, PWI Dumai Perkuat Kompetensi Wartawan
  • 3 Kemenkum Riau Perkuat Harmonisasi Rencana Kerja Perangkat Daerah Pelalawan Tahun 2027
  • 4 Karhutla Pematang Pudu Belum Padam, Ferdian: Tim Lakukan Penyekatan Agar Api Tak Merembet
  • 5 PWI dan AFPI Perkuat Literasi Pindar
  • 6 Buka SIEXPO 2026, Plt Gubri: Kita Bersyukur Harga Sawit Sudah Kembali Sekitar Rp3.500/Kg
  • 7 PPI Lestarikan Kekayaan Budaya Melalui Karya Sastra
  • 8 Wamenkes Tekankan Inovasi dan Riset Kesehatan
  • 9 100.000 Jemaah Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved