• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB
Dibaca : 222 Kali
Lepas Kontingen PPSN VI 2026 Menuju Jatim, Syahruddin: Berkompetisi dengan Baik dan Jaga Kekompakkan
Dibaca : 254 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Kawal SKD Calon Taruna Poltekpin Hari Kedua di BKN Pekanbaru
Dibaca : 223 Kali
Tim Dosen Unilak Bantai Kemdikdasmen dengan Skor Fantastis 10-0
Dibaca : 231 Kali
Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina
Dibaca : 263 Kali

  • Home
  • Sosialita

Disebalik Gagalnya Jadwal Dai Fenomenal Ustadz Abdul Somad

Redaksi
Senin, 17 September 2018 22:56:39 WIB
Cetak
Bagus Santoso bersama Ketua MRJ Sayyaf, Imam Masjid Badrun dan pengurus saat berkunjung ke MRJ Ngreni, Boyolali Jawa Tengah.
Kemunculan Ustad Abdul Somad (UAS) memang menjadi fenomenal bagi umat muslim.

Kehadirannya “ liar” tak sanggup dijinakkan bagi yang berbeda pemahaman. 

Sebaliknya, ucapan dan tatapannya menjadi pencerahan bagi berjuta umat yang memahami, meski berbeda paham dan aliran. 

Di tolak di beberapa tempat, dimuliakan, dielu-elukan diceruk kampung desa, kota hingga antar negara.

Sekitar dua minggu lalu, beredar kabar dai fenomenal Ustadz Abdul Somad membatalkan kesediaan tausyiah yang sudah terjadwal digelar di beberapa kota di pulau Jawa. Pembatalan disampaikan UAS dalam keterangan tertulis di Instagram dan video.

Sementaran itu, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Ma'ruf Amin, tak percaya dengan kabar tentang adanya ancaman dan intimidasi yang disebutkan Ustaz Abdul Somad, yang telah membatalkan rencana tausiah di beberapa kota di Pulau Jawa.
 
Tulisan ini tidak pada kapasitas untuk menjelaskan apa yang disampaikan UAS maupun ketidakpercayaan KH Ma’ruf Amin. Penulis melihat dari sisi sedih dan duka jutaan umat yang sudah lama  “memimpikan” bertemu dan mendengarkan tausyiah UAS nyatanya batal.

Untuk merekam peristiwa tersebut penulis mengunjungi salah satu jamaah Masjid Riyadul Jannah (MRJ) di desa Ngreni, Simo Kabupaten Boyolali. Ditemani Yulianto Kepala Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah ( MIM ) Putat, Nogosari tempat sekolah penulis setingkat sekolah dasar. 

Dinihari pukul 3.45 Wib kami berangkat dari Nogosari Baru menuju Dusun Ngreni. Sebenarnya tidak jauh sekitar 21 KM. Maklum Lewat jalan kampung  meski sudah beton tetapi sempit, maka berangkat lebih awal supaya berkesempatan sholat subuh berjamaan di MRJ. Alhamdulillah meski waktu mepet kami serombongan masih sempat sholat sunat 2 rekaat sebelum menunaikan sholat subuh.

Masjid Riyadlul Jannah bersebelahan dengan gedung sekolah MIM, dusun Ngreni. Lingkungan sekolah dan masjid bersih dan nyaman. Suasana desa asri, begitu menenteramkan hati. Selesai sholat subuh kami diajak Sayyaf ketua Masjid dan Badrun Imam Masjid serta sejumlah sejumlah pengurus berbincang di teras samping Masjid berhadapan dengan sekolah MIM.

Meski batal, Umat muslim dan warga desa masih berharap Ustaz Abdul Somad berkenan datang memberikan ilmu dan bertandang ke desanya. Bagi Sayyaf tidak menyebut pembatalan tapi hanya sebuah penundaan. Sampai kapanpun umat masih sabar menunggu, Insya Allah kami jamaah MRJ selalu mendoakan UAS selalu sehat dan dalam perlindungan Allah SWT. 

Itulah kata pembuka bincang pagi selepas sholat subuh yang diungkapkan ketua MRJ Sayyaf dan Imam Masjid Badrun mengawali batalnya dawah UAS yang sudah terjadwal sejak lima bulanan. Lebih lanjut disampaikan Sayyaf ketika itu persiapan menyambut kedatangan UAS  95 persen sudah siap.

Panitia membuat persiapan super istimewa demi menyambut kedatangan tamu yang diperkirakan sebanyak 10 ribuan. Sholat Subuh berjamaah bersama UAS jelas menjadi daya tarik bagi umat muslim Simo, Nogosari dan daerah sekitarnya. Jamaah dan warga desa kompak sampai rela menimbun tebing untuk areal parkir mengantisipasi membludaknya umat. Persiapan akomodasi tidak kalah heroiknya panitia khusus menyiapkan gudang disebelah Masjid. Semua bahan pangan dan alat pecah belah untuk makan minum hingga peralatan memasak sudah komplit. Tak ketinggalan seragam baju  panitia sudah dipilih spesial.

Kegiatan Sholat Subuh berjamaah sudah menjadi agenda rutin di MRJ sejak 2 tahun yang lalu. Ustaz TGB, Ustaz Aher dan deretan nama Ustaz - ustaz kondang lainnya sudah sering didatangkan. Tidak kurang 5 ribuan umat muslim saat TGB dan Aher sholat subuh di MRJ. Puncaknya harapan dan kebahagian jamaah menjadi lengkap tatkala dapat peluang untuk menghadirkan Ustaz pujaan hati umat UAS.

Sayang seribu kali sayang, rencana itu gagal total. Pupus sudah harapan yang dimimpikan. Keinginan bertemu pendakwah asal Bumi Lancang Kuning Melayu Riau yang dikenal tegas tetapi selalu membawa solusi sehingga menjadi penyejuk hati umat itu sirna. Dinamika pemikiran umat yang berbeda-beda membuyarkan jadwal yang telah di susun sejak lima bulan sampai setahun yang lalu.

Penantian panjang umat muslim di Boyolali batal akibat bercampur aduknya antara paham agama dan naiknya suhu politik. Sebuah video dan keterangan dari Ustaz Somad menjadi penenteram kekecewaan sementara. Melalui sepenggal video dan keterangan UAS menyampaikan permohonan maaf atas situasi seraya berharap untuk dimaklumi dan mohon didoakan selalu. Disampaikan oleh UAS disana ada  ancaman dan intimidasi terkait rencana dawahnya. "Beberapa ancaman, intimidasi, pembatalan, dan lain-lain terhadap taushiyah di beberapa daerah seperti di Grobogan, Kudus, Jepara dan Semarang.
Beban panitia yang semakin berat. Kondisi psikologi jamaah dan saya sendiri” itulah seuntai kata sang Dai mengabarkan kepada kalayak ramai.

Adapun sejumlah tempat yang batal itu diantaranya di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta;  September di Malang, Solo, Boyolali, Jombang, Kediri. Bulan Oktober di Yogyakarta dan bulan Desember pertemuan dengan Ustadz Zulfikar di daerah Jawa Timur.

Kegagalan UAS ke Ngreni begitu membekas pada pengurus Masjid dan umat Muslim. Sambil menunggu situasi yang kondusif mereka masih bersemangat menunggu kedatangan UAS. Tidak sekarangpun jamaah  tetap
merindukan serta   tetap menanti siraman ruhani UAS meskipun sampai lepas Pemilu Presiden. 

Batalnya  pengajian UAS juga membuat kesedihan Umat Muslim di Semarang. Ketua Masjid dan panitiapun menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.  Sedianya UAS akan mengisi ceramah di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Masjid terbesar di Jawa Tengah. 

Rentetan peristiwa dai Fenomenal asal Riau UAS setidaknya sudah mendapat 2 kali perlakuan tak menyenangkan di 2 daerah berbeda. Pertama, dipersekusi di Bali, Indonesia pada Desember 2017 saat hendak ceramah terkait dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kedua, ditolak masuk ke Hong Kong, Republik Rakyat Tiongkok (China) saat hendak ceramah di hadapan tenaga kerja wanita asal Indonesia pada akhir Desember 2017.

Di Bali Ustadz Somad ditolak ceramah karena dituding bisa memecah belah persatuan hingga ajaran radikal, dan nyatanya terbantahkan. Peristiwa ketiga pembatalan tausyiah di pulau Jawa, tanah yang kita kenal sebagai tempat dawah syiar Islam para wali songo (sembilan). Alasannya bukan ajaran radikal tetapi lebih pada kekawatiran adanya symbol- symbol HTI. 

Ditolak di Hongkong rasanya memang menyakitkan tapi sebagian masih memaklumi kerena beda negara dan ideologi. Tetapi di tolak dan diancam di negeri sendiri itu yang rentan membuat murka antar saudara. Apalagi perlakuan yang lebih menyakitkan dari pada seteru dengan saudara sendiri? Saudara sebangsa, bahkan seiman. Semoga tidak ada lagi penolakan terhadap Ustaz Abdul Somad karena hanya akan mendatangkan kekecewaan yang bisa memantik “berangnya” jutaan umat muslim Indonesia. (Oleh : Bagus Santoso, Mahasiswa Sekolah Pascasarjana S-3 Ilmu Politik, Anggota DPRD Provinsi Riau)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Lepas Kontingen PPSN VI 2026 Menuju Jatim, Syahruddin: Berkompetisi dengan Baik dan Jaga Kekompakkan

Kanwil Kemenkum Riau Kawal SKD Calon Taruna Poltekpin Hari Kedua di BKN Pekanbaru

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Implementasi Pedoman dan Aplikasi SIKIDA

Kanwil Kemenkum Riau dan Universitas Riau Tingkatkan Kapasitas ASN

Kanwil Kemenkum Riau Dukung Pemutakhiran Data dan Pengembangan Kompetensi Secara Elektronik

Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Dialog Interaktif dan Penguatan Evaluasi Kinerja Kemenkum

Lepas Kontingen PPSN VI 2026 Menuju Jatim, Syahruddin: Berkompetisi dengan Baik dan Jaga Kekompakkan

Kanwil Kemenkum Riau Kawal SKD Calon Taruna Poltekpin Hari Kedua di BKN Pekanbaru

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Implementasi Pedoman dan Aplikasi SIKIDA

Kanwil Kemenkum Riau dan Universitas Riau Tingkatkan Kapasitas ASN

Kanwil Kemenkum Riau Dukung Pemutakhiran Data dan Pengembangan Kompetensi Secara Elektronik

Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Dialog Interaktif dan Penguatan Evaluasi Kinerja Kemenkum



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB
27 September 2026
Lepas Kontingen PPSN VI 2026 Menuju Jatim, Syahruddin: Berkompetisi dengan Baik dan Jaga Kekompakkan
27 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Kawal SKD Calon Taruna Poltekpin Hari Kedua di BKN Pekanbaru
27 September 2026
Tim Dosen Unilak Bantai Kemdikdasmen dengan Skor Fantastis 10-0
27 September 2026
Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina
26 September 2026
Memelihara Alam Semesta, Menag Minta Para Imam Gunakan Pendekatan Keagamaan
26 September 2026
Buka IGIC 2026, Menag: Mari Kita Jadikan Masjid sebagai Meeting Point
26 September 2026
Juara Umum PORSENIJAR Riau 2026, Kontingen PGRI Siak Borong 7 Medali Emas
26 September 2026
Mahadar: Mari Perkuat Solidaritas dan Persaudaraan Guru
26 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Implementasi Pedoman dan Aplikasi SIKIDA
25 September 2026
TERPOPULER +
  • 1 Suara Qurani Rizki Arya Dinata dari Meranti Tembus ke Final MTQ Nasional 2026
  • 2 Siswa Kelas VI MI Assidiqiyah Siak Lolos ke Final Cabang Tartil Al-Qur’an Putra MTQ Nasional 2026
  • 3 Lindungi Anak di Ruang Digital, Kemenag Atur Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan Keagamaan
  • 4 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pemahaman Pelindungan Rahasia Dagang
  • 5 Lubuk Larangan Garuda Mas Manggopoh Jadi Destinasi Wisata Alam dan Edukasi
  • 6 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Analisis Evaluasi Dampak Kebijakan Pemeriksaan Majelis Pengawas Notaris
  • 7 Kakanwil Kemenkum Riau Berikan Masukan Perubahan Permenkum Nomor 11 Tahun 2026
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi Pengawasan IG Sagu Meranti dan Dorong Pembentukan Sentra KI
  • 9 FORMAS Bersama BSPIA akan Gelar Indonesia-China Digital City & Security Technology Application Forum 2026
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved