• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Eka Saputra Terpilih Pimpin Persatuan Matua Saiyo Pekanbaru
Dibaca : 371 Kali
Persatuan Matua Saiyo Pekanbaru Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW
Dibaca : 237 Kali
Workshop Jurnalistik di Yogyakarta, PWI Komitmen Bersama GAPKI Kawal Industri Sawit Nasional
Dibaca : 271 Kali
Polda Riau Tangani 37 Kasus Karhutla, 40 Tersangka Diamankan
Dibaca : 335 Kali
Kemenkum Riau Perkuat Pemahaman Layanan Kewarganegaraan
Dibaca : 300 Kali

  • Home
  • Sosialita

Dua Sastrawan Riau Bedah Novel 'Selak Bidai Lepak Subang Tun Irang'

Redaksi
Senin, 29 Juli 2019 00:44:30 WIB
Cetak
Bedah novel di Taman Sastra SMK Labor, Pekanbaru, Minggu (28/07/2019) pagi.
Pekanbaru, Hariantimes.com - Dua sastrawan Riau masing-masing Bambang Kariyawan dan DM Ningsih membedah novel sejarah Melayu 'Selak Bidai Lepak Subang Tun Irang' karya Datuk Seri Rida K Liamsi.

Acara yang diprakarsai FLP Riau ini berlangsung di Taman Sastra SMK Labor, Pekanbaru, Minggu (28/07/2019) pagi.

Sejumlah sastrawan Riau dan pegiat sastra dari kalangan siswa dan FLP Riau tampak hadir dan terlibat dalam diskusi bedah buku tersebut. Di antaranya sastrawan Fakhrunnas MA Jabbar, Azmi R Fatwa, Hening Wicara, Alam Terkembang, Zulfahmi, Kepala SMP Luar Biasa dan Kepala SMK Labor, Hendri.

Pada acara yang sama, sastrawan Fakhrunnas MA Jabbar menyerah dua buku masing-masing buku puisi 'Airmata Musim Gugur' dan buku cerpen 'Lembayung Pagi, 30 Tahun  Kemudian' kepada Kepala SMK Labor, Hendri untuk perpustakaan sekolah.

Sementara Novel sejarah Melayu 'Selak Bidai Lepak Subang Tun Irang' karya Datuk Seri Rida K. Liamsi yang dibedah ini merupakan komitmen ke-Melayuan yang berlatar sejarah yang kaya akan referensi sejarah dalam memperkenalkan sastra Melayu ke publik yang luas. 

Namun, novel Selak Bidai sebagaimana hampir ditemukan dalam novel-novel Rida terdahulu yang sarat nilai sejarah dan kara-kata arkhaik Melayu tersebut agak sulit dicerna oleh pembaca di luar Melayu Riau karena keterbatasan pemahaman mengenai sejarah Melayu. Namun keberadaan novel ini cukup berperan dalam mengenalkan nilai-nilai sejarah Melayu ke publik. Walaupun novel-novel Rida sangat baik menjadi sumber telaah bagi para sejarahwan di mana saja.

Bambang Kariyawan yang membentangkan makalah berjudul 'Perempuan, Dendam dan Haluan Sejarah' lebih menitikberatkan nilai-nilai sejarah  Melayu yang rinci dengan peran sosok perempuan di dalamnya.

Kariyawan mengakui bagi pembaca yang tidak memiliki referensi sejarah Melayu terutama di bekas Kerajaan Melayu Riau-Lingga dan Johor akan sulit memahami alur cerita dan konflik politik yang berbancuh dengan kisah percintaan dalam hubungan istana kerajaan. 

Begitu pula, kata Karitawan,  kehebatan Rida dalam mengangkat kata-kata arkhais Melayu lama yang sulit dicarikan padanan katanya dalam kamus bahasa Indonesia modern bisa menyulitkan para pembaca untuk mendalami dan menyukai novel  Rida yang keempat setelah Bulang Cahaya, Megat, dan Mahmud, Sang Pemberontak ini.

Dalam prediksi Bambang Kariyawan, ke depan Rida K. Liamsi masih tunak mengangkat sosok perempuan yang lain  dalam novel sejarah Melayunya. Sebutlah di antaranya Engku Putri Hamudah, Tengku Embung Fatimah dan masih banyak lagi.

Sementara DM. Ningsih  lebih menitiberatkan resistensi perempuan yang dalam novel Selak Bidai  ini direpresentasikan oleh  Tun Irang  dengan segala konflik politik yang dibumbui tragedi percintaan di kalangan istana dan kerajaan Melayu masa lalu.

Dalam sesi diskusi, Fakhrunnas MA Jabbar memuji ketunakan Rida dalam mengangkat nilai-nilai sejarah Melayu denfan yokoh-tokoh yang khas serta mengangkat kata-kata arkhais Melayu yang mulai tenggelam. Namun, Fakhrunnas yang juga dibenarkan Bambang Karitawan, menyayangkan Rida hampir tidak memberikan penjelasan tentang kata arkhais Melayu yang dipergunakannya itu termasuk judul novel 'Selak Bidai Lepak Subang Tun Irang.'

Hal senada diungkapkan sastrawan perempuan Hening Wicara yang membandingkan  novel Rida  ini debfan novel-novel Andrea Hirata yang berdampak dalam mengangkat aspek pariwisara daerah di Bangka-Belitung. Hal ini boleh jadi sulitnya memahami alur cerira dan tokoh-tokoh dalam novel-novel Rida K. Liamsi.

Sedangkan, Azmi R. Fatwa lebih memandang jarangnya para pengarang Riau termasuk Rida yang mengangkat aspek ekonomi seperti penggunaan mata uang dinar dan dirham pada masa kerajaan Melayu dulu. Sebutlah kisah Sultan Syarif Kasim II dari Kerajaan Siak Sriindrapura yang pernah menyumbangkan 13 juta gulden Belanda ke pemerintah Indonesia melalui Presiden Soekarno di awal kemerdekaan.(*)


Editor : Zulmiron


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Eka Saputra Terpilih Pimpin Persatuan Matua Saiyo Pekanbaru

Persatuan Matua Saiyo Pekanbaru Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

Kemenkum Riau Perkuat Pemahaman Layanan Kewarganegaraan

Kemenkum Riau Perkuat Pelindungan Kopi Liberika Rangsang Meranti

Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pendalaman Materi Perancang Peraturan Perundang-undangan

Harmonisasi Delapan Ranperbup Inhik, Kemenkum Riau Dorong Produk Hukum Daerah Berkualitas

Eka Saputra Terpilih Pimpin Persatuan Matua Saiyo Pekanbaru

Persatuan Matua Saiyo Pekanbaru Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

Kemenkum Riau Perkuat Pemahaman Layanan Kewarganegaraan

Kemenkum Riau Perkuat Pelindungan Kopi Liberika Rangsang Meranti

Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pendalaman Materi Perancang Peraturan Perundang-undangan

Harmonisasi Delapan Ranperbup Inhik, Kemenkum Riau Dorong Produk Hukum Daerah Berkualitas



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Eka Saputra Terpilih Pimpin Persatuan Matua Saiyo Pekanbaru
30 Agustus 2026
Persatuan Matua Saiyo Pekanbaru Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW
30 Agustus 2026
Workshop Jurnalistik di Yogyakarta, PWI Komitmen Bersama GAPKI Kawal Industri Sawit Nasional
29 Agustus 2026
Polda Riau Tangani 37 Kasus Karhutla, 40 Tersangka Diamankan
28 Agustus 2026
Kemenkum Riau Perkuat Pemahaman Layanan Kewarganegaraan
28 Agustus 2026
Kemenkum Riau Perkuat Pelindungan Kopi Liberika Rangsang Meranti
28 Agustus 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pendalaman Materi Perancang Peraturan Perundang-undangan
28 Agustus 2026
Harmonisasi Delapan Ranperbup Inhik, Kemenkum Riau Dorong Produk Hukum Daerah Berkualitas
28 Agustus 2026
Bagikan Masker Gratis, PWI Riau Ajak Warga Lindungi Kesehatan
28 Agustus 2026
Kakanwil Kemenkum Riau Pimpin Rapat Persiapan Desk Evaluasi WBBM
27 Agustus 2026
TERPOPULER +
  • 1 Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Kemnaker Sinergi dengan ILO
  • 2 Dampak Kabut Asap, Kemenag Riau Dorong Satuan Pendidikan Sesuaikan Pembelajaran
  • 3 Kemenkum Riau Dorong Regulasi Daerah Selaras dan Berkepastian Hukum
  • 4 Lantik Kepala KUA, Muliardi: Jadikan Aturan sebagai Pegangan Menjalankan Amanah
  • 5 Jadi Calon Tunggal, Eka Saputra Diamanahkan Nahkodai Persatuan Matua Saiyo Pekanbaru Periode 2026-2031
  • 6 Adu Cepat di Tepian Narosa, Dua Jalur Binaan RAPP Berjuang Lanjut ke Hari Keempat
  • 7 Ombudsman Nilai Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Imigrasi Pekanbaru
  • 8 Kemenkum Riau Edukasi Fidusia dan Perseroan Perorangan
  • 9 Dorong UMKM dan Ekonomi Berkelanjutan, Akhmad Munir: Modal Ventura Harus Diperkuat
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved