• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
DWP Kanwil Kemenkum Riau Gelar Arisan Keempat Tahun 2026
Dibaca : 110 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Sosialisasi PP Nomor 30 Tahun 2026
Dibaca : 121 Kali
Kemenkum Riau Koordinasi Strategis Optimalkan Evaluasi Perda di Kota Dumai
Dibaca : 152 Kali
Sembilan Petani Penerima Manfaat Zakat di Bungaraya Panen Padi Perdana di Lahan Seluas 9 Ha
Dibaca : 196 Kali
Sosialisasikan Lima PO, Akhmad Munir: Jadi Fondasi Baru Penguatan Organisasi PWI
Dibaca : 230 Kali

  • Home
  • Sosialita

Dua Sastrawan Riau Bedah Novel 'Selak Bidai Lepak Subang Tun Irang'

Redaksi
Senin, 29 Juli 2019 00:44:30 WIB
Cetak
Bedah novel di Taman Sastra SMK Labor, Pekanbaru, Minggu (28/07/2019) pagi.
Pekanbaru, Hariantimes.com - Dua sastrawan Riau masing-masing Bambang Kariyawan dan DM Ningsih membedah novel sejarah Melayu 'Selak Bidai Lepak Subang Tun Irang' karya Datuk Seri Rida K Liamsi.

Acara yang diprakarsai FLP Riau ini berlangsung di Taman Sastra SMK Labor, Pekanbaru, Minggu (28/07/2019) pagi.

Sejumlah sastrawan Riau dan pegiat sastra dari kalangan siswa dan FLP Riau tampak hadir dan terlibat dalam diskusi bedah buku tersebut. Di antaranya sastrawan Fakhrunnas MA Jabbar, Azmi R Fatwa, Hening Wicara, Alam Terkembang, Zulfahmi, Kepala SMP Luar Biasa dan Kepala SMK Labor, Hendri.

Pada acara yang sama, sastrawan Fakhrunnas MA Jabbar menyerah dua buku masing-masing buku puisi 'Airmata Musim Gugur' dan buku cerpen 'Lembayung Pagi, 30 Tahun  Kemudian' kepada Kepala SMK Labor, Hendri untuk perpustakaan sekolah.

Sementara Novel sejarah Melayu 'Selak Bidai Lepak Subang Tun Irang' karya Datuk Seri Rida K. Liamsi yang dibedah ini merupakan komitmen ke-Melayuan yang berlatar sejarah yang kaya akan referensi sejarah dalam memperkenalkan sastra Melayu ke publik yang luas. 

Namun, novel Selak Bidai sebagaimana hampir ditemukan dalam novel-novel Rida terdahulu yang sarat nilai sejarah dan kara-kata arkhaik Melayu tersebut agak sulit dicerna oleh pembaca di luar Melayu Riau karena keterbatasan pemahaman mengenai sejarah Melayu. Namun keberadaan novel ini cukup berperan dalam mengenalkan nilai-nilai sejarah Melayu ke publik. Walaupun novel-novel Rida sangat baik menjadi sumber telaah bagi para sejarahwan di mana saja.

Bambang Kariyawan yang membentangkan makalah berjudul 'Perempuan, Dendam dan Haluan Sejarah' lebih menitikberatkan nilai-nilai sejarah  Melayu yang rinci dengan peran sosok perempuan di dalamnya.

Kariyawan mengakui bagi pembaca yang tidak memiliki referensi sejarah Melayu terutama di bekas Kerajaan Melayu Riau-Lingga dan Johor akan sulit memahami alur cerita dan konflik politik yang berbancuh dengan kisah percintaan dalam hubungan istana kerajaan. 

Begitu pula, kata Karitawan,  kehebatan Rida dalam mengangkat kata-kata arkhais Melayu lama yang sulit dicarikan padanan katanya dalam kamus bahasa Indonesia modern bisa menyulitkan para pembaca untuk mendalami dan menyukai novel  Rida yang keempat setelah Bulang Cahaya, Megat, dan Mahmud, Sang Pemberontak ini.

Dalam prediksi Bambang Kariyawan, ke depan Rida K. Liamsi masih tunak mengangkat sosok perempuan yang lain  dalam novel sejarah Melayunya. Sebutlah di antaranya Engku Putri Hamudah, Tengku Embung Fatimah dan masih banyak lagi.

Sementara DM. Ningsih  lebih menitiberatkan resistensi perempuan yang dalam novel Selak Bidai  ini direpresentasikan oleh  Tun Irang  dengan segala konflik politik yang dibumbui tragedi percintaan di kalangan istana dan kerajaan Melayu masa lalu.

Dalam sesi diskusi, Fakhrunnas MA Jabbar memuji ketunakan Rida dalam mengangkat nilai-nilai sejarah Melayu denfan yokoh-tokoh yang khas serta mengangkat kata-kata arkhais Melayu yang mulai tenggelam. Namun, Fakhrunnas yang juga dibenarkan Bambang Karitawan, menyayangkan Rida hampir tidak memberikan penjelasan tentang kata arkhais Melayu yang dipergunakannya itu termasuk judul novel 'Selak Bidai Lepak Subang Tun Irang.'

Hal senada diungkapkan sastrawan perempuan Hening Wicara yang membandingkan  novel Rida  ini debfan novel-novel Andrea Hirata yang berdampak dalam mengangkat aspek pariwisara daerah di Bangka-Belitung. Hal ini boleh jadi sulitnya memahami alur cerira dan tokoh-tokoh dalam novel-novel Rida K. Liamsi.

Sedangkan, Azmi R. Fatwa lebih memandang jarangnya para pengarang Riau termasuk Rida yang mengangkat aspek ekonomi seperti penggunaan mata uang dinar dan dirham pada masa kerajaan Melayu dulu. Sebutlah kisah Sultan Syarif Kasim II dari Kerajaan Siak Sriindrapura yang pernah menyumbangkan 13 juta gulden Belanda ke pemerintah Indonesia melalui Presiden Soekarno di awal kemerdekaan.(*)


Editor : Zulmiron


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Divisi P3H Kanwil Kemenkum Riau Beri Penyuluhan No Bullying di SMAN 5 Pekanbaru

Kakanwil Kemenkum Riau Pimpin Pelantikan Analis Kekayaan Intelektual Madya di Kanwil Riau

Kemenkum Riau Ikuti Transfer Knowledge Pengelolaan Pengaduan dan Keamanan Siber

Kemenkum Riau Dorong UMK Naik Kelas dan Berbadan Hukum

Hari Pajak 2026, IZI Riau dan Jamaah Masjid Asy Syakirin DJP Riau Santuni Lansia dan Penyandang Disabilitas

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi Pembentukan Produk Hukum Daerah

Divisi P3H Kanwil Kemenkum Riau Beri Penyuluhan No Bullying di SMAN 5 Pekanbaru

Kakanwil Kemenkum Riau Pimpin Pelantikan Analis Kekayaan Intelektual Madya di Kanwil Riau

Kemenkum Riau Ikuti Transfer Knowledge Pengelolaan Pengaduan dan Keamanan Siber

Kemenkum Riau Dorong UMK Naik Kelas dan Berbadan Hukum

Hari Pajak 2026, IZI Riau dan Jamaah Masjid Asy Syakirin DJP Riau Santuni Lansia dan Penyandang Disabilitas

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi Pembentukan Produk Hukum Daerah



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
DWP Kanwil Kemenkum Riau Gelar Arisan Keempat Tahun 2026
16 Juli 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Sosialisasi PP Nomor 30 Tahun 2026
16 Juli 2026
Kemenkum Riau Koordinasi Strategis Optimalkan Evaluasi Perda di Kota Dumai
15 Juli 2026
Sembilan Petani Penerima Manfaat Zakat di Bungaraya Panen Padi Perdana di Lahan Seluas 9 Ha
15 Juli 2026
Sosialisasikan Lima PO, Akhmad Munir: Jadi Fondasi Baru Penguatan Organisasi PWI
15 Juli 2026
Dua Lokasi Masih Membara, Ferdian: Vegetasi Kering dan Angin Kencang Jadi Kendala Pemadaman Karhutla di Riau
15 Juli 2026
Divisi P3H Kanwil Kemenkum Riau Beri Penyuluhan No Bullying di SMAN 5 Pekanbaru
15 Juli 2026
Kakanwil Kemenkum Riau Pimpin Pelantikan Analis Kekayaan Intelektual Madya di Kanwil Riau
15 Juli 2026
Usai Purna Tugas, ABPEDNAS Dorong BPD Tetap Berkarya
15 Juli 2026
Serahkan Zakat Konsumtif, Wabup Siak Syamsurizal Dorong Mustahik Menjadi Muzaki
14 Juli 2026
TERPOPULER +
  • 1 Energi untuk Masa Depan, Saatnya Indonesia Berani Bertransisi
  • 2 Persatuan Matua Saiyo Pekanbaru Buka Penjaringan Bakal Calon Ketua
  • 3 Dukung Penuh Kehadiran PFII, SMSI Siapkan "White Paper" untuk Pemerintah
  • 4 Jaminan Kesehatan Masyarakat, Harmonisasi Ranperwako Pekanbaru Ditingkatkan
  • 5 Perpustakaan Hukum Kanwil Kemenkum Riau Menuju Digitalisasi dan Akses Publik Luas
  • 6 PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Mengacu SKEP Baru
  • 7 Merajut Kembali Mimpi yang Hanyut, Pengrajin Tenun Srikandi Serumpun Bangkit Bersama PHR
  • 8 Porwanas 2027 di Lampung, Raja Isyam: Semoga Prestasi Riau Semakin Meningkat
  • 9 Demi Masa Depan 5G-Advanced dan 6G di Indonesia, MASTEL Dorong Alokasi Spektrum Upper 6 GHz
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved