• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Target Pajak Reklame 2025 Turun, Agung Nugroho: Seharusnya Ditingkatkan
Dibaca : 101 Kali
Pemkab Rohil Ajak Masyarakat Kritisi Kebijakan dengan Cara Konstruktif
Dibaca : 162 Kali
Agung Nugroho Berharap DMDI Ikut Berkontribusi Bangun Pekanbaru
Dibaca : 189 Kali
Sambut Jemaah Bengkalis dan Dumai di Pelabuhan Sekupang, Muliardi: 11 Kloter Sudah Menuju Madinah
Dibaca : 187 Kali
443 Jamaah Haji Pekanbaru Selesai Laksanakan Ziarah Raudhah
Dibaca : 183 Kali

  • Home
  • Riau

Indonesia Punya 27,14 Ha Kawasan Konservasi

Wiratno: Di Riau yang Paling Besar Suaka Marga Satwa Rimbang Baling

Redaksi
Selasa, 14 Mei 2019 01:23:46 WIB
Cetak
Dirjen KSDAE Kemen LHK RI, Ir Wiratno MSc.
Pekanbaru, Hariantimes.com - Indonesia mempunyai kawasan konservasi sebanyak 27,14 juta hektare (ha). Jika dibandingkan dengan Eropa, kira-kira seluas Inggris Raya.

"Itu baru kawasan konservasi kita yang ditetapkan sekitar tahun 1980. Bahkan jauh sebelum itu, dimasa Belanda cikal bakalnya yang kita sebut kebun raya Bogor. Ada dokter yang namanya Kordes. Dia keturunan blasteran Bandung-Belanda ," tutur Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) Kemen LHK RI, Ir Wiratno MSc dalam paparanya pada acara Ngobrol Pintar (Ngopi) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)-Kemen LHK RI di Kalianda Room Lantai 2 Gedung Graha Pena Riau, Jalan HR Soebrantas, Panam, Pekanbaru, Senin (13/05/2019) siang.

Ngopi PWI Riau dan buka bersama yang bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI ini mengusung tema "Konservasi Sumber Daya Alam Hayati".

Acara ini dipandu oleh Wakil Ketua Bidang Hukum dan Pembelaan Wartawan PWI Riau, Anthony Harry sebagai moderator dengan narasumber masing-masing Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) Kemen LHK RI, Ir Wiratno MSc, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Ditjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir Sustyo Iriyono MSi dan Ketua Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah Riau Dr Elviriadi SPi MSi.

Acara ini juga dihadiri langsung oleh Ketua PWI Riau H Zulmansyah Sekedang, Ketua Dewan Penasehat PWI Riau, Helmi Burman, Sekretaris PWI Riau Amril Jambak dan sekitar 180 wartawan baik cetak, online, radio dan televisi.

Wiratno menyebutkan, kawasan ini dikelilingi oleh lebih dari hampir 6.000 desa. Termasuk wilayah-wilayah adat. 

"Di Riau yang paling besar dan masih bagus kawasan hutannya adalah Suaka Marga Satwa Rimbang Baling. Dimana luasnya 140.000 ha. Sangat luas itu. Selain itu, ada juga Taman Nasional Zamrud, Kabupaten Siak," sebut Wiratno.

Di Zamrud, ungkap Wiratno, pada tahun 1970 dibawahnya ada minyak. Dan yang mengusulkan kawasan konservasi pertama kali masa perusahaan yang namanya Caltex. Itu sejarahnya Zamrud. Dan sekarang menjadi taman nasional.

"Dan saya berusaha keras menjadi kawasan taman nasional, karena tugas saya itu adalah menunjuk-nunjuk kawasan konservasikonservasi," sebut Dirjen KSDAE ini.

Lebih lanjut Wiratno menginformasikan, tekanan dan ancaman terhadap kawasan konservasi semakin meningkat. Padahal, fungsi ekologi potensi hayati sangat tinggi. Seperti perlindungan tata kelola air, penyediaan air bersih, udara bersih hingga pencegahan bencana alam. 

"Berbagai langkah pencegahan terus dilakukan agar kelestarian hutan tetap terjaga. Salah satunya, seperti yang bisa dilihat di daerah  kawasan ekowisata Tangkahan di daerah Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Dulu di sini, banyak aktivitas penebangan hutan. Namun sekarang masyarakat di sana tidak lagi beraktivitas mengganggu hutan.Mereka tetap mendapatkan mata pencarian tanpa harus menebang pohon. Kawasan itu dijaga kelestariannya sehingga menarik bagi wisatawan datang ke sana. Untuk memandikan gajah  bayar, untuk menunggang gajah juga bayar di samping manfaat wisata lainnya yang bisa dinikmati di sana. Ada miliaran uang yang dihasilkan untuk menghidupi dua desa di kawasan itu," beber Wiratno.

Menurut Wiratno, berbagai langkah telah dilakukan supaya Indonesia berhasil meningkatkan jumlah populasi hewan atau tanaman langka. Misalnya Jalak Bali dari hanya 31 ekor di 2015 kini menjadi 191 ekor. Lalu gajah Sumatera dari 2015 sebanyak 611 ekor menjadi 693 ekor di tahun 2018. Demikian pula harimau Sumatera dari jumlah 180 ekor di tahun 2015 menjadi 220 ekor di tahun 2018. 

"Begitu juga dengan orangutan, juga kita lakukan pelestarian. Bahkan kita punya pusat rehabilitasi orangutan yang jumlahnya mencapai ribuan individu. Ada yang menarik dari orangutan ini ketika dioperasi. Penyembuhan pasca operasinya sepuluh kali lebih cepat daripada manusia," ujar Wiratno sembari menceritakan bagaimana KSDAE melakukan pemeliharaan dan pemantauan terhadap Ikan Hiu Paus di Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Papua. Untuk memantau pergerakan, pihaknya melakukan  pemasangan satelit sejenis alat GPS di tubuh ikan-ikan tersebut. Demikian juga gajah di Aceh yang dipasangi alat satelit untuk pemimpin kelompoknya.

"Itu cara kita untuk memantau pergerakan dari hewan-hewan yang kita lindungi," katanya.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Ditjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir Sustyo Iriyono MSi yang menjadi narasumber kedua menyampaikan, bahwa Direktorat Penegakan Hukum di KLHK baru berusia empat tahun. Meski begitu, pihaknya langsung melakukan berbagai upaya baik pencegahan maupun penindakan secara tegas terhadap pelanggaran hukum terhadap lingkungan hidup dan kehutanan. 

Beberapa contoh pelanggaran hukum di bidang lingkungan dan kehutanan, beber Sustyo, yakni menguasai hutan tanpa izin, pembalakkan liar, pemalsuan dokumen, penyelundupan hewan atau tumbuhan langka dan  sebagainya. Sedangkan pelakunya bisa individu, korporate, tergorganisir, oknum politisi, oknum aparat hukum hingga pelaku transnasional atau melibatkan pihak negara lain 

"Dari berbagai kasus yang ada, banyak di antaranya yang masih belum selesai. Karenanya saya meminta dukungan semua pihak agar bisa menyelesaikan dengan perangkat dan personel yang ada. Seperti penegak hukum, Dikdukcapil, Perhubungan, BMKG dan lain-lain. Semuanya terintegrasi ke dalam big data, sehingga informasi yang kita butuhkan terhadap pencegahan dan penegakan hukum mudah dilakukan," katanya.
Sumber Tuah dan Marwah
Sedangkan Ketua Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah Riau Dr Elviriadi SPi MSi yang menjadi narasumber ketiga menyampaikan soal kearifan lokal. Utamanya Melayu di Riau. 

Menurut Elviriadi, kearifan lokal ini setidaknya ikut menjadi penyangga dan penjaga kekayaan sumber daya hayati. Karena gutan sudah sejak dahulu dijadikan sumber tuah dan marwah bagi masyarakat Melayu Riau.

Menurut Elviriadi lagi  dalam upaya menjaga sumber daya hayati terkait hutan dan lahan gambut, kearifan lokal Melayu Riau ke depannya harus bersinergi dengan pemerintah dan stakeholder.

"Dalam budaya dan sastra Melayu Riau, justru banyak dibicarakan soal lingkungan hidup, hutan dan semua kekayaannya," kata Elviariadi.

Hutan dalam perspektif Melayu itu, beber Dosen bidang lingkungan sekaligus aktivis lingkungan yang concern dengan pemeliharaan hutan dan lahan gambut ini, ada 3 fungsi yaitu sebagai sumber falsafah hidup, sebagai sumber marwah, dan sumber nafkah (ekonomi). 

"Hutan dan tanah gambut itu pusat peradaban orang Melayu dengan empat pengaturan. Dimana ada empat pengaturan luhur yang dipahami budaya dan masyarakat Melayu, antara lain; gambut dan kekayaannya sebagai rimba peladangan, rimba pecadangan, rimba larangan, dan lahan perkarangan. Sementara yang boleh dimanfaatkan dari empat tata ruang melayu itu hanya rimba peladangan dan lahan pekarangan," papar penulis beberapa buku ini.(ron)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Polda Riau Gelar Kajian Subuh Ilmiah Bersama UAS dan Rocky Gerung

Pengurus Baru YHPI akan Perjuangkan Hari Puisi Indonesia

Dilantik Jadi Waketum PMRI, Karmila Sari Siap Berkolaborasi Untuk Kemajuan Riau

Membangun Riau ke Depannya, Abdul Wahid: Kolaborasi dengan PMRI Sangat Diperlukan

Kloter 03 BTH Riau Diberangkatkan ke Tanah Suci, Taufiq: Ini Anugerah Besar yang Patut Disyukuri

438 Jamaah Haji Riau Kloter 03 Masuk Asrama Haji Batam, Defizon: Seluruhnya Berasal dari Pekanbaru

Polda Riau Gelar Kajian Subuh Ilmiah Bersama UAS dan Rocky Gerung

Pengurus Baru YHPI akan Perjuangkan Hari Puisi Indonesia

Dilantik Jadi Waketum PMRI, Karmila Sari Siap Berkolaborasi Untuk Kemajuan Riau

Membangun Riau ke Depannya, Abdul Wahid: Kolaborasi dengan PMRI Sangat Diperlukan

Kloter 03 BTH Riau Diberangkatkan ke Tanah Suci, Taufiq: Ini Anugerah Besar yang Patut Disyukuri

438 Jamaah Haji Riau Kloter 03 Masuk Asrama Haji Batam, Defizon: Seluruhnya Berasal dari Pekanbaru



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Target Pajak Reklame 2025 Turun, Agung Nugroho: Seharusnya Ditingkatkan
14 Mei 2025
Pemkab Rohil Ajak Masyarakat Kritisi Kebijakan dengan Cara Konstruktif
13 Mei 2025
Agung Nugroho Berharap DMDI Ikut Berkontribusi Bangun Pekanbaru
12 Mei 2025
Sambut Jemaah Bengkalis dan Dumai di Pelabuhan Sekupang, Muliardi: 11 Kloter Sudah Menuju Madinah
12 Mei 2025
443 Jamaah Haji Pekanbaru Selesai Laksanakan Ziarah Raudhah
11 Mei 2025
Antar Jemaah dari Hotel ke Masjidil Haram, PPIH Arab Saudi Telah Siapkan Bus Shalawat
11 Mei 2025
Di Mekkah, Jamaah dapat Manfaatkan Bus Shalawat ke Masjidil Haram
10 Mei 2025
Tanam Pohon di Halaman Mapolda Riau, UAS: Semoga Pohonnya Hidup dan Membawa Keberkahan
10 Mei 2025
Polda Riau Gelar Kajian Subuh Ilmiah Bersama UAS dan Rocky Gerung
10 Mei 2025
Jaga Kamtibmas dan Cegah Karhutla, Polres Siak Patroli C3 di Sejumlah Titik Rawan
10 Mei 2025
TERPOPULER +
  • 1 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal, Sekdakab Rohil dan Kadiskominfotiks Rohil Kunjungi Bappenas dan Kementerian Investasi
  • 2 Tertibkan Baliho di Jalan Protokol Pekanbaru, Raja Juli Antoni: Saya Sangat Mengapresiasi Inisiatif Bang Walikota
  • 3 Pemko Pekanbaru Berikan Kemudahan ke Investor, Markarius Anwar: Kalau ada Kendala Lapor Segera
  • 4 RDPU Komisi I DPR RI, Zulmansyah: Jangan Sampai Revisi UU Penyiaran Jadi Alat Pembungkaman
  • 5 MK Tolak Gugatan Sugianto, Afni-Syamsurizal Tetap Bupati dan Wakil Bupati Siak Terpilih
  • 6 Drama Pilkada Siak Usai, Afni: Mari Kita Bersatu dan Berkolaborasi
  • 7 Syarat Formil tak Terpenuhi, Perkara Sengketa Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Siak Digugurkan
  • 8 Pengurus Baru YHPI akan Perjuangkan Hari Puisi Indonesia
  • 9 Dilantik Jadi Waketum PMRI, Karmila Sari Siap Berkolaborasi Untuk Kemajuan Riau
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved