Menag: Integrasi Antara MTQ dan Pacu Jalur Dapat Jadi Model Best Practice
Jakarta, Hariantimes.com - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sebagai instrumen strategis dalam memperkuat moderasi beragama melalui integrasi nilai-nilai spiritual dan kearifan budaya lokal.
Bahkan momentum ini sebagai peluang untuk memperkuat harmoni antara nilai spiritual dan kearifan lokal.
“MTQ bukan sekadar ajang lomba membaca Al-Qur’an, tetapi juga ruang membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya nilai keagamaan yang inklusif dan moderat. Ketika dipadukan dengan tradisi seperti Pacu Jalur, ini menjadi kekuatan besar dalam merawat harmoni sosial,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta Selasa (14/04/2026).
Menag menambahkan, pendekatan berbasis budaya lokal menjadi salah satu strategis dalam mengutamakan moderasi beragama di tengah masyarakat.
"Tradisi yang hidup dan berkembang di daerah dinilai memiliki daya jangkau yang kuat dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara kontekstual," sebut Menag.
Menurut Menag, integrasi antara MTQ dan Pacu Jalur dapat menjadi model praktik baik (best practice) dalam mengelola keberagamaan yang ramah, terbuka, dan berakar pada nilai-nilai lokal. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa agama dan budaya dapat berjalan beriringan dalam memperkuat persatuan.
MTQ Provinsi Riau 2026 di Kuansing
MTQ Provinsi Riau direncanakan berlangsung pada Juni-Juli 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
MTQ ini dinilai memiliki nilai strategis karena beririsan dengan agenda budaya Pacu Jalur yang akan digelar pada Agustus di lokasi yang sama.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi bersama Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby, dan Kakanwil Kemenag Riau Muliardi terkait persiapan MTQ Provinsi Riau 2026 di Kuansing.
Bupati Kuansing, Suhardiman Amby menyampaikan, pemerintah daerah terus mematangkan berbagai aspek persiapan MTQ, mulai dari sarana-prasarana hingga keterlibatan masyarakat. Dan berharap dukungan Kementerian Agama dapat memperkuat kualitas penyelenggaraan sekaligus memberikan dampak sosial yang luas.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Riau Muliardi menegaskan, kesiapan jajaran Kemenag di daerah untuk mengawal seluruh proses persiapan MTQ. Koordinasi lintas sektor.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, MTQ Riau 2026 diharapkan tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga mampu menjadi momentum strategis dalam memperkuat moderasi beragama berbasis budaya lokal serta mempererat kohesi sosial masyarakat(*)
.jpeg)










Tulis Komentar