SMSI Riau Dukung Kebijakan Plt Gubri Rombak Direksi BUMD
Cetak Hafidz 30 Juz, KWQ Salurkan 97 Mushaf ke Mahasiswa Tahfidz UMRI
PEKOPI 2026 Hadirkan Spektrum Emosi yang Lengkap
Cetak Hafidz 30 Juz, KWQ Salurkan 97 Mushaf ke Mahasiswa Tahfidz UMRI
Pekanbaru, Hariantimes.com - Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) kembali aktif menyalurkan mushaf untuk generasi muda penghafal Al-Qur’an di Provinsi Riau.
Kali ini, Kurnia Wakaf Al-Qur’an menyalurkan 97 mushaf kepada mahasiswa Tahfidz Universitas Muhammadiyah (UMRI) yang memiliki hafalan minimal 2 juz.
Penyerahan wakaf Al-Qur’an yang bersumber dari sejumlah kalangan itu digelar dalam sebuah acara sederhana di aula Pascasarjana Lt. 6 Rektorat UMRI Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, Senin (06/04/2026).
Dari KWQ hadir langsung AZ Fachri Yasin selaku Pimpinan bersama tim dan salah seorang pewakaf yakni Thabrani Yusuf.
Sementara dari pihak UMRI diwakili Kepala Biro Kemahasiswaan Reki Hervandi SSos dan para mahasiswa penerima wakaf Al-Qur’an yang berasal dari berbagai fakultas. Namun, dosen yang juga Direktur DAAK UMRI Dr Jupendri SSos MIKom turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Pemberian wakaf mushaf metode tajwid dan terjemahan berwarna produksi King Salman itu sebagai bentuk apresiasi dan dukungan dari KWQ kepada mahasiswa UMRI yang telah mendedikasikan waktunya di tengah kesibukan akademik untuk membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Kepala Biro Kemahasiswaan Reki Hervandi mewakili Rektor UMRI mengawali sambutannya memperkenalkan sosok Pimpinan KWQ AZ Fachri Yasin di hadapan mahasiswa yang hadir.
“Beliau Dekan Fakultas Pertanian UNRI dan UIR pada masanya. Kini jadi Pengawas LSM Fitra Riau, disamping memimpin Kurnia Wakaf,” ungkap Reki menyampaikan permohonan maaf dari Rektor UMRI dan pimpinan kampus lainnya yang tidak bisa hadir, karena sedang ada agenda kegiatan berkaitan dengan universitas di Batam, sekaligus ucapan terima kasih dan apresiasi atas kegiatan wakaf Al-Qur’an yang digagas oleh komunitas KWQ ini.
Reki mengatakan, kegiatan wakaf Al-Qur’an sebagaimana sabda Rasulullah adalah amal ibadah yang mudah dan murah atau sedikit biayanya. Namun ganjaran pahalanya besar dan berkepanjangan atau menjadi amal jariyah bagi si pewakaf.
“Misalnya, kita punya uang 100 ribu, lalu ada kawan atau orang lain yang lapar dan dibelilah nasi bungkus. Itu juga ibadah tapi nilainya jauh lebih kecil dibanding kalau kita belikan ke Al-Qur’an dan diwakafkan. Karena setiap kali Qur’an itu dibaca, bahkan setiap hurufnya, mendatangkan pahala, dan itulah kemuliaan Al-Qur’an,” papar Reki berharap dan berpesan kepada para mahasiswa penerima wakaf Al-Qur’an untuk memanfaatkannya dengan baik.
“Jangan hanya disimpan atau dipajang, tapi manfaatkan dan dijaga. Syukuri pemberian mushaf baru ini dengan makin rajin membaca dan menghafal untuk kemudian diamalkan, disamping juga tak lupa mendoakan kebaikan kepada para pewakaf dan penyalur. Tentu harapannya sama-sama mengalirkan pahala,” ujarnya.
Reki juga menyampaikan, program Tahfidz bagi mahasiswa di UMRI saat ini berjalan dan berkembang baik. Di samping, didukung kebijakan dan difasilitasi kampus, animo mahasiswa terhadap Tahfidz juga tergolong tinggi. Jumlah hafidz/hafidzah kampus terus meningkat.
Menurutnya, sejak awal program Tahfidz sudah merupakan salah satu prioritas kampus untuk diwujudkan dan dijadikan unggulan. UMRI ingin berperan melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya berilmu tapi juga berakhlak.
“Pihak kampus bahkan punya komitmen dan dan tekad para mahasiswa Tahfidz ini bisa mencapai hafalan 30 juz. Untuk itu, sejak dua tahun lalu, kita telah menjalin kerjasama dengan MIRA Institute binaan Ustad Adi Hidayat (UAH). Mahasiswa Tahfidz kita yang punya potensi kita kirim untuk belajar mendalam ke sana dan digembleng untuk hafidz 30 juz,” terangnya.
Ma'had Islam Rafiah Akhyar (MIRA) Institute yang didirikan dan diasuh UAH berlokasi di Baros, Serang, Banten, dengan fokus utama mencetak kader ulama berkualitas global, Tahfidz Al-Qur'an dan studi keislaman berjenjang mulai dari usia dini. Lembaga ini juga memberikan beasiswa penuh selama menimba ilmu.
Tidak sebatas menyalurkan wakaf Al-Qur’an, seperti biasa Pimpinan KWQ AZ Fachri Yasin memanfaatkan momentum tersebut untuk memberi pencerahan dan memotivasi mahasiswa agar terus giat belajar dan menimba ilmu hingga ke jenjang tertinggi. Dengan suara lantang dan gaya khasnya ia memicu semangat mereka melalui interaksi dan dialog.
Akademisi senior di Riau yang sudah berusia 72 itu mengawali interaksinya lewat pertanyaan ringan: siapa yang tidak sarapan pagi sebelum berangkat ke kampus, tunjuk tangan. Beberapa mahasiswa tunjuk tangan dengan spontan, tapi ada juga yang terkesan malu-malu.
“Ini bukan contoh yang baik. Kenapa, karena sarapan pagi itu wajib. Pertama terkait kesehatan, dan kedua terkait kelancaran dalam belajar. Untuk sehat dan aktivitas lancar, kita butuh protein dan karbohidrat, itu didapat mulai dari sarapan pagi,” terangnya.
Setelah bicara dan berdialog terkait masalah kesehatan, aktivitas dan penampilan yang perlu jadi perhatian para mahasiswa dalam menunjang aktivitas sehari-hari, Fachri menjelaskan kegiatan komunitas yang dipimpinnya.
“Ini yang pertama kegiatan kita setelah Idul Fitri, menyalurkan Al-Qur’an kepada Tahfidz UMRI, disusul kampus lain beberapa hari ke depan. Kenapa UMRI, karena kampus ini lebih cepat mengirim data-data Tahfidznya. Artinya, respons dan komunikasi berjalan baik, bagi kita itu penting dan perlu,” ujarnya.
Fachri menjelaskan, mushaf tersebut bukan wakaf dari KWQ, melainkan amanah dari para pewakaf yang berasal dari berbagai kalangan. Nama mereka tertera di sampul mushaf, tapi ada juga yang berwakaf atas nama orang tua, istri dan keluarga, termasuk yang sudah almarhum, atau bahkan hanya ditulis hamba Allah SWT.
Adapun ke-97 mushaf yang disalurkan berasal dari 18 pewakaf, yakni Hasrul, Widodo, Yusparizal, Yen Fitri, Sutrisna, Irfan Tasbih, Furqon Surya Kusuma, Husnul Dwinanda, Yumairianda Syafitri, Edi Formadi, Yusuf Siregar, Kampriwoto, Safrizal Sofian, Thabrani Yusuf, Deni Gunawan, Zulhanidah Sulaiman, Syaiful Bahri dan Alfian Malik.
“Jadi kita hanya menghimpun dan menyalurkan. Alhamdulilah sejak Medio Juni 2022 telah diamanahkan 4.888 Al-Qur’an dari ratusan pewakaf untuk diberikan kepada Tahfidz minimal hafal 2 juz. Kenapa bisa, karena ada keyakinan dan ridha Allah Swt,” katanya.
Harapan pewakaf sendiri sederhana, hanya minta Al-Qur’an ini dimanfaatkan dengan baik serta doakan untuk kebaikan dan keberkahan mereka. “Tolong juga doakan kami istiqamah menjalankan amanah ini,” imbuhnya di hadapan mahasiswa yang masih duduk di semester I hingga VI itu.
Interaksi antara Pimpinan KWQ dan para mahasiswa UMRI di tengah kegiatan wakaf Al-Qur’an itu cukup menarik dan berlangsung akrab dan santai. Pimpinan komunitas ini cukup sering melontarkan celetukan dan guyonan yang memancing senyum dan tawa.
Namun, Fachri juga menunjukkan sikap tegas dan serius saat menggali fikiran mahasiswa. Seperti saat melontarkan pertanyaan tentang siapa yang berencana melanjutkan ke program magister setelah sarjana nanti, beberapa orang spontan mengangkat tangan.
“Ok. Yang angkat tangan berarti sudah ada niat. Bagus, semoga niatnya tercapai,” katanya.
Tidak sampai di situ, Fachri Yasin juga mendorong mahasiswa untuk meneruskan pendidikan sampai program S-3 atau doktor. Bahkan, kalau perlu sampai ke luar negeri dengan memanfaatkan program beasiswa.
Dan, ternyata sejumlah mahasiswa menyampaikan keinginannya untuk meneruskan kuliah di luar negeri, seperti ke Malaysia dan Jepang.
“Bagus, banyak yang ingin lanjut ke S2 dan S3, karena pendidikan itu kunci kesuksesan. Namun, keinginan itu harus didukung usaha keras dan kreativitas, seperti bagaimana dapat beasiswa, termasuk kuliah ke luar negeri. Kalau hanya diam dan menunggu tidak akan tercapai,” ujarnya sembari kemudian mengisahkan dan membagi pengalamannya saat mendapat beasiswa program magister di Jepang dulu.
Fachri juga respek ketika cukup banyak mahasiswa angkat tangan saat ditanya apakah punya keinginan dan cita-cita kelak menjadi pengusaha.
“Wah ini, bagus. Kenapa, karena ekonomi bangsa selama ini dikuasai oleh non-muslim, padahal negara kita mayoritas Islam. Saya senang dan dukung kalian jadi pengusaha agar bisa berbuat untuk kemasalahatan umat,” tuturnya.
Suasana gembira bercampur haru menyelimuti saat pembagian langsung mushaf kepada masing-masing mahasiswa yang dilakukan bersama-sama secara bergiliran. Para mahasiswa tampak tampak sumringah saat menerima mushaf baru gratis tersebut, dan acara pun diakhiri dengan foto bersama.
Sebagai informasi tambahan, penyaluran wakaf Al-Qur’an oleh komunitas KWQ terus berlanjut di beberapa kampus lainnya. Diagendakan, Rabu (08/04/2026): penyerahan 75 Al-Qur’an untuk mahasiswa Tahfidz Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau, Kamis (09/06/2026): penyerahan 7 Al-Qur’an di Universitas Hangtuah Pekanbaru, Jumat (10/06/2026): penyerahan 51 Al-Qur’an di Universitas Lancang Kuning (Unilak), Selasa (14/06/2026): penyerahan 79 Al-Qur’an di Universitas Islam Riau (UIR).(*)
.jpeg)










Tulis Komentar