• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 401 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 411 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 347 Kali
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
Dibaca : 465 Kali
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
Dibaca : 464 Kali

  • Home
  • Sosialita

Tekan Emisi Karbon, PHR Tanam 1.200 Bibit Pohon di Kawasan Bagan Benio

Zulmiron
Senin, 30 Oktober 2023 16:15:22 WIB
Cetak
Aksi penahanan pohon yang dilaksanakan Pertabike Duri dan PHR WK Rokan di area SM Giam Siak Kecil Bukit Batu, tepatnya Dusun Bagan Benio, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Bengkalis, Hariantimes.com - Dengan langkah kaki tergopoh-gopoh, Renop Noprianto dengan sigap menenteng bibit-bibit pohon untuk sampai ke lokasi penanaman.

Tangan kanan dan kiri penuh sesak barang bawaan. Dari atas perahu 4 x 1 meter itu, pemuda ini melansir satu persatu bibit-bibit tersebut untuk segera ditanam.

Lokasi penanaman pohon tersebut sangat jauh dari hiruk pikuknya perkotaan, yakni berada di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Cagar Biosfer Giam Siak Kecil dan Bukit Batu, tepatnya di Dusun Bagan Benio, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Minggu (29/10/2023).

Untuk sampai ke lokasi itu, memerlukan waktu yang tidak singkat. Berjarak sekitar 60 kilometer dari pusat kota Duri, Bagan Benio merupakan salah satu area hutan lindung paru-parunya dunia yang menyerap karbondioksida dan masih asri terjaga.

Baca Juga :
  • Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
  • Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim

Cagar Biosfer Giam Siak Kecil dan Bukit Batu tersebut adalah sebuah lahan gambut raksasa yang membentang area di Kabupaten Bengkalis dan Siak. Dengan luas 705.271 hektar, Cagar Biosfer ini dideklarasikan The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dalam Man and the Biosphere (MAB) Programme.

Lokasi ini tidak bisa diakses dengan menggunakan jalur darat saja, namun mesti menyusuri sungai puluhan kilometer menggunakan perahu tradisional, atau warga lokal menyebutnya pompong. Belakangan, lahan-lahan hutan tersebut mulai banyak beralih fungsi lantaran perambahan liar yang mengkhawatirkan.

Hal inilah yang mendorong Renop dan kawan-kawan melakukan aksi penghijauan. Renop merupakan Ketua Pertabike Duri, sebuah Komunitas Pesepeda para Karyawan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan. Pohon-pohon yang dibawanya dari daratan Duri tersebut akan ditanam di area itu untuk program penghijauan. Misi ini dilakukan sebagai salah satu wujud pelestarian lingkungan untuk masa depan bangsa yang dilaksanakan PHR-WK Rokan.

"Kami menyadari bahwa pentingnya menjaga alam untuk kelestarian lingkungan, manfaatnya untuk sekarang dan nanti. Program ini merupakan hasil charity dari kegiatan Pertabike Charity Ride Duri 2023 lalu. Terkumpul donasi sebesar Rp 55 juta yang kemudian kita alokasikan untuk penanaman sebanyak 1200 bibit pohon di alam raya ini," kata Renop, di lokasi.

Dalam kegiatan tersebut, PHR WK Rokan juga menggandeng mitra pelaksana program CSR yang biasanya menggeluti konservasi gajah, Rimba Satwa Foundation (RSF). Bibit-bibit unggul tersebut dikembangkan di nursery milik RSF yang berkolaborasi dengan PHR WK Rokan tersebut. Untuk di Bagan Benio, PHR menanam jenis pohon Matoa, Jengkol, Petai dan Durian. Sehingga, akan ada nilai ekonomis yang akan didapatkan masyarakat setempat.

Kegiatan ini juga selaras dengan Program One Two Trees yang digagas SKK Migas. Program ini sebagai perwujudan pilar ketiga Indonesia Oil & Gas 4.0 yaitu, Ensuring Environmental Sustainability.

Program One Two Trees adalah penanaman pohon yang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan di industri hulu migas yang diharapkan bisa berkontribusi dalam menurunkan emisi karbon demi memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Nantinya, bibit pohon yang ditanam di Bagan Benio tersebut akan terus dirawat hingga besar dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Di lokasi, para Perwira PHR tersebut menanam satu per satu pohon di lahan-lahan yang telah disediakan, umumnya berada di pinggiran hutan dan sungai.

Di sisi lain, setiap dua bulan pohon yang sudah ditanam akan dilakukan perawatan dan penyisipan jika rusak atau mati, akan dilakukan juga monitoring dengan mengukur pertumbuhan tinggi dan diameter menggunakan aplikasi SMART yang sudah dimodifikasi, program ini melanjutkan Program Agroforestri yang sebelumnya sudah dilakukan semenjak 2021 lalu. "Harapannya pohon yang ditanam tumbuh subur, bermanfaat bagi semua makhluk di Bagan Benio dan menghasilkan buah yang banyak dan menambah nilai ekonomi masyarakat," ujar Renop.

Lokasi Dusun Bagan Benio tersebut kini juga menjadi rumah tinggal bagi warga lokal. Mereka merupakan suku Melayu asli Riau yang telah bermastautin sejak puluhan tahun lalu.

"Kami tinggal di sini sudah lama, lokasi ini cukup jauh. Kami hidup mengandalkan hasil alam dan bertani. Program Pertabike dan PHR ini sangat bermanfaat sekali karena dampaknya luas bagi alam dan masyarakat," kata Kepala Dusun Bagan Benio, Joharis.

Terpisah, Corporate Secretary PHR WK Rokan Rudi Arifianto menyampaikan, bahwa selain berfokus pada operasi yang andal dan selamat dalam mendukung ketahanan energi nasional, PHR juga ikut berkontribusi pada pelestarian lingkungan hidup. Program penghijauan yang dilaksanakan di Bagan Benio tersebut merupakan salah satu komitmen PHR dalam menjaga rimba raya.

"Ini merupakan salah satu wujud dan upaya kita dalam melestarikan lingkungan, dan harapan yang paling besar adalah mengurangi emisi karbon. PHR menaruh perhatian serius terhadap alam, untuk kelangsungan ekosistem dan kebermanfaatan luas bagi masyarakat khususnya di Provinsi Riau," kata Rudi Ariffianto.

Ia menambahkan, PHR berfokus pada 4 pilar program sosial di antaranya: pemberdayaan ekonomi masyarakat, kesehatan, lingkungan hidup dan pendidikan. "Komitmen kita merupakan salah satu upaya dalam mendukung ketahanan energi nasional, selain itu aspek 4 pilar tersebut menjadi asas yang mesti selalu kita jaga untuk kebermanfaatan yang luas bagi masyarakat," tuturnya.

Di sisi lain, data yang dihimpun dari situs resmi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Bagan Benio berpenduduk 1.512 jiwa berada dalam kawasan SM Giam Siak Kecil dan secara administratif masuk dalam Desa Tasik Serai, Kecamatan Tualang Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Mulanya dusun ini adalah Bagan Sati yang berjarak sekitar 1 km dari Dusun Bagan Benio sekarang. Dusun Bagan Sati pertama kali dibuka tahun 1937 oleh warga Tapung kanan bernama Ma'sat. Karena faktor keamanan dan menghindari binatang buas, Dusun tersebut pindah ke pematang lebih tinggi yaitu Bagan Benio. Tahun 1948 dua orang yang yang berasal dari tepian tukobun/Mandau berkunjung dan menetap di Bagan Benio yang bernama Jani bin Soal Samad bin Ma'akal dan setelahnya banyak masyarakat lain yang menetap di tempat ini.

Bagan Benio memiliki makna Bagan yang berarti pondok dan Benio berarti pohon kayu besar bernama kayu bonioo sehingga bermakna sebuah pondok yang berdiri di bawah kayu Bagan Benio. Penetapan pemerintahan Bagan Benio dimulai sejak tahun 1957 dengan ditetapkannya Hasan sebagai penghulu kampung. Mayoritas penduduk Bagan Benio adalah suku Melayu (99,9%) dengan mata pencaharian nelayan, dan berkebun karet serta usaha lainnya. Di lokasi tersebut, sarana penunjang seperti pelayanan kesehatan dan aksesibilitas masih terbatas.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan

Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim

Demi THR, Zufra Irwan: Jangan "Gadaikan" Integritas

Perdana Digelar, Kakanwil Kemenag Riau Harap Lomba Kaligrafi Mampu Hidupkan Seni Al-Qur’an di Masyarakat

Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan

Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim

Demi THR, Zufra Irwan: Jangan "Gadaikan" Integritas

Perdana Digelar, Kakanwil Kemenag Riau Harap Lomba Kaligrafi Mampu Hidupkan Seni Al-Qur’an di Masyarakat



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
16 Maret 2026
Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 2 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 3 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
  • 4 Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
  • 5 Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
  • 6 Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim
  • 7 Kemerdekaan Pers Bagian dari HAM
  • 8 Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM
  • 9 Buka Puasa Bersama, Ketum PWI Ajak Wartawan Jaga Kejernihan Berpikir
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved