• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Tinjau Arena Perlombaan Hari Pertama MTQ XLIV, Ketua LPTQ Riau: Evaluasi akan Terus Dilakukan Setiap Hari
Dibaca : 138 Kali
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau di Sungai Batang Kuantan
Dibaca : 216 Kali
Nasaruddin Umar: Luar Biasa! Satu Kafilah Pesertanya Lebih dari Seribu Orang
Dibaca : 220 Kali
Torehkan Prestasi Nasional, Siswa SMAN 8 Pekanbaru Bawa Pulang Emas dan Perunggu
Dibaca : 249 Kali
Menag: Ruang Baru bagi Penguatan Spiritual dan Peradaban Umat
Dibaca : 269 Kali

  • Home
  • Sosialita

Tekan Emisi Karbon, PHR Tanam 1.200 Bibit Pohon di Kawasan Bagan Benio

Zulmiron
Senin, 30 Oktober 2023 16:15:22 WIB
Cetak
Aksi penahanan pohon yang dilaksanakan Pertabike Duri dan PHR WK Rokan di area SM Giam Siak Kecil Bukit Batu, tepatnya Dusun Bagan Benio, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Bengkalis, Hariantimes.com - Dengan langkah kaki tergopoh-gopoh, Renop Noprianto dengan sigap menenteng bibit-bibit pohon untuk sampai ke lokasi penanaman.

Tangan kanan dan kiri penuh sesak barang bawaan. Dari atas perahu 4 x 1 meter itu, pemuda ini melansir satu persatu bibit-bibit tersebut untuk segera ditanam.

Lokasi penanaman pohon tersebut sangat jauh dari hiruk pikuknya perkotaan, yakni berada di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Cagar Biosfer Giam Siak Kecil dan Bukit Batu, tepatnya di Dusun Bagan Benio, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Minggu (29/10/2023).

Untuk sampai ke lokasi itu, memerlukan waktu yang tidak singkat. Berjarak sekitar 60 kilometer dari pusat kota Duri, Bagan Benio merupakan salah satu area hutan lindung paru-parunya dunia yang menyerap karbondioksida dan masih asri terjaga.

Baca Juga :
  • Tinjau Arena Perlombaan Hari Pertama MTQ XLIV, Ketua LPTQ Riau: Evaluasi akan Terus Dilakukan Setiap Hari
  • Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau di Sungai Batang Kuantan
  • Menag: Ruang Baru bagi Penguatan Spiritual dan Peradaban Umat

Cagar Biosfer Giam Siak Kecil dan Bukit Batu tersebut adalah sebuah lahan gambut raksasa yang membentang area di Kabupaten Bengkalis dan Siak. Dengan luas 705.271 hektar, Cagar Biosfer ini dideklarasikan The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dalam Man and the Biosphere (MAB) Programme.

Lokasi ini tidak bisa diakses dengan menggunakan jalur darat saja, namun mesti menyusuri sungai puluhan kilometer menggunakan perahu tradisional, atau warga lokal menyebutnya pompong. Belakangan, lahan-lahan hutan tersebut mulai banyak beralih fungsi lantaran perambahan liar yang mengkhawatirkan.

Hal inilah yang mendorong Renop dan kawan-kawan melakukan aksi penghijauan. Renop merupakan Ketua Pertabike Duri, sebuah Komunitas Pesepeda para Karyawan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan. Pohon-pohon yang dibawanya dari daratan Duri tersebut akan ditanam di area itu untuk program penghijauan. Misi ini dilakukan sebagai salah satu wujud pelestarian lingkungan untuk masa depan bangsa yang dilaksanakan PHR-WK Rokan.

"Kami menyadari bahwa pentingnya menjaga alam untuk kelestarian lingkungan, manfaatnya untuk sekarang dan nanti. Program ini merupakan hasil charity dari kegiatan Pertabike Charity Ride Duri 2023 lalu. Terkumpul donasi sebesar Rp 55 juta yang kemudian kita alokasikan untuk penanaman sebanyak 1200 bibit pohon di alam raya ini," kata Renop, di lokasi.

Dalam kegiatan tersebut, PHR WK Rokan juga menggandeng mitra pelaksana program CSR yang biasanya menggeluti konservasi gajah, Rimba Satwa Foundation (RSF). Bibit-bibit unggul tersebut dikembangkan di nursery milik RSF yang berkolaborasi dengan PHR WK Rokan tersebut. Untuk di Bagan Benio, PHR menanam jenis pohon Matoa, Jengkol, Petai dan Durian. Sehingga, akan ada nilai ekonomis yang akan didapatkan masyarakat setempat.

Kegiatan ini juga selaras dengan Program One Two Trees yang digagas SKK Migas. Program ini sebagai perwujudan pilar ketiga Indonesia Oil & Gas 4.0 yaitu, Ensuring Environmental Sustainability.

Program One Two Trees adalah penanaman pohon yang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan di industri hulu migas yang diharapkan bisa berkontribusi dalam menurunkan emisi karbon demi memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Nantinya, bibit pohon yang ditanam di Bagan Benio tersebut akan terus dirawat hingga besar dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Di lokasi, para Perwira PHR tersebut menanam satu per satu pohon di lahan-lahan yang telah disediakan, umumnya berada di pinggiran hutan dan sungai.

Di sisi lain, setiap dua bulan pohon yang sudah ditanam akan dilakukan perawatan dan penyisipan jika rusak atau mati, akan dilakukan juga monitoring dengan mengukur pertumbuhan tinggi dan diameter menggunakan aplikasi SMART yang sudah dimodifikasi, program ini melanjutkan Program Agroforestri yang sebelumnya sudah dilakukan semenjak 2021 lalu. "Harapannya pohon yang ditanam tumbuh subur, bermanfaat bagi semua makhluk di Bagan Benio dan menghasilkan buah yang banyak dan menambah nilai ekonomi masyarakat," ujar Renop.

Lokasi Dusun Bagan Benio tersebut kini juga menjadi rumah tinggal bagi warga lokal. Mereka merupakan suku Melayu asli Riau yang telah bermastautin sejak puluhan tahun lalu.

"Kami tinggal di sini sudah lama, lokasi ini cukup jauh. Kami hidup mengandalkan hasil alam dan bertani. Program Pertabike dan PHR ini sangat bermanfaat sekali karena dampaknya luas bagi alam dan masyarakat," kata Kepala Dusun Bagan Benio, Joharis.

Terpisah, Corporate Secretary PHR WK Rokan Rudi Arifianto menyampaikan, bahwa selain berfokus pada operasi yang andal dan selamat dalam mendukung ketahanan energi nasional, PHR juga ikut berkontribusi pada pelestarian lingkungan hidup. Program penghijauan yang dilaksanakan di Bagan Benio tersebut merupakan salah satu komitmen PHR dalam menjaga rimba raya.

"Ini merupakan salah satu wujud dan upaya kita dalam melestarikan lingkungan, dan harapan yang paling besar adalah mengurangi emisi karbon. PHR menaruh perhatian serius terhadap alam, untuk kelangsungan ekosistem dan kebermanfaatan luas bagi masyarakat khususnya di Provinsi Riau," kata Rudi Ariffianto.

Ia menambahkan, PHR berfokus pada 4 pilar program sosial di antaranya: pemberdayaan ekonomi masyarakat, kesehatan, lingkungan hidup dan pendidikan. "Komitmen kita merupakan salah satu upaya dalam mendukung ketahanan energi nasional, selain itu aspek 4 pilar tersebut menjadi asas yang mesti selalu kita jaga untuk kebermanfaatan yang luas bagi masyarakat," tuturnya.

Di sisi lain, data yang dihimpun dari situs resmi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Bagan Benio berpenduduk 1.512 jiwa berada dalam kawasan SM Giam Siak Kecil dan secara administratif masuk dalam Desa Tasik Serai, Kecamatan Tualang Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Mulanya dusun ini adalah Bagan Sati yang berjarak sekitar 1 km dari Dusun Bagan Benio sekarang. Dusun Bagan Sati pertama kali dibuka tahun 1937 oleh warga Tapung kanan bernama Ma'sat. Karena faktor keamanan dan menghindari binatang buas, Dusun tersebut pindah ke pematang lebih tinggi yaitu Bagan Benio. Tahun 1948 dua orang yang yang berasal dari tepian tukobun/Mandau berkunjung dan menetap di Bagan Benio yang bernama Jani bin Soal Samad bin Ma'akal dan setelahnya banyak masyarakat lain yang menetap di tempat ini.

Bagan Benio memiliki makna Bagan yang berarti pondok dan Benio berarti pohon kayu besar bernama kayu bonioo sehingga bermakna sebuah pondok yang berdiri di bawah kayu Bagan Benio. Penetapan pemerintahan Bagan Benio dimulai sejak tahun 1957 dengan ditetapkannya Hasan sebagai penghulu kampung. Mayoritas penduduk Bagan Benio adalah suku Melayu (99,9%) dengan mata pencaharian nelayan, dan berkebun karet serta usaha lainnya. Di lokasi tersebut, sarana penunjang seperti pelayanan kesehatan dan aksesibilitas masih terbatas.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Menag: Ruang Baru bagi Penguatan Spiritual dan Peradaban Umat

Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penguatan Tugas dan Fungsi Balai Harta Peninggalan Medan

Kemenkum Riau Dorong Ranperda Penanaman Modal yang Inklusif dan Berbasis HAM

SK Izin Operasional Diperpanjang, IZI Sumbar Komitmen Kelola Zakat Secara Amanah

Kanwil Kemenkum Riau Dukung Digitalisasi Produk Indikasi Geografis

Perkuat Strategi Komunikasi Publik, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pembinaan Kehumasan Bersama Meta Indonesia

Menag: Ruang Baru bagi Penguatan Spiritual dan Peradaban Umat

Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penguatan Tugas dan Fungsi Balai Harta Peninggalan Medan

Kemenkum Riau Dorong Ranperda Penanaman Modal yang Inklusif dan Berbasis HAM

SK Izin Operasional Diperpanjang, IZI Sumbar Komitmen Kelola Zakat Secara Amanah

Kanwil Kemenkum Riau Dukung Digitalisasi Produk Indikasi Geografis

Perkuat Strategi Komunikasi Publik, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pembinaan Kehumasan Bersama Meta Indonesia



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Tinjau Arena Perlombaan Hari Pertama MTQ XLIV, Ketua LPTQ Riau: Evaluasi akan Terus Dilakukan Setiap Hari
28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau di Sungai Batang Kuantan
27 Juni 2026
Nasaruddin Umar: Luar Biasa! Satu Kafilah Pesertanya Lebih dari Seribu Orang
27 Juni 2026
Torehkan Prestasi Nasional, Siswa SMAN 8 Pekanbaru Bawa Pulang Emas dan Perunggu
27 Juni 2026
Menag: Ruang Baru bagi Penguatan Spiritual dan Peradaban Umat
27 Juni 2026
Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penguatan Tugas dan Fungsi Balai Harta Peninggalan Medan
26 Juni 2026
Rarak dan Calempong Kuansing Warnai Penerimaan Kafilah MTQ XLIV Riau 2026
26 Juni 2026
Perkuat Integritas dan Profesionalitas, LPTQ Riau Gelar Orientasi dan Pembekalan Dewan Hakim MTQ ke-44 Tingkat Provinsi
26 Juni 2026
Kemenkum Riau Dorong Ranperda Penanaman Modal yang Inklusif dan Berbasis HAM
26 Juni 2026
Melalui FGD Strategis, Kemenkum Riau Dorong Harmonisasi Perizinan Daerah
26 Juni 2026
TERPOPULER +
  • 1 Waspada Penipuan!, UIR Tegaskan Tidak Pernah Menagih UKT Melalui WhatsApp, SMS Maupun Medsos
  • 2 KLH/BPLH Perkuat Pencegahan Karhutla di Lahan Gambut Riau
  • 3 16 Tokoh Terima Anugerah SMSI 2026, Ketum SMSI Firdaus: Pers Merdeka Kunci Demokrasi Sehat
  • 4 Wadah Aspirasi Masyarakat, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik "PASTI ADA SOLUSI"
  • 5 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pengawasan Protokol Notaris di Inhu
  • 6 Tinjau Inovasi CEOR Minas, Komisi VI DPR RI Dukung Langkah Pertamina Jaga Ketahanan Energi Nasional
  • 7 Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Ekosistem Kekayaan Intelektual di Rohil
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau dan FH Unri Perkuat Sinergi Kukerta Berdampak
  • 9 APP Group Perkuat Kolaborasi di Pelalawan
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved